NovelToon NovelToon
Huang Shen: Penguasa Seratus Alam

Huang Shen: Penguasa Seratus Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di Alam Bawah Sembilan Langit, hanya satu hukum yang berlaku, yaitu yang kuat berkuasa, sedangkan yang lemah akan mati.

Seorang pemuda enam belas tahun membuktikannya setiap hari. Yatim piatu sejak Sekte Iblis membantai desanya empat tahun lalu, hidupnya kini hanya memungut ampas pil di selokan dan tidur di kolong jembatan. Setiap hari direndahkan, dipukuli, dianggap sampah oleh para kultivator.

Sampai suatu malam, ketika sekarat di selokan setelah dipukuli hampir mati, sebuah warisan kuno terbangun di dadanya.

Gerbang Iblis dalam Darah. Peninggalan dari 66.000 tahun lalu yang memberinya kemampuan mengerikan untuk menyerap darah musuh demi memulihkan luka dan menaikkan level kultivasi.

Dari pemulung jadi pemburu. Dari korban jadi ancaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Kebenaran di Balik Ruh

Kalau bukan karena matanya yang masih hitam pekat dan aroma aneh yang mengisi celah kebun jagung itu, siapapun bisa berpikir jika sosok itu hanyalah bocah yang baru selesai bermain.

Karena merasa terdesak, mulutnya kini terbuka dan suara yang keluar seperti sesuatu yang sudah ada jauh sebelum rumah kayu ini dibangun.

“Sekte Iblis Hitam mengirimku untuk melihat seberapa besar kekuatanmu,” tukas suara itu, keluar bersih dan teratur dari mulut yang tadi bergumam tidak jelas. “Huang Shen. Kau telah lulus ujian pertama.”

Adapun Huang Shen tidak bergerak.

“Kau tidak membunuh anak ini. Itu menunjukkan kau masih punya hati di balik semua darah yang sudah kau serap. Tapi kau gagal di ujian kedua. Kau tidak bisa melindungi orang di sekitarmu.”

Bulan bersinar dari atas, cahayanya mengenai tepian daun yang bergerak pelan karena angin malam yang tidak tahu bahwa ada percakapan yang sedang terjadi di bawahnya.

“Kebenaran tentang anak ini,” lanjut suara itu.“adalah bahwa dia sudah mati sejak ruhku menempel. Semua yang kau lihat sejak hari pertama bukan dia. Hanya daging yang masih bergerak tanpa nyawa.”

Mata merah Huang Shen tidak berkedip karena dia sudah mengetahuinya sejak awal.

“Kau tahu apa artinya itu?” Suara berat itu memiliki cara meletakkan pertanyaan seperti orang yang sudah tahu jawabannya dan hanya menunggu pihak lain menyampaikannya sendiri. “Dengan tidak membunuhnya, kau tidak menyelamatkan siapa pun. Kau hanya memperpanjang penderitaan wadah yang sudah kosong ini. Dan kau memberi ruhku waktu untuk melakukan apa yang aku perlu lakukan.”

“Kau hampir membunuh Qingxue,” desis Huang Shen.

“Yang hampir membunuh wanita itu,” konfirmasi suara itu. “Dan yang akan benar-benar membunuhnya adalah kau sendiri jika satu malam lebih lama tidak pulang.”

Sesuatu berubah di dalam dada Huang Shen. Lebih dingin dari kemarahan. Seperti sebuah keputusan yang sudah ada sejak lama tapi baru sekarang menemukan momennya.

Tangannya pun terangkat.

Gerbang di dadanya menyala seperti warna yang ada di balik semua warna lain yang selama ini dia lihat. Ukiran-ukiran Gerbang itu bergerak lebih cepat dari biasanya, naga dan iblis yang melilit di permukaannya berhenti berpura-pura diam.

Ini adalah Transformasi Darah Iblis.

Teknik yang ada di dalam Gerbang sejak hari pertama tapi tidak pernah terbuka sampai momennya datang. Huang Shen merasakannya bergerak dari dalam dadanya keluar ke seluruh tubuh seperti sesuatu yang sudah lama menunggu giliran.

