NovelToon NovelToon
Terimakasih Cinta

Terimakasih Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / CEO Amnesia
Popularitas:779
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.

Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.

Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.

"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Alex pun menatap kearah Dian tapi hanya sekilas dan tidak terlalu fokus hingga dia tiba di depan lobby rumah nya. dia langsung menghentikan mobilnya tepat di belakang mobil yang ia berikan pada Dian.

"Dimana Diandra?"ujar Alex yang buru-buru keluar dari dalam mobil.

"Nona Diandra sudah pergi, dia hanya datang untuk mengantar mobil"ucap kepala pelayan.

"Apa?!" Alex langsung bergegas pergi menyusul Dian.

Sementara Dian sendiri masih berjalan menyusuri jalan raya sambil sesekali menatap layar ponselnya dimana dia sedang berusaha mengabari Afandi dan Ari.

Setelah berjalan cukup jauh langkah Dian terhenti saat klakson mobil sport itu berbunyi.

Dian, menghentikan langkahnya sejenak, tapi kemudian kembali berjalan namun mobil itu justru memotong jalan nya dengan cepat.

"Masuklah,"ucap Alex.

"Tidak tuan saya sudah hampir terlambat untuk pulang "ucap Dian yang terlihat enggan untuk menatap kearah Alex.

"Honey, lirih Alex.

"Cukup tuan! Tolong jangan pernah panggil saya lagi dengan sebutan itu karena saya bukan siapa-siapa anda. Saya juga datang bukan untuk mencari masalah dan hanya ingin mengembalikan mobil anda"ujar Dian yang kini melewati Alex, tapi tangan Alex meraih pergelangan tangan Dian.

"Diandra aku minta maaf,"ucap Alex.

"Untuk?"balas Dian sambil menatap kearah Alex.

"Aku bersumpah tidak punya niatan untuk menyakiti mu honey, aku sangat mencintaimu tapi aku terpaksa harus menikah dengan nya karena daddy meminta ku"ucap Alex.

"Itu bukan urusan saya tuan, lagipula kita tidak memiliki hubungan apapun, maaf saya harus pulang"ucap Dian yang kini mencoba melepaskan tangan Alex.

"Masuklah, ini sudah larut malam tidak baik bepergian malam hari"ucap Alex.

"Siang hari saya bekerja, itulah kenapa saya baru sempat mengantarkan mobil anda"ucap Dian.

"Kenapa kamu kembalikan semuanya. Apa kamu begitu benci terhadap ku honey"ucap Alex.

"Tidak ada alasan saya harus membenci anda, saya hanya mengembalikan apa yang seharusnya saya kembalikan sejak dulu."balas Diandra yang lagi-lagi berusaha melepaskan genggaman tangan Alex.

"Masuk,"lirih Alex yang kini terus menatap lekat wajah cantik yang kini tertutup topi dan masker itu.

"Tolong jangan buat saya tidak memiliki tempat untuk berteduh malam ini. bis nya sebentar lagi akan lewat"ujar Dian yang kini menundukkan kepalanya.

"Diandra jangan keras kepala ikut dengan ku"ucap Alex.

Dian tetap menggelengkan kepalanya sambil berusaha untuk melepaskan tangan hangat itu.

Alex yang sudah tidak bisa lagi menerima penolakan pun langsung menarik Dian dan memasukkan nya ke mobil dengan paksa, dia pun langsung tancap gas.

"Tuan tolong turunkan saya bis nya akan lewat saya harus segera pulang, besok pagi saya ada pekerjaan"ucap Dian.

"Cukup Diandra! Berapa kali saya peringatkan kamu untuk tidak lagi bekerja keras seperti itu,itu bukan pekerjaan yang layak untuk mu. Aku sudah berusaha memberi mu yang terbaik tapi kamu selalu menolaknya. Apa sebenarnya mau mu, jika kamu ingin pernikahan baiklah kita akan segera menikah agar kamu bisa menerima semua pemberian ku"ucap Alex yang kini membuat air mata Diandra menetes deras.

