NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:233.4k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Ruangan itu mendadak terasa semakin panas.

Ayah Afifa menatap Gus Zayn dengan rahang mengeras saat melihat pria itu berdiri melindungi Keira tanpa ragu sedikit pun.

Sedangkan Keira langsung menunduk semakin dalam di belakang tubuh Gus Zayn.

Jantungnya berdegup kacau.

“Astaghfirullah...” salah satu anggota keluarga Afifa menggeleng kecewa. “Jadi benar anak kami disingkirkan karena perempuan ini.”

“Cukup.”

Suara Gus Zayn rendah namun tegas.

Tatapannya tetap tenang, meski jelas terlihat ada ketegasan yang jarang muncul dari dirinya.

Namun ayah Afifa justru tertawa kecil penuh emosi.

“Cukup?” ulangnya tajam. “Kamu bilang cukup setelah mempermainkan perasaan anak saya bertahun-tahun?”

“Saya salah, saya meminta maaf. Saya mohon urusan ini selesai di sini..”

“Kamu kejam juga tidak pernah menolak terang-terangan! Dan kamu malah tidak datang dan memberitahu semuanya.”

Hening.

Dan diam itu kembali menjadi jawaban paling menyakitkan.

Afifa menunduk sambil menggenggam ujung jilbabnya erat. Matanya kembali berkaca-kaca melihat pertengkaran itu semakin membesar.

Sedangkan Ummi Halimah mulai terlihat cemas.

“Sudahlah...” lirih beliau mencoba menenangkan. “Kita bisa bicara baik-baik.”

“Tidak ada lagi yang baik-baik, ummi” suara ayah Afifa terdengar berat. “Nama baik anak saya sudah terlanjur dipermalukan.”

Deg.

Tatapannya kembali pada Gus Zayn.

“Kalau kamu memang laki-laki bertanggung jawab...” lanjutnya penuh tekanan, “nikahi Afifa.”

Keira langsung membeku.

Napasnya terasa berhenti sesaat.

Sedangkan Gus Zayn perlahan mengangkat pandangannya.

“Abah...” Afifa langsung menoleh panik.

“Diam dulu!” bentak pria itu emosional. “Ini satu-satunya cara menjaga kehormatan kamu!”

Ruangan mendadak sunyi.

Keira bahkan merasa kakinya melemas mendengar kalimat itu.

“Bukankah dalam agama laki-laki boleh menikah lebih dari satu?” lanjut salah satu keluarga Afifa. “Kalau memang dia sudah menikah, maka nikahi juga Afifa.”

Deg.

Air mata Keira langsung jatuh lagi.

Dadanya terasa seperti diremas.

Sedangkan Gus Zayn masih berdiri diam.

Namun kini sorot matanya berubah jauh lebih dingin.

“Tidak.”

Satu kata itu terdengar jelas memenuhi ruangan.

Semua orang langsung menatapnya.

Ayah Afifa bahkan tampak tidak percaya.

“Apa?”

“Saya tidak akan menikahi Afifa.”

Jawaban Gus Zayn kali ini begitu tegas tanpa keraguan sedikit pun.

Keira langsung menatap pria itu dengan mata bergetar.

Sedangkan Afifa perlahan menutup matanya sesaat seolah hatinya baru saja jatuh untuk kedua kalinya.

“Kamu menolak lagi?” suara ayahnya meninggi penuh amarah.

“Saya menghormati Afifa.” jawab Gus Zayn tenang. “Karena itu saya tidak akan menikahinya tanpa hati.”

“Lalu anak saya harus menanggung malu sendirian?!”

“Saya siap bertanggung jawab atas kesalahpahaman ini.”

“Dengan apa?!”

Hening beberapa detik.

Lalu Gus Zayn berkata pelan namun penuh ketegasan,

“Bukan dengan menjadikan pernikahan sebagai pelarian.”

Deg.

Ruangan kembali sunyi.

Keira menggigit bibirnya kuat-kuat menahan tangis.

Sementara Gus Zayn melanjutkan,

“Pernikahan bukan alat menutup rasa malu.”

Tatapannya beralih sebentar pada Afifa yang terus menangis diam-diam.

“Dan Afifa pantas mendapatkan laki-laki yang benar-benar mencintainya. Dan lebih baik dari saya.”

Kalimat itu membuat air mata Afifa jatuh semakin deras.

