NovelToon NovelToon
Ekspektasi Dalam Cinta

Ekspektasi Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:136
Nilai: 5
Nama Author: Mega Harsa

Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.

Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.

Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

"Vin."

"hmm"Jawab Kevin singkat, masih mengunyah makanan.

"Kalau gue perhatikan nih, Lo sama Acha cocok tahu" ucap Bayu, lalu ia duduk di sofa.

"Nggaklah, Bay. Acha itu bukan tipe gue, lagian kita kan rekan kerja, kalau Lo ngerasa gue cocok Ama dia, itu hanya berdasarkan penilaian Lo aja. Karena gue sama dia rekan kerja jadi harus menumbuhkan kerja sama tim yang baik dan kompak itu aja."

"Halah, sekarang ngomong gitu, suatu hari nanti gue doain semoga jadi sah."

"Huft...." Kevin menghela nafas dengan panjang.

"Vin."

"Apalagi?"

"Gue sebenarnya memang lagi bingung banget Vin."

"Apa nih, itu masa lalu belum kelar juga emangnya, Bay?" tanya Kevin penasaran.

Bayu justru bertanya balik, "Kok tiba - tiba ngomong gitu Vin?"

"Nanya aja, Bay."

"Nggak ngerti gue juga, mungkin ini masa lalu yang datang dengan versi yang berbeda."

"Dih, sok puitis. Kenapa sih nggak berhenti ngejar Alina, masih ada Fara dia juga sama imutnya, iya kan?"

"Ini bukan imut nggak imut, tapi tentang perasaan."

"Halah, tentang perasaan konon, lebih tepatnya gagal move on sih kata gue mah."

Bug!

Bayu melempar bantal dengan senyum sumringah karena di ejek oleh Kevin sedangkan Kevin hanya mendengus kesal.

...----------------...

Alina sedang berada di jalan teratai, ia tampak menoleh ke kanan dan ke kiri sedang menunggu kedatangan sahabatnya. Tidak lama kemudian, datanglah mobil berwarna merah menghampiri Alina dan ia adalah Acha. Berbeda dengan Alina dan Acha yang sudah berangkat, Sarina masih sibuk mengurus keluarga kecilnya itu. Maira sedang tidur di temani oleh Luthfi sedangkan Sarina sibuk memasak untuk suaminya. Sarina memasak sayur sop dan juga nasi goreng telur plus nugget. Setelah selesai masak ia menghidangkan makanan tersebut, sebagian sudah ia masukkan ke dalam kotak makan Maira untuk di bawa ke Bandung Cafe. Kata Sarina sih, untuk berjaga - jaga khawatir terlalu lama di perjalanan dan Maira ingin makan. Sarina sudah rapi dan bersiap untuk pergi, tinggal mempersiapkan Maira saja, saat Sarina akan pergi untuk membangunkan Maira ternyata anaknya itu sudah menghampirinya lebih dulu.

"Hai, Maira. Bunda mau ngumpul sama kak Fara dan yang lainnya, ikut yuk?"

"Wah, mau ikut Bunda!"

"Oke, Papa ke mana, kok nggak sama kamu?"

"Papa lagi mandi, aku ke sini sendiri aja deh, pengen makan, Bun" kata Maira seraya memegang perutnya yang sudah terasa keroncongan.

"Bunda sudah siapkan makan siang spesial buat kamu" Tunjuk Sarina ke arah meja makan. Beberapa detik kemudian, Sarina mengangkat badan Maira untuk duduk di kursi. Maira berkata, "Wah, nasi goreng! Terima kasih Bunda" lalu ia memeluk Sarina.

"Sama - sama, sayang."

"Astaghfirullah, lupa izin lagi" ucap Sarina dalam batinnya seraya menatap sang suami yang sedang berjalan ke arahnya.

Maira yang mendengar suara langkah kaki menoleh, ia mengajak Papa nya untuk makan bersama. Luthfi duduk tepat di samping Maira, ia tersenyum menatap anaknya yang makan dengan lahap. Ia beralih menoleh ke arah Sarina yang juga sedang menatapnya.

"Kenapa, ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Luthfi, Sarina mencoba memberanikan diri untuk meminta izin untuk pergi bertemu dengan sahabatnya. Luthfi tampak berpikir, lalu ia berkata, "Boleh, tapi jangan terlalu malam, Maira butuh istirahat" kata Luthfi. Lalu, Sarina mengambilkan nasi dan juga sayur sop kesukaan Luthfi. Sudah menikah cukup lama, bahkan sudah punya anak tetapi sikap antara Sarina dan Luthfi sangat kaku dan hanya berbicara seperlunya saja.

...----------------...

