NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biarkan

"Aku laporkan kalian pada polisi ya. Ini namanya penganiayaan dan pengancaman," seru Mely tak terima ketika Ariska meminta Arka untuk merontokkan gigi Ichal sekalian.

"Laporkan saja. Nggak takut. Lagian siapa suruh kok punya mulut nggak dijaga," ledek Ariska yang kemudian membawa Arka masuk ke dalam rumah.

Ganti rugi dulu. Biaya pengobatan dan ongkos jalan,

Sama sekali ocehan itu tak digubris oleh Ariska dan Arka. Jika memang mau melaporkan keduanya, tidak masalah. Mereka bisa melaporkan kembali dengan dasar fitnah dan pencemaran nama baik. Apalagi Mely yang sangat suka menghina dia dan Arka. Jika menghina dirinya, tak masalah. Namun Arka yang tak tahu apa-apa malah dihina seenaknya. Mely dan Ichal pun pergi dari sana dengan langkah terburu-buru.

"Kenapa itu Ariska dan Arka tidak takut sama sekali dengan ancamanku?" gumam Mely dengan raut wajah bingungnya.

"Mama, memang benal ya kalau Alka itu Papanya ndak jelas? Kok Alka malah sama Ichal. Padahal kan Ichal cuma menilu ucapan Mama," ucap Ichal menanyakan tentang kebenaran fakta mengenai Arka.

"Ya benar lah. Kamu itu harus dengar kata Mama. Nggak ada bohong ini Mama," Ternyata selama ini Ichal selalu didoktrin oleh Ibunya tentang cerita mengenai Arka. Sehingga Ichal berpikir bahwa semua omongan Mely itu benar adanya.

"Dia marah karena ketahuan sama kamu," lanjutnya.

"Tapi nanti Alka benal bikin ompong semua gigi Ichal gimana? Hidung Ichal sakit lho, Mama." rengeknya pada sang Ibu.

"Nanti ke rumah sakit. Biar dibayar itu sama Mamanya Arka,"

Beberapa warga sekitar yang mendengar obrolan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Padahal selama ini, Ariska tidak pernah mengganggu Mely. Apalagi semenjak hamil, Ariska sangat jarang keluar rumah. Dia hanya sebatas keluar rumah kemudian pindah ke toko sampingnya. Walaupun beberapa warga tak suka dengan Ariska, mereka tidak terang-terangan seperti Mely.

"Arka, masih marah? Kok nggak bilang sama Mama kalau ada kejadian kaya gini. Kan Mama jadinya kaget," tanya Ariska pada anaknya dengan suara lembutnya setelah mereka masuk ke dalam rumah.

"Ndak malah kok, Mama. Alka cuma sebal sama olang yang ndak tahu apa-apa tapi asal bicala begitu," gerutu Arka sambil menghela nafasnya kasar.

"Mereka itu orang yang kurang kerjaan makanya suka ngomongin oranglain. Lain kali, kamu harus bicara sama Mama kalau ada kejadian kaya gini lagi. Biar Mama tuh punya persiapan," ucap Ariska memberitahu anaknya.

"Pelsiapan ngapain, Ma?" tanya Arka dengan tatapan penasarannya.

"Persiapan minta warga sekitar untuk jadi juri. Mama dan dia mau adu tinju, kayanya seru." ucap Ariska sambil terkekeh pelan.

"Alka kila Mama mau menjamu tamu dengan kasih makanan. Bial belhenti dia ngomongin tentang kita,"

Ariska tertawa mendengar ucapan Arka. Buat apa juga menjamu tamu seperti Mely. Setiap kali bertemu dengannya saja, Mely sudah seperti menemukan saingannya. Mely selalu melengoskan wajahnya atau mencari masalah dengannya. Namun Ariska berpikir bahwa Mely itu hanya iri saja dengannya. Hidup Ariska terlihat nyaman dan bahagia walaupun tidak mempunyai suami. Berbeda dengan Mely yang sering cekcok dengan suaminya. Bahkan seringkali terdengar oleh tetangga sekitar.

"Mama, tadi Alka kilim uang selatus libu dali main game ke lekeningnya Mama. Besok diambil ya, mau buat jajan." ucap Arka tiba-tiba.

"Game apa? Enggak yang jud..."

"Ndak ya, Mama. Ini tuh game salam pelkenalan. Cuma selatus libu. Lumayan lho buat jajan sempol depan nanti kalau si ompong dua datang," sela Arka membuat Ariska terkekeh pelan.