Namun justru, tidak ada kemarahan di mata perempuan itu.

Hanya luka yang perlahan berubah menjadi pasrah.

Sedangkan ayahnya masih tampak sangat marah.

“Kamu memilih perempuan itu dibanding kehormatan keluarga kami?”

Gus Zayn terdiam sesaat.

Lalu perlahan menggenggam tangan Keira di belakangnya.

Dan menjawab dengan suara rendah yang begitu pasti,

“Saya tetap memilih istri saya.”

Deg.

Kalimat itu menggema begitu kuat di dalam ruang tamu ndalem.

Keira langsung menahan napas saat jemarinya digenggam erat oleh Gus Zayn di depan semua orang.

Tangannya dingin.

Tubuhnya bahkan gemetar kecil karena gugup dan takut.

Namun genggaman pria itu terasa hangat.

Kokoh.

Seolah sedang berkata bahwa ia tidak sendirian menghadapi semua ini.

Sedangkan di depan mereka, ayah Afifa terlihat semakin murka.

“Baik.” tawanya kecil penuh emosi. “Jadi sejauh ini kamu memang memilih perempuan itu.”

Tatapan tajamnya kembali jatuh pada Keira.

Dan kali ini benar-benar penuh kekecewaan.

“Perempuan seperti apa kamu sampai membuat laki-laki lupa pada tanggung jawabnya pada tunangannya?”

Deg.

Keira langsung pucat.

“S-saya nggak pernah minta semua ini...” suaranya lirih bergetar.

“Kalau kamu tahu diri,” lanjut pria itu tajam, “kamu harusnya mundur dari awal.”

Air mata Keira langsung jatuh lagi.

Sedangkan Gus Zayn mengeratkan genggamannya sedikit.

“Jangan menyalahkan Keira.”

“Lalu siapa?!” bentak ayah Afifa. “Anak saya menangis karena kalian!”

Suasana ruang tamu makin mencekam.

Beberapa santri yang sejak tadi berdiri di luar ndalem bahkan mulai takut mendengar suara tinggi dari dalam.

Ummi Halimah tampak sangat cemas.

“Sudahlah...” lirih beliau. “Jangan sampai kata-kata menyakiti lebih jauh.”

Namun ayah Afifa sudah terlalu emosi.

“Keluarga kami menjaga martabat!” suaranya bergetar penuh amarah. “Dan sekarang orang-orang akan menertawakan anak saya!”

Afifa langsung memejamkan mata saat mendengar itu.

“Abah....” suaranya lirih lelah.

Namun pria itu tetap menatap Gus Zayn tajam.

“Kamu bilang memilih istrimu?” tawanya hambar. “Lalu apa kamu sanggup menanggung semua akibatnya?”

Hening.

Gus Zayn perlahan melangkah maju sedikit.

Tatapannya tetap tenang meski suasana semakin panas.

“Saya akan bertanggung jawab.”

“Bagaimana caranya?!”

“Saya sendiri yang akan menjelaskan semuanya pada masyarakat dan keluarga besar.”

Semua orang terdiam.

Bahkan Ummi Halimah sedikit terkejut mendengar keputusan itu.

Sedangkan Gus Zayn melanjutkan dengan suara rendah namun tegas,

“Saya yang salah karena tidak menjelaskan sejak awal.”

Tatapannya beralih pada Afifa.

“Dan saya meminta maaf karena telah membuatmu terluka.”

Air mata Afifa kembali jatuh.

Namun kali ini perempuan itu hanya diam sambil menunduk.

Ia sudah terlalu lelah untuk marah.

Sedangkan Keira merasa dadanya semakin sesak.

Karena semakin Gus Zayn membelanya...

Semakin besar rasa bersalah yang memenuhi hatinya.

“Tapi satu hal yang tidak akan berubah...” lanjut Gus Zayn pelan.

Pria itu menoleh pada Keira.

Tatapannya langsung melembut luar biasa.

“Saya tidak akan meninggalkan istri saya.”

Deg.

Air mata Keira jatuh semakin deras.

Sedangkan di sisi lain, ayah Afifa akhirnya menghela napas kasar penuh kecewa.

“Kalau begitu...” suaranya berat, “mulai hari ini hubungan keluarga kita selesai.”

Ummi Halimah langsung tersentak.

“Jangan bicara begitu—”

Namun pria itu sudah berbalik pergi dengan wajah keras.

