NovelToon NovelToon
Restu Yang Ditarik Kembali

Restu Yang Ditarik Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Sepuluh tahun membina rumah tangga, Adila mengira restu mertua adalah pelindung abadi bagi cintanya dan Revan. Namun, segalanya runtuh saat Meisya sahabat masa lalu Revan hadir membawa janin di rahimnya karena suaminya meninggal.

​Tiba-tiba, pengorbanan Adila sebagai istri sekaligus calon dokter yang mandiri justru menjadi senjata untuk memojokkannya. Karena dianggap mampu berdiri sendiri, Adila dipaksa mengalah. Revan mulai membagi perhatian, waktu, hingga nafkah bulanan demi menjaga Meisya yang dianggap lebih rapuh.

​Hati Adila hancur saat melihat Revan membelai perut wanita lain dengan kasih sayang yang seharusnya menjadi miliknya. Ketika restu itu ditarik kembali dan posisinya sebagai istri perlahan dijandakan di rumah sendiri, masihkah ada alasan bagi Adila untuk bertahan? Ataukah gelar dokter yang ia kejar akan menjadi jalan baginya untuk melangkah pergi dan meninggalkan pengkhianatan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Yang Ditarik Kembali

Setelah drama parkiran yang menguras emosi, Adila merasa rumah besarnya saat ini tidak lagi terasa seperti rumah. Setiap sudut ruangan seolah masih menyisakan aroma parfum murah Meisya atau gema suara Revan yang plin-plan. Ia butuh udara baru. Maka, alih-alih pulang, ia memutar kemudi menuju sebuah kafe bernuansa industrial yang cukup tersembunyi di sudut kota.

Kafe itu sepi, hanya ada denting musik jazz pelan. Adila memilih pojok paling gelap, memesan *Double Shot Espresso*, dan langsung membuka ponselnya. Jarinya dengan lincah berselancar di situs jual-beli properti mewah.

"Rumah ini harus dijual," gumam Adila pada dirinya sendiri. "Terlalu banyak kenangan busuk. Aku butuh rumah yang lebih tinggi, lebih mewah, dan lebih... bersih dari kuman masa lalu."

Ia mulai menandai beberapa hunian di kawasan Menteng atau Dharmawangsa. Ia ingin membuktikan bahwa sebagai dokter spesialis masa depan, ia punya kelas yang tidak bisa dicapai oleh Revan bahkan jika pria itu bekerja seumur hidup. Saat sedang asyik membandingkan luas tanah dan desain arsitektur modern-minimalist, sebuah bayangan menutupi layar ponselnya.

Seseorang menarik kursi di depannya tanpa permisi.

Adila tersentak. Ia hampir saja menyiramkan kopinya jika tidak segera melihat siapa yang duduk di sana. Matanya membelalak. Di depannya, dengan setelan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, duduk dr. Adrian Dewantara.

Pria itu nampak sangat santai, jauh dari kesan jas putih kaku yang biasa dipakainya di bangsal Obgyn.

"Dokter Adrian?" Adila mengerjap. "Bagaimana bisa Dokter di sini? Dokter membuntutiku?"

Adrian tidak menjawab. Ia justru memanggil pelayan dan memesan Americano tanpa gula. Setelah pelayan pergi, ia menopang dagunya, menatap layar ponsel Adila yang masih menampilkan iklan rumah seharga puluhan miliar rupiah.

"Area Menteng terlalu bising untuk dokter yang butuh istirahat total setelah sif malam," ucap Adrian tiba-tiba. Suaranya datar, sedingin es, seperti sedang memberikan diagnosis klinis.

Adila terpaku. "Dokter... sedang mengajakku diskusi properti?"

"Investasi properti adalah hobi sampinganku selain membedah perut orang," sahut Adrian pelan. "Dan rumah yang sedang kamu tempati sekarang, kalau kamu jual di bawah harga pasar karena ingin cepat pindah, itu adalah kerugian finansial yang bodoh."

Adila mengerutkan kening. Ia merasa ada yang aneh. Dokter Adrian yang ini terasa... terlalu nyata. Di rumah sakit, pria ini adalah legenda hidup yang ditakuti karena ketegasannya. Tapi di sini? Dia terlihat seperti pria biasa yang suka ikut campur urusan rumah orang.

Muncul pikiran konyol di kepala Adila. "Apa ini benar-benar manusia? Atau jangan-jangan aku saking stresnya sampai berhalusinasi melihat Dokter Adrian di kafe?."

Adila perlahan-lahan merunduk, melirik ke bawah meja. Ia ingin memastikan satu hal yang sering ada di cerita hantu: apakah kaki pria ini menapak di lantai?

"Apa yang kamu cari di bawah meja, Dokter Muda Adila?" suara Adrian terdengar sedikit geli, meski wajahnya tetap kaku.

Adila langsung menegakkan punggungnya, wajahnya memerah karena malu. "Ah, tidak... aku... aku tadi cuma memastikan kalau kaki Dokter menapak di lantai. Dokter tahu kan, di rumah sakit ada gosip kalau Dokter itu sebenarnya robot atau... makhluk lain karena jarang sekali terlihat makan atau tidur."

Untuk pertama kalinya, Adila melihat sudut bibir Adrian berkedut. Bukan senyuman lebar, tapi itu jelas sebuah ekspresi geli.

