Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
"Bersiaplah... kita akan buat mereka terkejut dan lumpuh di tempat" ucap ibu suri Ning. Permaisuri Ai Ning dan kedua anaknya pun mengangguk dan masuk kedalam ruang tempat mereka bersembunyi, para pelayan dan prajurit pun bersikap seperti biasa. itu lah yang di minta oleh ibu suri Ning.
"Yang Mulia Kaisar Rui Ning masukin ruangan...." teriak penjaga, semua para menteri pun langsung berdiri untuk memberikan hormat kepada Kaisar Rui Ning. Sedangkan Yeuer yang berjalan di belakang Kaisar Rui Ning, pun membuat para menteri saling tatap. namun tidak untuk Tuan Nam Ai, dia menatap marah ke arah putrinya itu.
"Bener-benar... buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, dia sama saja seperti kelakuan ibunya yang menjijikan" gumam Tuan Nam Ai. dia menatap tajam kearah Yeuer, Yeuer yang merasa ditatap tajam pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Tuan Nam Ai. dia terkejut saat melihat mata ayahnya yang begitu merah seperti menahan amarah di dalam hatinya, dia pun bertanya-tanya kenapa ayahnya menatap dia dengan penuh kebencian seperti itu. walaupun dulu ayahnya tidak pernah bersikap baik kepada dirinya tapi ayahnya tidak pernah membenci dirinya seperti sekarang.
"Kenapa ayah menatap penuh kebencian terhadap ku? apa yang terjadi?" gumam hati Yeuer. Tuan Nam Ai langsung mengalihkan wajahnya saat melihat Yeuer menunduk memberi hormat.
DEG
Hati Yeuer terasa sesak. Tuan Nam Ai seperti menolak mentah-mentah penghormatan yang dia lakukan, dia pun langsung menatap ke seluruh ruangan. dia juga bisa melihat semua menteri menatap penuh hina pada nya, semakin banyak rasa penasaran dalam diri Yeuer ini.
"Salam hormat kepada yang mulia Kaisar Rui Ning.... kami bersyukur yang mulia kembali dengan selamat" ucap seluruh menteri. Kaisar Rui Ning yang akan duduk di singgasana nya pun di berhentikan oleh suara ibu suri yang baru saja memasuki aula.
"Yang Mulia... lebih baik anda membersihkan diri terlebih dahulu, wanita tua ini takut singgasana yang suci itu kotor karena kotoran yang anda bawa" ucap Ibu suri Ning. saat masuk dalam aula. Kaisar Rui Ning yang mendengar suara itu pun langsung menegang, dia seperti disindir langsung oleh ibunya.
GLEK
"Sa salam hormat hamba untuk ibunda" ucap gugup Kaisar Rui Ning, Ibu suri Ning tersenyum miring.
"Hmm.... salam mu aku terima, wah ada nona Yeuer disini? dimana menantu dan kedua cucuku? kenapa hanya NONA YEUER yang mengikuti kakak ipar nya?" pancing Ibu suri Ning. semua Menteri pun semakin melihat kearah Yeuer, Yeuer yang merasa seperti di telanjangi pun menunduk dalam-dalam. Kaisar Rui Ning, yang melihat kekasihnya tertekan pun ingin menjawab pertanyaan ibunya. tapi melihat kode tangan ibunya pun Kaisar Rui Ning hanya bisa meringis diam.
"Kenapa diam? Anda dengan santainya mengikuti Kaisar Rui Ning? dan anda tidak bersama dengan Permaisuri Ai Ning, nona harusnya anda menjaga batasan diri.... Permaisuri Ai Ning Putri sah bangsawan Ai, anda jangan lupa anda hanya putri seorang SELIR.... harus tahu batasan bukan?" ucap pedas ibu suri Ning. Kaisar Rui Ning pun menegang, dia merasa kalau dia juga tersentil.
"Besan.... apa selir anda tidak mengajarkan putri nya mempunyai harga diri?" tanya ibu suri Ning. Tuan Nam Ai pun langsung membungkuk dan menatap tajam kearah Yeuer yang melirik kearah ayahnya.
