NovelToon NovelToon
Ibu Yang Kembali Dari Kematian

Ibu Yang Kembali Dari Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: septian123

Seraphina Halstrom pernah percaya bahwa keluarga adalah segalanya, hingga di detik terakhir hidupnya ia menyadari bahwa suami dan kedua anaknya sendiri telah merencanakan kematiannya demi harta. Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Kembali ke masa lalu sebelum semuanya terjadi, Seraphina tidak lagi menjadi ibu yang lembut dan mudah dimanfaatkan.

Dengan ingatan akan pengkhianatan yang sama, ia mulai menyusun langkah demi langkah untuk membalas mereka. Kali ini, ia tidak akan dikhianati, ia akan menghancurkan mereka terlebih dahulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septian123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Pagi itu, ruang kerja pribadi Seraphina terasa lebih sunyi dibanding biasanya. Hujan semalam masih menyisakan langit abu-abu di luar jendela besar mansion Halstrom, membuat cahaya pagi terlihat lebih redup dari biasanya. Di atas meja kayu gelap, secangkir teh chamomile mulai kehilangan uap panasnya karena hampir tidak disentuh sejak tadi. Beberapa map terbuka rapi di hadapannya, tersusun berdasarkan urutan yang bahkan terlihat terlalu teratur untuk seseorang yang sedang menyelidiki kehancuran rumah tangganya sendiri.

Namun memang itu perbedaannya sekarang.

Seraphina tidak lagi melihat semua ini sebagai rumah tangga.

Ia melihatnya seperti sebuah permainan bisnis.

Sesuatu yang penuh pola.

Penuh kepentingan.

Dan setiap orang memiliki titik lemah masing-masing.

Jemarinya bergerak pelan membalik halaman laporan terbaru dari Evelyn Hart. Tidak ada lagi rasa tergesa seperti beberapa minggu lalu ketika semuanya baru dimulai. Kini ritmenya jauh lebih tenang, jauh lebih terukur. Karena semakin banyak fakta terkumpul, semakin jelas bentuk kebohongan yang selama ini berdiri begitu nyaman di tengah hidupnya.

Vivienne Laurent.

Nama itu kini tidak lagi terasa asing.

Di halaman pertama terdapat laporan aktivitas tiga hari terakhir. Kunjungan ke butik mahal berkurang drastis. Reservasi salon premium dibatalkan dua kali. Bahkan pola penggunaan kartu tambahan mulai berubah. Pengeluaran yang sebelumnya besar kini mendadak jauh lebih hati-hati.

Vivienne mulai menyesuaikan diri.

Dan itu berarti sesuatu memang sedang bergeser.

Seraphina membaca sampai ke bagian bawah halaman. Foto terbaru menunjukkan wanita itu keluar dari sebuah restoran kecil sendirian, tanpa ekspresi santai yang dulu selalu terlihat. Tidak ada tas mahal baru. Tidak ada senyum puas. Hanya seseorang yang tampak mulai kehilangan rasa aman.

Lucu.

Sangat lucu.

Karena selama ini Vivienne mungkin berpikir dirinya spesial.

Berpikir Darius membangun kehidupan kedua karena cinta.

Padahal kenyataannya jauh lebih sederhana.

Darius hanya menjaga kenyamanan.

Dan orang yang hidup nyaman biasanya paling mudah berubah saat semuanya mulai terganggu.

Ketukan kecil terdengar di pintu sebelum Evelyn masuk membawa map tambahan. Wanita itu tetap terlihat profesional seperti biasa, rambut tersisir rapi, ekspresi datar, dan langkah yang tidak pernah terburu-buru.

“Laporan terbaru,” ujarnya sambil meletakkan map tipis di meja. “Sepertinya situasi mulai berkembang lebih cepat.”

Seraphina mengangkat pandangan sebentar.

“Vivienne?”

Evelyn mengangguk kecil.

“Dia mulai lebih sering menghubungi Darius. Nada percakapannya berubah.”

Seraphina tidak langsung menjawab. Ia membuka map perlahan, lalu membaca salinan ringkasan komunikasi yang sudah dirangkum tim investigasi. Sebagian besar masih berupa keluhan kecil. Pertanyaan tentang transfer yang tertunda. Keluhan soal apartemen. Nada kesal yang mulai semakin terlihat jelas.

