NovelToon NovelToon
Hotnews: I Love You

Hotnews: I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Action
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Andrean Wibisono dikenal sebagai jurnalis paling perfeksionis, disiplin, dan menegangkan —menurut para rekan kerjanya. Hidupnya diatur oleh data dan struktur berita yang rapi.

Masalah hidup Andrean muncul setiap kali dia harus berurusan dengan Alena Maharani yang santai, spontan, percaya insting, dan entah bagaimana selalu selamat meski hobi sekali mepet deadline. Bagi Andrean, Alena adalah clickbait berjalan yang selalu santai menghadapi apapun, sedangkan bagi Alena, Andrean adalah robot jurnalistik yang siap mengingatkan Alena tentang kode etik jurnalistik dalam situasi apapun.

Ketika sebuah proyek liputan spesial memaksa mereka menjadi partner, bencana pun dimulai. Bagaimana kelanjutan kisah dua jurnalis yang saling bertolak belakang ini? Simak dalam Hotnews: I Love You

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulut Pedas Vs Nasgor

Meeting Room, Kantor Redaksi Hotnews.com

"Pihak minyak Kita Sehat sudah memberikan pernyataan resmi terkait dugaan minyak goreng oplos. Mereka menyangkal bahwa minyak goreng mereka mengandung bahan yang dapat membahayakan kesehatan," kata Andrean sambil membaca email dari pihak minyak Kita Sehat.

"Mereka bahkan memberikan data terlampir tentang uji klinis dan uji lab tentang kandungan minyak Kita Sehat. Mereka akan menarik minyak Kita Sehat dari warung-warung di sekitar area tempat pengoplosan," lanjut Andrean.

"Pihak mereka juga akan meminta bantuan pihak berwenang untuk menangkap pelaku pemalsuan," tutup Andrean. Pak Indra manggut-manggut mendengar pernyataan resmi yang dibacakan Andrean.

"Langsung buat artikelnya. Lebih cepat lebih baik agar warga waspada terhadap produk minyak goreng merk tersebut untuk sementara waktu," kata Pak Indra. Andrean dan Alena mengangguk.

"Gue tulis artikelnya," kata Andrean. Alena hanya menaikkan bahunya.

"Terserah lo," kata Alena.

Andrean mulai bekerja. Alena sesekali melongok dan memberi komentar tentang tulisan Andrean seperti biasa. Terkadang mereka berdebat, terkadang mereka mempunyai ide yang sama. Setelah dua jam bekerja sama, artikel pemalsuan minyak goreng selesai.

Alena dan Andrean kemudian menyerahkan draft mentah pada Pak Indra. Pak Indra dengan seksama membaca tulisan liputan Andrean dan Alena.

Terungkap! Praktik Pemalsuan Minyak Goreng di Gudang Dermaga

Praktik pemalsuan minyak goreng kembali ditemukan di sebuah gudang di kawasan dermaga. Tim investigasi menemukan aktivitas pencampuran minyak jelantah dengan minyak curah yang kemudian dikemas ulang menggunakan merek dagang menyerupai produk premium.

Gudang tersebut tampak seperti tempat distribusi biasa dari luar. Namun di dalamnya, puluhan drum plastik berisi cairan berwarna kekuningan tersusun di sudut ruangan.

Salah satu mantan pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku minyak yang digunakan berasal dari berbagai sumber.

"Kebanyakan dari minyak bekas restoran. Dicampur minyak curah," ujarnya.

Setelah dicampur, minyak kemudian disaring dengan filter kain sebelum dimasukkan ke botol palstik baru yang diberi label minyak Kita Sehat.

...

"Bagus. Lanjutkan" kata Pak Indra. Andrean dan Alena refleks melakukan high five. Begitu sadar keduanya menjadi canggung.

"Terimakasih, Pak," kata Andrean sambil mengambil draft mentah mereka lalu berlalu.

Andrean menatap draft artikel berita di tangannya. Ini pertama kalinya dia benar-benar mengerjakan artikel bersama dengan Alena.

'Nggak ada salahnya kerja bareng dia,'

***

"Akhirnya selesai!" kata Alena sambil meregangkan ototnya di kursi kerjanya.

"Capek, Buk?" tanya Rani dari kursi sebelah.

"Banget!"

"Makan?"

"Hayuuuk,"

Alena sudah akan berdiri dari kursinya ketika Andrean berdiri tepat di samping kursinya.

"Astaga, Robot! Ngagetin aja lo!" pekik Alena.

"Ditunggu Pak Indra di ruang meeting," kata Andrean datar.

"Hah? Lagi?" tanya Alena tak percaya.

"Keknya acara makan lo dipending dulu, Len," kata Rani sambil melenggang keluar ruangan.

"Sial! Awas lo, Ran," kata Alena sambil berjalan menuju ruang meeting.

"Mau liputan lagi? Investigasi lagi?" tanya Alena pada Andrean. Andrean menggeleng.

"Trus apaan?" tanya Alena tak sabar.

Andrean membuka pintu ruang rapat. Pak Indra sudah duduk di kursi paling ujung. Alena masuk ke dalam ruang rapat dengan bingung. Alena menoleh ke arah Pak Indra. Di hadapan Pak Indra terdapat tiga bungkus stereofoam.

