NovelToon NovelToon
Terperangkap Dalam Permainannya

Terperangkap Dalam Permainannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:108
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

Di malam hujan yang seharusnya biasa saja, hidup Nayra berubah total setelah ia menerima undangan misterius dari aplikasi bernama “The Game Master.” Awalnya hanya permainan tantangan sederhana berhadiah uang. Namun, setiap level yang berhasil diselesaikan justru menyeretnya semakin dalam ke permainan berbahaya yang tak bisa dihentikan.
Aturannya hanya satu: jangan pernah melanggar perintah permainan.Di tengah usahanya mencari jalan keluar, Nayra bertemu dengan Zavian, pria dingin dan penuh teka-teki yang seolah mengetahui lebih banyak tentang permainan itu. Tapi semakin dekat mereka, semakin Nayra curiga bahwa Zavian mungkin bukan korban… melainkan bagian dari permainan itu sendiri.
Ketika cinta, pengkhianatan, dan kematian mulai bercampur dalam satu arena mematikan, Nayra harus memilih: mempercayai hatinya atau bertahan hidup.
Karena di permainan ini, tidak semua orang bisa keluar hidup-hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Jangan Lupakan Aku

“Dan ternyata rasanya bagus.”

Kalimat Subject 07 asli menggantung di udara seperti pisau kecil yang pelan-pelan menusuk dada semua orang di ruangan itu.

Nayra bahkan tidak sadar ia menangis lebih keras sekarang.

Karena anak itu baru saja belajar merasakan hidup…

dan mungkin akan langsung kehilangannya.

Itu tidak adil.

Sangat tidak adil.

CORE COLLAPSE IN 00:39

Alarm semakin menggila.

Lampu merah berkedip cepat.

Panas reaktor mulai terasa membakar kulit.

Logam di sekitar mereka mengeluarkan suara retakan kecil.

Waktu mereka benar-benar hampir habis.

Hyren langsung membuka kapsul pertama.

“Nayra. Sekarang.”

Tangannya gemetar sedikit.

Walau ia berusaha terlihat tenang.

Nayra menatap kapsul itu lama.

Tabung kaca.

Kabel.

Cahaya biru.

Semuanya mengingatkannya pada laboratorium masa kecil.

Rasa sakit.

Kesepian.

Ketakutan.

Tubuhnya refleks mundur setengah langkah.

Dan Zavian langsung sadar.

“Nayra.”

Suara cowok itu pelan.

Tidak memaksa.

Tidak mendesak.

Cuma memanggilnya.

Dan entah kenapa…

itu cukup membuat Nayra kembali bernapas.

“Aku takut.”

Pengakuan itu keluar begitu saja.

Jujur.

Mentah.

Zavian mendekat perlahan.

“Aku juga.”

Tatapan mereka bertemu.

Dan untuk pertama kalinya…

Nayra sadar sesuatu.

Orang ini tidak pernah takut buat dirinya sendiri.

Tapi selalu takut kehilangan orang lain.

Terutama sekarang.

Terutama dirinya.

“Kalau aku nggak bangun lagi…”

“Jangan.”

Zavian langsung memotong cepat.

Nada suaranya terdengar hampir marah.

Seolah ia bahkan tidak mau mendengar kemungkinan itu.

“Nggak lucu,” lanjut Nayra kecil.

“Aku serius.”

“Aku juga serius.”

Cowok itu menggenggam tangan Nayra erat.

Terlalu erat.

Seolah kalau dilepas sedikit saja…

Nayra akan hilang.

Dan itu membuat hati Nayra sakit sekaligus hangat.

Subject 07 asli memperhatikan mereka diam-diam.

Lalu bertanya pelan—

“Itu cinta?”

Hening.

Nayra langsung tersedak udara sendiri.

“A-APA?!”

Arsen menutup wajahnya.

“Timing anak ini ngeri.”

Hyren malah batuk kecil menahan tawa.

Sementara Zavian…

untuk pertama kalinya sejak Nayra mengenalnya—

benar-benar kehilangan kata-kata.

Dan itu langka.

Sangat langka.

Subject 07 asli memiringkan kepala.

“Aku salah?”

Nayra langsung merah total.

“Bukan itu maksudnya—”

“Tapi kamu selalu berubah kalau dekat dia.”

Deg.

Zavian langsung menoleh cepat ke Nayra.

Dan Nayra berharap lantai reaktor terbuka lalu menelannya hidup-hidup.

“Aku benci semuanya,” gumamnya malu.

“Pernyataan yang valid,” sahut Arsen.

CORE COLLAPSE IN 00:28

Hyren langsung tepuk panel keras.

