NovelToon NovelToon
ReyLin

ReyLin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Sumartini

REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4



Rendy dan Linda

Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.

tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----


#mohon maaf masih pemula 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Kedua

Rendy dan Linda menikmati makan malam romantis mereka dengan bahagia. Jhon sejak tadi tersenyum menatap mereka berdua. Linda sempat mencari Jhon karena ingin mengucapkan terimakasih sudah mau mencarikan ia beberapa potong pakaian baru. Karena Linda datang kesini tanpa membawa bajunya. "Terimakasih Jhon maaf sudah merepotkan anda yang sangat sibuk ini." sapa Linda hangat dan sopan membuat Johannes menyukai tunangan Tuan Muda Rendy.

"Semoga kalian selalu langgeng sampai tua dan hanya dipisahkan oleh kematian." gumam Jhon berdoa dengan tulus.

"Apa Jhon yang menyiapkan semua ini? Makanannya enak sekali." tanya Linda sangat menikmati beberapa hidangan yang tersedia di atas meja.

"Iya. Jhon adalah orang yang mengurus villa ini, meski ada beberapa pelayan juga tapi Jhon bisa di bilang dia adalah kepala pelayan." jawab Rendy.

"Aku harus berterimakasih lagi karena sudah membuat perutku kenyang malam ini." kata Linda.

"Kamu sudah berterimakasih tadi sama dia." jawab Rendy.

"Tapi itu soal baju bukan makanan."

"Sama saja. Jangan terlalu ramah dengan pria lain, aku tidak suka melihatnya." ujar Rendy dengan nada sedikit kesal.

Linda tertawa lebar, "Astaga Rendy, jangan bilang kamu cemburu sama kepala pelayanmu?" tanya Linda.

"Iya. Aku sangat cemburu." jawab Rendy.

"Sayang aku hanya berterimakasih bukan menyatakan cinta." sahut Linda tersenyum jahil.

"Huh? Terserah kamu saja." ucap Rendy menyalakan sebatang rokok.

Linda tersenyum tipis. Hatinya sangat bahagia, hal seperti ini belum pernah ia dapatkan di masa hidup sebelum ia kembali ke sini. Aku sangat bahagia dan tak ingin kembali lagi bersama Darren. Bisakah kali ini Rendy adalah orang yang benar - benar mencintaiku?

Rasanya seperti mimpi, tapi aku sangat bahagia. Ucap Linda di dalam hati dan tersenyum sangat manis.

Set !

"Eh?"

Linda tersentak kaget saat Rendy sudah ada di sebelahnya, sedikit menunduk agar wajah Rendy bisa melihat jelas pahatan wajah Linda.

"Sayang, lain kali tersenyum manis seperti itu hanya di kamar saat berdua denganku." ucap Rendy.

Linda jadi diam melongo, kenapa dia jadi posesif sekali?

"Rendy hanya ada kita di sini." jawab Linda.

"Lalu mereka apa?"

Rendy menunjuk di belakangnya dimana para pelayan mulai terlihat sibuk saat Linda menatap mereka. Wajah para pelayan nampak bersemu merah karena tanpa sengaja senyuman manis Linda menghipnotis mata mereka.

"Ahahaha.." Linda tertawa lucu. "Rendy duduklah lagi di kursimu, aku belum selesai makan." ujar Linda menangkup pipi Rendy dan memberi hadiah kecupan ringan.

Rendy menarik sudut bibirnya, dia membalas kecupan itu kepada Linda tetapi bukan di pipi, targetnya selalu di bibir Linda dan kembali duduk di hadapan Linda.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rumah besar keluarga Rio Angkasa nampak sedikit tegang, berulang kali sang kepala keluarga menahan amarahnya karena seorang gadis yang tidak lain adalah putrinya sendiri.

"Ayah, aku menyesal saat itu menolak perjodohan dari Kakek Badra. Tetapi saat ini Rendy dan Linda kan belum menikah, apa Ayah tidak bisa merayu Kakek agar mau membatalkan pertunangan mereka? Ayah kan anaknya Kakek pasti-"

BRAK !!

Suara pukulan keras pada meja yang menjadi alas kerja Rio Angkasa itu menggema di dalam ruangan tersebut.

"Ayah berulang kali peringatkan kamu Diana. Jangan ganggu pertunangan Rendy dan Linda saat kamu sendiri yang memilih tidak mau bertunangan dan menunjuk Linda sebagai penggantinya !" kata Rio Angkasa sedingin es.

"Tapi Ayah aku - "

"Kamu ingin tau sesuatu Diana? Saat Rendy Chandra tau bahwa kamu yang akan bertunangan sama dia, Rendy meminta agar Ayahnya membatalkan pertunangan itu atau dia di ganti oleh sepupunya yang lain. Namun karena kamu tidak setuju dan Linda yang menggantikan, dengan senang hati Rendy menerima perjodohan itu. Dia pun bahkan menegaskan jika bukan Linda maka Rendy tidak mau karena Rendy adalah orang yang menyukai Linda." kata Rio panjang lebar berharap agar putrinya bisa mengerti bahwa ada perasaan yang tidak bisa dia paksakan.