Namun di bagian paling bawah…

Ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

Pesan ancaman.

Kalimat sederhana.

Kalau kamu terus bohong dan gak serius, aku bisa buka semuanya ke istrimu.

Seraphina membaca kalimat itu dua kali.

Lalu tiga kali.

Sampai akhirnya sudut bibirnya bergerak tipis.

Sangat tipis.

Bukan senyum puas.

Lebih seperti seseorang yang baru melihat potongan puzzle akhirnya mulai menyatu.

“Dia mulai panik,” gumamnya pelan.

Evelyn mengangguk.

“Kelihatannya begitu. Ketergantungannya mulai terganggu.”

Seraphina menyandarkan tubuh ke kursi. Tatapannya jatuh sebentar pada langit abu-abu di luar jendela, lalu kembali pada laporan di meja. Ada sesuatu yang sangat bisa diprediksi dari manusia. Orang bisa menerima banyak hal selama hidupnya nyaman. Selama kebutuhan terpenuhi, banyak kebohongan terasa bisa ditoleransi.

Tapi begitu kenyamanan terganggu…

Kesabaran ikut menghilang.

Dan topeng mulai retak.

“Bagaimana Darius?” tanyanya pelan.

Evelyn membuka tablet di tangannya.

“Mulai terlihat tertekan. Dua hari terakhir lebih sering lembur. Beberapa staf internal bilang suasana kerjanya memburuk.”

“Di rumah?”

“Masih terlihat normal.”

Seraphina hampir tertawa kecil dalam hati.

Normal.

Tentu saja terlihat normal.

Karena dirinya memastikan semuanya terlihat begitu.

Ia tetap menjadi istri sempurna.

Tetap menyediakan makan malam.

Tetap bertanya tentang pekerjaannya.

Tetap terlihat lembut.

Cukup perhatian untuk membuat Darius nyaman.

Namun tidak terlalu dekat sampai pria itu mulai curiga.

Semuanya harus berjalan perlahan.

Karena orang seperti Darius paling mudah jatuh saat merasa dirinya masih memegang kendali.

“Biarkan tetap begitu,” ucap Seraphina akhirnya.

“Maksud Anda?”

“Jangan tekan terlalu keras dulu.”

Tatapannya turun lagi ke laporan.

“Kalau semuanya runtuh terlalu cepat, dia akan mulai melawan dengan serius.”

Nada suaranya tetap stabil. Tidak dingin secara berlebihan. Tidak emosional. Justru terlalu tenang untuk topik seperti ini.

“Orang yang terpojok biasanya mulai berpikir lebih hati-hati,” lanjutnya pelan. “Aku lebih suka dia tetap sibuk memadamkan api kecil tanpa sadar rumahnya perlahan terbakar.”

Evelyn diam beberapa detik.

Mungkin masih belum sepenuhnya terbiasa melihat perubahan Seraphina.

Karena wanita yang duduk di hadapannya sekarang terasa sangat berbeda dari cerita yang dulu pernah ia dengar.

Dulu Seraphina terlalu percaya.

Terlalu lembut.

Terlalu mudah mengalah.

Sekarang semuanya berubah.

Tetap elegan.

Tetap tenang.

Namun jauh lebih tajam.

Dan jauh lebih sulit ditebak.

“Ada satu hal lagi,” ujar Evelyn akhirnya.

Seraphina mengangkat alis tipis.

“Vivienne mulai mencari informasi tentang Anda.”

Ruangan menjadi sedikit lebih hening.

Bukan karena mengejutkan.

Lebih karena terasa terlalu sesuai perkiraan.

“Informasi seperti apa?”

“Jadwal sosial. Aktivitas amal. Riwayat perusahaan. Bahkan beberapa foto keluarga.”

Seraphina terdiam beberapa saat. Jemarinya menyentuh tepi cangkir teh pelan, meski minuman itu sudah mulai dingin.

Vivienne sedang membandingkan.

Membandingkan dirinya dengan istri sah.

Mulai bertanya apa posisi sebenarnya dalam hidup Darius.

Dan itu bagus.

Sangat bagus.

Karena semakin seseorang membandingkan diri…

Semakin besar rasa tidak puas tumbuh.

“Biarkan,” jawab Seraphina akhirnya.

Evelyn sedikit mengernyit.

“Tidak perlu dihentikan?”

