Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan aneh-aneh
" Aku rasa hal tersebut tidak mungkin Gina, lagian aku dan juga Lucky itu kan beda agama. Tidak akan mungkin kami bisa bersatu, pastinya orang tua kita dan juga orang tua dia pasti akan menentang."
" Kau dan dia belum ada mencoba untuk memperjuangkan rasa cinta kalian, aku yakin jika kalian memperjuangkan rasa cinta kalian dan berkomitmen sejak awal siapakah yang akan pindah agama. Aku rasa baik orang tua kita ataupun orang tuanya juga tidak akan masalah."
" Tidak Gina, jarak di antara aku dan juga Lucky itu sangatlah tinggi. lebih baik kita tidak usah membahas mengenai hubungan seperti itu, baik aku ataupun dia tidak akan mau pindah agama. Contohlah misalnya aku sama dia dan dia mau pindah agama dan pindah ke agama kita, tentunya aku juga akan merasa bersalah kepada orang tuanya kan karena anaknya meninggalkan agamanya demi cinta."
" Ya kan kalau demi cinta nggak ada masalahnya, yang terpenting kalian berdua sama-sama suka dan sudah berkomitmen."
" Mungkin bagi sebagian orang hal itu tidak masalah, tapi bisa saja suatu hari nanti masalah itu timbul karena hal tersebut."
" Maksudmu bagaimana?"
" Contohnya aku dan dia menikah dan Dia memutuskan untuk pindah ke agamaku, kemudian kami berkeluarga Dan kami memiliki anak. Nah hal yang sebenarnya menjadi masalah akan muncul di saat itu, bisa saja Di Saat itu tiba-tiba Dia memutuskan untuk kembali ke agamanya. Kalau aku memiliki pendirian yang kuat dan juga ekonomi yang stabil, mungkin aku bisa tetap pada pendirianku. Tetapi bisa saja tiba-tiba aku lebih memilih cinta dan juga ekonomi ku tidak stabil, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk ikut dengannya pindah agama."
" Jangan sampailah Grace, aku akan sangat bersedih jika kau akan meninggalkanku."
" Itu adalah kemungkinan yang bisa saja terjadi Gina, karena itu aku tidak ingin mengambil resiko yang pada akhirnya akan membuatku menyesal."
" Baiklah mulai sekarang aku tidak akan membahas mengenai kau dan juga Lucky lagi, aku sangat tidak ingin kehilanganmu." ucap Gina yang langsung memeluk Grace.
" Syukurlah kalau kau paham juga mengerti, jadi jangan pernah kau membahas mengenai aku dan juga Lucky lagi. Karena hubunganku dan juga Lucky tidak akan mungkin pernah terjadi, Sebab aku sudah memikirkan sangat matang dan juga mengkhawatirkan kemungkinan yang bisa saja terjadi."
" Ternyata kau sudah mempertimbangkannya dengan sangat matang, aku sangat tidak menyangka kau sudah memikirkannya sampai ke tahap itu Grace."
" Sebelum kita melangkah atau melakukan sesuatu, kita juga harus memikirkan bagaimana jalan ke depannya. Jangan sampai hal itu justru menjerumuskan mu padahal yang tidak kau suka, dan pada akhirnya membuatmu menyesal."
" Mulai sekarang aku akan mempertimbangkan semua hal yang akan aku lalui, jujur saja aku sangat tidak menyangka hal sepele bisa menjadi seperti itu. Awalnya aku hanya ingin cintamu dan juga dia bersatu, tapi ternyata kemungkinan yang terjadi suatu hari nanti sangat mengerikan."
" Aku tidak pernah mencintai Lucky, dan aku rasa aku dan juga dia hanya bisa menjadi seorang teman saja."
" Kau sama sekali tidak ada perasaan padanya?"
" Mau berapa kali pun dibilang aku tetap tidak pernah ada perasaan padanya, karena sejak awal aku telah memberikan benteng Antara Aku dan juga dia."
" Baiklah Dan semoga saja kau bisa tetap kukuh pada pendirian, Dan aku harap kau segera dipertemukan dengan seseorang yang memang satu agama dengan kita."
