NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.

Beberapa hari setelah kembali ke rumah orang tuanya, tubuh Bella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan.

Bagaimana tidak, hari-hari yang dia jalani di rumah itu selalu bekerja dan bekerja, tidak ada waktu untuk istirahat kecuali di malam hari, itupun di pagi buta Bella sudah harus segera bangun dan membersihkan rumah yang cukup besar itu, terlambat beberapa menit saja, Hana bisa marah besar dan tak akan segan menyiramnya dengan air es.

Lelah tentu saja, lelah batin dan pikiran, namun Bella sudah terbiasa menjalani rutinitas tersebut sejak dini, tidak ada kesempatan untuk membantah apalagi berkeluh kesah.

Usai menyiapkan sarapan dan menyajikannya di atas meja makan, Bella duduk di tempatnya, tubuhnya mulai bergetar menahan lapar.

"Dengar-dengar anaknya Pak Dendi akan pulang dalam waktu dekat ini, mungkin kalian berdua bisa mencoba menjalin hubungan." ucap Dayat sembari menatap Bella yang sedang fokus menikmati makanan di piringnya.

Mendengar itu, Bella mengangkat wajah. "Aku belum resmi bercerai, Yah." terangnya dengan tatapan sayu. Dia tidak bermaksud menolak, akan tetapi untuk saat ini status pernikahannya masih menggantung, dia dan Fahri belum resmi bercerai karena keputusan pengadilan belum keluar.

"Cepat atau lambat statusmu akan tetap menjadi janda, apa salahnya memulai hubungan yang baru lebih awal?" ujar Hana dengan raut muka mendongkol, alasan apapun tidak akan bisa dia terima.

Mendengar kata-kata Hana yang secara tidak langsung menghina, Bella hanya bisa mengurut dada. Begitu rendah kah dirinya sehingga Hana sungguh tega menyindir status yang akan disandangnya? Tidak ada seorang wanita pun yang ingin berada di posisinya saat ini.

Bella akui, sejak awal pernikahannya memang terjadi karena kesalahan, kesalahan yang seharusnya tidak dia lakukan.

Wanita mana yang bersedia menikah dengan pria yang tidak dia kenal, wanita mana yang mau menandatangani perjanjian sebelum pernikahan, wanita mana yang rela menerima pernikahan rahasia?

Dia saja yang bodoh karena demi mewujudkan keinginan orang tua malah rela menghancurkan masa depannya sendiri.

Lagian sekarang nasi sudah menjadi bubur, tepung sudah jadi cendol, tidak ada yang perlu dia sesali, toh selama dua tahun menikah dia cukup bahagia walau harus berhadapan dengan suami yang dingin. Meskipun begitu, Fahri cukup baik, tau cara menghormati wanita, tau cara menempatkan diri, hanya wajahnya saja yang kadang membuat jengkel karena terlalu kaku.

Beruntung ada mendiang kakek Ahmad yang benar-benar mencurahkan kasih sayang padanya. Perasaan dicintai oleh orang tua yang dia idamkan selama ini, perasaan dilindungi dengan sepenuh hati bisa dia dapatkan dari beliau meski sekarang semuanya hanya tinggal kenangan.

Usai mendengar ocehan Hana, Bella tidak lagi bersuara dan kembali fokus menyantap sarapan.

"Status apa yang kamu banggakan, hah? Sudah dicampakkan malah sok-sok jual mahal. Ingat, tidak ada yang tau tentang pernikahan kalian, mungkin saja Fahri malu memiliki istri yang hanya menjadi beban sepertimu, bisanya cuma di rumah menghabiskan duit suami, makanya mantan suamimu itu tidak mau mengakui pernikahan kalian." timpal Dayat.

Deg...

Bak disambar petir di siang bolong, dada Bella berguncang, rasa sesak mendadak muncul mendengar kata-kata tajam dari mulut Dayat. Orang tua macam apa ini? Bukannya berusaha menguatkan anaknya tapi malah memojokkannya tanpa rasa bersalah. Andai keduanya tidak haus akan kekuasaan, nasib Bella tidak akan berakhir seperti ini.