“Abah....” Afifa buru-buru mengejar sambil menangis.

Dan tak lama kemudian—

Suara mobil keluarga itu meninggalkan pondok terdengar menggema di halaman.

Meninggalkan suasana sunyi yang terasa begitu berat.

Keira masih berdiri diam di tempatnya.

Sedangkan Gus Zayn perlahan melepaskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan.

Namun detik berikutnya—

Keira justru melepaskan genggaman tangannya pelan.

Pria itu langsung menoleh.

Dan mendapati gadis itu menangis tanpa suara dengan tatapan penuh rasa bersalah yang begitu dalam.

"Kei.."

"Sudah saya bilang Gus.. Ceraikan saya, semuanya tidak akan runyam seperti ini"

1
Cah Dangsambuh
astaghfirllah al kenapa aktifnya sudah terbentuk dari balita ya 🤣🤣🤣 nah lho mas ojol kena hukuman dari al lagian kenapa ikutan main mobilan juga
Cah Dangsambuh
obrolan hangat penghantar tidur
Cah Dangsambuh
allahu akbar ya allah ya karim kenapa adik mo di kasih nama ayam atau ojol sih al kamu tuh lucu atau memang lagi ngelawak🤣 tar manggilnya ning ayam /gus ojol bapakmu aja kalo manghil ibumu bikin lumer seantero jagat mosok kamu mo manggil adiknya ayam/ojol 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahaha
total 1 replies
Dokkan Battle
GUS GUS AGUS
Cah Dangsambuh
iiiih seneng banget masih ada panggilan zaujati kirain dah bener bener pergi kata kata yang bikin candu🤭,,,semangat kak
Cah Dangsambuh
ga papa kak toh endingnya dah pas bertata ga ngegantung,semoga kisah alfian lebik seru dari abinya ,tapi gus zayn jangan di bikin tua kak🤭 aku suka banget debgan karakternya baiknya pol polan sabarnya kelewatan romantisnya bikin ikutan edan🤭🤭🤭💪💪💪💪💪
Cah Dangsambuh
yasalaam al kamu nyaman ya tidul sama mas ojol sampe kebawa ngimpi,,,keyra anakmu kwi lho ga mau kasih kesempatan mas ojolnya zizah buat icip icip dikit🤭
Marini Suhendar
Awas Ya Al..pagi" d omelin abi sama umi😄
Cah Dangsambuh
kak mo nanya,,kemarin notif up dari jam 1 siang tapi bolak balik di bukablum ada nah ada bisa ku baca tadi malam trus ini ada notif up lagi lagi lum nongol apa hpku yang lemot atau gimana kak aku ga sabar buka tapi nihil terus,,maaf soalnya aku gaptek banget🙏🙏🙏🙏
Cah Dangsambuh: oke makasih berarti hpku yg tua🤣🤣🙏
total 3 replies
Cah Dangsambuh
al kamu ganggu bibi ya tar malah umi sama abi kamu yang punya malam panjang,atau jangan jangan ini ide abi kamu supaya kamu gangguin bibi🤣🤣🤣
Marini Suhendar
aihh...aku yg senyum "😄😄😄
Cah Dangsambuh
ahirnya oenantian panjang walaupun banyak rintangan takdir allah tetap memilih dan mereka tetap bersatu dalam takdirnya,di jum'at hari yang begitu agung mereka mengikrarkan janji di hadapan allah SWT yuk yang nunggu nunggu beberapa hari kita langsung meluncur kondangan👍👍👍💪💪💪
Cah Dangsambuh
ya allah saking groginya sampe berulang ulang. awas raka besok harus lancar ya🤭🤭👍
Cah Dangsambuh
yuk kita siapin baju yang bagus uang yang banyak buat kondangan ke umi
Cah Dangsambuh
kurang kak,ujug ujug berganti bulan padahal pingin juga tau proses sadar dan pemulihan sampe ke persiapan lamaran tapi yowislah ga papa masih terima kasih mas ojolnya selamat dan menepati janjinya untuk mbanya💪💪💪🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah rasanya ikutan dag-dig-dug....
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga ada keajaiban...
dewi
mewek AQ thor bacanya.....
Rio Mario
Alhamdulillah
pdm
baca smp bab ini kok ikut mewek... pdhl blm tau permasalahannya apa. berasa lg motong bawang merah /Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!