NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Xena Pergi

Gunting di tangan sepupu Reyhan mengarah tepat ke rambut Xena. Namun sebelum bilah tajam itu sempat merusak sehelai rambut pun, sebuah tangan mencengkeram pergelangan tangan wanita itu dengan sangat kuat. Gunting tersebut terlepas dari genggaman dan jatuh berdentang di atas lantai.

Pria bertubuh tegap dengan setelan jas hitam rapi khas pengawal pribadi langsung memasang badan di depan Xena. Tatapan matanya yang sedingin es langsung membuat sepupu Reyhan mundur teratur dengan wajah pucat karena ketakutan. Kehadiran pria paruh baya misterius itu seketika melenyapkan keberanian keluarga Reyhan untuk bertindak kasar.

Xena yang saat itu masih basah kuyup akibat guyuran air kotor, sama sekali tidak menunjukkan raut panik. Ia menolak untuk sekadar berganti pakaian di rumah yang penuh dengan kemunafikan ini.

Tepat saat Xena melangkahkan kakinya hampir menuju pintu keluar, tangis bayi Aksara tiba-tiba mengudara. Suara tangisan itu terdengar begitu kencang seakan-akan ikut merasakan ketegangan yang sedang terjadi. Tapi Xena tidak menoleh sedikit pun. Ia terus melangkah tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Sudah saatnya Xena pergi tanpa kata perpisahan.

Melihat Xena mengabaikan segalanya, Bu Mirna tidak tinggal diam. Ia berteriak menghalau langkah menantunya dengan sisa kesombongannya.

"Xena, kurang ajar kamu, ya! Pergi begitu saja tanpa pamit, benar-benar tidak punya sopan santun!"

Xena menghentikan langkahnya di ambang pintu utama. Ia berbalik menatap barisan manusia di depannya.

"Bukankah ini yang kalian inginkan? Kepergianku dari rumah ini, dan bahkan dari hidup Reyhan? Mengapa sekarang kalian seolah berat hati melihatku melangkah keluar?" tanya Xena tenang.

Tante Rika langsung menyangkal dengan wajah ketus. "Diiih...Siapa juga yang berat hati?! Jangan kegeeran kamu. Kami cuma bilang kamu itu terlalu berlebihan. Pergi dari rumah hanya karena masalah sepele begini, dasar kekanak-kanakan."

Xena tahu betul alasan di balik kepanikan tersembunyi mereka. Mereka tidak tulus menahannya, mereka hanya takut Reyhan akan mengamuk jika tahu Xena pergi akibat ulah mereka. Dan yang paling penting, mereka harus menjaga rapat-rapat rahasia pernikahan siri antara Reyhan dan Nadine.

"Berlebihan, ya? Aku bahkan tidak tahu letak berlebihannya di mana. Aku pergi dari rumah ini dan dari hidup Reyhan justru untuk memenuhi keinginan kalian semua. Kalian menginginkan Nadine menjadi istri satu-satunya Reyhan karena dia memenuhi standar kesempurnaan kalian, bukan? Dengan aku pergi, Nadine bisa memiliki Reyhan sepenuhnya, dan Aksara bisa tumbuh bersama ayah dan ibu kandungnya tanpa hambatan. Bukankah begitu?"

Kata-kata Xena bak petir di siang bolong. Tante Rika, sang sepupu, bahkan Nadine langsung tercengang dengan mata membelakak.

"Kamu tahu soal itu?!" tanya Tante Rika shock karena mengira rahasia besar itu tersimpan rapi.

Bu Mirna yang membocorkan langsung menjadi gugup. Keringat dingin menetes di pelipisnya. Dengan cepat ia mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Sudah, sudah, tidak usah membawa-bawa masalah lain. Intinya kamu itu memang menantu yang keras kepala dan tidak tahu diuntung!"

Xena tidak terpancing oleh kepanikan Bu Mirna. Ia menatap mereka satu per satu dengan pandangan menghakimi.

"Aku mau tanya pada kalian semua. Apa yang sebenarnya membuat kalian begitu membenciku? Orang yang membenci itu pasti ada dasarnya. Selama ini aku tidak pernah merepotkan kalian, tidak pernah mengusik kehidupan kalian, tapi di rumah ini aku selalu diperlakukan seolah-olah aku adalah pembawa masalah."

Sepupu Reyhan yang masih kesal karena bajunya kotor akibat air pel langsung berteriak tanpa saringan.

"Kamu mau tahu kenapa? Karena kamu itu wanita mandul. Kamu tidak bisa memberikan keturunan untuk Reyhan. Lagipula kamu cuma numpang hidup, tidak kerja, tidak menghasilkan uang sama sekali. Kamu itu tidak sempurna sebagai seorang wanita, paham?!"

Xena menaikkan sebelah alisnya, sama sekali tidak terluka oleh hinaan itu. "Lalu, apakah kalian semua di sini sudah merasa sempurna?"

Pertanyaan balik dari Xena seperti menyiram bensin ke dalam api. Mereka tidak terima disindir balik.

"Kurang ajar! Malah menceramahi kami!" semprot Tante Rika emosi. "Kalau mau pergi, ya sudah pergi saja! Tidak usah banyak bacot! Kami tidak akan pernah menyesal kehilangan wanita seperti kamu. Ada Nadine di sini yang jauh lebih baik, lebih segalanya dari kamu!"

