"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."
"Jadi sekarang nenek dimana?"
"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."
"Tapi kan nenek udah meninggal!?"
Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.
Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.12. Berita duka!
Malam itu.. Elma, ibunya, bude, pakde, Tian dan semua penghuni rumah itu mengaji untuk nenek Tri yang sudah benar - benar di nyatakan meninggal. Elma juga tidak lagi merasa takut, karena wajah nenek nya sudah di tutup kain.
Tapi.. Malam itu hujan badai turun, kabut dingin memenuhi dataran itu. Hanya kilatan - kilatan dan suara petir yang terdengar mengerikan saling bersaut - sautan.
"Kalian tidur saja, biar aku dan Tian yang jaga ibu di sini." Ucap ayah nya Tian, pada semua orang setelah selesai membaca Yasin.
"Iya, ibu, tante.. Elma.. Kalian para perempuan tidur aja, kalian pasti ngantuk.. Ini udah jam setengah dua." Ucap Tian.
"Kalian berdua nggak apa - apa?" Tanya ibunya Elma, ayah Tian dan Tian mengangguk.
"Kami sudah biasa begadang." Jawab ayah Tian.
"Ayo kita tidur saja dek, besok akan lebih sibuk." Ucap ibunya Tian, ibunya Elma pun mengangguk.
"Kalo gitu kita tidur, tapi tidur di sini.." Ucap ibunya Elma , Elma tertegun.
"Ma, masa tidur di sini?" Elma sedikit keberatan karena sejujur nya dia takut.
"Kita temani nenek, kak." Ucap ibunya, Elma menggeleng.
Tapi, meski menggeleng.. Pada akhir nya mereka benar - benar tidur di ruang tengah beramai - ramai. Elma tidur di apit antara adiknya dan bude nya, dan di sebelah adik nya ada ibunya. Para art juga ada di sana tapi mereka tidur tidak sebaris dengan majikan mereka..
Semua sudah tidur, hanya Tian dan ayah nya yang sedang mengaji di depan nenek Tri dan Elma yang masih merem - merem ayam karena dia tidak bisa tidur. Elma memiliki rasa takut jika harus tidur di ruangan terbuka, apalagi rumah nenek nya itu sudah terkategori rumah tua.
Sepanjang tadi, Elma terus terbayang dengan raut wajah nenek nya yang menatap nya dengan tatapan tajam.
"An tudrikal qamara wa lal lailu sabiqun- nahar.."
"TASS!" Tiba - tiba lampu padam, suasana pun menjadi gelap total.
"Astagfirullah, mati lampu." Elma mendengar suara Tian.
Elma tidak bisa melihat apapun lagi selain remang - remang dari kilatan petir, apalagi saat itu hujan masih begitu deras nya, Elma ketakutan.
"Bangunin mbak Er, minta tolong cari dimana lilin." Elma mendengar suara ayah Tian.
Elma makin merasa takut ketika ruangan itu menjadi begitu gelap, dia makin menutup tubuh nya dengan selimut dan hanya menyisakan kepala nya saja. Elma mendengar percakapan antara Tian dan mbak Er, tapi dia tidak ikut bangun.
"Lho - lho, tumben genset nya ndak nyala. Genset nya rusak opo, yo." Ucap mbak Er.
"Kayak nya iya, mbak." Ucap Tian, dia juga lupa meletakan hp nya di mana.
Saat tian pergi bersama mbak Er menuju ke belakang untuk mencari lilin, Elma mendengar suara grusak - grusuk dari arah dimana jenazah nenek nya di Yasin- kan. Tapi saat itu juga Elma mendengar suara seperti seseorang yang tercekik.
"Kkkhh!! Khhh!!"
Spontan Elma bangun, dan dia duduk melihat ke arah dimana seharus nya pakde nya duduk di depan jenazah nenek nya. Tapi dalam remang - remang kilatan cahaya petir itu, Elma melihat pakde nya seperti sedang di cekik seseorang. Elma melihat sosok nya hitam seperti siluet bayangan gelap tapi ada sorot merah di matanya.
Elma hendak bangun tapi dalam posisi itu, tiba - tiba badan nya tidak bisa di gerakan. Bahkan Elma hendak berteriak pun tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun, dia hanya bisa menyaksikan pakde nya di cekik oleh sosok bayangan hitam bermata merah tadi..