"Kaki saya menapak sempurna di lantai, Adila. Dan saya makan nasi, sama seperti kamu," ucap Adrian. Ia kemudian menggeser kursinya lebih dekat ke meja. "Sekarang, mari bicara serius. Kamu mau menjual rumah gono-gini itu?"

Adila berdeham, mencoba mengembalikan wibawanya. "Iya, Dok. Saya butuh awal yang baru. Rumah itu sudah terkontaminasi. Saya ingin membeli hunian yang lebih merepresentasikan posisi saya nanti."

"Kalau begitu, jangan beli di Menteng. Aku punya kenalan pengembang di kawasan Jakarta Selatan yang baru saja menyelesaikan klaster eksklusif. Hanya ada sepuluh rumah. Keamanannya tingkat tinggi, bahkan lalat pun harus punya izin masuk. Cocok untuk wanita yang sedang diburu keluarga mantan suami yang agresif."

Adila tertegun. Pria ini benar-benar tahu segalanya. "Dokter berniat membantuku?"

"Anggap saja ini bantuan dari rekan sejawat," Adrian mengeluarkan ponselnya, menunjukkan beberapa foto rumah dengan desain arsitektur yang sangat memukau—dominasi kaca, kolam renang *infinity*, dan taman dalam ruangan yang asri. "Dan soal rumah lamamu, jangan jual ke sembarang orang. Jual kepadaku."

"Apa?!" Adila hampir berteriak. "Dokter mau beli rumahku? Kenapa?"

"Lokasinya strategis untuk dijadikan klinik satelit khusus ibu dan anak. Aku sudah lama mengincar area perumahanmu, tapi tidak ada yang menjual rumah sebesar milikmu," jelas Adrian dengan logika bisnis yang sangat matang. "Aku beli dengan harga pasar, tanpa potongan. Uangnya bisa kamu gunakan untuk DP rumah baru ini, dan sisanya bisa kamu simpan untuk biaya pengacara persidangan minggu depan."

Adila menatap Adrian lama. Pria kaku di depannya ini ternyata memiliki rencana yang sangat rapi. "Dokter sepertinya sudah memikirkan ini sejak lama?"

"Aku hanya terbiasa menyiapkan rencana cadangan, Adila. Baik di ruang operasi, maupun di kehidupan nyata," Adrian menyesap kopinya. "Jadi, bagaimana? Klinik satelit atau membiarkan rumah itu dihuni hantu kenangan pahit?"

Adila perlahan tersenyum. Rasa heran dan takutnya berganti dengan rasa kagum. Ternyata dr. Adrian bukan hanya ahli dalam kebidanan, tapi juga ahli dalam memberikan "pertolongan pertama" pada hidup Adila yang berantakan.

"Setuju, Dokter. Aku akan kirimkan detail sertifikatnya malam ini," ucap Adila mantap.

"Bagus," Adrian berdiri, mengambil jaket kulitnya. "Habiskan kopimu. Dan jangan merunduk di bawah meja lagi. Itu merusak citra Dokter Muda yang cerdas."

Adrian melangkah pergi meninggalkan kafe, meninggalkan Adila yang tertawa kecil sendirian. Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Adila merasa hidupnya benar-benar ada dalam kendalinya. Dengan bantuan sang "Ice Prince" yang ternyata punya kaki manusia itu, Adila siap melangkah menuju masa depan yang jauh lebih mewah dan cerah.

1
stela aza
payah bgt udh gitu aja masih di tampung si Memes ,,,, pekok bin bahlul s Revan 🤦
falea sezi
lanjutt
falea sezi
cerai lah oon di usir secara halus gk paham🤣 bego katanya. dokter masak ngemis2 ke laki🤣
falea sezi
mengejar. karir makanya g hamil🤣
falea sezi
10 tahun g hamil. mandul kahh
Suanti
mampus lah kau revan sekalian aja mantan mertua bangun dri pingsan langsung stroke 🤭
Dew666
🩵🩵🩵🩵
cinta semu
syukurin ,salah sendiri jadi suami plin-plan ...sudah dewasa masih aja mau di atur ibu yg mulut ny pedas level 1000... gunakan kedewasaan u untuk berpikir bijak Revan ...dah pulang Sono ...ngadu lagi sm ibu u ...
Sri Widiyarti
lanjut kak semangat up-nya...
Lee Mba Young
lanjut
Dew666
👑👑👑👑
cinta semu
😁😁kaki manusia ...kok q baca ny bisa senyum sendiri ...mungkin efek tegang Krn keluarga Revan nyerang Dil kali😂😂
stela aza
❤️❤️❤️❤️
stela aza
rasakan itu sampah di pungut ,,, istri luar biasa multitalent di buang ,,, pekok ora ketulungan 🤦
Sri Widiyarti
satu kata buat Kel Revan bodoh bela2in perempuan kayak Meisya...🤦🤦🤦
stela aza
lanjut thor up Double y Thor ❤️❤️❤️
stela aza
good job Dila ❤️❤️❤️
stela aza
q suka karakter s Adila ,,, yg tegas pintar dan cerdik ,,, bagaimana menghadapi para benalu dan suami bahlul bin plin-plan ,,, good job Dila
stela aza
stupid bin tongkol sampah loe pungut ,,, punya istri cerdas hebat multitalent loe ganti dg sampah bau busuk bener2 suami bahlul 🤦
Heni Setiyaningsih
untung punya perjanjian pranikah 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!