NovelToon NovelToon
Godaan Paman Mantanku

Godaan Paman Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Sayang, aku ke toilet sebentar ya," ucap Sean halus, sambil menepuk pelan jemari Aura yang berada di atas pangkuan.

​Aura mengangguk pelan, memberikan senyuman terbaiknya. "Jangan lama-lama ya, Sean."

​Sean berdiri dan melangkah menjauhi meja makan melingkar itu, menghilang di antara kerumunan alumni yang sedang asyik mengobrol. Aura kembali menyesap minuman dinginnya, mencoba menikmati suasana. Namun, jarum jam seolah berputar lambat. Lima menit berlalu, lalu sepuluh menit, hingga tak terasa hampir 15 menit Sean tak kunjung kembali ke meja mereka.

​Rasa khawatir dan curiga mulai merayapi pikiran Aura. Dengan menghela nafas panjang, ia berpamitan singkat pada teman-teman seangkatannya lalu berdiri untuk menyusul kekasihnya. Langkah kakinya yang beralaskan gaun anggun dan sepatu hak tinggi mengayun perlahan menyusuri lorong katering yang agak remang-remang menuju area toilet.

​Namun, sebelum langkahnya benar-benar sampai di depan pintu toilet pria, langkah Aura terhenti seketika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegangan Di Ruang Rapat Utama

Setelah memastikan rasa panas di pergelangan kakinya mereda dan menyapukan sedikit salep dari kotak P3K pantry, Aura melangkah perlahan kembali ke kubikel kerjanya. Rena berjalan berdampingan di sisinya, berjaga-jaga jika Aura membutuhkan bantuan untuk berjalan.

​Di sudut ruangan, Maya sudah duduk di kursinya dengan wajah menekut lipat. Jemarinya mengetik papan ketik dengan sangat kasar, melampiaskan amarah atas surat teguran resmi dari HRD yang kini berada di dalam folder surel masuknya.

​Tak berapa lama kemudian, pintu kaca divisi data kembali terbuka. Pak Hendra dari HRD melangkah masuk dengan beberapa lembar dokumen di tangannya.

​"Perhatian untuk seluruh anggota tim divisi data," panggil Pak Hendra dengan suara lantang yang mengalihkan fokus semua orang di ruangan. "Harap segera merapikan berkas kalian. Pukul sembilan tepat seluruh tim diwajibkan berkumpul di ruang rapat utama lantai empat."

​Rena menaikkan alisnya heran. "Ada rapat mendadak ya, Pak?"

​"Benar," jawab Pak Hendra mengangguk. "Rapat evaluasi data dan persiapan audit besok pagi akan dipimpin langsung oleh Pak Arsenio Pratama, serta dihadiri oleh Jajaran Direksi, termasuk Pak Sean selaku Wakil Direktur."

​Aura yang baru saja duduk di kursinya mendadak menegang. Rapat utama pukul sembilan—artinya ia tidak hanya harus berhadapan langsung dengan Arsen di depan jajaran direksi, tetapi juga dengan Sean dan Lyona.

​Aura menghela napas panjang, membuka laci mejanya, dan mengambil map dokumen yang sudah siap. Pertemuan di ruang rapat nanti tidak hanya akan menguji kesiapan laporan analisis datanya, tetapi juga kemampuannya menjaga profesionalisme di tengah tatapan orang-orang dari masa lalu dan masa kininya.

​Waktu menunjukkan pukul sembilan tepat. Pintu jati berukir di lantai empat terbuka, menyapa para peserta rapat dengan embusan pendingin udara yang sejuk dan aroma kayu yang khas. Meja oval panjang berlapis kaca hitam kini telah dipenuhi oleh jajaran direksi dan manajer senior.

​Aura melangkah masuk bersama Rena, membawa map berisi berkas analisis data yang telah ia rampungkan. Langkah kakinya sedikit tertahan saat pandangannya bertabrakan dengan Sean yang sudah duduk di sisi kiri meja utama. Pria dari masa lalunya itu menatap Aura dengan binar yang sulit diartikan—ada campur tangan rasa khawatir atas kejadian tadi pagi, berpadu dengan ketegangan profesional. Di samping Sean, Lyona duduk anggun dengan lipstik merah menyala, melempar tatapan dingin yang sarat ancaman pada Aura.

​Tak lama berselang, Arsenio Pratama memasuki ruangan. Balutan kemeja presisi tanpa jas membuat ketegasannya tak berkurang sedikit pun. Pria itu berjalan penuh wibawa dan mengambil posisi di ujung meja utama sebagai pimpinan tertinggi.

​Sebelum duduk, pandangan tajam Arsen sempat bergulir singkat ke arah kaki Aura, memastikan kondisi bawahannya setelah insiden tumpahan kopi di pantry. Setelah mendapati Aura bisa berdiri stabil, fokus sang CEO kembali penuh pada agenda rapat.

​"Kita mulai rapat evaluasi audit pagi ini," buka Arsen dengan suara berat yang seketika mengheningkan seluruh isi ruangan. "Nona Aura, silakan paparkan draf integrasi data yang sudah kamu selesaikan."

​Aura menarik napas dalam-dalam, menetralkan jantungnya yang berdebar. Ia berdiri tegak mengarahkan pandangan ke layar proyektor utama, siap mempresentasikan hasil kerjanya di hadapan Arsen, Sean, Lyona, serta Maya yang menatapnya penuh rasa dengki dari baris belakang.

1
Ryuu
Keren
Ryuu
semangat😍
Ade Chubi
dua pilihan itu ,dua dua nya menguntungkan tuan CEO
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!