" Amin..." ucap keduanya serentak.
...----------------...
Intan saat ini sedang berada di kamar kosnya, Ia pun menceritakan kalau Grace tadi ditelepon oleh Bu Maria. Tentunya indah sangat terkejut ketika mengetahui keris ditelepon oleh Bu Maria, karena Ia memang tidak mendapatkan pemberitahuan apapun dari Bu Maria. Kini ia menjadi khawatir akan terjadi sesuatu kepada Grace, apalagi Bu Maria yang langsung menghubungi Grace.
" Lalu apa yang disampaikan oleh Bu Maria kepada Grace"
" Kalau untuk apa yang disampaikan oleh Bu Maria, Aku sama sekali tidak mengetahuinya. Karena Bu Maria sendiri yang meminta Grace untuk menemuinya, dan tadi Grace mengatakan rasanya tidak sopan jika aku ikut bertemu dengan Bu Maria."
" Yang dikatakan oleh grup yang sangat benar, rasanya memang tidak sopan jika kau ikut bersama Grace untuk bertemu dengan Bu Maria. Apalagi Bu Maria hanya memanggil Grace saja, semoga saja tidak terjadi apa-apa kepadanya."
" Aku sih juga berharapnya seperti itu indah, Aku sangat takut akan terjadi sesuatu kepadanya. Tapi aku tidak bisa ikut dengannya untuk bertemu dengan Bu Maria, sehingga akhirnya aku tidak mengetahui apa yang dibicarakan dengannya dan juga Bu Maria."
" Sudahlah kau tidak usah memikirkan mengenai hal tersebut Intan, besok kita akan menanyakannya secara langsung kepada Grace. Semoga saja yang dikatakan Bu Maria kepadanya tidak aneh-aneh, jadi kita juga bisa tenang."
" Amin... Aku berharap Grace baik-baik saja."
" Sekarang lebih baik kau istirahat terlebih dahulu Intan, besok kita akan menghadapi banyak rintangan di sekolah. Tadi siang Bu Ika sudah meminta Grace untuk menjaga di kelas, entah kenapa aku yakin esok hari pasti ada yang akan menjaga di kelas selain Grace."
" Kau jangan mengatakan seperti itulah indah, kau justru membuatku takut. Aku takut besok justru aku yang diminta untuk masuk ke kelas, padahal kan belum jadwalnya kita masuk ke kelas."
" Kalau mengikuti jadwal memang belum waktunya kita masuk ke dalam ruangan kelas, tetapi kita kan juga tidak bisa menentang permintaan dari guru pamong kita. Jadi ya kita berharap saja semua kekhawatiran kita tidak akan terjadi, tetapi kita juga harus bersiap jika hal itu akan terjadi."
" Semoga saja kekhawatiran mu itu tidak akan terjadi ya indah, jujur saja aku masih belum ada persiapan jika harus masuk ke kelas."
" Kau juga harus belajar teknik menguasai kelas Intan, Dengan begitu kita bisa magang dengan tenang. Jika kau tidak menguasai teknik menguasai kelas, bisa saja di dalam kelas kau justru menghadapi pembelian dari para siswa."
" Apakah mereka mengerikan itu?"
" Kau masih ingat tidak ketika kita masih SMA dulu, dulu ada 5 guru magang atau mahasiswa magang yang magang di sekolah SMA kita. Ada dua orang guru yang tidak kita sukai, dan kita suka sekali mengerjai mereka."
" Iya aku mengingatnya, dulu sebenarnya kita tidak ikut mengerjai mereka. Tetapi karena kelas kita saring mengerjai mereka, akhirnya kita pun juga kenak hukuman."
" Sekarang situasinya di balik, sekarang kita sebagai guru magang tersebut. Kita harus mencontoh pergerakan tiga guru magang yang tidak bisa dibully, kita jangan mencontoh pergerakan dua guru magang yang dibully oleh teman-teman kita dulu."
" Tapi bagaimana ceritanya, jujur saja Aku sama sekali tidak mengetahui teknik tersebut."
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)