NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.

Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maya Menyampaikan Bukti Namun Tetap Tidak Dipercaya

Bab 12

Malam itu aku tidak bisa tidur sedikit pun. Di tanganku kini ada tumpukan kertas yang berisi segala bukti yang selama ini aku cari dengan susah payah dan dengan nyawaku yang hampir terancam berkali kali demi mendapatkannya. Di dalamnya tertulis nama asli Vanessa asal usulnya yang disembunyikan kelompok orang yang mengirimnya ke rumah kami rencana rencana yang telah dilaksanakan dan rencana yang belum sempat dilaksanakan serta nama nama orang yang bekerja sama dengan mereka dari dalam lingkaran terdekat Ayah sendiri. Aku membaca ulang setiap halaman berkali kali memastikan tidak ada satu hal pun yang terlewat dan menyadari betapa besarnya bahaya yang mengancam seluruh keluarga ini jika mereka tidak segera terbangun dari mimpi buruk yang diciptakan oleh gadis asing itu.

Pagi harinya aku berjalan menuju ruang kerja Ayah dengan langkah yang mantap namun hati yang sedikit berdebar. Aku membawa buku catatanku dan salinan dokumen dokumen penting yang kutemukan di ruangan bawah tanah tersembunyi di balik pakaianku agar tidak dilihat oleh siapa pun di sepanjang jalan. Sesampainya di depan pintu ruang kerja Ayah aku mengetuk pintu dengan tenang dan saat terdengar suara Ayah yang menyuruhku masuk aku melangkah masuk dengan kepala tegak tidak lagi merasa seperti anak yang dicampakkan yang tidak berani mengangkat wajah di hadapan ayahnya sendiri. Ayah sedang duduk di kursi kerjanya dengan wajah yang tampak lelah dan cemas seolah olah ada banyak hal yang sedang membebani pikirannya. Ia menatapku dengan tatapan yang tidak ramah dan berkata dengan suara yang dingin ada apa lagi yang kau inginkan Maya? Bukankah kau sudah cukup banyak membuat masalah di rumah ini?

Aku tidak terpengaruh oleh kata kata yang menyakitkan itu aku berdiri di hadapannya dengan tenang dan berkata dengan suara yang jelas dan tegas Ayah aku datang bukan untuk membuat masalah aku datang untuk menyelamatkan seluruh keluarga ini dari bahaya yang sangat besar yang sedang berdiri tepat di tengah tengah kita. Aku membentangkan salinan dokumen dokumen yang kubawa ke atas meja kerjanya satu per satu. Aku menunjukkan dokumen yang membuktikan bahwa nama Vanessa bukanlah nama aslinya dan bahwa dokumen pengadopsian yang diserahkan kepada kita ternyata palsu dan tidak memiliki dasar hukum yang sah. Aku menunjukkan daftar nama orang orang yang bekerja di perusahaan Ayah yang sudah disuap dan menjadi mata mata serta rencana rencana yang disusun untuk menghancurkan nama baik dan bisnis Ayah secara perlahan lahan. Aku juga menceritakan tentang pertemuan rahasia Vanessa dengan pria misterius di dekat gudang tua tentang benda yang diserahkan kepadanya tentang dorongan yang membuatku terjatuh dan nyaris kehilangan nyawaku di gudang dapur serta tentang jebakan yang disiapkannya untukku di ruangan ini sendiri kemarin sore.

Ayah menatap kertas kertas yang ada di atas mejanya dengan wajah yang berubah berubah namun semakin lama ia membaca wajahnya justru semakin tampak marah dan tidak percaya. Ketika aku selesai menceritakan semuanya dengan jujur dan lengkap ia menatapku dengan mata yang menyala karena amarah dan menepuk meja kerjanya dengan kekuatan yang besar hingga kertas kertas itu melompat sedikit di atas permukaan meja. Ia berkata dengan suara yang menggelegar cukup sudah Maya kau sudah melampaui batas kesabaranku. Sekarang kau bahkan berani membuat bukti palsu dan cerita rekaan yang rumit hanya untuk menjatuhkan anak angkat kita yang baik hati dan tidak pernah menyakiti siapa pun. Kau cemburu kau tidak bisa menerima kehadirannya dan kau berusaha menghancurkannya dengan cara apa pun termasuk dengan cara yang sejahat ini. Ia merobek beberapa lembar salinan dokumen yang kubawa menjadi potongan potongan kecil dan melemparkannya ke arahku hingga potongan kertas itu beterbangan di udara dan jatuh di lantai di dekat kakiku.

