NovelToon NovelToon
Sultan Berjiwa Jawara

Sultan Berjiwa Jawara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / CEO
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

DADANG SANG PENAKLUK adalah cerita tentang Dadang Hermawan, jawara silat dari Lembang yang tewas secara misterius lalu terbangun di tubuh pewaris konglomerat Jakarta. Di tengah dunia bisnis, keluarga berbahaya, dan organisasi rahasia yang mengincar tubuhnya, ia harus bertahan sambil mengungkap kebenaran di balik “Proyek Wadah Sempurna” yang menghubungkan hidup dan kematiannya. Setiap kemenangan membawa luka baru, setiap jawaban membuka misteri yang lebih gelap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: TENDA BIRU**

**

Pagi itu, sebelum benar-benar berangkat ke Jakarta, David masuk ke kamar tempat dia menginap, mengeluarkan ponsel, membuka aplikasi rekening yang sekarang sepenuhnya dia kuasai. Tujuh puluh juta, sisa tabungan pribadi David yang selama ini cuma mengendap tanpa pernah dipakai untuk apa-apa yang berarti, dia tarik tunai lewat bantuan Anto, dimasukkan ke dalam amplop coklat tebal.

"Mak," dia menyodorkan amplop itu, suaranya berusaha tenang walau dadanya berdebar, "ini buat modal usaha lagi. Buat benerin gerobak, atau buka usaha lain kalau Mak mau."

Mak Inah menatap amplop itu lama, tangannya gemetar saat menerima, "Dadang, ini kebanyakan, Mak gak bisa nerima ini."

"Mak harus nerima," David memaksa lembut, "ini juga, Dudung, sekolahnya udah saya bayar lunas sampai lulus SMA nanti. Tiga tahun ke depan, Dudung gak usah mikirin SPP lagi."

Dudung yang berdiri di samping, matanya langsung berkaca-kaca, "Kak David, kenapa baik banget sama kita?"

David hanya tersenyum, tidak menjawab dengan kata-kata yang sebenarnya ingin dia ucapkan, hanya mengangkat bahu pelan, "Anggap aja ini balas budi, dari saya yang udah pernah ditolong sama Kang Dadang."

Mak Inah memeluk amplop itu ke dadanya, air mata mengalir lagi, tapi kali ini bukan air mata yang murni perih, ada sedikit kelegaan terselip di sana, "Makasih, Dang. Mak tau, di mana pun kamu sekarang, kamu masih jagain Mak sama Dudung."

David mengangguk, menahan diri sekuat tenaga supaya tidak ikut runtuh di depan mereka, lalu berpamitan, memeluk Mak Inah sekali lagi, memeluk Dudung lebih lama, sebelum akhirnya melangkah ke mobil yang sudah menunggu di depan gang.

***

Perjalanan pulang ke Jakarta, entah kenapa, David meminta Rambo mengambil rute memutar, lewat jalan kecil yang dulu sering dia lewati setiap sore, jalan yang menuju rumah Kirana.

"Kenapa lewat sini, Vid?" Anto bertanya dari kursi tengah.

"Pengen liat aja," David menjawab pelan, matanya menatap keluar jendela dengan harapan kecil yang bahkan dia sendiri tidak berani ucapkan.

Begitu mobil mendekat ke gang rumah Kirana, matanya menangkap sesuatu yang membuat dadanya seketika membeku. Tenda biru besar berdiri di halaman, kursi-kursi plastik tersusun rapi, dan di gerbang, terpasang janur kuning serta spanduk bertuliskan dua nama yang berdampingan.

Kirana & Ujang.

David meminta Rambo menghentikan mobil, turun sendirian, berjalan mendekat dengan langkah yang semakin berat setiap detiknya. Dari kejauhan, dia melihat Kirana, memakai kebaya sederhana, sedang dirias di teras rumah, sementara di sampingnya, Ujang, yang baru kemarin lari ketakutan setelah memukuli Dudung, sekarang berdiri dengan jas pengantin, tersenyum puas seolah dunia berpihak penuh padanya.

David berdiri di ujung gang, tidak berani melangkah lebih dekat, badannya kaku, dadanya seperti diperas habis oleh tangan yang tidak terlihat.

Dia ingat, jelas sekali, bagaimana dia memberikan napas terakhirnya sendiri demi mendorong tubuh itu jauh dari rel kereta. Dia ingat detik-detik terakhir sebelum kegelapan datang, dan satu-satunya yang ada di pikirannya saat itu hanya satu nama.