“Oke cukup drama romantisnya!”

“Itu bukan drama romantis!” bentak Nayra refleks.

“Sure.”

“DIAM.”

Reaktor mendadak berguncang hebat.

DUARRR!

Seluruh ruangan miring sesaat.

Api menyembur dari sisi pipa besar.

Alarm berubah semakin tajam.

WARNING.

CRITICAL FAILURE.

Hyren langsung pucat.

“Kita mulai sekarang atau semuanya selesai.”

Tak ada lagi waktu.

Nayra menarik napas panjang.

Lalu perlahan masuk ke dalam kapsul.

Dingin.

Kabel otomatis bergerak mengelilingi tubuhnya.

Lampu biru mulai menyala pelan.

Dan rasa panik langsung datang lagi.

Napasnya memburu.

Tidak.

Tidak.

Ia benci tempat seperti ini.

Ia benci dikurung.

Ia benci eksperimen.

Tangannya mulai gemetar.

Dan tiba-tiba—

seseorang menggenggam jemarinya.

Zavian.

Cowok itu berdiri tepat di luar kapsul.

Tangannya masuk lewat celah kecil sebelum sistem tertutup penuh.

Tatapannya lurus ke Nayra.

“Aku di sini.”

Deg.

Sesederhana itu.

Tapi cukup membuat Nayra berhenti gemetar sedikit.

Subject 07 asli masuk ke kapsul satunya.

Anak itu terlihat tenang.

Terlalu tenang.

Dan itu justru membuat Nayra makin sedih.

“Kamu nggak apa-apa?” tanya Nayra pelan.

Anak itu mengangguk kecil.

“Aku penasaran.”

“Hah?”

“Kalau jadi satu sama kamu…”

Tatapannya lembut.

“…apa aku akhirnya bisa punya masa depan?”

Air mata Nayra jatuh lagi.

“Iya.”

Ia tersenyum kecil walau suaranya gemetar.

“Kita bakal punya.”

Hyren mulai mengaktifkan sistem.

Energi biru mulai mengalir dari inti reaktor menuju dua kapsul.

Mesin berdengung keras.

Lampu berkedip liar.

TRANSFER STARTING...

10%

Founder masih duduk di sudut ruangan.

Diam.

Tatapannya terus tertuju pada Subject 07 asli.

Dan Nayra sadar—

pria tua itu benar-benar takut kehilangan anak itu.

Dengan cara yang salah.

Dengan obsesi yang menghancurkan.

Tapi rasa takut itu nyata.

“Aku minta maaf.”

Semua langsung menoleh.

Founder berbicara pelan.

Nyaris tidak terdengar.

“Aku cuma… tidak sanggup kehilangan lagi.”

Hening.

Tak ada yang langsung menjawab.

Karena untuk pertama kalinya…

monster itu terdengar seperti manusia biasa.

Rusak.

Tersesat.

Tapi manusia.

TRANSFER 23%

Reaktor kembali berguncang.

Kaca kapsul mulai retak kecil.

Arsen langsung siaga.

“Kita nggak bakal tahan lama.”

Hyren mengetik cepat.

“Paksa terus!”

“KALAU MELEDAK GIMANA?!”

“KITA IKUT MELEDAK!”

“Aku benci semua jawabanmu!”

Tiba-tiba pintu ruang reaktor terbuka keras.

BRAKK!

Pasukan bertopeng terakhir masuk.

Lebih banyak dari sebelumnya.

Dan di belakang mereka—

pasukan bersenjata pemerintah mulai menyerbu juga dari lorong lain.

Suasana langsung kacau total.

Tembakan pecah di mana-mana.

DUAK! DUAK! DUAK!

Arsen langsung membalas.

“OH AYOLAH!”

Hyren tetap fokus ke panel.

Zavian berdiri di depan kapsul Nayra seperti tameng hidup.

Tak bergerak sedikit pun.

Salah satu peluru menghantam dekat kapsul.

CRACK!

Retakan kaca membesar.

Nayra langsung panik.

“Zavian!”

“Aku bilang aku di sini.”

Tatapannya tetap dingin ke arah pasukan.

Tapi suaranya ke Nayra jauh lebih lembut.

“Aku nggak bakal pergi.”

Deg.

Jantung Nayra langsung kacau lagi.

Dan ia mulai sadar satu hal mengerikan—

ia benar-benar jatuh cinta pada cowok ini.

Di tempat paling kacau.

Di waktu paling buruk.

Hebat.

TRANSFER 41%

Subject 07 asli mulai memejamkan mata pelan.

Tubuhnya mulai bercahaya samar.

Dan Nayra mendadak merasa sesuatu.