Aku terkejut dan sakit hati melihat bagaimana ia memperlakukan bukti nyata yang kubawa dengan nyawaku sebagai taruhannya. Aku berkata dengan suara yang mulai bergetar namun tetap teguh Ayah tolong periksalah kebenarannya jangan langsung menolaknya. Bawalah dokumen dokumen ini kepada orang yang mengerti urusan hukum dan tanyakan kebenarannya. Cobalah cari tahu siapa nama asli Vanessa dan dari mana ia sebenarnya berasal. Jika aku salah maka hukum aku sesuka hatimu namun jika aku benar maka kita semua sedang berdiri di tepi jurang yang dalam dan bahaya sedang menunggu di bawah sana untuk menelan kita semua. Namun Ayah tidak mau mendengarkan lagi ia justru berdiri dan berjalan mendekat ke arahku sambil menunjuk pintu dengan jari telunjuknya keluarlah dari sini sekarang juga dan jangan pernah berani mengucapkan kata kata kotor seperti itu tentang Vanessa lagi di hadapanku. Jika kau masih berani mengucapkan kebohongan kebohongan ini kepada siapa pun di rumah ini kau akan kuusir dari rumah ini tanpa membawa satu benda pun milikmu.

Dengan hati yang hancur aku berjalan keluar dari ruang kerja Ayah meninggalkan potongan potongan kertas yang sobek di lantai di belakangku. Namun aku tidak pulang dengan tangan kosong karena sebagian besar salinan dokumen yang paling penting masih tersimpan aman di dalam buku catatanku yang tersembunyi di bawah pakaianku. Ayah tidak mau melihat kebenaran saat ini karena hatinya sudah tertutup oleh kebohongan yang telah tertanam terlalu lama dan terlalu dalam. Namun aku tidak akan menyerah hanya karena satu orang tidak mau mendengarkan. Mungkin Ibu atau ketiga kakakku masih bisa diajak berbicara mungkin salah satu dari mereka masih memiliki secercah keraguan yang bisa tumbuh menjadi keinginan untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.

Hari itu juga aku mencoba berbicara kepada Ibu saat ia sedang sendirian di taman belakang rumah. Aku menceritakan semuanya kepadanya dengan lembut namun jelas menunjukkan bukti bukti yang sama persis seperti yang sudah kuceritakan kepada Ayah. Namun reaksi Ibu tidak berbeda jauh dari reaksi Ayah. Ia mendengarkan sebentar dengan wajah yang semakin lama semakin gelap dan tidak senang lalu berkata dengan nada yang dingin dan penuh kekecewaan Maya kau benar benar mengecewakan Ibu. Ibu pikir kau hanya butuh waktu untuk bisa menerima kehadiran Vanessa ternyata kau memiliki hati yang sangat jahat sejak awal. Kau tidak pernah berubah dan tidak akan pernah berubah. Pergilah dan jangan pernah sebutkan hal hal buruk itu tentang Vanessa lagi di hadapan Ibu. Ia berbalik dan pergi meninggalkanku sendirian di taman yang dulu penuh dengan tawa kami berdua.

