bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tamparan
Dan semenatara orang tua nya elina yg sedang berada di mobil mencari elina, mereka dengan cemas melihat kiri kanan namun tidak juga melihat elina, mereka terus mencari elina.
Dan sementara aku dan elina yg sedang duduk berdua berteduh, elina mulai merasa ngantuk, dan sementara hujan tak kunjung reda, aku sudah cukup lama menunggu hujan berhenti di tempat itu, hingga elina tertidur di bahu ku, hari semakin gelap, dan sementara hujan terus saja turun deras, aku takut orang tua elina mengkhawatirkan dan mencarinya, sudah beberapa jam aku duduk di tempat itu dengan elina, saat hari menjelang malam hujan baru berhenti, lalu aku membangun kan elina dan mengajaknya untuk segera pulang.
" Lin bangun, udah berhenti hujanya.." ucap dengan lembut menepuk pundaknya, perlahan elina membuka mata nya, elina bangun, ia kaget saat melihat hari sudah mulai gelap, ia takut orang tua nya mencarinya dan memerahi nya nanti, dengan cepat aku bergegas bersiap siap melanjutkan perjalanan, aku dan dia pun berjalan menuju motor ku yg terparkir di pinggir jalan itu.
Dan sementara orang tua elina, saat aku berjalan mendekati motor ku, ia melihat ku dari kejauhan, dengan kesal dan geram ia langsung menghampiri ku dan elina.
Dan sementara aku dan elina saat sampai di depan motor, tiba tiba saja ada mobil berhenti di hadapan ku, elina langsung kaget dan terdiam saat melihat mobil itu, ya karena dia tau itu adalah orang tuanya.
Dan kedua orang tua elina pun langsung turun dari mobilnya dengan raut wajah yg kesal, aku kaget saat melihat kedua orang tua nya, lalu aku dengan ketakutan tersenyum dan menyapa orang tua nya itu, aku mencoba meraih tangan papahnya untuk bersalaman, namun apa yg terjadi, papah nya menangkis tangan ku, dan langsung menampar ku tanpa banyak kata, aku di tampar oleh papahnya dengan keras, elina kaget melihat ku di tampar oleh papahnya, elina hanya bisa diam melihat ku.
" Berani kamu bawa pergi anak saya..." Ucap papahnya setelah menamparku, dengan geram dia menatap ku, aku hanya bisa terdiam menundukan kepala dan meminta maaf kepada kedua orang tua nya elina..
" Maafin saya om, tante.." ucap maaf ku sambil menundukan kepala.
Lalu papahnya mencoba menamparku lagi, dan tiba tiba saja elina menahan tangan papahnya itu, elina menangis dan memohon untuk menghentikan tindakan nya itu.
" Udah pah, jangan sakitin dia pah, aku mohonn, ini salah aku pah.." ucap elina sambil menangis, namun elina malah terkena bentakan papahnya.
" Diam kamu elina, kamu juga, kamu berani berbohong sama papah, gara gara laki laki ini kan, hah..." Ucap papahnya dengan nada tinggi kepada elina.
" Jangan marahin dia om, ini salah saya om, maafin saya om.." ucap ku.
lalu mamahnya elina langsung menarik elina dan memeluk elina, lalu papahnya berkata lagi kepada ku sambil menujuk tanganya ke arah ku.
" Berani kamu bawa bawa anak saya lagi, kamu akan tau akibatnya, saya ingatkan sama kmu, jangan dekati anak saya lagi, apa lagi sampai berani membawa anak saya pergi..." Ucap papah nya dengan geram. Lalu mamahnya elina mencoba menenangkan amarah suami nya itu.
" Udah udah cukup pah, kita pulang sekarang.." ucap mamahnya menyabarkan suaminya, lalu mamahnya elina menatap ku, dan berkata kepada ku.
" Awas kalau sampai kamu berani bawa anak saya lagi, awas kamu..." Ucap mamahnya.
