NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 19 — Peringatan dari Yun Bing

"Kau... benar-benar tidak tahu malu," rutuk Yun Bing pelan, berusaha terdengar galak, meski suaranya masih sedikit bergetar.

Namun, tak butuh waktu lama bagi Yun Bing untuk mengubah atmosfer di antara mereka. Matanya kembali menajam, memancarkan keseriusan yang membekukan udara di sekitar kolam.

"Tinggalkan candaan itu. Ada dua hal penting yang harus kau ketahui, Saudara Junior," ucap Yun Bing, melangkah selangkah lebih dekat. Suaranya direndahkan hingga nyaris menyerupai bisikan angin.

"Pertama... Seminggu yang lalu, beberapa penjaga sekte yang sedang menelusuri Hutan Seratus Binatang Buas menemukan mayat Zhao Feng beserta dua pengikutnya di Hutan Seratus Binatang Buas."

Huo Li menaikkan sebelah alisnya. Wajahnya datar, namun telinganya mendengarkan dengan saksama.

"Investigasi dari Aula Penegak Hukum menyimpulkan bahwa Zhao Feng tewas dalam pertarungan hidup dan mati melawan Raja Babi Berkulit Besi yang mengamuk. Mereka mati bersama. Namun..." Yun Bing menjeda kalimatnya, menatap lurus ke dalam mata gelap Huo Li, mencoba mencari setitik kebohongan di sana. "...ada pihak ketiga yang mengambil keuntungan. Semua harta di tubuh Zhao Feng, serta inti dan gading Raja Babi itu, lenyap tak tersisa."

Yun Bing menggigit bibir bawahnya. Perasaannya mengatakan bahwa Huo Li yang baru saja menyelesaikan misi perburuan di Hutan Seratus Binatang Buas memiliki hubungan tertentu dengan peristiwa tersebut. Namun, Memikirkannya lebih lanjut membuat punggung Yun Bing kembali merinding.

Merespons tatapan menyelidik itu, Huo Li meniru ekspresi terkejut dengan sangat sempurna. "Oh? Benarkah? Sayang sekali nasib Zhao Feng. Tapi dunia kultivasi memang kejam, bukan? Hutan itu sangat berbahaya. Siapa pun pihak ketiga itu, dia pasti sangat beruntung."

Mendengar jawaban yang terlalu mulus itu, Yun Bing hanya bisa menelan ludah. Kemampuan pemuda ini untuk menyembunyikan niat membunuh di balik wajah yang tenang benar-benar mengerikan. Ia memutuskan untuk tidak menggali lebih jauh. Mengetahui terlalu banyak terkadang adalah cara tercepat menuju kematian.

"Hal kedua," lanjut Yun Bing, raut wajahnya semakin suram. "Ini tentang Zhang Ming. Kau berada dalam bahaya besar."

"Hm? Zhang Ming? Apa yang dia lakukan?" tanya Huo Li santai.

"Tetua Gubang memberinya Pil Darah Tiran secara diam-diam," desis Yun Bing.

Mata Huo Li sedikit menyipit. Walaupun pengetahuannya tentang dunia kultivasi masih dasar, ia pernah membaca tentang pil terlarang semacam itu di perpustakaan sekte lamanya. Pil Darah Tiran adalah obat iblis khas Sekte Pedang Tiran yang menukar sebagian umur dan potensi masa depan penggunanya demi ledakan energi spiritual di dalam dantian secara instan.

"Dengan pil itu, Zhang Ming dipaksa menerobos batasnya. Saat ini, kultivasinya telah mencapai Ranah Spiritual Mendalam Tahap Akhir. Dia sedang memperkuat energi spiritualnya untuk Turnamen Pedang Tiran nanti. Tujuannya hanya satu... mencabut nyawamu di atas arena."

Mendengar informasi itu, suasana di sekitar Huo Li tidak berubah menjadi panik. Sebaliknya, sebuah seringai dingin perlahan terukir di sudut bibirnya.

