NovelToon NovelToon
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Persaingan Mafia / Sugar daddy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Gwen rela menjadikan tubuhnya sebagai jaminan demi menyelamatkan nyawa ayahnya yang terlilit utang kepada pemimpin mafia paling kejam.

Tak disangka, Raymon, pemimpin kejam itu, ternyata lumpuh akibat ulah keluarganya sendiri yang ingin menggulingkan kekuasaannya.

Demi menjaga stabilitas, ia membutuhkan seorang istri untuk meredam gosip tentang dirinya yang masih lajang dan belum memiliki keturunan sebagai pewaris kekuasaan.

Masa terapi pemulihan kakinya diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Selama itu pula, Gwen harus berpura-pura menjadi istri yang mencintai Raymon di hadapan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara

Setelah mengambil laptop dari kamarnya, Raymon berpindah ke sofa dan menyalakan berita. Ia menyandarkan kaki kanannya di meja, membuka laptop di pangkuan, lalu mulai membaca email.

Ia hampir selesai ketika Gwen menjatuhkan diri di sampingnya sambil menguap.

“Maaf, aku kebablasan. Kamu mau ngomong apa?”

Raymon menutup laptop dan menoleh padanya.

“Aku butuh kamu melakukan sesuatu selama kamu di sini.”

“Kayak bersih-bersih?” Gwen meringis. “Kayaknya aku enggak pernah setuju soal itu. Nyetrika oke, ngelap debu juga oke, tapi aku benci nyedot debu.”

“Pasang alat penyadap di rumah ini tanpa ketahuan siapa pun.”

Gwen menatapnya dengan campuran bingung dan jijik.

Raymon menghela napas. “Alat penyadap. Bukan kecoak.”

“Permintaan kamu aneh banget, Tuan Frost. Mau jelasin?”

“Mulai sekarang panggil Raymon aja. Dan pastikan kamu enggak salah sebut kalau ada orang lain.”

“Tenang saja, aku enggak bakal salah, Raymon.” Gwen tersenyum dan mengedip.

Raymon menghela napas. “Aku punya alasan untuk mencurigai kalau setidaknya ada satu orang di rumah ini yang udah memasang bom di mobilku buat bunuh aku. Troy sudah pasang alat di sebagian besar ruangan dua bulan lalu, tapi dia enggak bisa pasang di beberapa ruangan.”

“Aku tersanjung kamu percaya sama kemampuan aku, tapi aku enggak ngerti gimana caranya aku bakal bisa berhasil kalau dia saja enggak bisa.”

“Karena kalau ada yang lihat Troy masuk ke ruangan-ruangan itu, mereka pasti curiga. Tapi kalau kamu yang ketahuan, kamu bisa bilang kamu nyasar.”

“Rumah kamu memang besar, tapi aku rasa aku enggak bakal sampai nyasar segitunya sampai masuk kamar orang.” Gwen terlihat tersinggung. “Aku bukan orang bodoh.”

“Itu membawa kita ke hal kedua yang perlu kita bahas. Tentang bagaimana orang-orang di sini melihat kamu. Aku butuh kamu terlihat… katakanlah, agak dungu.”

“Maksud kamu idiot?”

“Enggak sepenuhnya. Yang aku butuhkan, saat orang lihat kamu masuk ke ruangan, mereka enggak jadi curiga atau penasaran. Aku mau mereka enggak sadar apa yang kamu lakukan, karena mereka menganggap kamu enggak berbahaya.”

Gwen menatapnya terkejut, lalu tertawa. Tawa itu lepas dan tulus, sampai terlihat di matanya.

“Oke, jadi maksudnya aku harus kelihatan bodoh. Oke. Aku butuh beberapa menit.”

Dia bersandar di bantal, mendongakkan kepala, lalu menutup mata menghadap langit-langit. Ia diam beberapa saat sebelum mulai bicara.

“Kosong. Enggak berbahaya. Sedikit bodoh. Gila... cinta sama kamu, tentu saja.”

Ia menarik napas pelan.

“Harus punya akses ke seluruh bagian rumah. Coba kita lihat… aku ini siapa? Ya jelas, istri Raymon. Cantik, elegan, dan super sombong. Aku suka pakai baju mahal, cuma merek terbaik. Aku enggak terlalu suka gaun, kecuali kalau acaranya mengharuskan. Aku lebih suka jeans branded dipadu blus sutra. Sepatu hak itu wajib.”

