NovelToon NovelToon
Matahari Sang Iblis

Matahari Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjadi bayi / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Terlahir kembali sebagai Lyra Clarissa Wijaya, cucu tunggal dari keluarga terkaya di dunia, Lyra tidak tumbuh sebagai gadis manja yang lemah. Di balik kecantikannya yang tenang dan elegan, tersimpan jiwa seorang putri bangsawan Vampir dan kekuatan insting Alpha Serigala yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya.

Xavier adalah pria paling berbahaya yang ditakuti dunia. Dia dingin, kejam, dan dikenal tidak punya perasaan, tiba-tiba hidupnya yang gelap mendadak jungkir balik. Pria yang tak pernah tunduk pada siapa pun ini, justru rela menyerahkan segalanya untuk gadis kecil nya.

"Mintalah nyawaku, Lyra. Mintalah seluruh dunia ku, asal jangan pernah palingkan matamu dariku, karena tanpamu, duniaku kembali menjadi gelap," bisik Xavier, berlutut di hadapan gadis itu tanpa memedulikan tatapan ngeri para bodyguard nya.

Lyra hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membawa sisa-sisa keagungan masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENANG MERAH

"Tapi aku bukan gadis normal, Mom, Mommy tahu itu, kan?" bisik Lyra, mata hitamnya tampak berkilat misterius di bawah cahaya bulan.

Nyonya Arin tertegun sejenak, namun senyumnya tidak pudar, dia mencium kening Lyra dengan lama.

"Bagi dunia, mungkin kamu berbeda, tapi bagi Mommy, kamu adalah anugerah terindah. Tidak peduli darah apa yang mengalir di tubuhmu, kamu tetap putri kecil Mommy yang suka minta dibuatkan selai stroberi," ucap Nyonya Arin, mencubit gemas hidung kecil Lyra.

Lyra terkekeh, sisi dinginnya seolah mencair habis di bawah kasih sayang ibunya, dia meminum susunya sampai habis lalu meletakkan gelas kosong itu kembali ke nampan.

Tak

"Nah, sekarang waktunya tidur, besok kamu harus bangun pagi," ucap Nyonya Arin sambil berdiri.

"Mom, malam ini boleh tidur denganku? Aku ingin di puk-puk sampai tertidur seperti dulu," pinta Lyra dengan nada manja yang sangat jarang dia tunjukkan.

Nyonya Arin membelalakkan mata saking gemasnya, dia mencubit pipi Lyra pelan.

"Ya ampun, Putri Wijaya yang ditakuti musuh ternyata masih mau di puk-puk? Baik-baik, Mommy temani sampai kamu bermimpi indah," ucap Nyonya Arin, tersenyum kecil.

Lyra tersenyum lebar, lalu dia segera beranjak ke tempat tidur berukuran king size miliknya, diikuti oleh ibunya.

Di dalam kamar yang luas itu, cahaya lampu tidur yang temaram memberikan kesan hangat.

Lyra sudah memejamkan matanya, kepalanya bersandar nyaman di lengan Nyonya Arin, dan napasnya mulai teratur, tanda kesadarannya perlahan mulai tenggelam ke alam mimpi.

Nyonya Arin terus menepuk-nepuk bahu Lyra dengan lembut, dan jemarinya sesekali menyisir rambut hitam panjang putrinya. Namun, senyum lembut di wajah Nyonya Arin perlahan memudar, digantikan oleh tatapan yang sangat dalam dan penuh kesedihan yang tersembunyi.

"Tidurlah, Putriku..." bisik Nyonya Arin sangat pelan, hampir tidak terdengar.

Ceklekk

Pintu kamar sedikit terbuka, menampakkan sosok Tuan Thomas yang berdiri di sana, pria paruh baya itu tidak masuk, dia hanya bersandar di bingkai pintu sambil menatap istri dan anaknya.

Wajah tegas pria yang ditakuti di dunia bisnis itu tampak melunak, namun ada kekhawatiran yang terpancar dari matanya.

