NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: TANGAN TUHAN DAN PELARIAN MENEMBUS RUANG

​"Dapatkan dia!" perintah suara yang menggema dari langit, sebuah suara yang tidak memiliki emosi, hanya perintah absolut yang seolah membelah langit menjadi dua.

​Tangan emas itu semakin mendekat. Setiap inci penurunan tangan tersebut menciptakan gelombang kejut yang meratakan gedung-gedung di sekitar Altar Matahari. Ye Xuan merasakan tekanan yang begitu masif di pundaknya; tulangnya berderit, dan darah mulai mengalir dari pori-pori kulitnya.

​[Ding! Peringatan Kritis!]

[Integritas Tubuh Inang: 45%. Jika tekanan berlanjut selama 10 detik lagi, tulang belakang akan hancur!]

[Sistem melakukan manuver nekat: 'Overtake Void Step'. Inang akan berpindah ke dimensi hampa selama 5 detik, namun Inang akan kehilangan ingatan jangka pendek setelahnya.]

​"Jangan lakukan itu!" Ye Xuan membentak sistem di dalam pikirannya. "Jika aku lupa siapa diriku, aku tidak akan bisa menyelamatkan Ziyan!"

​"Xuan, ada apa?" Jiang Ziyan merasakan tubuh Ye Xuan gemetar hebat. Ia menatap ke atas, matanya yang indah melebar melihat kehancuran yang mendekat.

​"Grandmaster Yin!" Ye Xuan berteriak, suaranya parau. "Sekarang! Aktifkan 'Formasi Pembalik Kehancuran'!"

​Di kejauhan, dari balik gedung-gedung yang runtuh, Grandmaster Yin yang bersembunyi bersama sisa pasukannya menekan sebuah kristal hitam. BOOM! Sesuatu yang tak terduga terjadi. Alih-alih melarikan diri, Grandmaster Yin meledakkan seluruh stok batu roh tingkat tinggi milik klan bayangan untuk menciptakan distorsi gravitasi tepat di bawah Altar Matahari.

​Tangan emas raksasa itu sedikit goyah karena distorsi tersebut. Itulah kesempatan emas yang dicari Ye Xuan.

​"Qing'er, ambil alih kendali pedang!"

​Ye Xuan melemparkan Pedang Penghancur Surga ke udara. Pedang itu secara ajaib melayang, membesar hingga berukuran sepuluh meter, dan memutar di atas kepala mereka, menciptakan perisai berbentuk kubah hitam yang menahan tekanan tangan emas tersebut.

​KRRRKK!

​Bilah pedang itu retak. Ye Xuan memuntahkan darah segar. "Ziyan, pegang erat tanganku! Kita tidak akan lari ke arah Barat, kita akan masuk ke dalam kawah lava ini!"

​"Apa? Itu bunuh diri!"

​"Percayalah padaku!"

​Tanpa membuang waktu, Ye Xuan menggendong Ziyan dan melompat terjun ke dalam kawah lava yang bergolak. Tepat sebelum mereka menyentuh permukaan magma, Ye Xuan menghunus belati kecil yang terbuat dari tulang naga—hadiah dari naga purba di Bab 23—dan menusukkannya ke dalam dinding kawah.

​Belati itu bereaksi, membuka sebuah celah dimensi rahasia yang tersembunyi di balik aliran magma. Mereka tersedot masuk ke dalam kegelapan.

​BOOM!

​Satu detik kemudian, tangan emas itu menghantam altar, menciptakan ledakan yang menghapus seluruh Kota Cahaya Abadi dari peta. Debu dan cahaya menyelimuti wilayah tersebut, meninggalkan kawah raksasa sedalam sepuluh kilometer.

​Di Dalam Ruang Hampa (The Void Pocket)

​Di dalam celah dimensi itu, waktu terasa berhenti. Ye Xuan dan Ziyan jatuh ke dalam hamparan ruang yang tidak berwarna. Tubuh Ye Xuan sudah mencapai batasnya; ia melepaskan pelukannya dan jatuh tersungkur.

​"Xuan! Xuan, sadarlah!" Ziyan menangis, mencoba menyalurkan Qi-nya ke tubuh Ye Xuan, namun Qi-nya tidak bisa masuk karena energi Kekacauan yang meluap-luap di tubuh pemuda itu.

​Ye Xuan membuka matanya perlahan. Pandangannya kabur. "Ziyan... apakah... kita masih hidup?"

​"Ya, kita selamat," Ziyan memeluknya erat, air mata menetes di wajah Ye Xuan.

​Ye Xuan mencoba duduk, namun nyeri di tulang belakangnya membuatnya mengerang. Ia menatap tangannya yang kini dipenuhi simbol-simbol hitam yang merambat dari leher hingga ke ujung jari. Rantai takdir itu telah menyatu dengan sumsum tulangnya.

​[Ding! Analisis Pasca-Pertarungan:]

[Proyeksi Kaisar Alam Dewa telah terputus karena terhalang oleh celah dimensi. Namun, Inang kini menjadi buronan nomor satu di seluruh jagat raya.]

[Reward: 'Kunci Gerbang Dewa' (Benda yang dicari Kaisar Alam Dewa).]

​Ye Xuan menatap benda kecil yang kini muncul di tangannya—sebuah kunci kristal transparan yang berdenyut dengan energi yang jauh lebih kuat dari Jantung Naga.

​"Jadi ini alasan mereka mengejarku," Ye Xuan tersenyum sinis. "Mereka takut jika aku membuka gerbang ini, rahasia tentang kenapa mereka mengkhianati keluargaku akan terungkap."

​Tiba-tiba, ruang hampa itu bergetar. Sesuatu sedang mengejar mereka dari belakang. Bukan Kaisar, tapi entitas lain yang lebih sunyi dan mematikan.

​"Sesuatu datang," Ziyan menoleh ke belakang, matanya yang tajam mendeteksi kehadiran sosok berjubah putih tanpa wajah yang berjalan melintasi dimensi.

​"Itu adalah Penjaga Keseimbangan," Ye Xuan berdiri meski tertatih. "Mereka tidak memihak siapa pun. Mereka hanya ingin menghapus siapa pun yang mengacaukan garis waktu."

​"Bagaimana cara kita melawannya?"

​"Kita tidak melawannya," Ye Xuan menyarungkan pedangnya kembali ke punggungnya. "Kita akan menyeberangi 'Samudra Bintang' menuju dunia yang bahkan tidak ada dalam peta mereka."

​Ye Xuan menggunakan kunci kristal itu untuk membuka portal baru. Portal itu bukan menuju Alam Surgawi, melainkan menuju sebuah tempat di mana energi Kekacauan berasal—tempat di mana ia bisa bangkit kembali dengan kekuatan penuh.

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!