Dia berhenti, membuka mata, lalu menoleh ke Raymon.

“Sepatu hak wajib ya, menurut kamu?” Ia mengerutkan hidung kecilnya. “Ya jelas wajib. Sial. Aku benci pakai sepatu hak.”

Gwen menutup mata lagi dan melanjutkan aktingnya.

“Sepatu hak itu wajib, dan aku punya puluhan. Raymon suka banget kalau aku pakai itu, katanya bikin pantat aku kelihatan bagus. Aku juga cukup sadar sama tinggi badan aku, jadi pakai hak, dan bikin aku lupa kalau aku pendek. Hobi favorit aku belanja, dan aku beli banyak banget baju. Suami aku harus nyediain sopir khusus buat aku dan belanjaan aku.”

Gwen berhenti lagi, lalu menoleh. “Raymon, aku bakal butuh dana buat menopang kecanduan belanjanya. Karakter ini impulsif banget.”

“Kamu bakal dapat apa pun yang kamu butuhin,” Raymon tertawa pelan. Gwen benar-benar gila.

“Suami aku tergila-gila sama aku dan ngizinin aku ngelakuin apa saja di rumah ini, kayak mindahin furnitur biar ‘vibe’ rumahnya selaras sama energi bumi. Rumah ini terlalu dingin, jadi aku beli banyak tanaman indoor dan nyebarin ke mana-mana. Aku juga sering masuk semua ruangan karena aku mau memastikan energinya bisa mengalir dengan lancar, jadi aku mindahin lukisan dan cermin. Oh, dan aku benci meja makan di ruang makan, terlalu berlebihan. Aku mutusin buat ganti dengan meja kaca elegan yang aku lihat di majalah desain interior.”

Ia berhenti lagi. “Perempuan ini mahal, Raymon. Semoga kamu sadar kamu lagi ngapain.”

“Aku bisa atur.”

“Terserah kamu.” Gwen mengangkat bahu dan melanjutkan. “Suami aku enggak suka diganggu, tapi tentu saja itu enggak berlaku buat aku. Aku sering masuk ke kantornya cuma buat ngecek dia dan nyuri beberapa ciuman. Anak buahnya sampai kesel banget. Mereka bingung apa yang Raymon lihat dari aku dan kenapa dia kasih aku kebebasan sebanyak itu. Lalu mereka ngira kalau Raymon cuma mikir pakai tititnya. Aku selalu ada di sekitarnya, dan mereka benci itu.”

Raymon terdiam, terpesona melihat bagaimana Gwen membangun sosok baru ini.

Gila, tapi juga brilian.

“Dia pasti hebat di ranjang kalau bisa bikin suaminya segitu tergila-gilanya,” komentar Raymon.

“Ya jelas. Emang gimana lagi dia bisa bikin suamina kehilangan akal? Dia mungkin enggak terlalu pintar, tapi jago banget ngasih bl0wjob.”

Raymon langsung membayangkannya, dan tubuhnya bereaksi seketika.

Gwen membuka mata dan menatapnya tajam. “Kayaknya itu cukup buat awal. Nanti aku kembangin lagi seiring berjalan. Gimana? Cocok?”

“Kamu sering begini? Bikin kepribadian baru terus masuk ke dalamnya?” tanya Raymon, berusaha menahan dorongan untuk menariknya dan menciumnya.

“Dulu waktu kecil. Itu kayak permainan. Mamaku benci banget. Bayangin aja anak kamu turun pagi-pagi terus nolak sarapan sambil bilang dia sudah vegetarian bertahun-tahun, padahal malam sebelumnya dia makan ham sama telur.”

Gwen menguap lagi.

“Kamu keberatan kalau aku tidur sebentar? Aku semalam enggak tidur nyenyak.”

“Kenapa?”

Gwen berkedip, menoleh ke samping, lalu bangkit dari sofa. “Kasurnya terlalu empuk.”

Raymon memperhatikannya saat Gwen buru-buru masuk ke kamar, bertanya-tanya kenapa pipinya tiba-tiba memerah.

1
Agnes💅
kalo udah nikah kuras harta nya aja sekalian🤣
Agnes💅
wah seru cerita nya 😍
Neng Anne
lanjut thoooorrrr
Neng Anne
Padahal ceritanya bagus. susunan kata-katanya, bahasanya dan tentu ceritanya. tetap semangat thor,,, jangan menyerah... aku padamu😘🫶🫰
Na-Hyun: terimakassi kk 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!