Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. bisa bicara
"Bisa jawab pertanyaan saya?" Felix menatap Mama Susi yang terdiam setelah mendapat pengobatan.
''Zoraaaaa...'' Mama Susi Memanggil nama Putri dia sembari menangis sedih.
''Zora ada di dalam kamar dan sekarang dia sedang istirahat, Ma.'' ujar Devano sambil mengusap lengan dia sendiri.
''Mama mau istirahat.'' Mama Susi berbicara seperti biasa kepada mereka semua.
Devano ingin bertanya lebih jauh tentang bagaimana ini semua bisa terjadi dan kesalahan apa yang telah dilakukan di masa lalu, namun Felix cepat menahan tangan pria itu agar dia tidak banyak berbicara terlebih dahulu karena Felix menyadari bahwa ini semua pasti memiliki masa lalu yang begitu kelam sekali.
Dari sorot mata Mama Susi saja sudah bisa dia tebak bahwa orang tua itu menyimpan begitu banyak rahasia yang kemungkinan para anak-anak tidak akan pernah bisa mengetahui, entah dia yang tidak ingin bercerita atau sedang menunggu waktu saja namun yang jelas mereka tidak bisa memaksa malam ini juga agar Mama Susi berbicara sampai tuntas.
Zayn juga mengangguk paham dengan maksud dan tujuan Felix sehingga dia tidak memaksa Mama Susi untuk berbicara lebih jauh, Mungkin memang ada rahasia keluarga yang tidak perlu mereka dengar Namun karena rahasia itu akan tertutup rapat maka semua menjadi semakin rumit saja ketika mereka akan menolong nanti.
Tapi setidaknya sekarang dia masih bisa berbicara terlebih dahulu dan itu sudah membuat Devano merasa tenang, Felix dan Zayn segera berpamitan ketika dia memastikan bahwa keadaan Mama Susi sudah sedikit membaik serta tidak ada gangguan yang akan muncul malam ini untuk mereka semua sehingga bisa tertidur dengan pulas.
''Kenapa langsung membiarkan begitu saja tanpa banyak bertanya kepada dia?'' Zayn bertanya kepada putra tanpa dia itu.
''Rahasia besar telah dia simpan sehingga tidak mungkin Mau mengatakan apa yang telah terjadi.'' jawab Felix.
''Kita terkadang memang tidak mengerti jalan pikiran manusia ini, Padahal sudah jelas bahwa dia memang sangat menderita karena rahasia itu sendiri.'' Zayn berkata sembari menarik nafas panjang.
''Entah Apa yang dia lakukan sehingga segala sesuatu berkumpul di dalam rumah itu.'' Felix sendiri juga tidak paham.
''Jadi Apa memang benar bahwa telah berkumpul para iblis di dalam rumah itu?'' Zayn bertanya kepada Felix untuk memastikan terlebih dahulu.
''Ya.'' Felix menjawab secara singkat.
Zayn masih nampak terus memikirkan Bagaimana keadaan tentang wanita tua tersebut sehingga dia bersikeras tidak ingin mengatakan apa yang telah terjadi di masa lalu, rahasia apa yang telah dia simpan sehingga semuanya terasa begitu mencekam dan bahkan membawa malapetaka untuk diri dia sendiri sehingga membuatnya menjadi begitu kesakitan.
''Yang harus mendapat perlindungan adalah wanita itu, bila dia tidak menatap perlindungan maka hanya akan menjadi sasaran.'' ucap Felix.
''Kamu akan terus mengikuti kasus ini sampai tuntas?'' tanya Zayn dengan nada yang mulai cemas.
''Tentu saja aku akan mengikuti karena aku yang membuka kasus ini sehingga nanti aku juga yang harus menutup.'' Felix menjawab dengan sangat yakin.
Zayn tidak banyak protes karena selama ini yang mengajarkan tanggung jawab kepada Felix adalah dia sendiri, bila sudah berani memulai maka dia harus berani juga untuk mengakhiri dan saat ini Felix memang berambisi untuk mencari tahu sampai habis tentang apa yang telah terjadi pada keluarga itu.
''Abi pulang lah, aku ingin sendiri dulu.'' Felix turun dari motor.
''Ya sudah kalau kamu ingin sendiri dulu, jangan melakukan hal buruk ya.'' pesan Zayn.
''Keburukan itu sudah ada di dalam diriku sejak dulu, Abi.'' Felix berkata dengan wajah muram.
''Abi yang akan terus mencintai keburukan di dalam dirimu.'' Zayn menepuk pundak putra nya.
Felix tersenyum bahagia karena selama ini yang mencintai kekurangan di dalam diri dia adalah orang tua angkat dia sendiri, bagi yang tidak tahu maka akan menganggap bahwa Felix adalah pria yang sempurna dan tidak pernah memiliki rasa duka di dalam hati nya itu.
''Semua akan baik baik saja, pokok nya Abi akan selalu mendukung apa yang kau lakukan.'' janji Zayn.
''Terima kasih, Abi.'' Felix merasa bahagia dengan apa yang telah dia dapat selama ini.
''Abi pulang dulu bila begitu.'' pamit Zayn pada sang anak.
Felix mengangguk dan menatap motor Ustad Zayn yang segera menjauh dari pandangan mata karena mereka berpisah di tempat ini, Felix ingin melakukan sesuatu terlebih dahulu untuk menenangkan pikiran sehingga nanti bisa menemukan pilihan yang tepat ketika permasalahan itu semakin merusak ke dalam diri dia, sebab mengurus iblis seperti ini maka nanti akan ada tantangan yang jauh lebih menakutkan lagi.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar nya ya.