"Kamu tuh jangan mengejek begitu. Kasihan lho sama Azura. Orangtuanya udah nggak ada. Jangan diejekin," ucap Ariska memberikan pesan.

"Ndak diejek. Olang itu benal kok. Nanti kalau Alka bilangnya punya gigi lengkap, Alka belbohong." ucap Arka membuat Ariska menghela nafasnya pelan.

"Yang penting ndak jelekin olangtuanya," lanjutnya.

Oke, Mama menyerah.

Mama halus menulut sama Alka,

Hahaha...

***

Frans pulang ke rumahnya karena ingin bertemu dengan Papa Bayu. Dia ingin minta bantuan pada Papa Bayu tentang pelacakan nama rekening seseorang. Dia masih penasaran dengan nama "Ompong Dua". Frans sedikit khawatir jika orang itu kembali lagi membobol rekening perusahaannya.

Tadi setelah kejadian di ruang IT, Frans kembali ke ruangannya. Dia mencoba lagi mencari tahu lokasi dimana rekening itu berada. Namun malah membuat laptopnya mati total. Beruntung semua file sudah dia duplikat di laptop lainnya. Jika tidak, sudah dipastikan bahwa dia tak bisa bekerja.

"Kenapa kamu datang lagi ke sini? Astaga... Pasti mau menemui istriku dan merayunya biar kasih tahu dimana Ariska kan?" seru Papa Bayu yang melihat anaknya datang.

"Enggak. Ini urusan perusahaan," ucap Frans dengan raut wajah malasnya. Namun tak ayal, Frans memeluk Mama Anisa dari samping.

Bugh...

"Nggak usah dekat-dekat sama istriku," ucap Papa Bayu sambil memukul lengan Frans.

"Mama..." rengek Frans membuat Papa Bayu bertambah kesal.

"Papa, udah lah. Anaknya datang lho," tegur Mama Anisa yang tidak mau jika anaknya malah jauh darinya.

Nyenyenye...

Papa Bayu memelototkan matanya sebal melihat Frans meledek dirinya yang dimarahi oleh istrinya. Pengamanan di depan rumah, sudah tidak seketat saat awal Papa Bayu tak mengijinkan Frans masuk. Setelah dilonggarkan, malah Frans memanfaatkan itu untuk datang ke rumah. Namun Frans langsung menegakkan kepalanya dan menatap Papa Bayu.

"Pa, rekening perusahaan ada yang bobol." ucap Frans tiba-tiba.

"Kok bisa? Kamu tuh gimana sih, Frans? Kamu itu bisa meretas dan melacak orang yang membobol rekening perusahaan. Keamanan perusahaan juga sudah dipasang dua kode. Jadi gimana? Mau minta tolong Papa soal ini begitu?" seru Papa Bayu mengomel tanpa henti.

"Papa kaya Ibu-Ibu lagi nawar sayur," ceplos Frans yang kesal dengan Papanya itu. Mama Anisa sampai menahan tawanya mendengar ucapan anaknya.

"Ap..."

"Serius, Pa. Ini serius," sela Frans yang tak ingin berlarut-larut.

"Rekening perusahaan dibobol, diambil seratus ribu. Lalu Frans dan Carlo sudah mencoba mencari dan melacaknya, tapi komputer perusahaan kita meledak. Bahkan laptop pribadiku, sekarang mati total." ucapnya sambil mengangkat tangannya saat melihat Papa Bayu hendak menyelanya.

Apa? Kok bisa?

Papa Bayu sangat terkejut mendengar ucapan dari anaknya itu. Tidak biasanya Frans seperti ini. Padahal kemampuan Frans dan Carlo dalam meretas atau IT itu tak dapat diragukan lagi. Bahkan keduanya masuk kategori hacker yang sangat susah ditandingi. Bahkan pemerintah negara lain sering meminta Frans dan Carlo untuk membantu mencari informasi.

"Nggak tahu, Pa. Anehnya lagi namanya tuh nggak jelas lho. Ompong dua, itu namanya." ucap Frans membuat Papa Bayu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Kok kaya...

Kaya apa?

Nggak papa. Ya udah, biarkan saja,

Ha?

1
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣sabar carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ajiibbb👍👍👍👍
ririen handayani
wah bagal jd musuh bebuyutan nih🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hancur suasana harunya
Daplun Kiwil
🤣🤣🤣🤣,,
tia
Tamba lagi thor updatenya
ririen handayani
😄😄😄😄👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pitnes itu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maksud tuh kata2
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa pula itu darah kuning
E F
tq thor🙏😍
lg ya thor byk2🤭😄💪
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!