Kulitnya memucat dalam hitungan detik. Urat-urat di lengannya, di lehernya, di punggung tangannya, muncul ke permukaan dengan warna merah yang terlihat bahkan dari luar kulit, layaknya peta sungai yang semua airnya diganti dengan sesuatu yang lebih berat. Sedangkan matanya, yang sudah merah, menyala seperti bara yang baru mendapat tiupan pertama.

Di dalam tubuhnya itu kekuatan melonjak meski tubuhnya juga terasa terbakar dari dalam.

Menyakitkan dengan cara yang mengingatkan bahwa ada harga untuk setiap hal yang diterima terlalu cepat dari yang seharusnya.

Suara berat dari mulut bocah itu lantas berubah. “Kau… memang gila!” Untuk pertama kalinya ada sesuatu di balik suara itu yang bukan kalkulasi atau ketenangan terencana. “Teknik itu akan menghancurkan tubuhmu dan kau jelas tahu itu.”

“Tidak masalah,” tandas Huang Shen.

“Kau akan mati!”

“Yang penting kau mati lebih dulu.”

Alhasil Huang Shen bergerak.

Kecepatan dengan Transformasi Darah Iblis aktif bukan kecepatan yang bisa diukur dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Jarak dua puluh langkah di antara dia dan bocah itu tertutup dalam waktu yang tidak cukup untuk mata manusia biasa menghitung berapa langkahnya.

Cakar Iblis di tangan kanannya menyala merah lebih pekat dari biasanya, dua kali lebih panjang dari yang biasa terbentuk, dan Qi yang mengisi setiap ujungnya memiliki berat yang berbeda dari Qi normal.

Suara berat dari dalam bocah itu mencoba berteriak meski sayangnya sudah terlambat.

Cakar Iblis merobek ke depan dalam satu gerakan diagonal, dari bahu kiri ke pinggang kanan, menembus udara yang ada di antara mereka dan menghantam dada bocah itu sebelum suara teriakan itu selesai keluar dari mulutnya.

Darah menyembur begitu derasnya. Batang jagung di sekitar mereka terpotong oleh gelombang tekanan dari serangan itu, dan bocah itu terlempar jauh, membentur tiga batang jagung sekaligus sebelum tubuhnya mendarat di tanah.

Dari dalam dada yang sudah terbuka oleh Cakar Iblis, sesuatu yang gelap dan tidak punya bentuk tetap, bergerak keluar seperti asap yang tidak mengikuti arah angin.

Itu Ruh iblis yang mulai dipaksa keluar saat Huang Shen berdiri di hadapannya.

1
black_rose
Thor mau nanya levelnya kok gk ditampil?
DanaBrekker: Memang di novel ini sengaja aku buat bertahap penjelasan kultivasinya, mengikuti perjalanan Huang Shen 😄

Tapi kalau mau lihat urutan lengkapnya bisa lihat di bawah ini ;

1. Pemurnian Qi
2. Pembentukan Dasar
3. Inti Emas
4. Jiwa Baru
5. Pembentuk Jiwa
6. Transformasi Jiwa
7. Manusia Abadi
8. Emas Keabadian
9. Keabadian Agung
10. Dewa Purba
11. Puncak Keabadian

Huang Shen saat ini di Inti Emas level 8. Terima kasih atas pertanyaannya. 👍
total 1 replies
Tonton Sitohang
lanjutkan updet terus mase. mantap jiwa
DanaBrekker: Terima kasih atas dukungannya 👍
total 1 replies
Kecoa Laut
apakah ini tipe cerita yang mc-nya langsung op?
DanaBrekker: tipe Xianxia gelap dan tokoh utamanya memang op sejak awal, kelanjutannya belum tentu 😄
total 1 replies
Bg Gofar
manteb gan
DanaBrekker: Terima kasih 👍
total 1 replies
MuhFaza
menariknya novel ini sejauh yang aku baca ada sisi gelap dari fantasi timur, malah lebih mirip genre horor menurutku
Kecoa Laut: horor dengan bumbu ehem2 lebih tepatnya 🤭
total 2 replies
YunArdiYasha
coba baca karya bru. semangat
DanaBrekker: Terima kasih semoga menghibur 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!