'Pakde! Pakde!' Elma hendak bersuara tapi tidak bisa.
'Ya Allah, tolong pakde!' Batin Elma.
"Mmm.." Elma hendak membangunkan ibunya pun juga tidak bisa.
Sampai akhir nya Elma melihat dengan mata kepalanya, sosok siluet hitam tadi melepaskan tubuh pakde nya, dan sosok itu masuk ke dalam tubuh nenek nya. Barulah saat itu Elma bisa menggerakan badan nya, dan saat itu kalimat pertama yang Elma ucap adalah..
"PAK DE!!!" Teriak Elma.
"ABANG!!!" Teriak Elma, memanggil Tian dengan panik.
Teriakan Elma membangunkan ibu dan bude nya bahkan Salsa! Elma buru - buru bangun dan berlari menghampiri pakde nya.
"Pak de, pak de bangun pak de!" Elma menghampiri pak de nya yang sudah terkapar.
Ibunya, budenya, Tian dan mbak Er yang baru kembali sambil membawa lilin terkejut melihat Elma sedang mengguncang - guncang tubuh pak de nya.
"Hngg!! Hiks! Pak de! Pak de!! Bangun!" Ucap Elma dengan histeris.
"Nak, kenapa?! Pak de kenapa!?" Tanya ibunya.
"Mama! Mama pakde di cekik!" Ucap Elma, semua orang sontak terkejut.
Tian menghampiri ayah nya dan terlihat memang ayah nya tak sadarkan diri dengan leher yang menjulur dan mata yang terbelalak ke atas, saat Tian cek detak jantung nya.. Dia lemas sejadi - jadi nya saat mendapati bahwa..
"Bapak ndak nafas.." Gumam nya, tapi masih bisa di dengar semua orang.
"Hhhng!! Hiks! Hiks! Hiks!" Tangis Elma pun pecah saat itu juga.
Dia yang menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya dengan tubuh yang tidak bisa di gerakan, dia melihat pak de nya itu di cekik oleh siluet hitam bermata merah yang kemudian sosok itu masuk ke dalam tubuh nenek nya.
"Pak!" Bude nya kemudian memastikan juga, dan dia akhir nya ikut menangis.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, bapak.. hiks.. Hiks.." Bude menangis memeluk jasad suaminya.
Masih pagi buta tapi mereka mendapatkan kejadian yang begitu memilukan. Elma yang masih sangat syok dan terpukul sekaligus merasa bersalah itu hanya bisa diam..
"Kok bisa El? Tadi bapak ku masih baik - baik aja." Ucap Tian, dia menatap Elma.
"Pakde.. hm! Hm! Pakde di cekik, bang! Hiks!" Ucap Elma, Tian terkejut.
"Di cekik!? Di cekik siapa!?" Tanya ibunya Elma, tanpa bicara.. Elma menoleh menatap ke arah jenazah nenek nya.
"Nggak tau, ma. Tadi aku liat kayak bayangan item, terus bayangan itu masuk ke nenek." Ucap Elma, Tian dan ibunya Elma saling pandang.
"TASS!!"
Tiba - tiba lampu kembali menyala, dan saat lampu sudah kembali menyala saat itu juga Elma melihat jenazah nenek nya tang semula tertutup kain jarik itu kini tersingkap sampai sebatas leher saja dan memperlihatkan wajah nenek nya yang kembali mangap dengan mata yang membelalak ke atas.
Dan juga, samar tapi jelas.. Terdengar suara seperti nenek nya itu ngorok.
"Hhh.. Hhhh.. Hhh.."
Tian langsung menghampiri jenazah nenek nya dan dia terkejut ketika dia mendekatkan telinga nya ke dekat nenek nya, ia mendapati nenek nya bernafas..
"Nenek hidup lagi!" Ucap nya, seketika semua orang makin terkejut.
...BERSAMBUNG!...
hayooo kek mana coba
nenek idup lagi
masih kerabat kah?
dlm penglihatan Elma, waktu ditunjukin nenek masih muda, ada ayah dan pakde masih kecil... ada siapa lagi ya?
ato jangan-jangan Tian??
pasti ada yg msk tp lwt pintu lain