"Saya mungkin begitu menyedihkan dimata anda, tapi saya bukan pengemis... apa lagi perebut suami orang. apa salahnya saya bekerja seperti itu. Lagipula pekerjaan itu halal dan orang tidak berpendidikan tinggi seperti saya memang hanya bisa bekerja keras demi mendapatkan sesuap nasi. Ya... saya miskin, saya mungkin terlalu menyedihkan dimata anda tapi saya tidak bisa menerima sumbangan selama saya tidak suka memanfaatkan kebaikan orang lain."ucap Dian dengan air mata yang mengalir deras.

"Saya tidak bilang kalau kamu begitu menyedihkan, saya juga tidak bilang kalau kamu miskin dan tidak berpendidikan. Saya memberikan semuanya dengan tulus seperti saat kamu dan pak Hasan menolong ku, dan memberi segalanya"ucap Alex.

"Saya tidak pernah berharap balasan apapun dari anda atau siapapun. Jadi mulai sekarang tolong jangan temui saya lagi dan anggaplah kita tidak pernah saling mengenal seperti saat sebelum kita bertemu. Untuk semua uang yang anda keluarkan, saya akan mencicilnya setelah saya berada di Jepang nanti"ucap Dian yang kini membuat Alex mengerem mendadak.

"Apa yang kamu katakan? Jepang? Kamu ingin pergi jauh honey" ujar Alex yang kini terlihat tidak terima.

"Ya, saya sudah kirim surat lamaran kerja dan sudah lulus tes bahasa saya tinggal menunggu panggilan untuk berangkat, saya janji setelah saya gajian setiap bulan saya akan transfer pada anda"ucap Dian.

"Diandra! Saya sudah cukup bersabar menghadapi sikap mu yang begitu keras kepala.... sampai kapan pun saya tidak akan pernah membiarkan kamu pergi jauh. apalagi dengan tujuan bekerja. Saya tidak pernah meminjamkan uang padamu dan kamu tidak punya hutang apapun terhadap saya jadi jangan pernah berfikir untuk pergi jauh lagi"ucap Alex yang kini kembali tancap gas menuju sebuah rumah mewah yang dulu sempat ia tempati dengan anggun. Rumah itu adalah rumah pribadinya.

Sesampainya di depan rumah Alex meminta Dian keluar dari dalam mobil, namun Dian menolak Dian tetap kekeuh ingin pulang.

"Diandra satu malam saja, besok saya janji akan mengantar mu pulang ke rumah mu"ucap Alex yang kini membuat Dian terdiam sampai saat seseorang berjalan cepat menghampiri mereka berdua.

"Tuan muda, nona kecil terkena demam sejak siang tadi begitu rewel dan tidak mau diam, padahal dokter sudah memberinya obat"ucap seorang pelayan.

Dian yang mendengar itu pun akhirnya turun, dia tau tentang putri dari Alex yang malang itu.

"Honey,"lirih Alex yang kini meraih tangan Diandra.

Dian hanya bisa pasrah dan mengikuti Alex begitu saja. hingga saat ia memasuki sebuah kamar dengan dekorasi khas anak perempuan yang begitu cantik.

"Tuh daddy datang nona"ucap baby sitter yang kini tengah mencoba untuk menggendong baby Alien.

Tangis bayi perempuan itu seketika terhenti saat Diandra mengulurkan tangannya dan menggendong baby Alien secara refleks.

Tiba-tiba beberapa orang dewasa termasuk dokter spesialis anak yang sudah dua hari bekerja untuk merawat baby Aline pun terdiam sambil saling tatap satu sama lain, sampai Alex mengisyaratkan mereka untuk pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Maaf saya hanya tidak tega melihat dia menangis"ucap Dian saat Alex meraih tangan mungil dari putrinya itu.

"Tidak apa-apa, justru saya senang jika dia bisa menerima mommy sambung nya"ucap Alex dengan santai nya.

