bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ajakan sang anak, dan mencari sang kekasih
Ke esokan harinya saat siang hari, saat itu asep, istri dan anaknya main ke rumah ku, dan kebetulan ibu ku saat itu ada rumah, namun saat itu aku tidak ada di rumah.
Lalu mereka bersalaman kepada ibu ku, layla anaknya asep itu berlari menghampiri neneknya dan memeluknya, lalu neneknya mencandai layla dan menggendongnya.
Mereka saling menyapa dan menanyakan kabar, lalu mereka duduk di ruangan tamu, kemudian ibu ku menyiapkan air minum untuk mereka. Dan setelah itu ibu ku duduk bersama mereka.
Maksud ke datangan asep menemui ibu ku, ia ingin mengajak ibu ku untuk tinggal bersamanya.
" Mi, maksud kedatangan asep ke sini, asep mau ajak umi tinggal sama asep, di rumah asep, lagi pula asep gak tega liat umi tinggal di rumah ini sendirian, ya umi tau sendiri sekarang satria gimina.." ucap asep dengan lembut.
" Iya mi, umi tinggal bareng aja di rumah kita mi, biar umi gak kesepian lagi.." ucap istrinya asep.
" Kalau umi mau tinggal sama asep, dan kalau misalnya umi gak keberatan, kita jual aja rumah ini mi, kalau gak kita kontrakin ke orang lain mi.." ucap asep, sejenak ibu ku terdiam saat asep berkata seperti itu.
" Giman ya, bukanya apa apa, umi malah takut nanti ngerepotin kalian, dan jujur aja umi berat rasanya kalau harus meninggalkan rumah ini, rumah ini sudah terlalu banyak kenanganya, rumah ini di bangun hasil kerja keras jerit payah bapak kamu dulu sep..itu sebabnya umi berat buat ninggalin rumah ini, dan maaf ibu gak bisa ngikutin ke inginan kamu sep.." ucap ibu ku dengan lembut.
Asep dan istrinya terdiam saat ibu ku berkata seperti itu, lalu asep berdiskusi dengan istrinya dan berpikiran bagaiman kalau mereka saja yg tinggal dengan ibunya, dan mengontrakan rumah mereka kepada orang lain, dan istrinya itu mengikuti dan menyetujui bagaimana ke inginanan asep.
" Yaudah mi gak ppah kalau misalnya umi gak bisa tingga bareng di rumah asep, dan berat buat ninggalin rumah ini, asep ngerti mi, tapi kalau misalnya umi berkenan, bagaimana kalau asep sama istri dan anak asep aja yg tinggal di sini sama umi, biar ada yg ngerawat umi juga di sini, biar gak kesepian lagi umi.." ucap asep, lalu ibu ku tersenyum.
" Dengan senang hati sep, umi malah lebih setuju jika kalian tinggal di sini, umi sangat senang jika kalian mau tinggal di sini sama umi.." ucap ibu ku, dan hingga akhirnya mereka sepakat tinggal bersama ibu ku.
Tak lama setelah itu, aku pulang ke rumah, saat itu aku belum tidur, saat aku masuk ke dalam rumah, aku melihat asep, istri dan anaknya itu, aku pun bersalama kepada mereka, dan sementara layla anak nya asep dengan riang memanggilku dengan sebutan mamang, dia berlari ke arah aku, aku menangkapnya menggendong dan mencandainya.
" Mamang, nanti gambarin aku aku boneka lagi ya, kan mamang jago ngegambar ya.." ucap layla
" Iya nanti mamang gambarin yg bagus buat layla ya, layla sama nenek dulu ya, mamang nya bau acem belum mandi.." ucap ku sambil menerunkan dan memeberikan layla kepada ibu ku.
" Iya mamang bau acemmm..!! " Ucap layla.
" Iya pasti sayang, mamang mah jarang mandi, mandi nya juga seminggu sekali.." ucap istrinya asep dengan becanda.
" Gak ath teh, masa seminggu sekali.." ucap ku dengan tersenyum, dan sementara asep mengetawai ku.
" Mandi loe jorok.." ucap asep.
" Iya nanti juga mandi.." aku.
" Loe abis dari baru pulang jam segini...? " Tanya asep.
" Dari rumah temen.." lalu asep memperhatikan mata ku yg merah.
