NovelToon NovelToon
Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Zarti

sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3 kepulangan Ridwan

Kini pesta pernikahan Aira dan Zaki telah selesai. Para tamu dan undangan pun sudah mulai terlihat sepi. Kini yang ada hanya keluarga dari kedua mempelai. Zaki dan Aira pun sudah berada di kamar hotel.

Rasa lelah yang Aira rasakan saat ini membuat dirinya enggan untuk berbicara dengan suaminya itu.

Justru kini ia merasa rindu dengan sang kekasih yang jauh Dimata. Zaki melihat Aira yang sedang melamun hanya bisa diam . "Aira aku tahu pernikahan ini tidak kamu inginkan. Tapi aku juga tidak rela kamu bersama Ridwan. Maafkan aku" , bathin zaki.

Zaki pun membiarkan Aira sendiri. Begitu sebaliknya Aira tidak menyadari keberadaan Zaki yang terus memperhatikannnya dari tadi.

Zaki pun berlalu . Kini ia sedang berada di kamar mandi. Aira yang sejak tadi melamun berdiri di balkon kamar. Tiba -tiba saja terdengar gemericik air di kamar mandi.

"Astaghfirullah, maafkan hamba ya Allah" , gumam Aira. "Rupanya dia sudah mandi" . Aira pun berjalan ke meja rias untuk membersihkan wajahnya. Tak menunggu lama Zaki pun keluar dari kamar mandi. Aira pun melihat Zaki dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.

Aira pun memalingkan wajahnya entah itu karena malu atau tidak suka. Zaki pun tersenyum kecil melihat tingkah istrinya itu.

Lain halnya kini dengan Ridwan. Setelah cukup lama ia di luar negeri. Kini Ridwan pun akan kembali ke Indonesia. " Aira, setelah tiba nanti aku akan langsung melamar kamu, kamu tunggu sebentar lagi aku akan datang", gumam Ridwan.

Ridwan sengaja tidak memberitahu kedua orang tuanya karena Ridwan ingin memberikan kejutan. Begitu juga ia tidak memberi kabar pada Aira.

Agar rindu yang ia tahan selama ini akan ia halalkan bersama dengan wanita yang sangat ia cintai itu.

Ridwan pun tersenyum lebar hendak membayangkan semua itu.

Waktu telah menunjukkan pukul lima sore di Mesir.

Ridwan sengaja memesan tiket pesawat yang sore agar tiba di Indonesia siang atau pagi .

Karena setelah tiba ia akan langsung menuju rumah pujaan hatinya yaitu Aira.

Kini tiba giliran Aira yang membersihkan badannya di kamar mandi . Tapi sebelum itu Aira tidak lupa tugasnya sebagai seorang istri yaitu melayani suaminya. Aira pun menyiapkan pakaian untuk Zaki . Setelah selesai kini Aira pun beranjak menuju kamar mandi.

Melihat tingkah Aira, Zaki hanya tersenyum kecil . Aira pun meninggalkan Zaki menuju kamar mandi. Namun Aira tidak lupa membawa pakaian ganti karena saat ini Aira masih belum bisa membuka hatinya untuk Zaki.

Nama Ridwan masih bersandar di singgasana hatinya .

Sesampainya di kamar mandi Aira menumpahkan seluruh perasaannya. Air matanya mengalir dengan seiring aliran air shower yang sedang mengalir.

Cukup lama Aira berada di kamar mandi. Zaki yang merasa perutnya sangat lapar pun meninggalkan Aira di kamar hotel.

Karena takut terjadi sesuatu di kamar hotel sendirian Zaki pun mengunci pintu kamar dari luar.

Namun sebelum pergi Zaki meninggal pesan di secarik kertas yang beisikan "Aira aku keluar sebentar pintu kamar aku kunci dari luar nanti setelah kamu selesai mandi kamu hubungi aku ini nomor ponselku".

Zaki pun menuliskan nomor ponselnya dan setelah itu Zaki pun keluar.

Setelah cukup puas menangis Aira pun keluar dari kamar mandi. Karena telah berpakaian lengkap dengan hijab instannya Aira mengitari kamar hotel mencari keberadaan suaminya itu. Namun yang ia temukan hanya secarik tulisan dari Zaki.

Karena merasa sangat lelah Aira pun memilih untuk beristirahat sejenak. Ia pun tidur di sofa karena sangat lelah dengan cepat Aira langsung tertidur pulas.

Setelah membeli beberapa makanan Zaki pun kembali kekamar. Dengan sangat pelan Zaki membuka pintu. Ia melihat Aira tertidur pulas.

Zaki pun memandangi wajah cantik yang teduh itu. Ingin rasanya Zaki mencium pipi yang putih mulus itu.

Namun Zaki tidak ada keberanian untuk menyentuh Aira tanpa ada izin darinya . Karena Zaki takut nantinya Aira akan membencinya.

1
Rev
👍🏻
Adiba Azahra
Halo kak izin mampir yha 🙏😊🌸😍
Adiba Azahra: 👍🙏😊🌸😍
total 3 replies
Kayla Rane
aku mampir k.. cerita ya 😭 juga♥️

salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭
Yuli Zarti: oke terimakasih sudah mampir😍😍😍
total 1 replies
aku
jangan smpe aira jd istri second ya!! 😌🙏🙏
Yuli Zarti: 😊😊😊😊 terimakasih sarannya kak,
total 1 replies
Yuli Zarti
terimakasih 😍😍😍😍
Adiba Azahra
Terus semangat kak bagus loh ceritanya 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!