NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Seribu Tahun Berlalu

Waktu terus berjalan musim berganti tahun demi tahun berlalu , Peradaban manusia berubah dengan sangat cepat.

Kerajaan-kerajaan manusia runtuh dan digantikan oleh kota-kota besar yang dipenuhi cahaya lampu teknologi berkembang. Dunia menjadi semakin modern.

Namun jauh di dalam hutan yang sangat lebat dan terpencil, sebuah wilayah masih tersembunyi dari mata dunia. wilayah yang tidak terlihat di peta mana pun.

Wilayah yang dilindungi oleh mantra kuno Raja Vampir Di sanalah bangsa vampir masih hidup. Istana vampir yang megah tetap berdiri kokoh seperti seribu tahun yang lalu, Tidak ada satu pun musuh yang berhasil menembus perlindungan sihir yang dibuat oleh Raja Vampir Edward.

Mantra portal yang melindungi wilayah itu masih aktif bagi manusia biasa, tempat itu hanyalah hutan kosong yang gelap dan sunyi Namun, di balik ilusi itu, kehidupan para vampir terus berjalan.

Dan orang yang menjaga semuanya selama seribu tahun itu adalah Herry tangan kanan paling setia sang raja.

Rambut Herry kini sedikit lebih panjang dibandingkan dulu Namun, wajahnya masih terlihat sama.

Sebagai vampir, waktu tidak banyak mengubahnya, Ia berdiri di balkon istana sambil memandang ke arah gerbang kerajaan.

Seribu tahun telah berlalu Namun, ia masih memegang sumpahnya Menjaga kerajaan sampai rajanya bangun kembali langkah kaki terdengar dari belakangnya.

Seorang penjaga vampir datang dengan wajah serius.

“Tuan Herry.” Herry menoleh.

“Ada apa?”

Penjaga itu menunduk sedikit.

“Perisai gerbang kerajaan… bergetar.”

Herry mengernyitkan alisnya.

“Bergetar?”

“Ya. Seperti ada kekuatan yang mencoba menyentuhnya.”

Herry langsung berjalan menuju menara pengawas.

Dari tempat itu, seluruh gerbang wilayah vampir bisa terlihat jelas gerbang besar itu berdiri di tengah hutan yang gelap.

Dilindungi oleh perisai sihir tak terlihat yang diciptakan oleh Raja Edward seribu tahun yang lalu dan benar saja. Perisai itu bergetar sangat halus.

Seolah ada sesuatu yang mencoba melewatinya.

Namun tidak ada siapa pun di sana tidak ada manusia tidak ada serigala hanya hutan yang sunyi Herry menatap ke arah gerbang dengan serius.

“Tidak mungkin…” Ia tahu kekuatan perisai itu.

Tidak ada makhluk biasa yang bisa mendekatinya Namun, sebelum ia sempat berpikir lebih jauh sebuah getaran kuat tiba-tiba menyebar ke seluruh wilayah kerajaan vampir Tanah sedikit bergetar.

Para vampir yang berada di istana langsung berhenti bergerak Mereka semua merasakan sesuatu yang sama.

Sebuah aura yang sangat kuat Aura yang sudah tidak mereka rasakan selama seribu tahun Herry membeku, Matanya membesar Ia sangat mengenal aura itu Aura seorang raja.

Aura yang hanya dimiliki oleh satu orang di dunia ini Herry langsung berbalik dan berlari menuju ruang bawah tanah istana.

Lorong-lorong kastil terasa sunyi ketika ia melewatinya Beberapa penjaga yang melihatnya segera ikut berlari.

Mereka semua tahu sesuatu sedang terjadi Herry akhirnya sampai di depan ruangan batu kuno tempat sang raja tidur pintu besar itu masih dipenuhi simbol sihir.

Namun cahaya simbol-simbol itu kini mulai bersinar lebih terangHerry membuka pintu itu dengan cepat Ruangan itu dingin dan gelap seperti biasa Namun ada sesuatu yang berbeda.

Peti batu hitam di tengah ruangan itu bergetar pelan Para penjaga yang datang di belakang Herry menahan napas mereka tidak ada satu pun yang berani bersuara.