'Monster Tua itu... dia tidak memberikannya secara cuma-cuma,' batin Huo Li, ia segera menyimpulkan sesuatu. 'Gubang tahu persis seberapa besar kebencian Zhang Ming padaku. Mengapa dia merusak fondasi masa depan muridnya sendiri hanya untuk Turnamen sekte? Jawabannya sederhana...'

Huo Li merasakan gejolak halus dari Benih Parasit yang terkurung di dalam dantiannya.

'Batu asahan. Monster Tua itu sengaja menciptakan anjing gila yang kuat untuk mendesakku ke batas maksimal. Dia berharap pertarungan hidup dan mati di turnamen nanti akan membuatku memeras seluruh potensiku, sehingga Benih Parasit di tubuhku bisa menyerap lebih banyak energi spiritual yang murni. Dia sedang menyuburkan tanamannya menggunakan darah muridnya yang lain.'

Menyadari kelicikan monster tua itu, Huo Li tertawa pelan di dalam hatinya.

"Terima kasih atas peringatanmu, Saudari Senior," ucap Huo Li tenang. "Tapi jangan khawatir. Jika Monster Tua itu ingin melihat sebuah pertunjukan... maka aku akan memberikannya pertunjukan yang sangat memuaskan."

Yun Bing memandang Huo Li dengan perasaan campur aduk. Ia tak bisa lagi menebak kedalaman pemikiran pemuda ini. Ia hanya mengangguk pelan, lalu berbalik dan melesat pergi menggunakan teknik gerakannya yang lincah. Bibit rasa kepercayaan mulai tumbuh di dalam hatinya.

"Saudari Senior Yun, dia orang yang aneh. Bagaimana dia bisa menjadi murid sekte aliran hitam dengan kebaikan hati seperti itu?" bisik Huo Li bingung, menatap luasnya langit oranye.

.....

Beberapa saat kemudian, Huo Li telah kembali ke dalam gua kultivasinya. Drek... Ia mengunci pintu batu itu dari dalam dengan rapat.

Ia duduk bersila di atas ranjang batu giok. Di telapak tangannya, tergeletak Kantong Keberuntungan berwarna emas yang memancarkan pendar hangat.

Huo Li telah memasukkan seluruh harta rampasan dari Zhao Feng dan pengikutnya—termasuk Senjata Spiritual Tingkat 2 dan ratusan kristal spiritual ke dalam kantong ini tepat setelah ia membunuh mereka di Hutan Seratus Binatang Buas.

Saat ia melongok ke dalam, senyum puas mengembang di wajahnya. Senjata dan pil-pil itu telah terkonversi sempurna. Kini, lebih dari 300 buah Kristal Surgawi yang memancarkan cahaya keemasan menumpuk di dalam kantong ruang tersebut.

"Waktunya makan besar," gumamnya.

Huo Li mengeluarkan segenggam Kristal Surgawi, menggenggamnya erat, dan mulai memutar sirkulasi teknik kultivasinya.

WUNGGG!

Energi emas yang teramat murni dan buas mengalir deras dari telapak tangannya, merangsek masuk melalui 9 meridian utamanya layaknya air bah yang membelah bendungan. Energi itu mengalir menuju lautan emas di dantiannya.

Di sudut lautan dantiannya, Benih Parasit milik Tetua Gubang mencoba berontak, merasakan lonjakan energi yang begitu besar. Namun, sebelum benih itu bisa melakukan apa-apa, untaian Energi Surgawi Huo Li langsung menerjangnya, mempertebal kepompong emas yang mengurungnya hingga benih itu kembali terdiam, tertekan oleh energi yang jauh lebih tinggi darinya.

Trt... Trt... KRAK!

Hanya dalam waktu dua jam, suara retakan halus terdengar dari dalam tubuhnya. Batas yang menghalangi kultivasinya hancur berkeping-keping!