Alina dan Acha baru sampai parkiran, mereka berdua masih di dalam mobil dan menunggu kedatangan dua sahabatnya. Mereka berbincang - bincang apakah akan memilih di indoor atau outdoor. Alina mengecek prakiraan cuaca hari ini di internet dan ternyata hari ini cocok juga kalau pilih outdoor, karena cuacanya mendukung. Ririn dan Alina pun memutuskan untuk memilih outdoor. Mereka berdua lebih dulu masuk ke cafe dan memesan makanan agar tidak mengantri, karena pengunjung cafe semakin ramai. Alina memanggil waiters, dia memesan Batagor, kurupuk banjur dengan kuah manis dan es cendol. Sedangkan Ririn memesan Karedok dan juga es cendol.

Ting!

Tiba - tiba ada notifikasi dari handphone Acha dan itu adalah Fara.

Fara

Kalian udah nyampe? Kalau udah, pesankan Batagor 2 porsi, es cendol juga dua, terus kue pancong satu porsi.

Acha yang baru saja mendapatkan pesan itu pun sekalian memesankan untuk sahabat - sahabatnya. Setelah waiters mencatat semua pesanan, Alina pergi ke toilet.

Beberapa menit kemudian.....

Langkah Alina terhenti ketika ia melihat seorang perempuan dengan beberapa temannya sedang berdiskusi mengenai sesuatu. "kok mereka ada di sini sih, padahal kan masih sore" ucap Alina dalam batinnya, ia khawatir jika acaranya menjadi bentrok.

"Kak Alina!" sapa Maira dengan melambai lambaikan tangannya ke arah Alina, Sarina dan Fara juga melakukan hal yang sama. Alina bergegas menghampiri mereka.

"Hai, anak imut!" sapa Alina kepada Maira seraya mencubit kedua pipinya, Maira hanya tersenyum malu - malu.

"Bestie!" Sapa Fara, lalu memeluk erat sahabatnya itu. "Eh, ini kalian cuma bertiga aja, Mas Bian nggak ikut Sarina?" kata Alina.

"Dih, Mas Bian itu cuma aku aja yang boleh manggil kayak gitu, kamu jangan ikutan lah, panggil aja Mas Luthfi" kata Sarina, ia menampilkan ekspresi cemberut.

"Ups, aku lupa. Maaf ya, hehehe."

"Hmmm, oke."

"Acha dimana?" Tanya Fara, sambil mengamati sekitarnya.

"Oh, iya. Maaf lupa ngasih tahu, kita pilih di outdoor kalian setuju nggak?"

"Owalah, aku kira di indoor. Nggak apa - apa, cuaca hari ini juga sepertinya mendukung. Jika tidak, aku akan kena marah Mas Bian kalau Maira kehujanan"

"Hehehe... Tanda kasih sayang itu, Na" Sarina hanya tersenyum tipis. "Lalu Alina berkata, "Ayo, ke sini ikuti aku. Acha ada di sebelah sana" kata Alina menunjuk ke arah perempuan yang mengenakan outfit serba abu itu. Ketika mereka sampai di hadapan Acha, ia tidak kalah hebohnya dengan Alina. Acha juga melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Alina. Karena kata Bestie dan anak imut keduanya merupakan sapaan khusus atau ciri khas yang selalu dilontarkan dari sekelompok sahabat ini. Makanan yang di pesan ternyata sudah sampai, mereka langsung menikmatinya. Sedangkan Alina masih sibuk dengan handphone-nya, sesekali ia juga menyuapkan batagor ke mulutnya untuk mencegah kecurigaan dari para sahabatnya itu.

Aku melihat Keysha sudah sampai di Bandung Cafe. Apakah ada perubahan rencana?

Itulah satu pesan yang dikirimkan oleh Alina kepada Bayu. Sedangkan di lain tempat, Bayu masih fokus mengemudikan mobilnya. Karena itu bukan Bayu tetapi justru Kevin yang menyadari notifikasi yang terdengar olehnya. Kevin memberitahukan kepada Bayu ada notifikasi yang berasal dari handphone-nya, Bayu pun mengambil handphone dari saku celananya. Lalu, ia berikan kepada Kevin untuk di cek. "Alina" kata Kevin, dari layar handphone tatapannya beralih kepada Bayu. "Dia bilang apa?" tanya Bayu dengan tatapan yang masih fokus ke depan. Kevin membacakan pesan yang di kirim oleh Alina. Setelah itu, Kevin membalas pesan dari Alina sesuai dengan arahan dari Bayu. "Nih, udah gue kirim ke Alina" kata Kevin seraya menyodorkan handphone itu. Bayu tersenyum sekilas dan mengucapkan terima kasih kepada Kevin.

"Gue bahagia, lihat Lo yang seperti ini Bay. Semoga masa lalu yang kata Lo datang dengan versi berbeda ini, membawa kebahagiaan yang tidak akan lagi berujung duka" ucap Kevin dalam batinnya.

...****************...

Alina sedang bersenda gurau dengan para sahabatnya. "Next time, kita harus bawa orang tua kita, terus kita bikin konten. Ih, pasti seru!" kata Acha. "Hadeh, si paling hobi bikin konten mulai beraksi" Kata Sarina yang sedang sibuk membersihkan sisa makanan yang ada di sekitar bibir Maira dengan tissu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!