Nyonya Arin menoleh ke arah suaminya, lalu memberikan isyarat agar Tuan Thomas mendekat.

Dengan langkah tanpa suara, Tuan Thomas berjalan ke tepi tempat tidur, memandangi wajah tenang Lyra.

"Dia bertanya tentang pria Valerius itu lagi?" tanya Tuan Thomas dengan suara yang sangat rendah, nyaris seperti desis san angin.

"Dia merasakannya, Thomas, instingnya yang seharusnya terkunci itu mulai bergejolak, dia bilang udara sore ini terasa berat," jawab Nyonya Arin mengangguk pelan.

Hah....

Tuan Thomas menghela napas berat, tangannya terulur untuk membelai pucuk kepala Lyra, namun dia menariknya kembali seolah takut sentuhannya akan membangunkan sesuatu yang tertidur di dalam diri putrinya.

"Tujuh belas tahun kita mencoba memberinya kehidupan yang normal sebagai manusia, Arin, kita menyembunyikan segala jejak tentang siapa dia sebenarnya di masa lalu," gumam Tuan Thomas, matanya menatap tajam ke arah jendela yang menampilkan bulan purnama.

"Tapi takdir bukan sesuatu yang bisa kita kurung selamanya dalam sangkar emas ini," ucap Nyonya Arin dengan suara bergetar.

"Kehadiran Xavier Valerius, itu bukan kebetulan. Kau tahu siapa keluarga Valerius di masa lalu, kan?" tanya Nyonya Arin, menatap sendu wajah damai Putri nya.

Tuan Thomas terdiam, rahangnya mengeras, dia teringat akan sebuah ramalan kuno dan sejarah berdarah yang melibatkan dua ras besar yang seharusnya sudah punah.

"Aku akan melakukan apapun untuk melindunginya, bahkan jika aku harus melawan seluruh dunia bawah tanah sekalipun. Dia adalah putri kita sekarang, bukan dia yang dulu," ucap Tuan Thomas tegas, meskipun ada keraguan di matanya.

Nyonya Arin menatap wajah Lyra sekali lagi, buah cinta diri nya dan suaminya yang dia tunggu-tunggu selama puluhan tahun, bayi yang membawa aura kegelapan sekaligus cahaya yang sangat murni.

"Tapi Thomas, bagaimana jika jiwa di dalam dirinya terbangun? Bagaimana jika dia mengingat siapa jiwanya sebenarnya? Aku tidak ingin kehilangannya Thomas," tanya Nyonya Arin penuh ketakutan.

"Maka kita harus memastikan dia tidak pernah bertemu dengan kunci pembukanya. Dan Xavier Valerius adalah kunci itu," jawab Tuan Thomas dingin.

Di dalam tidurnya yang lelap, jemari Lyra sedikit bergerak, di alam alam bawah sadar nya, Lyra melihat bayangan hutan yang gelap, suara lolongan serigala yang memilukan, dan sepasang mata merah yang menatapnya dari balik kegelapan.

“Kau kembali... Putriku...” sebuah suara misterius menggema di benak Lyra.

Lyra sedikit mengernyit dalam tidurnya, membuat Nyonya Arin segera mengeratkan pelukannya.

"Sshhh... tenanglah, Sayang, Mommy di sini," bisik Nyonya Arin, mencoba mengusir mimpi buruk itu.

Nyonya Arin masih mengelus rambut Lyra yang sudah terlelap, suasana kamar itu begitu tenang, hanya terdengar suara detak jam dinding yang elegan.

Tuan Thomas melangkah mendekat, duduk di tepi ranjang di sisi lain, menatap wajah putri semata wayangnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Dia benar-benar mirip dengan bayi yang kita lihat di mimpi itu, Arin," bisik Tuan Thomas pelan, suaranya parau terkenang masa lalu.

Nyonya Arin tersenyum sedih, dengan mata berkaca-kaca.

"Ingat tidak, Thomas? lima belas tahun kita berjuang, pergi ke dokter sana-sini, menangis setiap bulan karena garis satu. Sampai akhirnya malam itu, malam di mana kita berdua memimpikan hal yang sama," ucap Nyonya Arin, mengingat masa lalunya.