"Saya tidak punya niat untuk menjadi ibu tiri, saya saja masih trauma dengan itu hingga saat ini"ucap Dian yang kini membuat Alex terdiam.

"Kamu bukan ibu tiri honey, tapi ibu yang dikirim Tuhan untuknya.

...*****...

Malam pun semakin larut, Diandra pun sudah bersiap untuk beristirahat di kamar tamu setelah memastikan putri Alex terlelap dalam tidurnya. Setelah demamnya reda.

Sementara Alex masih tetap setia duduk di sofa sambil menatap kearah Dian yang kini bangkit dari ranjang empuk milik putri semata wayangnya itu.

"Saya sudah membantu anda, setidaknya ijinkan saya untuk pulang, saat ini"ucap Dian yang hanya dibalas gelengan kepala.

"Besok kita akan pulang bersama, saya Aline dan kamu honey, mulai besok dan seterusnya saya akan titip Aline sama kamu, tapi tenang saja saya akan membayar mu dengan bayaran tinggi. Kamu hanya perlu mengurus Aline, sampai kita menikah nanti"ucap Alex yang kini dibalas gelengan kepala oleh Diandra.

"Setelah hari esok kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi tuan, bahkan kita tidak saling mengenal. Karena itu satu-satunya jalan terbaik"ucap Diandra yang langsung berjalan menuju kamar tamu yang ada di lantai bawah.

"Tidak Diandra, aku akan pastikan bahwa kamu tidak bisa menolak ku"ucap Alex yang kini mulai menyusun rencana untuk mengikat Dian agar tetap berada di samping nya.

Sampai keesokan paginya Diandra benar-benar telah bersiap untuk pulang, dia tidak meminta Alex untuk mengantar nya. Dian bahkan tidak pamit secara langsung karena salah seorang pelayan bilang bahwa tuanya tidak bisa diganggu saat dia sedang beristirahat.

Dian pun pergi berjalan kaki menuju pintu gerbang, setibanya disana dia pun meminta bantuan pada satpam yang berjaga di depan gerbang untuk memesan taksi untuk dirinya.

Sementara Alex tidak tau itu, dia yang sejak tadi sudah berolahraga di tempat gym pribadi nya itu tidak tau bahwa gadis yang sangat ia cintai telah pergi satu jam yang lalu dan kini sudah berada di dalam bis untuk pulang ke kampung halamannya.

Alex sampai murka, dia tidak tahu Dian kini berada dimana, dia buru-buru mandi dan bersiap untuk mencari keberadaan gadis cantik itu, tapi istrinya tiba-tiba menghubungi nya dan bilang bahwa ayahnya kembali dilarikan ke rumah sakit.

Alex pun kembali berada di dalam dilema sementara Dian kini sudah berada di tengah-tengah perjalanan pulang.

Dian benar-benar bertekad untuk tidak lagi berhubungan dengan Alex yang jelas-jelas jauh berbeda dengan dirinya.

Gadis cantik itu sesekali menatap kearah langit yang terlihat mendung, dia melihat wajah sang ayah diatas sana, wajah penuh harapan dimana beliau selalu menginginkan Dian hidup bahagia dan sukses.

"Aku janji ayah aku tidak akan pernah mengeluh meskipun hidup ini begitu sulit dan aku akan selalu bahagia meskipun tanpa pasangan." lirih Dian.

Sesampainya di kampung halamannya Dian memutuskan untuk tidak pergi bekerja, saat ini dia hanya ingin tinggal di rumah dan bersih-bersih rumah.

Dian pun akhirnya selesai dengan kegiatan bersih-bersih rumah, dia memandikan Optimus dan mulai menyusun rak-rak buah yang telah lama kosong itu.

Dian berencana untuk berjualan sayur dan buah lagi, setidaknya itu bisa menambah penghasilan nya saat nguli sedang sepi.

"Kita harus mulai usaha lagi Optimus, agar kamu bisa mendapatkan service terbaik dan aku dapat penghasilan yang lumayan"ucap Dian yang kini mengelus bagian depan mobilnya itu.