Xena mendecih pelan, lalu menarik sebuah senyum simpul yang penuh arti misterius. "Baiklah. Semoga kalian benar-benar tidak menyesal dengan ucapan kalian hari ini."

Xena berbalik dan berjalan anggun meninggalkan halaman rumah, diikuti oleh supir penjemput yang berjaga di belakang. Bu Mirna, Tante Rika, dan yang lainnya mengikuti langkah Xena ke arah luar dengan pandangan sinis, berniat mencemoohnya hingga ke jalan raya.

Namun tawa ejekan mereka langsung tertelan kembali ke tenggorokan saat melihat apa yang menunggu di luar pagar. Sebuah mobil mewah keluaran terbaru yang harganya setara dengan rumah gedongan sudah terparkir dengan mesin yang menyala halus.

Sang supir membukakan pintu belakang, membungkuk hormat saat Xena masuk ke dalam kabin mobil yang super nyaman tersebut. Disana Xena sudah disediakan pakaian bersih.

"Cih, paling-paling juga jadi simpanan om-om." cibir sepupu Reyhan, berusaha menutupi rasa irinya yang meronta-ronta melihat kemewahan tersebut. "Mana mungkin perempuan miskin seperti dia bisa naik mobil semahal itu kalau bukan jual diri."

"Sudahlah, masa bodoh dengan dia," potong Bu Mirna, meski hatinya didera rasa penasaran dan sedikit kegelisahan. "Nanti kalau Reyhan pulang, kita tinggal bilang saja kalau Xena tiba-tiba pergi dari rumah tanpa alasan yang jelas. Pokoknya jawaban kalian harus sama denganku ya."

"Iya tenang. Bilang saja Xena tak jelas dan pergi begitu saja. Itu pun kalau ditanya, kalau Reyhan tak bertanya ya lebih baik kita diam saja."

Ketakutan akan amukan Reyhan membuat Tante Rika dan sepupunya buru-buru berpamitan. Mereka malas terseret dalam drama rumah tangga Reyhan jika pria itu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka pun bergegas pulang ke rumah masing-masing.

Nadine yang memandangi Aksara yang masih menangis di gendongannya juga merasa tidak enak hati. "Ibu, sepertinya Nadine juga harus pulang sekarang. Kasihan Aksara nangis terus, Nadine mau bawa dia pulang ke rumah saja."

Bu Mirna langsung menahannya. "Jangan, Nadine. Kamu di sini saja dulu bersama Aksara. Temani Reyhan. Siapa tahu dengan adanya kamu dan anak ini di sini, kamu bisa menjadi pelipur lara untuk Reyhan setelah ditinggal wanita gila itu. Ini kesempatan bagus untukmu, Nadine."

Nadine sebenarnya merasa ragu dan tidak yakin, namun ego dan keinginannya untuk memiliki Reyhan sepenuhnya membuat ia mengangguk setuju. Ia memutuskan untuk tetap tinggal di rumah itu, menunggu kepulangan Reyhan untuk melihat bagaimana situasi berkembang. Di antara mereka semua, tidak ada satu pun yang berani menghubungi Reyhan untuk memberi tahu bahwa Xena telah pergi meninggalkan rumah.

...***...

Sementara itu,

Reyhan baru saja saja menyelesaikan prosedur administrasi untuk tes DNA rahasia menggunakan sampel rambut Aksara yang berhasil ia amankan semalam. Kini ia tinggal menunggu hasil yang akan keluar dalam beberapa waktu ke depan.

Jadwal Reyhan hari ini sebenarnya sangat padat. Seharusnya ia menghadiri sebuah rapat penting eksternal. Namun sejak melangkahkan kaki keluar dari rumah pagi tadi, perasaan Reyhan mendadak sangat tidak enak. Dadanya terasa sesak, dan ada firasat buruk yang terus berputar-putar di kepalanya, mengaburkan fokusnya dari urusan pekerjaan.

Alih-alih pergi ke tempat rapat, Reyhan memutuskan untuk membatalkan kehadirannya dan memilih untuk langsung pulang ke rumah. Ia merasa harus segera memastikan keadaan di rumahnya baik-baik saja.

Untuk mengusir rasa cemas, Reyhan menghentikan mobilnya di sebuah toko bunga premium. Ia percaya diri memilih sebuah buket bunga mawar merah yang besar dan dirangkai dengan sangat romantis.

Sambil membawa buket bunga tersebut kembali ke mobilnya, Reyhan tersenyum sendiri. Pikirannya melayang kembali ke masa-masa manis saat ia dan Xena masih berpacaran dulu.

Reyhan sangat yakin kejutan romantis ini akan mampu membuat Xena klepek-klepek seperti biasanya. Dan keanehan dimana ia merasa Xena menghindarinya mampu dihempaskan. Kalau bisa, nanti malam ia dapat jatah dari Xena karena jujur saja, laki-laki itu rindu bersentuhan dengan Xena meskipun sudah terpuaskan oleh Nadine.

Apalagi Reyhan semalam sempat lihat Xena sudah memakai mukena dan menjalankan sholat, itu artinya tak berhalangan bukan?

Tring!

Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Reyhan.

Bersambung.

1
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!