Kemudian perlahan…Tutup peti batu itu bergerak.

CREAK…

Suara batu bergeser menggema di ruangan itu.

Herry menundukkan kepalanya dalam ia tahu apa yang akan terjadi.

Peti itu terbuka perlahan dan dari dalamnya....Seorang pria perlahan duduk.

Rambut hitamnya sedikit panjang Wajahnya tampan namun dingin Matanya merah seperti darah.

Raja Vampir Edward akhirnya bangun.

Ia membuka matanya perlahan Tatapannya tajam seperti elang Ruangan itu terasa semakin dingin ketika aura kekuatannya menyebar.

Para vampir yang berada di sana langsung berlutut dengan penuh hormat

"Yang Mulia..."

“Yang Mulia…” Herry juga berlutut dengan kepala tertunduk.

Edward tidak langsung menjawab ia menatap sekeliling ruangan itu perlahan.

Istana ini…

Masih sama seperti yang ia ingat.

Namun dunia di luar pasti telah berubah.

Kemudian tangannya perlahan terbuka.

Seharusnya ada sesuatu di sana.

Sesuatu yang ia genggam erat sebelum ia memasuki tidur panjangnya Kalung berlian hijau milik Elena Namun, ketika Edward membuka telapak tangannya…

Matanya langsung menyipit telapak tangannya kosong kalung itu tidak ada Kalung, yang selama ini ia genggam bahkan saat tidur selama seribu tahun…menghilang.

Herry yang melihat perubahan ekspresi Rajanya langsung mengangkat kepala sedikit.

“Ada yang salah, Yang Mulia?”

Edward menatap tangannya dengan tatapan dingin.

“Kalung itu…”suara Edward rendah.

“Kalung Elena…”

Herry terlihat terkejut.

“Kalung itu… hilang?”

Edward tidak menjawab.

Namun aura dingin di ruangan itu semakin terasa kuat tidak mungkin kalung itu jatuh begitu saja, Peti batu tempat Edward tidur dilindungi oleh sihir kerajaan.

Tidak ada vampir yang berani menyentuhnya tidak ada makhluk yang bisa masuk ke ruangan ini tanpa izin Namun, kalung itu tetap menghilang.

Edward perlahan menutup telapak tangannya kembali matanya menjadi lebih tajam seolah ia sedang memikirkan sesuatu yang sangat dalam, Sementara itu Herry segera menundukkan kepalanya lagi.

Ia tahu ini bukan masalah kecil kalung itu bukan sekadar perhiasan Itu adalah kenangan terakhir Raja Vampir terhadap Elena.

Setelah beberapa saat, Herry kembali berbicara.

“Yang Mulia…”

“Selama seribu tahun terakhir… banyak sekali musuh yang mencoba menemukan wilayah bangsa vampir.”

Edward perlahan menoleh ke arahnya.

Herry melanjutkan dengan suara serius.

“Bangsa serigala tidak pernah benar-benar berhenti mencari.”

“Mereka beberapa kali mencoba memasuki hutan ini.”

“Namun mantra portal yang Yang Mulia ciptakan berhasil menyembunyikan wilayah kita dari mereka.”

Edward tetap diam.

Herry melanjutkan.

“Bukan hanya serigala.”

“Beberapa penyihir manusia… bahkan pemburu vampir juga mencoba mencari kerajaan ini.”

“Namun mereka semua gagal.” Herry menatap ke arah pintu ruangan.

“Perisai yang melindungi gerbang kerajaan terlalu kuat.”

“Tidak ada satu pun makhluk yang berhasil menyentuhnya.”

Edward akhirnya berjalan keluar dari peti batu itu.

Langkahnya tenang Namun aura kekuatan di sekitarnya membuat para vampir semakin menunduk Ia berhenti sejenak.

Tatapannya mengarah ke arah dunia luar Seribu tahun dunia telah berubah Namun satu hal tetap sama Musuh-musuh bangsa vampir masih ada.

Edward berbicara dengan suara rendah.

“Jika mereka masih mencari…” Matanya yang merah bersinar tajam.