Kabut emas di dantiannya semakin tebal, nyaris memadat menjadi tetesan embun. Kekuatan fisiknya, ketajaman indranya, dan kapasitas energinya melonjak drastis.

Huo Li membuka matanya. Sepasang pupilnya menyala keemasan sebelum kembali menjadi hitam kelam.

"Ranah Surgawi Bintang 2 Tahap Akhir," bisiknya puas. Kultivasinya kini setara dengan Ranah Spiritual Mendalam Tahap Akhir.

Ia mengepalkan tinjunya, merasakan kekuatan mengerikan yang bisa menghancurkan batu raksasa hanya dengan tenaga fisik murni. Namun, Huo Li juga menyadari satu realitas pahit. Ratusan Kristal Surgawi yang ia serap tadi kini telah habis tak bersisa hanya untuk menembus satu tahap kecil!

"Semakin tinggi ranah jalur dewa surgawi ini, semakin absurd jumlah sumber daya yang kubutuhkan. Tapi... kualitas yang kudapatkan sepadan dengan harganya."

Setelah menstabilkan kultivasinya, Huo Li mengalihkan pandangannya pada gagang pedang besi miliknya yang telah hancur.

Tebasan Bayangan Berat dan Tiran Penghancur Lautan terlalu agresif. Pedang besi biasa, bahkan senjata spiritual tingkat 1, tidak akan mampu menahan saluran Energi Surgawinya dalam pertarungan intensitas tinggi. Jika ia harus berhadapan dengan Zhang Ming yang telah mencapai tahap akhir, hal itu akan sangat mudah ia menangkan. Namun, bertarung dengan tangan kosong untuk mengeluarkan jurus seperti Tiran Penghancur Lautan akan sangat merugikannya di arena turnamen, ia tidak mungkin mengekspos seberapa kuat dirinya. Hal itu hanya akan memancing rasa iri lebih dari murid lain—bahkan hal itu memungkinkan Gubang untuk mempercepat menyembelihnya.

Ia merogoh kantong spasialnya dan mengeluarkan plakat giok berisi 200 Poin Kontribusi yang baru saja ia dapatkan dan dua gading besar dari Raja Babi Hutan Berkulit Besi.

"Gading ini memiliki kualitas yang cukup bagus. Aku perlu memurnikannya menjadi senjata."

Huo Li bangkit dari ranjang giok. Ia melangkah menuju pintu gua dan membukanya. Sinar matahari sore berwarna jingga kemerahan langsung menerpa wajah tampannya yang penuh tekad.

Dengan langkah yang mantap dan jubah abu-abu yang berkibar tertiup angin gunung, Huo Li berjalan menuruni Puncak Pedang Kedua.

1
Aiby Kushina Uzumaki
perasaan novelnya udah baca tp menghilang, apa ini di revisi lagi Thor???
Blueria: Iya kak, udah di revisi semua. Dari bab 1 sampai yang terakhir kali kemarin ditulis🙏
total 1 replies
Luo Zheng
lanjutkann
Blueria: Siap☕😁
total 1 replies
Luo Zheng
💪💪💪💪👍
Luo Zheng
Paviliun Anggrek Merah
Tio Buki
Iya nih
Tio Buki
Like, iklan, komen, plus hadiah. Tidak termasuk vote. Karena vote sudah habis🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Lanjutkan
Tio Buki
Semangat👍👍👍👍👍
Tio Buki
Moga lancar ya🙏🙏💪💪💪
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor👍👍👍🙏
Tio Buki
Kesal dia
Tio Buki
Iya, emang kenapa
Tio Buki
Ceritanya keren 👍🙏
Tio Buki
Ikut baca ya 👍👍👍🙏
Rinaldi Sigar
lnjut
Bg Xinn: 2 menit langsung habis, panjangin chapternya thor🤣
total 1 replies
sibaweh abduh
sangat bagus sekali thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Bg Xinn: pendek sekali chapternya🤣 1 menit baca udah kelar
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
kopi thor
Blueria: Terimakasih kopinya ☕🔥
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!