"Aku sudah kenyang, kalau begitu aku duluan." Bella tiba-tiba bangkit dari tempat duduk, dia sudah tidak kuat mendengar ocehan dan hinaan sepasang suami istri itu, telinganya panas. Ingin sekali dia memberontak dan berteriak sambil mengatakan semua ini terjadi ulah wanita dan pria yang duduk di hadapannya itu tapi tidak bisa, lidahnya kelu.

"Anak kurang ajar,"

Ketika melangkah ke belakang membawa piring bekas makan, langkah Bella seketika terhenti saat merasakan sesuatu yang menghantam bahunya, jatuh di lantai dan bertaburan menjadi serpihan beling usai dilayangkan Dayat ke arahnya.

"Ah..." gumam Bella menahan sakit lalu melanjutkan langkah tanpa menoleh.

Di dapur, Bella duduk di pintu menghadap halaman belakang, matanya berkaca-kaca. Perlahan dia menurunkan leher baju hingga bahunya tersingkap, lemparan Dayat tadi menyisakan bekas merah kebiruan di kulitnya yang putih, terasa ngilu saat disentuh. Beruntung kakinya tidak sempat menginjak beling karena terlindung dengan sandal yang dia pakai.

"Huft..." Bella menghirup udara sebanyak-banyaknya dan membuangnya dengan kasar, kapan penyiksaan ini akan berakhir?

Andai saja Fahri tidak menceraikannya, andai saja dia tidak pulang ke rumah ini, mungkin semua ini tidak perlu terjadi. Tapi kemana dia harus pergi?

Selama 23 tahun ini, hanya dua tahun penuh yang dia rasakan seperti benar-benar hidup, itupun ketika berada di kediaman Ahmad, di sanalah dia merasakan cinta dan kasih sayang dari sebuah keluarga.

...****************...

Di tempat lain...

"Bel, Bella... Jangan pergi!"

Fahri tersentak dengan mata terbuka sempurna, bongkahan keringat keluar dari keningnya, mengalir turun ke sisi wajah hingga telinga. Fahri lantas terduduk dan mengusap wajah dengan kasar.

Mimpi barusan membuat jantung Fahri berdegup kencang, nadinya berdenyut ngilu menyaksikan kepergian Bella yang terasa sungguh nyata.

"Kenapa Pak? Mimpiin Bu Bella lagi?" celetuk Reza dengan kaki menyilang, kedua tangannya terlipat di dada serta punggung tersandar di pintu lemari, sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis.

"Apaan sih?" Fahri melempar bantal ke arah Reza kemudian bergegas turun dari ranjang.

"Sudah ku bilang, jangan menyesal, cintaku hilang, karena egoku..." Reza berdendang menyanyikan lagu Charly setia band namun mengubah liriknya sesuka hati, membuat Fahri kesal dengan mata menatap nyalang kemudian berlalu pergi memasuki kamar mandi.

Sepeninggal Fahri, Reza menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum mengejek lalu meraih bantal yang jatuh di kakinya tadi dan menaruhnya di kasur.

Entahlah, kadang Reza kasihan tapi juga gedek melihat Fahri yang terlalu keras kepala, ego yang terlalu tinggi akan menghancurkan diri sendiri.

Beberapa hari setelah kepergian Bella, pola hidup Fahri berubah drastis, pulang tengah malam bangun kesiangan, kadang tidak pulang sama sekali dan memilih menetap di kantor, hari-harinya hanya fokus dengan pekerjaan. Mantra apa yang Bella pakai hingga membuat seorang Fahri kehilangan arah?

Terlepas dari semua itu, Reza tidak mau berpihak pada siapa-siapa. Jika ada yang harus disalahkan, keduanya sama-sama salah akibat kurangnya komunikasi.

Dalam setiap hubungan, pondasi harus berdiri kokoh, tidak hanya didasari kepercayaan semata tapi juga harus saling mengisi dan memahami satu sama lain.

Jika ada masalah, bicarakan, jangan memendamnya sendiri, komunikasi yang baik bisa memecahkan setiap masalah yang ada, cari jalan keluar bukan malah menyerah dan mengambil jalan pintas apalagi memilih bercerai.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!