" Mata loe kenapa..? " Tanya asep dengan penasaran.
" Gak ppah kang, cuma ngantuk aja, belum tidur, satria masuk kamar dulu kang mau tidur ngantuk banget.." ucap ku lalu aku berjalan masuk ke dalam kamar, sementara ibu ku geleng geleng kepala melihat ku.
Dan sementara asep dan istrinya, saat itu mereka merencakan kapan akan pindah ke rumah ibu ku.
Dan setelah itu Saat sore hari, asep, istri dan anaknya itu pamit pulang kepada ibu ku, dan sementara aku saat itu sedang tidur. Tidak lama setelah asep dan keluarga nya pulang, tiba tiba datang dony ke rumah ku.
" Sat,, sat.." ucap dony di depan rumah ku, dia memanggil ku sambil membawa pancingan, ia datang ke rumah ku untuk mengajak ku mancing, sementara aku saat itu masih tidur, tak lama setelah ia memanggil ku, ibu ku keluar.
" Eh dony, kamu mau mancing..? " Tanya ibu ku.
" Iya bi, satria nya ada bi..? " Tanya dony.
" Ada don di dalem, tadi baru pulang dia, tapi sekarang lagi tidur dia.." ibu.
" Baru pulang bi?, emang dari mana dia..? " Ucap dony.
" Bibi juga gak tau, masuk don, bangun aja satria nya di kamar.." ibu.
" Iya bi.." dony berjalan masuk rumah ku.
" Bibi tinggal dulu ya, lagi masak soal nya.." ucap ibu sambil berjalan ke dapur.
" Iya bi,, " jawab dony, lalu ia masuk ke dalam kamar ku, ia melihat ku sedang tidur pulas, kemudian iya membangunkan ku.
" Buset nih bocah jam segini masih tidur aja, sat bangun sat, bangun woyyy, bangun.." ucap dony sambil mengoyahkan badan ku.
" Em iya.." jawab ku dengan mata terpejam karena masih ngantuk.
" Bangun sat, kita mancing yuk..bt gue.." ucap dony.
Dia terus membangun kan dan mengoyang goyangkan badan ku, ia terus memaksa ku untuk pergi mancing denganya, aku merasa kesal jadinya.
" Berisik loe ah, mancing aja sono loe sendiri, ganggu gue aja loe ah, udah pergi ajah loe mancing sendiri, masih ngantuk gue ah.." ucap dengan kesal kepada dony, kemudian aku memejamkan kembali mata ku.
Sementara dony, tiba tiba saja ia terdiam saat aku berkata seperti itu kepadanya, dony benar benar merasa bahwa aku sudah berubah, tanpa banyak kata, dengan perasaan kecewa iya keluar dari kamar ku, dan ia pun pergi mancing sendirian ke danau tempat biasa ku mancing denganya.
Dan sementara elina yg di rumahnya, ia merindukan ku, karena sudah berhari hari dia tak bertemu dengan ku, lalu ia menelpon ku, namun nomor hp ku saat itu tidak aktif, ia terus mencoba menelpon ku.
" Keman sih kamu kang,? kok gak di angkat angkat.." ucap dengan kesal, sambil mencoba menghubungi ku, elina sangat ingin bertemu dengan ku saat itu, lalu ia berpikiran mungkin aku sedang berada di tempat biasa di danau, dan karena ia sangat ingin bertemu dengan ku, ia pun pergi ke danau itu, dan berharap aku ada di sana.
Dan sementara aku yg di rumah, sejak dony membangunkan ku, aku jadi susah tidur lagi, kamudian aku bangun, lalu aku melihat hp aku untuk melihat apakah ada notif dari elina, namun saat itu ternyata hp ku mati lowbat, lalu aku mengecas hp ku dan membiarkanya, kemudian aku pergi ke kamar mandi cuci muka, dan setelah itu aku pergi dari rumah, saat hendak aku mau berangkat mengendarai motor vespa ku, ibu ku melihat ku.
" Kamu mau kemana lagi nak..? " Tanya ibu ku.
" Mau pergi sama temen..." Ucap ku sambil mencoba menghidupkan motor ku, dan setelah itu aku pun berangkat pergi, saat itu aku lupa membawa hp ku yg masih ku cas di dalam kamar ku itu. Dan aku pun pergi tanpa membawa hp.