apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
Rasya tengah di dalam mobil dengan memangku papanya sambil mengemudi
"asyaa papa mau nanas" ucap saga saat melihat di pinggir jalanan tadi yang mereka lewati ada seseorang yang menjual buah nanas
"hm?nanas? Nanti beli mampir mall" ucapnya sambil terus fokus mengemudi ia tidak ingin memandang papanya karena jika ia memandang papanya maka akan terjadilah Rasya tidak fokus menyetir melainkan terus memandangi papanya.
"asyaa~" rengek saga dengan menduselkan kepalanya di dada bidang Rasya.
"shhh" desis Rasya saat saga mulai menggerakkan tubuhnya karena ia tidak bisa duduk nyaman.
"asyaa~ papa mau ituu" tunjuknya pada sebuah kedai yang menunjukkan papan nama eskrim di atasnya.
"tidak, nanti sakit" jawab Rasya dengan datar. Jujur saja ia khawatir dengan papanya yang tadi di Jambak oleh seorang jalang.
"umhh asya pelit papa Ndak suka" ucap saga dengan merengut kesal, tangannya ia silangkan di depan dada.
Rasya yang melihat itu langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan, ia tidak bisa fokus menyetir jika seperti ini.
"kok berenti? mau beliin papa eskrim yaaa" ujar saga dengan memajukan badannya hingga menempel di badan Rasya yang tertutup baju kaos putih.
"tidak" jawab Rasya, tangannya mulai bergerak ke arah pinggang ramping papanya dan menguncinya dengan erat.
"hishh kok gitu sih asya nyebelin" kesalnya dan menggeplak muka tampan Rasya.
"shhhh papa nakal hm?" gumamnya lalu menggelitiki perut saga sehingga pria manis itu tertawa lucu.
"hahahaha uhuk asyaa hahaha udahh ihh asyaaa" rengek saga saat Rasya terus menerus menggelitik perutnya.
"oke oke, ayo beli eskrim tapi satu aja ngga boleh lebih oke?" tanya Rasya yang diangguki oleh saga.
mereka berdua keluar dari mobil dan Rasya menggandeng tangan saga yang mungil menuju kedai eskrim yang tidak terlalu jauh dari mobilnya yang berhenti.
"asya liat deh bunganya indah ya" tunjuk saga pada trotoar jalanan yang dihiasi beberapa tanaman bunga
"iya indah, seperti papa" di akhir kalimat ia memelankan suaranya agar saga tidak mendengarnya.
Pada dasarnya memang Rasya itu orangnya tsundere pada papanya jujur ia sudah menyayangi papanya setelah kejadian kemarin ia menendang perut sang papa.
"wahh ada anak kucing, um kasian banget pasti belum makan ya" ujarnya pada Rasya yang melihat kucing berwarna Oren di dekat tanaman bunga tadi.
"udah sampai, mau rasa apa pa?" tanya Rasya kepada sang papa yang sibuk memilih toping.
"papa mau rasa vanilla klo asya mau apa?" tanya nya kembali kepada Rasya yang masih bingung.
"hmm aku ingin rasa coklat saja" ujarnya kepada sang papa.
"okeyy, kak tolong eskrim rasa vanilla sama coklatnya satu ya" ucap saga kepada penjual eskrim itu.
"hah? Ah iya pak" ucap penjual itu, ia masih terlihat bingung karena pemuda yang tadi didekat saga memanggil saga dengan sebutan papa padahal badannya agak kecil berisi dan ramping bahkan wajahnya pun masih muda serta memiliki wajah baby face.
"okee, asya kita tunggu di tempat duduk itu yok" ajaknya ke arah bangku di dekat trotoar agak jauh dari jalanan dan tepatnya berada di bawah pohon.
"ayo pa, hati-hati jangan berlari pa nanti ja-" ucapannya terpotong kala saga sudah terlebih dahulu terjatuh karena berlari.
" sudah dibilangin ngeyel kan" gumam Rasya lalu mendekat membantu sang papa berdiri.
"ih asya kan ngga sengaja tadi kesandung batu besar itu" kesal saga dan mencubit perut Rasya hingga sang empu meringis pelan sambil tertawa