"Mohon maaf Yang Mulia ibu suri... Yeuer tumbuh di pengawasan selir hamba, beliau tidak pernah mendidik putrinya dengan baik. karena putrinya selalu di bela oleh Permaisuri Ai Ning Putri pertama hamba" ucap menusuk Tuan Nam Ai sangat jelas. Yeuer semakin hancur karena ayahnya tak sedikit pun membela diri, dia pun melirik Kaisar Rui Ning. tapi Kaisar Rui Ning menggelengkan kepalanya agar dia diam jangan membuat masalah, Kaisar Rui Ning merasa ibunya itu mengetahui sesuatu. Yang membuat dia tak boleh bertindak gegabah.
"Pantes saja, ternyata didik kan selir yang culas akan berdampak buruk... bukan begitu Kaisar Rui Ning?" ucap ibu suri Ning. Kaisar Rui Ning yang ditanya seperti itu pun langsung bergelagap dan menjawab dengan lirih.
"Be benar se sekali ibunda" ucap gugup Kaisar Rui Ning. semua menteri menahan nafas mereka, mereka yakin Kaisar Rui Ning akan habis hari ini. apa lagi ibu suri Ning yang sudah turun langsung.
"Pengawal.... tangkap para prajurit dan pelayan yang mengikuti Kaisar Rui Ning, bawa mereka kemari" teriak Ibu suri Ning. mata Kaisar Rui Ning membulat, dia semakin yakin ibu nya sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Permaisuri Ai Ning dan Ang Bei juga Nuning.
BUG
Sepuluh prajurit dan enam pelayan dibawa paksa oleh pengawal Ibu suri Ning, tidak hanya prajurit tapi pengawal pribadi Kaisar Rui Ning pun tak lepas dari tangan pengawal pribadi ibu suri Ning. Mereka hanya bisa menunduk tak berani mengeluarkan suara sedikitpun, Kaisar Rui Ning pun mulai cemas.
"I ibu ke kenapa mereka semua di bawa kemari?" tanya gugup Kaisar Rui Ning. ibu suri Ning, melirik sekilas dan berjalan mendekati Yeuer.
PLAK
PLAK
ARGGGGG....
IBU....
Kaisar Rui Ning benar-benar terkejut dengan ibunya yang menampar wajah wanitanya itu, Ibu suri Ning terkekeh geli melihat tingkah laku Kaisar Rui Ning.
"Kenapa? kau tidak terima karena aku menampar wajah wanita simpanan mu itu?" ucap sinis ibu suri Ning. Kaisar Rui Ning melotot dan Yeuer pun menegang, mereka saling tatap saat mendengar ucapan Ibu suri Ning.
.
"Terkejut bukan? bagaimana kebusukan kalian ku ketahui? Kaisar Rui Ning apa kau lupa? siapa dirimu?" tanya ibu suri Ning. sambil menatap tajam, Kaisar Rui Ning yang mendengar ucapan itu pun langsung menunduk. dia yakin bahwa Ibu suri Ning sudah benar-benar mengetahui kejadian yang dia buat.
"I ibu" ucap ya terpotong.
"Jangan pernah kau memanggilku dengan sebutan ibu..... aku membesarkan agar kau tidak sama dengan ibumu? tapi apa yang ku dapatkan? penghinaan yang kau berikan... aku menyayangimu seperti putra ku, walau semua orang menolak mu... aku yang membiarkan kau berdiri di tahta yang harus nya menjadi milik putra ku" teriak amarah Ibu suri Ning. Kaisar Rui Ning semakin menunduk, cinta yang dia pertahankan ternyata membuat ibu sambung nya kecewa. apa dia salah hanya ingin hidup bersama dengan wanita yang dia cintai.
"Kau ingin hidup bahagia bersama wanita simpanan mu itu? baik aku kabulkan...." ucap tegas Ibu suri Ning, membuat Kaisar Rui Ning dan Yeuer senang dalam hati.
"Tapi aku memiliki sarat..... Ang'er" ucap ibu suri Ning. jantung Kaisar Rui Ning berdetak kencang saat mendengar nama putra satu-satunya nya itu. Ang Bei masuk aula dengan santai, mata Kaisar Rui Ning dan Yeuer melotot. Mereka yakin saat mendorong kereta itu Ang Bei berapa di dalam kereta bersama dengan Permaisuri Ai Ning dan Nuning, tunggu kalau Ang Bei berada disini berarti.
"Kalian mencari ku?....
....
BERSAMBUNG......
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