NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Al bersiul sambil merapikan rambutnya. Celana kargo hitam dan baju kaus hitam lengan pendek sudah terpakai, jam tangan pun sudah terpakai. Jonas yang lewat berhenti di depan pintu kamar Al.

"Wangi banget bang!" Jonas duduk di tempat tidur Al.

"Hmmm," Al merapikan sedikit rambut depannya, dan memakai kemeja putih di bagian luar melapisi baju kaus hitam polos yang pas di badannya.

"Gue curiga..."

"Hmmm? Kenapa?"

"Lu mabok bang?"

"Pinter!" Al mengacak rambut Jonas.

"Hah? Serius bang! Jangan begini pagi-pagi. Gue merinding!" ucap Jonas.

"Ayo sarapan! Sarapan apa hari ini? Bubur depan gang lagi? Nggak apa, ayo!" Al menarik baju Jonas. Al duduk dan tersenyum pada Arza yang tidak jadi menyuap bubur, Bima yang tidak jadi ke kamar mandi.

Al sarapan buru-buru dan melambai pada yang lain.

"Bang, gue tunggu di kantor pagi ini ya. Cepetan. datangnya, agak siangan gua pergi. Kalian berdua, kalo pagi ini nggak ada kelas, tolong beresin rumah sampai kinclong. Kalo gue pulang rumah ini berantakan... PS kalian gue buang!"

"Yaaah jangan bang!"

"Iya, nanti kita bersihin. Lo kenapa si bang?" tanya Arza pada Al yang masih bersiul memasang sepatu sneakersnya.

"Gue mau bawa calon kakak ipar kalian ke sini! Pastikan rumah bersih!"

"Serius bang?" tanya Jonas.

"Kak Rin ya?" Arza berbinar-binar.

"Belum tentu, tapi doain gue hari ini hari keberuntungan gue!" ucap Al. Jonas dan Arza mengangguk bersamaan.

Al pergi mengendarai motornya.

"Lah? Gue ditinggal? Kan gue udah bilang motor gue rusak!" Bima buru-buru keluar memakai jaketnya.

"Lupa kali bang, lagian bang Al beda banget. Wanginya busyet! Kayak abis kejebur parfum!" Arza menggosok hidungnya.

"Arza, ayo anterin. Jonas! Inget pesan Al. Beresin rumah bareng Arza nanti. Jam makan siang rumah udah rapi!" perintah Bima.

"Beneran ada kakak ipar ini!" gumam Jonas, tapi tak ada yang dengar karena Bima sudah naik ke atas motor Arza yang suara motornya mirip bajaj yang mau mogok.

Hari itu di kantor T&T suasana terasa berbeda, selain karena parfum Al yang wanginya nyebar kemana-mana juga jadi murah senyum. Biasanya tipe cool dan serem, sekarang kopinya telat datang juga disenyumin.

Satu kantor merinding bersama. Sampai saat Bima datang mereka bikin rapat kecil-kecilan di pantry nanyain Al.

"Ooh dia... Biar aja deh, lagi happy dia. Mumpung mood-nya bagus. Kita ajak rapat aja soal manggung berikutnya!"

"Justru liat dia senyum dan siul-siul begitu bikin serem bang!" yang lain ikut mengangguk.

"Biar aja, semoga ada kabar baik. Kalian kan tahu dia selama ini sering mengurung diri, sering galak. Sekarang..."

"OOOOHHHHHH...." semua yang mendengarkan menutup mulut dan mengangguk.

Bima hanya bisa geleng-geleng kepala saat rapat. Biasanya Al bisa berdebat sampai 2 jam hanya masalah konsep doang. Hari ini setelah pembicaraan panjang dan dengan hati-hati milih konsep manggung dan alternatifnya jika Al tidak setuju. Sekarang dia cuma bilang, "Oke, gue ikut!"

Rapat selesai dengan cepat. Karena Al ikut konsep yang ditawarkan. Biasanya soal konsep, lagu, itu semua pasti jadi perdebatan. Bahkan siang itu Al mentraktir makan siang untuk karyawan di kantor. Dia menyerahkan sejumlah uang ke Bima, sementara itu dia pamit pergi entah kemana. Memakai mobil kantor.

Al bersenandung saat menaiki bukit yang biasa dia dan Rin gunakan untuk mencari inspirasi. Jantung Al berdebar saat sampai di kursi yang biasa mereka duduki.

Al duduk, meletakkan satu paperbag di sampingnya, agak tersembunyi. Meletakkan kopi dingin dan matcha di tempat duduk sebelahnya. Lalu dia memeluk buket mawar. Kali ini tidak besar tapi bermakna.

Al sudah mengirim pesan pada Rin sepuluh menit yang lalu. Dan gadis itu mengomelinya karena pergi lebih dulu. Al terkekeh membayangkan wajah Rin yang merengut. Dia lalu berlatih.

"Rin... Aku sayang kamu, mau jadi pacarku?" Al menggaruk kepalanya, terlalu biasa.

"Kamu bikin duniaku berwarna, eeh... Apa ini!" Al frustasi. Omongannya kacau padahal tadi pagi dia sudah menghapal kata-kata yang ditulisnya sejak malam.

