NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok

Mantra yang terus Jeviza rapalkan dalam hatinya ternyata tidak mempan. Setelah Januar berdiri, cowok itu memang berjalan ke arah mejanya, dan seperti biasa memberi senyum untuk Jeviza yang kelewat manis.

"Udah pada pesen?" tanya Januar begitu santai.

"U-udah kok, kak," balas Sisil dengan senyum.

Januar melirik Sisil beberapa saat, sebelum tatapan matanya kembali pada Jeviza. "Gimana tawaran gue waktu itu?"

Jeviza menaikan sebelah alisnya. "Umm?" dengan mimik wajah bingung.

"Ikut ke pantai yuk? gue sama anak-anak pada mau main ke gundul, lo gue yang ajak," ujar Januar berhasil membuat Naura dan Sisil memekik heboh.

Keduanya saling menggenggam dan berharap Jeviza mengiyakan permintaan Januar.

Tetapi Jeviza

Gadis itu justru merasa sedikit kecewa, bukan pada Januar, tetapi pada Kean yang tidak memberitahu apa-apa padanya tentang ini.

Apa Kean masih mengganggapnya sekedar mantan? Atau karena mereka baru menikah? Jadi mungkin Jeviza tidak sepenting itu untuk tahu.

"Mau, ya?"

Jeviza menatap ketiga temannya secara bergantian. Sisil dan Naura yang sudah menganggukan kepalanya kompak, sementara Tevi tersenyum tipis, tanpa anggukan juga gelengan di kepalanya. Tevi tahu Jeviza punya pilihan sendiri.

Dan berakhir melirik ke arah meja Keandra, meski sangat singkat tetapi Jeviza dapat melihat tidak adanya cowok itu di mejanya tadi.

Kemana?

"Tapi, gue malu ka, gue bukan anggota BEM," cicitnya.

Januar terkekeh, lalu kembali melirik teman-teman Jeviza satu persatu. "Temen-temen lo kalau mau boleh ikut."

Sisil dan Naura langsung bertos ria.

"Lagian anak BEM yang lain juga pada mau ngajak pasangannya, mereka juga bukan anggota BEM seperti lo, Je. Aman aja kok."

Jeviza meremas tangannya, sejujurnya semakin tahu jika para anggota BEM bebas membawa pasangan membuat Jeviza merasa semakin kecewa. Kean tidak melakukan itu padanya.

"Je, mau ya? Kita temenin kalau lo malu," ujar Naura penuh permohonan.

Satu alis Januar tertarik ke atas, menatap Jeviza yang terlihat masih ragu untuk memjawab, tetapi Januar yakin, Jeviza tidak akan menolak.

"Kalau lo nggak enak, gue ijin langsung sama presma kita."

Jeviza buru-buru menggeleng, yang benar saja Januar akan ijin langsung dengan ketua BEM mereka? Sementara yang dimintai ijin Januar ialah Jeviza, istri dari ketua BEM mereka. Terdengar tidak masuk akal sekali.

"Oke, gue ikut, kak."

Januar mengangguk diselingi senyum, tanpa disadari satu tangannya terangkat mengacak rambut Jeviza dengan penuh kasih.

"Thank you cantik."

Jeviza sempat membeku beberapa saat, bukan karena salah tingkah, tetapi karena ia sadar, ini salah. Tidak seharusnya Januar melakukan itu padanya, tetapi mengingat interaksi Kean dan Kiana tadi membuat rasa bersalah Jeviza ia coba singkirkan, apa lagi Januar juga tidak tahu apa-apa tentang hubungannya dengan Kean. Jeviza menelan ludahnya kasar, tetap saja ini salah, dan hal seperti ini tidak boleh sampai terjadi lagi.

"Janu! Woy! Sini. Goda adik tingkat mulu! Awas udah ada pawangnya!" teriak Gio seketika membuat Januar terkekeh.

"Kalau gitu, gue ke sana ya, Je. Kalian juga boleh ikut, semua gue yang tanggung."

Sisil dan Naura tanpa lama langsung mengangguk dengan semangat. "Makasih banyak kak Janu."

Tevi juga tersenyum tipis, mengucapkan rasa terimakasihnya meski tidak seheboh Sisil dan Naura. "Makasih, kak."

Setelah kepergian Januar ke mejanya. Jeviza baru bisa bernapas dengan lega. Ia menatap Sisil dan Naura yang sudah semangat memilih out fit di salah satu aplikasi online. Lalu melirik pada Tevi yang tersenyum tipis ke arahnya. Tevi seakan tahu kegelisahan Jeviza saat ini.

Baru saat pesanan mereka datang. Kean kembali muncul dengan salah satu dosen yang dikenal paling dekat dengan anggota BEM. Dari saat masuk Kean sudah melirik ke arah Jeviza, lalu saat kembali ke mejanya, cowok itu kembali melirik ke arah Jeviza. Semua tidak luput dari pengamatan Tevi dibalik kaca matanya. Lalu menyenggol lengan Jeviza seakan memberitahu.

Jeviza meremat sendoknya. Meneguk jus alpokat pesanannya, sebelum akhirnya pamit ke toilet sebentar.

"Gue ke toilet bentar ya?"

"Mau ditemenin nggak?" tawar Sisil mendapat gelengan kepala Jeviza.

Sementara Tevi yang biasanya juga menawarkan diri untuk menemani Jeviza ketika pergi ke toilet membiarkan begitu saja. Tevi cukup paham Jeviza butuh waktu untuk menenangkan diri. Bertemu dengan pasangannya dan harus pura-pura biasa saja itu pasti menguras energi.