"Ayah-"

"Diana. Kamu boleh jatuh cinta, tapi jangan sama Rendy nak. Dia adalah tunangan sepupu kamu. Tidak baik merebut pasangan orang lain. Kamu mengerti kan sayang? Ayah sedang sibuk, bisa kamu keluar dulu?" kata Rio dengan nada yang mulai melembut.

Diana menatap Ayahnya dengan wajah kesal, dia menghentakkan kakinya kasar dan keluar ruangan tersebut tidak lupa membanting pintu dengan kasar.

Aku terlalu memanjakannya sejak kecil sehingga dia tumbuh menjadi anak yang saat keinginannya tidak terpenuhi maka dia akan memberontak seperti ini. Guman Rio Angkasa menengadahkan kepalanya ke langit - langit ruangan tersebut. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Kak, bisa aku ketemu sama Kakak?"

XxxxxXxx

Merry Angkasa menatap iba dengan cerita Rio - Adik Iparnya yang datang berkunjung ke rumahnya. Vito meneguk kopinya setelah mendengar semua cerita saudaranya, sedangkan Deon hanya diam berusaha mencerna sesuatu.

"Rio. Minumlah dulu, Kakak tau kamu sangat pusing saat ini, saat anak memasuki masa pubertas memang memiliki emosi yang tidak stabil." ucap Merry menyajikan teh hangat bercampur lemon berharap bisa membantu memberi rasa tenang kepada Rio Angkasa.

"Terimakasih Kakak Ipar, maaf aku berkunjung tiba - tiba." jawab Rio menerima teh tersebut.

"Apa yang kamu katakan? Kamu bisa berkunjung kapan pun seperti Deon yang suka datang tiba - tiba." jawab Merry melirik Deon.

"Kakak ipar kamu sangat suka menyindirku ya." ucap Deon meneguk kopinya.

Vito menaruh cangkir kopinya, dia menyenderkan punggungnya di sofa dan menatap Rio. "Rio.. Aku juga punya anak perempuan. Untuk saat ini biarkan saja dulu Diana sendiri, mungkin dia bisa instropeksi dirinya dan berubah setelah mendengar kata - katamu." ucap Vito berusaha menenangkan Rio.

"Terimakasih sudah mau mendengar ceritaku ya Kak." ucap Rio tersenyum dengan lembut.

"Jangan di pendam sendiri Kak, aku dan Kak Vito biasa bertukar cerita." ujar Deon.

Merry menyenderkan kepalanya di bahu Vito, ia begitu senang dengan pemandangan dimana tiga bersaudara ini meski sudah menikah namun masih tetap akur. Namun Leony tidak begitu akrab dengan Merry padahal Merry sudah berusaha mendekatinya, justru Merry lebih akrab dengan istri Deon yang sudah lama meninggal.

Seandainya kamu masih ada, pasti kita banyak bercerita disini bersama - sama Priya. Gumam Merry dalam hati mengingat momen bersama saat Priya masih ada.

Vito merangkul pinggang Merry, "Apa yang kamu pikirkan?"

"Aku hanya mengingat Priya."

Vito tersenyum lembut, "Priya pasti sudah bahagia disana." jawab Vito.

"Iya itu pasti." Balas Merry.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Angin malam yang dingin menusuk tubuh Linda. Jubah tidurnya melambai ketika angin itu berhembus pelan. Sepasang tangan mendekapnya dari belakang memberi sedikit rasa hangat. Sebelah tangan Rendy menurunkan sedikit jubah tidur Linda.

"Sayang. Apa kamu tidak lelah?" tanya Linda merasa geli saat Rendy memberi kecupan pada punggung dan bahunya.

"Aku hanya senang, bisa berdua seperti ini sama kamu. Linda katakan padaku bahwa ini bukan mimpi." ucap Rendy tanpa melepas kecupannya.

"Ini dunia nyata." jawab Linda.

"Sayang kemarilah." ujar Rendy membalik tubuh Linda dan mencuri bibirnya. Mengangkat tubuh mungil itu dan membawanya masuk ke kamar mereka.

"Berapa kali malam ini?" tanya Linda menatap wajah Rendy yang entah kenapa akhir - akhir ini terlihat tampan dimatanya.

"Sampai kamu tidak bisa jalan." jawab Rendy tersenyum jahil.

Linda tertawa kecil, "Aku mencintaimu Rendy."

"Aku juga sangat mencintaimu Linda." jawab Rendy tersenyum lembut.

1
Jro Resmiasa
terus berkarya Thor 💪💪💪🙏
Sumartini: terimakasih kak 🙏 semangat berkarya juga 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!