NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 Terus Ribut

Setelah menangani pasien darurat yang baru saja mereka bawa ke rumah sakit. Zivanna terlihat lelah duduk di salah satu bangku dengan mengatur nafasnya sejak tadi, baru saja menangani satu pasien sudah membuatnya keringat dingin dan beberapa kali membuang nafas.

"Zivanna...." tegur Sherina tiba-tiba berada di samping Zivanna melihat ke arah sahabatnya itu.

"Kamu kenapa bisa ada di sini? bukankah kamu tidak ada tugas malam?" tanya Sherina dengan dahi mengkerut.

"Benar! Tidak ada tugas malam," jawab Zivanna.

"Lalu kenapa kamu berada di sini jika tidak ada tugas malam, baju kamu juga kotor terkena darah?" tanya Sherina.

"Ada hal tidak terduga yang terjadi, tadi ada kecelakaan di jalan dan dilarikan ke rumah sakit ini," jawab Zivanna masih mengatur nafasnya.

"Lalu bagaimana dengan anak itu?" tanya Sherina.

"Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan sudah melewati masa kritisnya. Kamu tahu tidak Sherina bahwa aku tadi ikut membantu dalam mengobati anak tersebut, aku juga menjahit lukanya, benar-benar hanya aku yang ada di ruangan UGD menangani anak tersebut bersama dengan Dokter Dikta," jawab Zivanna begitu sangat excited menceritakan semua kepada temannya.

"Benarkah? Lalu apa kamu di marahi Dokter Dikta?" tanya Sherina.

"Tidak, beliau tidak marah sama sekali dan justru mengajariku dengan baik, aku juga takut jika sampai melakukan kesalahan besar dan akan dihabisi saat ini juga, tetapi untung saja aku bisa mengendalikan dirimu dan juga bertindak untuk menghentikan darah anak kecil tersebut," jelas Zivanna.

"Syukurlah Zivanna, jika kamu memang tidak apa-apa dan tidak sampai dimarahi Dokter Dikta, aku lama-lama takut temanku ini akan memiliki masalah mental karena terus dimarahi," ucap Sherina.

"Kamu berlebihan sekali," sahut Zivanna.

"Zivanna aku sangat percaya jika kamu bisa melewati semua ini dan aku sangat yakin cita-cita kamu menjadi Dokter bener-bener akan terwujud sesuai dengan keinginan kamu, disukai banyak pasien dan dicintai banyak orang. Kita berdua sejak kecil memiliki cita-cita untuk menjadi Dokter, karena mendapatkan pahala dari pekerjaan kita," sahut Sherina.

"Iya-iya, makasih juga atas dukungan kamu," sahut Zivanna.

"Hmmmm, tadi kamu mengatakan membawa anak kecil tersebut ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan, lalu kenapa bisa kamu bersama Dokter Dikta?" tanya Ayana dengan dahi mengkerut.

"Oh, hanya kebetulan saja tidak sengaja, aku tadi makan malam bersama orang tuaku dan melihat kerumunan ternyata kebetulan ada juga Dokter Dikta di sana yang membuat kami sama-sama membawa anak itu kerumah sakit," jawab Zivanna.

"Begitu," sahut Zivanna yang percaya begitu saja dengan perkataan bohong dari temannya itu.

"Ya sudah kalau begitu aku mau kembali ke UGD dulu, ingin memeriksa pasien terlebih dahulu, kamu kalau mau pulang jangan lupa pamitan terlebih dahulu kepadaku," ucap Sherina.

"Iya-iya," sahut Sherina menganggukkan kepala.

Sherina kemudian langsung berlalu dari hadapan temannya itu.

"Kenapa aku merasa bangga pada diriku sendiri, mungkinkah karena aku sudah melakukan semuanya, siapa sangka aku bisa menangani pasien anak kecil tersebut, walau masih sedikit takut dengan darah, sudahlah yang terpenting aku sudah melakukan yang terbaik dan kali ini aku benar-benar berhasil dalam tindakan yang telah aku lakukan dan tidak membuat Dokter Dikta marah kepadaku," ucap Zivanna saat ini benar-benar merasa lega.