"Dian sudah pulang, Fandi juga sudah pulang, dia sakit dan saat ini sudah dibawa ke rumah sakit"ucap perempuan paruh baya yang tidak lain juga tetangga dekat Dian.

"Apa, dia sakit"ucap Dian yang kini bergegas masuk kedalam rumah dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit menjenguk sahabat terbaik nya itu.

Diandra sudah bersiap dengan tas ransel nya, dia bergegas mengendarai sepeda motor nya.

Tepat setelah Dian pergi, Alex datang dengan mobilnya.

Dia sengaja datang untuk memastikan bahwa gadis yang sangat ia cintai pulang dengan selamat sekaligus Alex ingin melihat rumah yang dia beli di kota tempat Dian tinggal agar sewaktu-waktu bisa pulang kesana dan tidak menumpang di rumah Dian dan justru akan membawa Dian ke rumah nya nanti.

Rencana Alex begitu matang, dia berharap bisa secepatnya menikah dengan Dian setelah sang daddy pergi nanti.

Bukannya Alex durhaka karena menginginkan kematian ayahnya. tapi itu adalah jalan terbaik karena kalau beliau terus ditakdirkan untuk panjang umur, dia akan semakin bergelimang dosa.

Ayah Alex yang tidak pernah bisa mendidik anak istrinya yang selalu berbuat maksiat hingga memiliki sifat keji dan ingin menyingkirkan satu sama lainnya. Seperti Alex yang hampir tewas dulu dan putri semata wayangnya yang kini terlahir dalam keadaan cacat.

Setelah ayahnya meninggal seluruh kekuasaan baik di perusahaan ataupun di dalam keluarga sepenuhnya jatuh pada Alex dan Alex akan menyingkirkan semua orang munafik itu satu persatu.

Pria tampan itu bahkan tidak tinggal di rumah sakit untuk menjaga sang daddy yang kini dalam keadaan kritis, dia hanya menjenguk dan memerintahkan seseorang untuk menjaga ayahnya itu.

Sementara dia sendiri pergi ke kampung halaman Dian,selain untuk memastikan bahwa Dian saat ini baik-baik saja. Dia juga ingin melihat rumah yang baru saja dia beli di kota itu.

Alex berulang kali mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah, sampai saat dia menemui tetangga Dian yang sudah tidak asing lagi untuk nya. Alex pun tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya. Karena wanita itu bilang, sejak sore kemarin setelah pulang dari tempat bekerja bersama Ari, Dian tidak terlihat lagi.

Alex terlihat sangat shock, dia berfikir bahwa gadis cantik itu tidak pulang ke rumah dan mungkin nyasar di kota nya. Sampai saat Alex kembali kedalam mobilnya, seseorang menghampiri nya.

"Tuan Alex, anda disini?"ucap gadis cantik adik dari Afandi.

"Kamu adiknya Fandi kan, apa kamu lihat Diandra?"ucap Alex sambil menyodorkan uang berwarna merah muda beberapa lembar pada gadis belia itu.

"Tentu saja, kak Dian baru saja berangkat ke rumah sakit untuk menemani bang Fandi yang sedang sakit"ucap nya sambil menatap kearah wajah tampan itu

"Terimakasih"ucap Alex sambil memberikan bingkisan pada gadis cantik itu.

"Sama-sama kak," balas gadis cantik itu.

Alex pun langsung tancap gas saat gadis itu memberikan alamat rumah sakitnya itu.

"Fan kamu pulang tidak bilang-bilang apa sebenarnya yang terjadi hingga kamu menjadi seperti ini?"ujar Diandra.

Sementara Fandi yang baru saja menjalani operasi pun hanya terdiam diatas bed pasien tersebut.

"Diandra"ucap seseorang yang kini berdiri di ambang pintu dengan tatapan mata penuh kecemburuan saat melihat Dian tengah menggenggam tangan kekar Afandi.

1
Wati Anja
semoga Dian dan Alek bisa bersatu❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!