Aku hanya tertunduk diam dan meminta maaf lagi, setelah itu mamahnya menarik elina membawa masuk ke dalam mobilnya, elina hanya bisa menangis menatap ku sambil berjalan masuk mobil, dan sementara papahnya terus menatap ku dengan geram, dan memperingatkan ku untuk tidak lagi mendekati elina, lalu kemudian ia berjalan masuk mobil, saat hendak ia mau masuk ke dalam mobil, tiba tiba saja papah nya elina dengan kesal menendang dan menekan motor ku yg berada dekat mobilnya, sampai motor ku jatuh dan terguling, aku hanya bisa terdiam menyaksikanya, aku hanya bisa mencoba sabar atas apa yg telah papah nya elina lakukan itu kepada ku, dan setelah itu papahnya elina masuk ke dalam mobil dan berangkat meninggalkan tempat itu membawa pulang elina.
Kini hanya aku se orang diri, lalu aku menghampiri motor ku yg terguling oleh papahnya elina itu, aku mencoba membangunkan motor ku itu, dan sementara elina saat itu ia masih menangis sambil memperhatikan ku dari belakang kaca mobil, ia memperhatikan ku yg sedang berusaha membangunkan motor ku yg terguling itu.
Setelah aku membangunkan motor ku, aku mencoba menghidupkan nya, namun sial nya motor ku mogok lagi, dengan terpaksa aku pun medorong nya lagi, aku berjalan pulang se orang diri sambil mendorong motor ku, saat malam tiba aku masih dalam perjalanan sambil mendorong motor, tiba tiba ada pengendara vespa lain berhenti di hadapan ku, pengendara vespa itu jauh lebih dewasa dari ku, ia pun turun dari motor vespa nya, dan menanyakan kenapa dengan motor ku, aku pun menjawab tidak tau kenapa, yg jelas motor ku mogok, lalu ia mengecek bagian motor ku.
" Kamu habis dari mana emang, kok masih pake seragam sekolah melem malem gini..? " Tanya orang itu.
" Abis maen bang, terus gak tau kenapa tiba tiba mogok bang, saya ganti busi nya juga tetep gak mau idup bang..." Jawab ku.
" Coba bentar saya cek dulu.." ucapnya, lalu ia mengecek bagian mesin motor ku.
" waduh pantesan, ini platina nya patah, bentar ya saya ambil kunci kunci dulu ya..." ucap nya setelah mengecek bagian mesin motor ku.
" Iya bang.." jawab ku sambil memperhatikanya, dan ia pun mengambil kunci kunci dari motornya.
" Untung saya ada nih platina cadangan, bentar saya coba pasang dulu bro.." ucapnya, lalu ia mencoba memasangkanya, dan aku pun membantunya, sambil memperbaiki motor ku tiba tiba ia berkata kepadaku.
" Kamu kenapa bro,? kok kayak sedih gituh keliatanya.." orang itu.
" Gak, gak papah kok bang..." Jawab ku sambil membantunya, sebenarnya memang iya, namun aku tidak mau menceritakan apa yg telah terjadi kepadaku.
" Bener gak ppah..? Orang itu.
" Iya bang, saya baik baik aja kok.." aku.
Aku pun ngobrol denganya, dan ia pun mengajarkan banyak hal tentang motor vespa, aku berkenalan denganya, ia juga menanyakan tempat tingal ku apakah masih jauh atau dekat, aku pun menjawab lumayan jauh, dan setelah selesai memperbaiki motor vespa ku, setelah membereskan semuanya peralatanya, ia mencoba menghidupkan motor ku, dan akhirnya motor vespa ku hidup kembali, aku pun mengucapkan terimaksih banyak kepada orang itu.
" Bang makasih ya udah mau nolongin saya, saya sangat berterimakasih sama abang, sekali lagi terimakasih bang.." ucap ku.
" Iya sama sama, yaudah kalau gitu saya pamit pergi ya, semoga lancar vespa kamu.." ucap orang itu, sambil berjalan menghampiri motor vespanya, ia pun naik ke vespanya.
" Iya bang amin mudah mudahan, hati hati di jalan bang.." ucap ku.
" Iya kamu juga ya, saya pergi dulu ya.." ucap orang itu, dan ia pun pergi melanjutkan perjalananya.
Dan setelah itu aku pun pergi melanjutkan perjalanan pulang ku mengendarai vespa ku.