Tuan Thomas mengangguk, dia memegang tangan Lyra yang terasa hangat.

"Mimpi tentang seorang wanita tua yang anggun, yang menyebut dirinya Nenek dari sang Putri, dia memberikan seorang bayi mungil yang bercahaya ke pelukanmu di tengah hamparan salju dan hutan pinus..." ucap Tuan Thomas, pelan.

"Wanita itu bilang, jaga dia, dia adalah jiwa yang suci yang tak sempat menghirup napas di dunianya. Dia mati saat dilahirkan karena raganya tak kuat menahan kekuatan dua ras besar. Namanya Lyra... dan dia akan lahir dari rahimmu,'" lanjut Nyonya Arin, suaranya bergetar.

"Dan ajaibnya, sebulan setelah mimpi itu, kau dinyatakan hamil," ucap Tuan Thomas sambil, mengingat mimpi mereka dulu.

"Kita tidak pernah menyangka bahwa cerita tentang Putri Vampir dan Serigala itu bukan sekadar dongeng tidur, tapi kenyataan yang bersemayam di tubuh anak kita," lanjut Tuan Thomas, menatap dalam wajah damai Lyra.

"Wanita tua itu juga bilang, Lyra di masa lalu sangat dicintai, orang tuanya di sana hancur saat kehilangan bayi mereka yang baru lahir," ucap Nyonya Arin, sambil membenarkan selimut Lyra.

"Tapi lihatlah dia sekarang, Aura dinginnya, instingnya yang tajam, bahkan caranya menatap musuh, itu bukan sifat manusia biasa, Arin. Jiwa Putri itu mulai bangun seiring dia dewasa," ucap Tuan Thomas menunjuk ke arah jendela.

1
renjani
yahhh up y ko dikit thor🤭

semangat menulis thor💪
sehat selalu👍👍
Atik Kiswati
lnjt.....
Pa Muhsid
di cerita jasmine, LEO-AURORA Xavier sebagai siapa ya😏😏😏 gak ingat
kaylla salsabella
lanjut😍😍😍
kaylla salsabella
titisan mak jasmine dan ratu Wallace
Rumi Yati
Lanjut thor
Tiara Bella
pembaca penasaran sebenarnya Xavier itu siapa.....
Wulan
tunggu 3 hari lagi Lyra maka kamu Mungkin akan menemukan fakta nya😌😌

semangat terus Thor up next nya 🤗🤗
Muft Smoker
Teka teki akan terbuka seiring berjalan ny waktu lyra ,,


lanjuut kak
kaylla salsabella
lanjut thor😍😍😍😍
kaylla salsabella
wah deddy Thomas apakah dalam bahaya
Queen adzilla👑
kakak kenapa setiap jalan ceritanya selalu ada pria yg gila karna wanitanya,tapi aku srlalu suka sama cerita nya kakak,semangat terus kak bikin novel nya😘
kaylla salsabella
masih penasaran
kaylla salsabella
lanjut
Muft Smoker
ceritany bagus kak
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,

makin penasaran ma klanjutan ny ,,
hubungn lyra dn Xavier di masa lalu tu ap yx ,,
Muft Smoker
mungkin di masa lalu lyra dn Xavier ad hubungn yg Blum selesai bahkan mungkin belum di mulai ,,
tp di masa kini lyra adalah anak dr tuan Thomas dn nyonya arin ,,
meski di dlam raga lyra adalah sosok dr masa lalu ,,
tp Xavier km gx boleh lngsung mngklaim gt aj ,,
krn keluarga lyra gx semua mngerti dg ap yg trjaadi di masa lalu antara tuan Thomas , nyonya arin dn sang nenek mysteriuss sehingga lyra lahhir di tngah keluarga wijaya ,,
Ayu Oktaviana
absen kak.. akhirnya louncing juga👍👍
Atik Kiswati
lnjt. ..
kaylla salsabella
apa Xavier rekarnasi si sepupu nya aurora ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!