NovelToon NovelToon
Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Penyesalan Keluarga / Mengubah Takdir
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Keisya bangun kembali ke masa lalu–tepat sebelum kecelakaan yang mengubah segalanya. Dulu, rasa iri dan provokasi membuatnya menyiksa Keyla yang merupakan anak kandung keluarga Jordan yang tlah lama hilang, hingga akhirnya ia mati dibunuh oleh keluarga yang membesarkannya itu..

Kini, ia kembali ke usia 15 tahun dengan ingatan penuh penyesalan, dan setiap ia mengingat masa dimana ia menyiksa Keyla, kepalanya akan terasa sangat sakit, oleh sebab itu, sekarang ia hanya punya satu tekad yaitu melindungi Keyla dari bahaya, menebus kesalahan, dan membiarkan gadis itu mendapatkan tempatnya yang sesungguhnya di keluarga Jordan sebelum dirinya pergi dari keluarga itu agar bisa menjalani hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Pekikan panik Jena memenuhi kamar.

Wanita itu segera berlari dengan langkah tergesa menghampiri Keisya yang masih berdiri membeku di depan pintu. Wajahnya pucat, napasnya memburu, sementara sorot matanya dipenuhi kecemasan yang sama sekali tidak dibuat-buat.

Di sisi lain, Keisya justru mengembuskan napas panjang dalam hati. Rasa kesal mulai memenuhi kepalanya, bahkan mengalahkan rasa nyeri yang masih menusuk di pelipis.

'Sial banget... Kenapa harus mimisan sekarang? Dan kenapa tepat di depan Kak Jena? Kan repot kalau beliau jadi salah paham begini.'

Dengan satu tangan ia buru-buru menekan pangkal hidungnya, berusaha menahan darah agar tidak terus menetes ke lantai.

Pikirannya justru sibuk memikirkan hal yang sama sekali tidak penting bagi orang lain.

Sarung bantal yang penuh darah saja belum sempat dicuci. Kalau sekarang lantainya ikut terkena darah, berarti nanti ia harus mengepel semuanya juga.

Benar-benar merepotkan.

Karena itulah Keisya berusaha mati-matian agar darah itu tidak mengotori lebih banyak benda.

"Nona mimisan?" suara Jena terdengar semakin panik. "Kita ke rumah sakit sekarang juga. Sebentar, saya akan memberi tahu Tuan Alex."

Keisya langsung mendecak pelan.

"Kak.., ambilin tisu di meja belajar dulu."

Perintah itu segera dilaksanakan.

Jena kembali berlari kecil menuju meja belajar, mengambil beberapa lembar tisu putih, lalu buru-buru menyerahkannya kepada Keisya seolah keterlambatan beberapa detik saja dapat memperburuk keadaan.

Melihat kepanikan itu, Keisya malah terkekeh pelan. Entah mengapa, reaksi Jena terasa sedikit menghibur di tengah situasi yang menurutnya cukup merepotkan.

"Santai aja." Ia mulai membersihkan darah di wajahnya. "Ini cuma mimisan biasa."

Ia berbicara dengan nada seringan mungkin.

"Lagian kemarin Kai baru pulang dari rumah sakit gara-gara kecelakaan. Mungkin ini cuma efek sampingnya aja."

Kalimat itu terdengar terlalu santai. Bahkan nyaris seperti sedang menyepelekan kekhawatiran orang lain.

Padahal sebenarnya Keisya hanya ingin menenangkan Jena agar wanita itu berhenti panik.

Tangannya bergerak telaten mengusap darah yang mengotori hidung dan dagunya. Beberapa tetes yang sempat mengenai telapak tangan hingga pergelangan juga ia bersihkan satu per satu.

Setelah memastikan darah mulai berhenti mengalir, ia mengangkat kedua tangannya dengan wajah puas.

"Nih, kan? Udah berhenti."

Keisya kembali terkekeh kecil.

"Jadi santai aja."

Sayangnya, sikap santai itu sama sekali tidak berhasil menenangkan Jena. Sebaliknya, wanita itu justru terlihat semakin khawatir.

"Kalau begitu... setidaknya Tuan Alex harus tahu.." Ucapan Jena mendadak terhenti.

Keningnya mengernyit bingung. Di hadapannya, Keisya mengangkat jari kelingking ke udara sambil mengarahkannya ke depan Jena.

"Janji." Suaranya terdengar pelan.

"Jangan kasih tahu Ayah atau Abang."

Jena mengembuskan napas berat.

"Maaf, Nona Keisya. Saya tidak bisa." Nada suaranya kali ini jauh lebih tegas.

"Ini menyangkut kondisi kesehatan Anda. Saya tidak bisa menyembunyikannya."

Bukannya mengerti, Keisya justru langsung memasang wajah kecewa. Ia bahkan menggeser ujung sepatunya ke lantai, seolah sedang menendang kerikil yang sebenarnya tidak ada.

"Keyla baru pulang ke rumah..." Suara Keisya terdengar jauh lebih lembut dibandingkan sebelumnya.

"Ayah pasti lagi pengen banyak menghabiskan waktu sama dia."

Ia menundukkan kepala sesaat.

"Begitu juga Kak Alden, Bang Ivan, sama Bang Geo. Mereka pasti udah lama banget kangen sama Keyla."

Tatapannya kembali terangkat.

"Please... jangan ganggu mereka dulu ya Kak.."