"Enak ya si Jevi, udah sarapan ada yang masakin, eh, healing juga ada yang ngajakin," ungkap Naura mengaduk bakso pesanannya.

Saat tatapan mata Naura jauh ke meja Kean, senyumnya kembali terukir. "Mana bisa serumah sama si ganteng itu, untung banyak Jevi."

"Eh, mau kemana kak Kean? Baru juga datang lagi, udah mau pergi aja," celetuk Naura melihat Kean yang bangkit dari duduknya, dan keluar dari kantin.

Tevi menoleh, mengamati punggung Kean yang semakin jauh. Tetapi diam tidak berkomentar apa-apa.

Jeviza diam di depan cermin, mengamati dirinya di depan cermin, lalu bayangan senyuman Kaina tadi ketika di dekat Kean tiba-tiba terlintas di otaknya. Buru-buru ia menggeleng, menepis perasaan yang mulai mengganggunya.

Cukup lama Jeviza terdiam, sebelum akhirnya ia merapihkan penampilan dan pergi dari sana. Namun baru saja akan berbelok, sebuah tangan tiba-tiba menariknya. Jeviza sempat ingin berontak, namun saat menyadari itu Kean, ia membiarkan sampai keduanya berada di sebuah ruangan yang terdapat bangku, meja dan komputer yang sudah rusak.

Kean membawanya ke gudang sebelah toilet.

"Je," panggil Kean tenang.

Jeviza enggan menatap ke arah Kean. Jujur saja hatinya sudah berdegup kencang menyadari jika pelaku yang menariknya tadi Kean. Bukan karena takut, tetapi gugup.

"Lo mau ikut?"

Pertanyaan yang membuat Jeviza pada akhirnya menoleh ke arah Keandra. Tetapi tanpa mengatakan apa-apa, Jeviza mengangguk.

Sudut bibir Kean tertarik ke atas. "Oke, gue ijin sama mami, papi nanti."

"Kak Janu udah ngajak duluan," ujar Jeviza seketika membuat raut wajah Kean berubah.

"Dan, lo iyakan?"

Jeviza mengangguk. Menatap Kean dengan dada yang sudah naik turun tidak beraturan.

"Kalau kak Janu nggak ngajak gue duluan, lo nggak ada niatan kan buat ngajak, gue, kak?"

"Menurut lo, kenapa gue baru sempet ngajak, lo sekarang?"

Jeviza diam, dia memang tidak tahu.

"Karena baru diijinin sama pak Bam barusan."

Jeviza membeku, menatap Kean seakan mencari celah, namun sorot mata Kean penuh dengan keyakinan. Jelas saja, Kean yang mengusulkan dan meminta ijin agar bisa membawa teman atau siapapun orang terdekat selain anggota BEM sendiri.

"Dia ngajak lo pas gue lagi minta ijin tadi."

Diam, Jeviza tidak berani mengatakan apa-apa.

"See, Janu nggak sopan banget, tapi lo lebih nggak sopan, iyain permintaan dia tanpa minta ijin dulu sama suami."

Jeviza tercekat mendengar ucapan Kean barusan, terlebih saat langkah Kean semakin mendekat, membuat Jeviza beringsut memundurkan langkahnya. Sampai pada akhirnya Jeviza punggung Jeviza yang sudah lebih dulu ditahan tangan kokoh Kean menabrak salah satu meja usang di gudang itu.

"Je, lo lupa apa yang udah kita lakuin tadi malam?"

"Di gudang sini ada enggak ya?"

Samar terdengar suara dari luar, membuat Jeviza dan Kean saling menatap dengan perasaan semakin gugup, tetapi itu berlaku bagi Jeviza saja, karena jika Kean, ia dengan sangat sadar menikmati wajah cantik Jeviza yang mulai terlihat panik di depannya. Dan itu selalu membuatnya merasa senang.

Saat pintu gudang akan dibuka, Kean justru dengan sengaja menarik tubuh Jeviza masuk ke dalam dekapannya, membuat sekujur tubuh Jeviza semakin kaku di tempatnya. Ini salah, harusnya mereka bersembunyi atau paling tidak mereka menjauh, bukan malah Kean dengan sengaja memeluknya lebih erat.

"Nyari apa?" pertanyaan Kean begitu tenang saat 3 mahasiswa masuk ke dalam.

Ketiganya terkejut melihat ketua BEM kampus di gudang itu, lebih terkejut lagi saat dibalik tubuh tinggi Kean terdapat satu mahluk kecil yang sedang coba disembunyikan.

Ketiganya melirik ke bagian bawah yang memang terdapat empat kaki, lalu pada punggung lebar Kean yang memang terlihat sedang menyembunyikan sesuatu.

"Ma-mau ambil komputer rusak kak, buat praktik."

Kean mengangguk. "Take it and go."

...****************...

Mana yang minta dobel up? Ini uda ya.. Janlup dukungannya, makasi..

1
Iish Qhina
di tunggu dobel upnya kaka
Rini Muharni
Jepi.. Jepi.. pake nanya lg harus ngapain..
Dyah Amalia
lanjut kak kalo bisa double up nya 😄
Tulas Bundae Felli
kak mna nih dobel upnya
Mei TResna Rahmatika
waduhh jepii siap" ada ulet bulu lebih gatel dari vio kaya nya 🤣
Siti Nur Rohmah
uler Keket muncul
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!