NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Perjamuan Darah dan Air Mata

Lantai dua The Abyss bukanlah sekadar balkon mewah; itu adalah singgasana bagi para predator puncak Asia. Di sana, duduk empat tetua klan yang mengendalikan pasar gelap dari Tokyo hingga Singapura. Saat Kirana melangkah di samping Adyatma, keheningan menyelimuti meja bundar tersebut. Setiap tetua menatap Kirana, mencoba mencari celah ketakutan, namun mereka hanya menemukan sepasang mata obsidian yang dingin dan menantang.

"Duduklah, Adyatma," suara berat itu datang dari Tuan Li, pemimpin Triad yang sudah sangat sepuh. Mata kecilnya beralih ke Kirana. "Jadi, ini wanita yang membuatmu menghancurkan aliansi dengan kartel berlian dalam hitungan detik? Dia punya keberanian, tapi apakah dia punya ketahanan?".

Adyatma menarik kursi untuk Kirana dengan gerakan yang sangat posesif sebelum duduk di sampingnya. "Dia bukan hanya punya ketahanan, Tuan Li. Dia adalah satu-satunya alasan kenapa aku tidak meratakan gedung ini saat ini juga".

Kirana merasakan tatapan tajam dari segala arah. Ia tahu, di dunia ini, kelemahan adalah undangan untuk pembersihan. Ia meraih gelas kristal berisi cairan merah pekat—anggur yang aromanya setajam darah—dan menyesapnya dengan tenang.

Pukul sebelas malam, saat jamuan makan malam mencapai puncaknya, sebuah gangguan muncul. Seorang pengawal berlari masuk dan berbisik panik kepada Herman yang entah bagaimana berhasil menyelinap ke area pelayan untuk memohon bantuan terakhirnya pada salah satu relasi bisnis lamanya.

Herman, dengan pakaian yang berantakan dan wajah yang hancur, menerobos masuk ke area balkon VVIP. Ia berlutut di lantai pualam, tepat di bawah kaki Kirana.

"Kirana! Putriku! Kumohon!" isak Herman, suaranya parau dan memilukan. "Petugas sita sudah di depan rumah! Sari dan Riana menangis di jalanan! Kau tidak bisa melakukan ini pada ayahmu sendiri!".

Para tamu elit menatap pemandangan itu dengan senyum mengejek. Bagi mereka, drama keluarga adalah hiburan kelas rendah.

Kirana meletakkan gelasnya. Ia berdiri dan melangkah turun satu anak tangga, berdiri tepat di depan pria yang dulu ia panggil 'Ayah'. Ia membungkuk sedikit, menarik kerah kemeja Herman agar pria itu menatap matanya.

"Kau ingat malam saat aku memohon padamu agar tidak membiarkan Riana mengambil barang peninggalan Ibuku?" bisik Kirana, suaranya setajam silet. "Kau menamparku dan mengatakan bahwa aku harus belajar berbagi. Sekarang, aku sedang berbagi rasa sakit itu bersamamu, Ayah".

"Kirana... aku salah... aku akan melakukan apa saja!".

"Sudah terlambat," Kirana melepaskan cengkeramannya, membuat Herman jatuh tersungkur. "Reno, pastikan mereka tidak mendapatkan akses ke hotel mana pun di kota ini. Jika ada yang memberi mereka tumpangan, mereka akan berurusan dengan Surya Corp".

Adyatma bangkit berdiri, melingkarkan lengannya di pinggang Kirana dengan protektif. "Hiburan malam ini sudah cukup. Mari pulang, Istriku. Naga ini merindukan aromamu".

Di dalam mobil perjalanan pulang, Kirana menatap keluar jendela ke arah lampu kota Jakarta yang mulai meredup. Misinya untuk menghancurkan keluarga Herman dan Bagas hampir selesai, namun ia tahu ini barulah permulaan dari permainan yang lebih besar.

Tiba-tiba, ponsel satelit milik Adyatma bergetar. Reno yang duduk di depan menerima panggilan itu, wajahnya seketika berubah tegang.

"Tuan Surya," ucap Reno, menoleh ke belakang dengan ekspresi serius. "Kita punya masalah di Nusantara Group. Seseorang telah membakar gudang penyimpanan data utama kita di pusat kota. Semua bukti fisik asli penggelapan dana Bagas... lenyap dalam api".

Kirana tersentak. Matanya menyipit. Bagas sudah di penjara, Herman sudah hancur. Siapa yang memiliki kekuatan untuk menyerang aset Surya Corp secara langsung?.

Adyatma mengepalkan tangannya hingga urat-urat birunya kembali berdenyut samar. "Sepertinya ada tikus lain yang lebih besar yang sedang mencoba melindungi pion mereka".

Kirana menarik napas panjang. Aroma cendana di tubuhnya menguat, mencoba menenangkan amarah suaminya. "Biarkan mereka membakar kertas, Adyatma.

Mereka lupa bahwa aku telah menghafal setiap transaksi itu di dalam kepalaku. Dan kali ini, aku tidak akan hanya memenjarakan mereka. Aku akan memusnahkan mereka sampai ke akarnya".

Malam itu, di bawah sinar bulan purnama yang memerah, sang Ratu dan sang Naga menyadari bahwa perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.

***[Bersambung ke Bab 7...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!