*******

Zivanna dan Dikta sudah kembali ke rumah mereka, setelah memastikan kondisi anak kecil tersebut baik-baik saja dan keluarganya juga sudah menyusul ke rumah sakit yang membuat pasangan suami istri itu kembali pulang meski sudah larut malam.

Kelelahan terlihat jelas pada wajah pasangan suami istri itu. Ayana duduk di depan cermin mulai melepaskan hijabnya dan juga menghapus make up-nya.

Ayana sebenarnya masih kesal dengan pertemuan makan malam dengan kedua orang tua suaminya, tetapi karena ada keberhasilan dari dirinya sendiri menolong anak kecil itu membuat perasaannya jauh lebih enak daripada sebelumnya.

"Apapun yang dikatakan Mama sebaiknya jangan didengar," sahut Dikta sembari melepas jasnya membuat Zivanna melihat suaminya itu dari bayangan cermin.

"Pendengaranku sampai saat ini masih utuh dan bagaimana mungkin untuk tidak mendengarkannya," jawab Zivanna.

"Zivanna mungkin pernikahan ini sama-sama tidak kita inginkan, ada permasalahan yang terjadi diantara kita berdua membuat kita berdua tidak menginginkan hubungan ini ada, banyak orang yang terlalu ikut campur dalam rumah tangga kita, aku hanya berharap kamu bisa mengerti dan tidak membesar-besarkan masalah," ucap Dikta.

"Tetapi kamu yang diuntungkan dalam pernikahan ini," batin Zivanna.

"Mama tidak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya sehingga mengatakan hal seperti itu, kamu juga memiliki hak untuk keputusan dalam meraih cita-cita kamu, aku tidak menyuruh kamu untuk berhenti menjadi Dokter hanya karena apa yang dikatakan Mama," sahut Dikta.

Zivanna menghela nafas, kemudian berdiri dari tempat duduknya dan menghadap Dikta.

"Jika sampai kamu menyuruhku untuk berhenti menjadi Dokter, artinya kamu tidak tahu diri, kedua orang tuaku mendukung keinginanku, walau terkadang mereka meragukanku betapa mereka sangat menginginkan aku menjadi penerus untuk tetap menjadi Dokter dalam bagian keluarga kami, kamu akan menjadi laki-laki yang paling egois setelah kamu mendapatkan apa yang kamu mau dan kamu membiarkanku untuk tetap pada titik tersebut tanpa berjalan lebih cepat," ucap Ayana membuat Dikta terdiam.

"Kita punya urusan masing-masing, urusan pernikahan, dan urusan pekerjaan yang tidak dikaitkan dengan apapun," ucap Zivanna kemudian berlalu dari hadapan Dikta.

Dikta harus mulai menyadari jika apapun yang dia katakan istrinya akan tetap pada pendiriannya, Zivanna mungkin sudah sangat lelah dengan drama pernikahannya, ikut campur orang lain terhadap dirinya membuat Zivanna lebih baik memikirkan diri sendiri.

******

Rumah sakit

Seperti biasa Zivanna menjalankan tugasnya, aktivitas di rumah sakit yang lama-kelamaan membuatnya tidak nyaman karena lingkungan pekerjaan yang mulai tidak sehat.

Zivanna berusaha dengan santai untuk menghadapi masalah yang terjadi yang terpenting bagaimana caranya agar dia bisa menjadi Dokter dan dihargai oleh banyak orang.

Zivanna memeriksa keadaan pasien anak kecil yang dia tolong kemarin. Zivanna merasa lega karena luka-luka di tubuh anak kecil tersebut sudah mulai membaik.

"Apa ada yang sakit?" tanya Zivanna begitu ramah kepada anak laki-laki itu membuat anak itu menggelengkan kepala.

"Kamu butuh istirahat yang banyak, kamu jangan takut kejadian kemarin tidak akan terjadi lagi," ucap Zivanna mencoba untuk memulihkan mental trauma anak kecil tersebut membuat anak kecil itu menganggukkan kepala.

Mungkin belum bisa terlalu banyak berbicara, Zivanna juga tidak ingin mengajaknya berbicara lama-lama.

"Kalau begitu kamu istirahat. Dokter memeriksa pasien yang lain dulu," ucap Zivanna membuat anak itu menganggukkan kepala.

Bersambung......

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!