Keesokan harinya aku mencoba mendatangi ketiga kakakku satu per satu. Pertama Kakak Dika yang paling tua dan paling tegas. Saat aku menceritakan semuanya kepadanya ia tertawa pendek dengan nada yang penuh keheranan dan ketidaksukaan. Ia berkata kau benar benar pandai mengarang cerita Maya. Jika kau bosan carilah kegiatan yang baik jangan buat cerita yang menyakiti hati orang lain yang tidak pernah berbuat salah kepadamu. Jika Ayah mendengar kau bicara seperti ini lagi kau pasti akan diusir dari rumah ini. Aku menyarankan kau berhenti sekarang sebelum kau memperburuk keadaanmu sendiri. Lalu Kakak Rizky yang selalu pendiam dan dulu bijaksana kini hanya mendengarkan dengan wajah yang datar dan berkata tanpa menatap mataku Maya kau sudah terlalu jauh melangkah. Semua orang tahu siapa yang baik dan siapa yang buruk di rumah ini. Jika kau tidak bisa hidup damai bersama kami setidaknya jangan buat masalah yang semakin besar dari hari ke hari. Pergilah dan biarkan kami tenang. Dan terakhir Kakak Arka sahabat masa kecilku yang dulu selalu tertawa bersamaku ia bahkan tidak mau mendengarkan sampai selesai sebelum ia memotong kata kataku dan berkata dengan suara yang kasar dan tidak sabar cukup sudah Maya aku tidak ingin mendengar kebohongan kebohonganmu lagi. Setiap kali ada hal yang tidak kau sukai kau selalu menuduh Vanessa. Kau tidak pernah berubah dan tidak akan pernah berubah. Pergilah dari hadapanku sekarang juga.

Aku berjalan kembali ke kamarku di bagian belakang rumah dengan perasaan yang seolah olah baru saja jatuh dari tempat yang sangat tinggi ke tanah yang keras dan beku. Tidak ada satu orang pun yang mau mendengarkan tidak ada satu orang pun yang mau melihat bukti yang kubawa bahkan ketika aku menunjukkan nama nama tanggal dan tanda tangan yang asli sekalipun. Mereka semua menutup telinga dan memalingkan wajah seolah olah melihat kebenaran itu akan membakar kulit mereka sendiri. Namun di tengah kesedihan yang mendalam itu aku teringat kata kata Alena dan Bibi Rina. Mereka berdua selalu berkata bahwa orang orang yang buta tidak akan bisa melihat cahaya seberapa terang pun cahaya itu bersinar di hadapan mata mereka. Aku menyadari bahwa tidak ada gunanya berdebat dengan mereka selama hati mereka masih tertutup rapat oleh pengaruh kebohongan Vanessa. Mereka tidak akan percaya pada kata kata yang keluar dari mulutku mereka hanya akan percaya pada kenyataan yang menghantam mereka sendiri sampai mereka tidak bisa lagi menolak melihatnya.

Malam itu aku menulis semuanya di dalam buku catatanku dengan tangan yang tenang dan hati yang tidak lagi penuh harapan yang berlebihan kepada mereka. Aku menuliskan bahwa aku sudah mencoba memberitahu mereka dengan jujur dengan bukti nyata di tangan namun mereka memilih untuk menolak dan memilih untuk percaya pada kebohongan. Aku menuliskan bahwa aku sudah memenuhi kewajibanku sebagai anak dan sebagai adik untuk menyelamatkan mereka namun jika mereka menolak diselamatkan maka aku tidak bisa melakukan lebih dari apa yang sudah aku lakukan. Mulai sekarang aku tidak akan lagi berusaha meyakinkan mereka dengan kata kata aku akan bekerja sendiri bersama Alena dan Bibi Rina mengumpulkan bukti yang lebih kuat dan menunggu sampai kejahatan itu terungkap dengan sendirinya di hadapan mata mereka yang tidak bisa lagi berpaling. Saat hari itu tiba tidak ada satu alasan pun yang bisa mereka berikan untuk membenarkan ketidaktahuan mereka karena aku sudah datang memberitahu mereka berkali kali namun mereka menolak mendengarkan.

Aku menutup buku catatanku dan menyimpannya kembali di tempat persembunyiannya yang paling aman. Di luar jendela malam semakin larut dan angin bertiup kencang membawa awan gelap yang menutupi cahaya bulan. Namun di dalam hatiku ada secercah cahaya yang tidak akan pernah padam. Jika mereka memilih untuk berjalan dalam kegelapan bersama musuh yang menyamar sebagai sahabat maka biarkan mereka berjalan sampai mereka merasakan sendiri betapa dingin dan menyakitkannya kegelapan yang mereka pilih untuk dijalani. Aku akan tetap berdiri di batas antara cahaya dan kegelapan menunggu dengan sabar sampai mereka kembali atau sampai mereka tersesat sepenuhnya.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!