Senyum kecil yang dipaksakan muncul di wajahnya. Namun jauh di dalam hati, pikirannya justru berkata sebaliknya.

'Ya ampun... kenapa sih harus ngadu segala sama Ayah? Ribet banget.'

Ia melanjutkan ucapannya dengan nada yang semakin pelan.

"Lagian... Kei cuma anak yang dipungut buat menggantikan Keyla sementara."

Ia tersenyum tipis.

"Jadi memang seharusnya Kai sadar diri."

"Kai nggak mau ganggu momen mereka lagi." Kalimat itu terdengar begitu ringan seolah tidak mengandung luka sedikit pun. Padahal bagi orang yang mendengarnya, setiap katanya terasa menusuk.

Keisya sendiri sama sekali tidak menyadari hal itu, yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana caranya agar Jena menutup mulut dan tidak memberi tahu siapa pun.

Sementara Jena justru berdiri membisu, tatapannya perlahan berubah muram, ada rasa sesak yang muncul di dadanya.

Mendengar anak yang selama ini dibesarkannya berkata seperti itu membuatnya merasa bersalah tanpa alasan yang jelas.

Keisya memang terlihat baik-baik saja. Tetapi justru karena itulah Jena semakin khawatir, ia tidak tahu bahwa bagi Keisya, semua perhatian itu sudah tidak lagi berarti.

Sejak mendapatkan kesempatan kembali ke masa lalu, tujuan hidupnya hanya satu.

Menebus semua dosa yang pernah ia lakukan kepada Keyla dan mengembalikan seluruh kebahagiaan yang seharusnya menjadi milik anak itu, lalu pergi sejauh mungkin dari keluarga Jordan.

Melihat Keisya yang tidak akan mengubah pendiriannya, Jena akhirnya menyerah.

Ia menganggukkan kepala pelan.

"Baiklah."

"Tapi kalau Nona merasa tidak enak badan lagi... sekecil apa pun itu, tolong segera beri tahu saya."

Keisya tampak sedikit terkejut melihat kesungguhan di mata wanita tersebut.

"Oh..." Ia menggaruk pipinya pelan.

"Oke?"

Sebenarnya ia masih ragu. Namun mengiyakan permintaan Jena jauh lebih mudah daripada kembali berdebat.

"Kalau gitu Kai mau tidur lagi."

Ia menunjuk bantal yang terjatuh di lantai.

"Kakak tolong beresin itu, ya."

Tanpa menunggu jawaban, Keisya langsung berjalan menuju ranjang.

Tubuhnya direbahkan begitu saja di atas kasur empuk kesayangannya, Keisya sama sekali tidak menyadari bahwa ucapan-ucapannya tadi justru meninggalkan beban yang jauh lebih berat di hati Jena daripada pekerjaan membersihkan darah itu sendiri.

1
Ari Peny
lagi thor 💪💪💪
ita aja
istrhat dlu kei
pasti lelah kmu
Ari Peny
😭😭😭😭
Dedi Dahlia
kesya bertahan jangan menyerah dulu jangan patah berjuang,semangat thorr
Sulati Cus
lanjut Thor walaupun bikin mewek gpp lah itung2 latihan
Rossy Annabelle
next /Sob/
MomRea
banyak bawang nya 🥲🥲
dome🌬️🌀🌀🌀
kak thorrrr.... aaaakkkhhhjj.... ngereog nih akuuuuuuuuuuuu😭😭😭😭
kok dikit amat siiihhhhh

satu dua tiga scroll abisssssa nunggu bab selanjutnya 😭😭😭😭
up banyak banyak yaa thorrrrr

semangattttttttttttt 💪💪💪💪
Pawon Ana
dari awal episode baca cerita ini, bikin menguras emosi, nyesek bnget ya si Keisya....😔
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah terlambat sudahhh, keysia sudah minum racun. mau marah sama pelayan juga kalian bersikap sama. pelayan hanya mengikuti perilakuan majikan nya lahh. sok perduli siapa yg berani memperlakukan kluarga Jordan dengan tidak hormat.. kau dan kalian pun sama. 😤😤😤
kesiannya keysia 😭😭
dome🌬️🌀🌀🌀
kspoookkkkk... menyesal kan, setelah apa yg sudah dialami keysia. baru pada perhatian dan mencari tahu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
sampai sebegitu nya ingin merubah arah hidupnya agar tak berakhir tragis keysia😭😭😭😭
biar saja keluarga mu semua menyesal karena sudah mengabaikan mu keu
aku
pergi aja keysha. lanjutkan rencanamu. sukses kan diri!!! go go keysha 😭😭
Ari Peny
lbh baik lanjut jaga jarak sha
Rossy Annabelle
biar istirahat dulu dah si Keisya/Frown/
Dedi Dahlia
menyesal tidak berguna,sekarang kesya sudah siap meniggalkan keluarga yang tidak pernah di anggap,kalu siuman nanti tinggalkan saja,kalau masih bertahan akan ada masalah apa lagi kalau ujungnya sakit dan sesak.
Pawon Ana
akhirnya pada tahukan kamar Keisya sudah kosong....biarin dah si Keisya tidurnya agak Lamaan...biar istirahat dulu dia😔
Ari Peny
😭😭😭
Dedi Dahlia
😭😭 nanggis lihat kesya menderita kapankah mendapat kebahagiaan lanjut thorr
Pawon Ana
ok Keisya perjuanganmu kok ya sampai sejauh itu ... 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!