"Karena investigasi kalian sukses besar, saya traktir kalian nasgor langganan saya. Enak. Pedesnya pas. Nggak pake kecap. Spesial pake telor. Duduk," kata Pak Indra dengan nada bicara yang datar seperti biasa.

Alena meringis. Bayangan gado-gado Bu Darmi menguap seketika. Andrean tak menampakkan ekspresi apapun. Dia dengan datar duduk di kursi dekat Pak Indra. Alena akhirnya terpaksa mengikuti Andrean duduk di sisi kursi yang lain.

"Ayo, dimakan," kata Pak Indra lalu mengambil satu kotak stereofoam dan membukanya. Aroma nasi goreng menguar dari dalam kotak. Asap yang mengepul samar-samar, menandakan nasi goreng yang dipesan Pak Indra belum lama matang.

Andrean membuka kotak stereofoamnya tanpa ekspresi kemudian menyendokkan satu suapan ke mulutnya. Alena menatap Pak Indra dan Andrean bergantian. Keduanya terlihat sangat menikmati nasi goreng langganan Pak Indra.

"Kamu nggak makan, Alena?" tanya Pak Indra, melihat Alena yang hanya diam tanpa menyentuh nasi gorengnya.

"Mungkin dia phobia nasi, Pak," sahut Andrean sambil mengunyah nasi gorengnya. Alena menatap Andrean sambil mengerutkan kedua alisnya.

"Kamu nggak suka nasi goreng? Atau nggak doyan?" tanya Pak Indra pada Alena.

"Eh? Doyan kok, Pak," kata Alena lalu dengan cepat membuka kotak stereofoamnya. Pak Indra manggut-manggut lalu melanjutkan memakan nasi gorengnya.

Hening.

"Menurut penjual nasi goreng ini, ada informasi rahasia tentang pemerintahan," kata Pak Indra tiba-tiba. Andrean nyaris tersedak.

"Informasi rahasia?" tanya Andrean. Pak Indra mengangguk.

"Bapak yakin penjual nasgornya nggak bohong atau cuma cari sensasi?" tanya Alena pada Pak Indra. Pak Indra menggelengkan kepalanya.

"Bisa dipercaya," kata Pak Indra sambil mengunyah nasi goreng.

"Karena dia langganan saya, sudah pasti bisa dipercaya," lanjut Pak Indra saat sudah menelan nasi gorengnya. Andrean dan Alena saling tatap.

"Besok kalian saya tugaskan untuk mewawancarai Cak Imin," kata Pak Indra.

"Cak Imin?" tanya Andrean sambil mengerutkan alisnya. Pak Indra mengangguk.

"Ya. Penjual nasi goreng langganan saya," kata Pak Indra. Lagi-lagi, Andrean dan Alena saling tatap.

"Bilang aja kalian mau makan nasi goreng atas rekomendasi saya," lanjut Pak Indra.

"Korek informasi rahasia apa yang dia punya. Siapa tau kita dapat scoop kali ini," kata Pak Indra dengan nada berat lalu kembali menyendokkan sesuap nasi goreng ke mulutnya.

Andrean dan Alena saling tatap sambil memakan nasi goreng hadiah dari Pak Indra. Keduanya seperti sedang berkomunikasi lewat tatapan mata mereka.

"Saya tunggu hasilnya besok," kata Pak Indra lalu keluar dari ruang rapat.

"Ternyata itu maksud di balik nasgor," kata Alena sambil melanjutkan makannya.

"Lo kudu mulai terbiasa sekarang," kata Andrean.

"Maksud lo?" tanya Andrean bingung.

"Pak Indra bakalan kasih traktiran mendadak setiap kali berita besar berhasil dia dapat," kata Andrean. Alena manggut-manggut.

"Pantesan lo betah banget ngejar straight news. Dapet traktiran ternyata," kata Alena. Andrean menatap Alena dingin.

"Bukan karena traktiran. Tapi, karena memang butuh diberitakan. Bukan cuma nulis soal drama kehidupan yang melow," kata Andrean datar.

"Hah?! Drama kehidupan yang melow? Itu bukan drama kehidupan, tapi kisah hidup yang juga butuh disuarakan. Biar semua orang juga tau, kalo di sisi dunia lain ada orang-orang yang berjuang mati-matian hanya untuk bertahan hidup," kata Alena tegas.

"Hh. Kisah hidup? Lo tau apa soal kisah hidup? Gue liat lo nggak pernah hidup susah. Jadi, jangan sok seperti bisa merasakan penderitaan hidup mereka," kata Andrean tajam.

Alena menatap Andrean dengan penuh kebencian lalu keluar dari ruang rapat begitu saja, meninggalkan nasi goreng yang hanya dia makan sepertiganya.

'Kenapa? Apa yang gue katakan itu kenyataan,'

***

1
Nanaiko
Aaaa bersambung😅
Nanaiko
Bisa tidak yaa sehari updatenya 5 bab sekalian, Thor? hehehe
ceritanya menarik, selalu dinanti.
🥰❤
Purnamanisa: kapasitas author sehari nulis cuma 3 bab kak 😅😅😅 2 bab disini, 1 bab di I Love You, Miss!!!🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!