Al menyerah dan berdiri menunggu Rin sampai di atas. Jantungnya berdegup kencang, suaranya sampai ke telinga. Kakinya gelisah dan tak mau diam. Isi kepalanya berantakan menyusun kata-kata yang selalu hilang kalau ketemu Rin.

Suara derap langkah kaki terdengar. Al menegang dan mencengkeram buket di punggungnya. Al tersenyum saat Rin sampai. Tapi Rin cemberut karena ditinggal. Hari ini Rin memakai baju rajut warna cream, celana jeans dan rambutnya terikat. Sementara itu disekitar wajahnya berjatuhan anak rambut.

"Katanya mau jemput, taunya ditinggal! Ini matcha? Aku minum ya..."

"Jangan! Dengerin aku dulu!"Al menahan tangan Rin.

"Dengerin apa? Haus ini!" Rin mengipasi wajahnya dengan tangan.

Al mendekat dan duduk.

"Aku... Aa... A... Aku. Hmm..."

"Al?"

Al menarik napas dan menghembuskannya. Dia belum siap tapi harus diucapkan sekarang. Rin nunggu sampe pegal.

Al menunduk. Lama. Sampai akhirnya dia ngomong dengan suara pelan. Bodo amat pikirnya yang penting terucap.

"Aku... Aku nggak jago ngomong... Tapi..."

"Iya, tapi apaan?" tanya Rin gemas dengan Al yang terus menunduk.

"Sejak kenal kamu, tempoku berantakan..." Al diam sejenak menarik napas.

"Kamu... Kamu mau... Kamu mau nggak jalan bareng aku dengan tempo yang sama? Yang nggak kecepatan tapi juga nggak terlalu lambat. Kita samain tempo..."

Dia akhirnya Al mendongak, menatap mata Rin dengan wajahnya yang memerah.

"Aku suka kamu. Mau nggak kamu dan aku jalan di tempo yang sama?" tanya Al menyodorkan buket bunga di hadapan Rin.

Rin bengong. Berkedip sekali. Dua kali. Otaknya loading.

"Hah?"

Al menggeser buket agar pandangan yang tadi tertutupi sekarang jadi saling berhadapan.

"Hah apanya? Aku udah ngomong dari tadi__"

Rin segera sadar, ternyata Al benar-benar mengungkapkan isi hatinya.

"Ulang... Yang terakhir, gimana? Soal tempo?" tanya Rin.

"Nggak mau! Sekali aja. Aku nggak bisa ngulang!" jawab Al.

Rin ketawa tertawa kecil terus meraih buket yang dipegang Al.

"Ternyata drummer T&T yang katanya serem dan cool, kalo confess suaranya geter yah!"

"Diem!"

"Terus kalo aku bilang tempoku juga berantakan gimana? Beneran kita satuin langkahnya biar temponya sejalan?" Rin tersenyum.

Rin tertawa jahil, "Boleh kok," Al langsung melihat Rin. Telinganya memerah dan dia mengusap hidungnya menutupi senyumnya bahagianya.

"Kita boleh jalan beriringan dengan tempo yang sama."

"Hm"

"Hmm doang?" Rin gemes banget.

"Eh aku ada hadiah, ini!" Al memberikan paperbag yang dia bawa. Isinya tumbler dengan foto member T&T, merchandise yang akan mereka bagikan saat manggung berikutnya.

"Waaah bagus banget! Makasih ya..."

"Hmm buat minum matcha," Al masih dengan gaya kaku. Dia lama mempertimbangkan tumbler itu untuk hadiah Rin. Untungnya Rin suka dan botol itu dipeluknya.

"Ohh... Iya, kalau ini?" Rin mengangkat satu flashdisk.

"Itu... Itu... Lagu baru. Mixtape khusus untuk kamu... Dengerin di rumah. Pakai headset!"

"Ya ampuuun Al, sweet banget sih! Nanti aku dengerin di rumah!" Rin memeluk semua hadiahnya.

"Aku nggak nyiapin hadiah buat kamu, tapi kalau kamu mau sesuatu bilang aja, misalnya... Cookies and kiss!" goda Rin.

Al menenggelamkan wajahnya ke dalam topi. Rasanya ingin teriak, tapi malu. Cookies and kiss. Al bakalan inget itu.

Untuk sekarang, dia harus meredakan detak jantungnya supaya nggak loncat dari tempatnya. Rin benar-benar membuatnya melayang.

Siang itu, drummer T&T yang katanya paling serem duduk kaku dengan telinga merah di sebelah cewek manis yang memeluk tumbler seperti harta karun. Tempo mereka akhirnya sama.

note :

Akhirnya yang kalian tunggu-tunggu, gemes banget deh nungguin Al.

Makasih buat kalian yang masih stay di AlRin... Yg setia nungguin sampe akhirnya Al bisa confess.

Salam manis dari Al dan Rin. Kalian mau ucapin selamat g ke cowok kaku ini?🤭 ucapin selamat biar mukanya merah terus kalian godain😂

1
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
internona Nerrazurri
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!