“Tidak.”

Tatapan Seraphina jatuh ke layar tablet lagi.

“Kadang seseorang perlu melihat kenyataan dengan mata sendiri.”

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun cukup untuk membuat Evelyn memahami arah pikirannya.

Karena kalau Vivienne semakin sadar posisinya…

Konflik akan tumbuh sendiri.

Tanpa perlu terlalu banyak dorongan.

Dan hubungan yang dibangun di atas rahasia biasanya tidak tahan terlalu lama menghadapi tekanan.

Sementara itu, di sisi lain kota, Darius sedang duduk di ruang rapat dengan rahang yang mulai terasa tegang sejak pagi. Laptop terbuka di depannya, beberapa investor berbicara soal angka dan ekspansi, namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana.

Ponselnya bergetar lagi.

Vivienne.

Lagi.

Sudah tiga kali sejak pagi.

Ia mengusap pelipis pelan sebelum akhirnya membalik layar ponsel ke bawah.

Sial.

Kenapa semuanya terasa semakin rumit?

Perusahaan mulai sulit dikendalikan.

Akses tertentu masih tertahan.

Keuangan pribadi bergerak aneh.

Vivienne mulai menuntut lebih banyak jawaban.

Dan entah kenapa…

Setiap kali pulang ke rumah, Seraphina justru terlihat semakin tenang.

Terlalu tenang.

Seolah tidak ada masalah apa pun.

Padahal pria itu mulai merasa hidupnya perlahan bergerak ke arah yang tidak ia pahami.

Ia tidak tahu apa yang salah.

Tidak tahu kapan semuanya mulai berubah.

Namun sesuatu jelas sedang bergerak.

Dan semakin hari…

Perasaan tidak nyaman itu tumbuh semakin jelas.

1
sukensri hardiati
diulang lagiii.....
sukensri hardiati
klo orang jawa bilang....mereka bertiga itu istilahnya - ra iso ngilo githok e dewe-
sukensri hardiati
pertanyaan macam apa tu darius....?
ary daramita
terlalu berbelit2. diulang2 kemarin udah
Ririn Nuriyanti: mutar² alurnya
total 1 replies
sukensri hardiati
nggak bapak....nggak anak....sama aja
Leny Leny
menarik , serius 👍
Ma Em
Semangat Seraphina semoga kamu bisa kembali menguasai perusahaan yg sdh dikuasai Darius hanya untuk menyenangkan gundiknya .
Ma Em
Darius bingung karena keuangan nya sdh ditutup sama Seraphina dari arah mana saja sdh tdk ada celah , makanya Darius jadi orang jgn serakah itu bkn perusahaan kamu dan kamu hanya di percaya untuk menjalankan perusahaan nya bkn untuk merampoknya jadi jgn merasa berkuasa untuk menyenangkan selingkuhan .
sukensri hardiati
sampai bab ini nggak pernah liat interaksi dg darius kecuali di meja makan...
Ma Em
Ternyata Darius wanita simpanan pantas saja selalu mengambil uang Seraphina dikantor karena demi menyenangkan gundiknya , pelan2 Darius ingin menguasai perusahaan Seraphina .
Ma Em
Seraphina semangat semoga kamu bisa mengendalikan lagi perusahaan yg duluan nya dikuasai Darius dan sekarang bisa beralih kembali pada kekuasaan Seraphina , biar para benalu yg selalu moroti uangmu itu sadar meskipun itu suami dan anak2 mu Seraphina .
Ma Em
Bagus Seraphina kamu bisa semua yg Darius ambil dari perusahaan mu bisa Seraphina ambil kembali secara pelan tapi pasti agar Darius dan anak2 mu tdk curiga .
Ma Em
Sudah waktunya kamu jatuh Darius makanya jgn suka ngambil yg bkn milikmu Darius , Darius serakah mau menguasai harta Seraphina untung saja Seraphina cepat bergerak dan cepat menyadari kesalahan nya kalau terlambat sedikit lagi Seraphina bakal dibuang .
Ma Em
Seraphina kamu hrs kuat dan hati2 menghadapi mereka karena itu sangat berbahaya untukmu Seraphina , meskipun itu dgn anak2 mu juga suamimu Seraphina tetap hrs hati2 jgn sampai terulang lagi anak-anak dan suamimu meracuni kamu Seraphina .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!