Hangat.

Aneh.

Seperti ada bagian kosong dalam dirinya yang perlahan kembali.

Potongan ingatan mulai muncul lagi.

Taman bermain.

Hujan.

Boneka kecil.

Suara tawa.

Dan seorang anak kecil—

dirinya sendiri.

Bermain bersama anak lain.

Normal.

Bahagia.

Air mata Nayra langsung turun lagi.

“Kenapa aku lihat ini…”

Hyren langsung sadar.

“Memori kalian mulai menyatu.”

Subject 07 asli membuka mata perlahan.

Dan untuk pertama kalinya…

matanya benar-benar penuh emosi sekarang.

Takut.

Sedih.

Harapan.

Semua ada.

“Aneh…” bisiknya.

“Aku bisa ngerasain banyak hal sekarang.”

Nayra tersenyum sambil menangis.

“Selamat datang jadi manusia.”

Anak itu tertawa kecil.

Dan suara tawanya kali ini terdengar sangat normal.

Sangat hidup.

TRANSFER 57%

Panas reaktor makin parah.

Api mulai mendekati panel utama.

Hyren mulai berkeringat deras.

“Cepet… cepet…”

Arsen masih baku tembak di belakang.

“Saya sendirian nih!”

“Anggap aja cardio!”

“AKU BENCI KALIAN!”

Tiba-tiba Founder berdiri perlahan.

Semua langsung siaga.

Tapi pria tua itu malah berjalan mendekati panel reaktor.

“Aku bisa stabilkan energinya.”

Hyren langsung mengernyit.

“Kenapa bantu?”

Founder menatap Subject 07 asli.

Tatapannya sedih.

“Karena untuk pertama kalinya…”

Napasnya pelan.

“…aku mau melakukan sesuatu yang benar.”

Hening.

Lalu ia mulai mengetik kode manual.

Energi reaktor perlahan stabil sedikit.

Alarm tidak segila tadi.

Dan Nayra tidak tahu kenapa…

ia merasa pria itu benar-benar tulus sekarang.

TRANSFER 71%

Zavian masih berdiri di depan Nayra.

Beberapa luka kecil mulai muncul di lengannya karena serpihan logam.

Tapi ia tidak peduli.

Tatapannya tidak pernah jauh dari kapsul Nayra.

Seolah kalau berkedip terlalu lama…

Nayra akan hilang.

“Zavian.”

Cowok itu langsung mendekat sedikit.

“Apa?”

Nayra menatapnya lama.

Lalu tersenyum kecil.

Kalau ini benar-benar akhir…

setidaknya ia tidak mau menyesal lagi.

“Aku suka kamu.”

Sunyi.

Bahkan suara tembakan terasa jauh sesaat.

Mata Zavian langsung membesar sedikit.

Langka.

Sangat langka.

Dan Nayra hampir tertawa melihat reaksinya.

Arsen langsung berteriak dari belakang—

“AKHIRNYA JUGA!”

“DIAM!” bentak Nayra malu.

Hyren malah tertawa pendek sambil tetap kerja.

“Timing kalian kacau.”

“Bukan salah aku dunia mau meledak!”

Zavian masih diam beberapa detik.

Seolah otaknya error.

Lalu perlahan…

sudut bibirnya naik sedikit.

Sangat kecil.

Tapi nyata.

Dan itu mungkin senyum paling tulus yang pernah Nayra lihat darinya.

“Aku tahu.”

“Hah?!”

“Karena aku juga.”

Deg.

Jantung Nayra langsung resmi berhenti fungsi.

TRANSFER 84%

Tiba-tiba seluruh ruangan berguncang brutal.

Reaktor mulai overload lagi.

Founder langsung sadar sesuatu.

Wajahnya berubah pucat.

“Tidak…”

“Apa lagi?!” teriak Arsen.

Founder menatap inti reaktor.

Tatapannya kosong.

“Energinya terlalu besar.”

Hyren langsung melihat layar.

Dan wajahnya ikut berubah.

“Sial…”

“Apa?!”

“Kita nggak cukup waktu.”

Hening.

TRANSFER RATE DROPPING.

“Kita butuh sumber energi tambahan,” kata Hyren cepat.

“Dari mana?!”

Tak ada jawaban.

Lalu perlahan…

Founder melangkah mendekati inti reaktor.

Semua langsung membeku.

Pria tua itu tersenyum kecil.

Lelah.

Sangat lelah.

“Kurasa…”

Tatapannya jatuh ke Nayra dan Subject 07 asli.

“…ini harga yang pantas.”

Deg.

Nayra langsung sadar duluan.

“Jangan…”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!