Dan sekarang, nama itu akan menikah dengan orang yang dulu memanggilnya "Kang Dadang" penuh hormat, orang yang menangis paling keras di pemakamannya, tapi kemudian berubah jadi sosok yang memalak adiknya sendiri tanpa rasa bersalah.

Anto, yang turun menyusul, melihat wajah David yang sudah pucat, mencoba menarik pelan, "Vid, udah, yuk, kita pulang aja."

David tidak bergerak dulu, matanya masih menatap tenda biru itu, menatap Kirana yang sesekali tertawa kecil mendengar candaan dari ibu-ibu yang merias wajahnya, tertawa yang dulu selalu ditujukan untuknya, sekarang ditujukan untuk dunia yang sudah melanjutkan hidup tanpa dirinya.

Perlahan, dia membalikkan badan, melangkah kembali ke mobil dengan kepala tertunduk, dan begitu pintu mobil tertutup, dia menyandarkan kepalanya ke jendela, membiarkan air matanya jatuh dalam diam, tidak ada suara isakan, hanya jejak basah yang mengalir pelan, sunyi, seperti seluruh dunia ikut menahan napas bersamanya.

"Aku rela kehilangan segalanya buat dia," gumamnya nyaris tak terdengar, "dan sekarang dia bahagia sama orang yang dulu jadi sahabat aku sendiri."

Mobil melaju meninggalkan Lembang, membawa kembali ke Jakarta, ke kehidupan baru yang penuh kemewahan tapi tetap saja terasa kosong setiap kali bayangan tenda biru itu muncul kembali di benaknya.

*(bersambung)*

1
Vie
apakah mereka sebenarnya ditukar?? iihhh penasaran
Vie
pastinya... wah teka teki silang nih.. 🤭🤭
Vie
iihh jadi tegang gini.. dari pertama baca vibes nya agak menegangkan... 👍🏼👍🏼👍🏼
Was pray
gak ada kejelasan, satu bab menggantung
Vie
wah kenapa tuh, ada apa.... aaahh aku jadi tegang nih... penasaran...
Vie
kebayang muka nya pa Jarwo sok cool dan jaga gengsi 🤣🤣🤣🤣🤣
Vie
iya ... iya.... ngetes nya sampai habis 3 biji.... asal jangan "darmaji" aja ya Tot 🤣🤣🤣🤣
Vie
cuman butuh 1 menit untuk nya sadar kembali ke jalan Allah, dan utuh 1 detik untuk nya kembali error 🤣🤣🤣
Vie
apaan tuh?
Vie
buat anak2 hal seperti itu bisa jadi hiburan tersendiri, apalagi ramai2 jadi dianggap seru... 🤭🤭
Vie
tuh kan lama2 pasukan nya David jadi banyak juga. dari 5 orang jadi belasan ... dari belasan jadi puluhan... terus ratusan... dan terus banyak lagi..... sampai dia menjadi kuat dan tak terkalahkan untuk membuktikan pada keluarga nya...
Vie
aura kasih nya keluar.. eh salah.. aura kebapopaanya bang Jarwo keluar karena tiap hari mainya bareng sama si Adit terus... 🤣🤣🤣🤣
Vie: iya bener... jadi berasa udah punya anak dia, karen tiap hari sama si Adit terus... 🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Vie
belum apa2 udah kalah duluan sama anak kecil lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Vie: iya kalau masalah fisik dan kekuatan, tapi nya kalau otak dia gak bisa diremehkan..... 👍🏻👍🏻👍🏻
total 2 replies
Vie
💪🏻💪🏻💪🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Was pray
Rambo otaknya lebih jalan daripada bos nya, otot dan otak bersinergi maka melahirkan insan yg bermental baja tapi berhati lembut, Rambo yg dulu jadi sampah masyarakat sekarang berubah jadi bbiji emas, tiru anak buahmu bos dadang
Vie
jadi acara bedah rumah 🤣🤣🤣🤣🤣
Was pray
dari dulu punya inisiatif mandiri dan lepas dari urusan warisan keluarga kamu udah sukses dan gak sakit hati dang dang...
Was pray
kamu diberi kesempatan ke dua hidup kembali dengan diberi amanah raga David tapi kamu gagal mengemban amanah itu Dadang, kasihan David , gunakan otakmu dang sekuat apapun ototmy tetap akan kalah dengan otak, jangan jadi kerbau otot kuat tapi otak nol besar hargai saran teman2mu, gajah aja yg kuat kalah sama semut
Vie
dan itu kombinasi yang tepat untuk memulai sesuatu hal yang tidak akan pernah bisa mereka lakukan dan lupakan....
Vie
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!