“Biarkan mereka terus mencari.”

“Karena sekarang…” Ia mulai berjalan menuju pintu ruangan.

Aura kekuatan raja vampir memenuhi seluruh kastil.

“Raja mereka telah bangun.”

Herry segera berdiri dan berjalan mengikuti di belakangnya.

Para penjaga vampir membuka jalan dengan cepat lorong panjang istana terasa sunyi ketika Edward berjalan melewatinya.

Langkahnya pelan namun penuh wibawa.

Jubah hitam panjang yang ia kenakan bergerak mengikuti langkahnya.

Para vampir yang berada di sepanjang lorong langsung berlutut ketika melihatnya.

“Yang Mulia…"Suara hormat terdengar dari berbagai arah.

Namun Edward tidak menghentikan langkahnya tatapannya lurus ke depan menuju aula utama istana vampir.

Pintu besar aula itu terbuka perlahan.

Cahaya obor di sepanjang dinding menerangi ruangan yang sangat luas dan megah.

Di ujung ruangan itu berdiri singgasana hitam kerajaan vampir.

Singgasana yang telah kosong selama seribu tahun Edward berjalan menuju singgasana itu dengan langkah yang gagah.

Setiap langkahnya terasa berat dan penuh kekuatan Para bangsawan vampir yang sudah menunggu di dalam aula segera berlutut serentak.

“Ampunilah kami karena tidak dapat membangunkan Yang Mulia lebih cepat.”

Namun Edward tetap berjalan tanpa berkata apa pun.

Ia akhirnya berhenti tepat di depan singgasana.

itu singgasana yang dulu sering ia duduki bersama Elena di sampingnya.

Untuk sesaat…Tatapannya sedikit berubah. Seolah kenangan lama muncul kembali.

Namun hanya sesaat Edward kemudian berbalik.

Menghadap seluruh bangsa vampir yang berlutut di hadapannya lalu dengan gerakan yang tenang namun berwibawa…Raja Vampir Edward duduk kembali di singgasananya.

Singgasana yang telah menunggunya selama seribu tahun.

Aula istana menjadi sangat sunyi.

Tidak ada yang berani berbicara Aura raja vampir memenuhi seluruh ruangan.

Herry menundukkan kepalanya.

“Selamat datang kembali di kerajaan Anda, Yang Mulia.”

Edward bersandar sedikit di singgasana itu.

Matanya yang merah menatap seluruh ruangan dengan tajam.

Kemudian ia berkata pelan,

“Mulai hari ini…”

“Kerajaan vampir akan bangkit kembali.”

Dan jauh di suatu tempat di dunia manusia tanpa diketahui siapa pun…Kalung berlian hijau milik Elena kini berada di tangan seseorang.

Seseorang yang bahkan belum menyadari takdirnya sendiri seorang gadis bernama Alana baru saja memulai takdirnya

___________________

POV RAJA SERIGALA 

Namun jauh dari wilayah vampir…Di balik pegunungan gelap yang dipenuhi kabut tebal, berdiri sebuah benteng batu besar yang menjadi wilayah bangsa serigala.

Di dalam aula utama benteng itu, seorang pria duduk di atas kursi batu besar yang dihiasi ukiran cakar serigala.Rambutnya panjang berwarna abu gelap matanya kuning tajam seperti binatang buas.

Dialah Raja Serigala.

Penguasa bangsa serigala yang pernah bertarung melawan Raja Vampir Edward di medan perang seribu tahun yang lalu.

Di hadapannya, beberapa prajurit serigala berlutut dengan wajah tegang.

“Yang Mulia…”salah satu dari mereka berkata dengan suara berat.

“Kami kembali dari hutan utara.”

Raja Serigala menatap mereka dengan tatapan dingin.

“Dan?”

Prajurit itu menelan ludah sebelum melanjutkan. “Kami tidak menemukan apa pun.”

“Wilayah vampir… telah menghilang.”

Ruangan itu tiba-tiba menjadi sunyi.

Beberapa penasihat serigala saling bertukar pandang.

Raja Serigala perlahan bersandar di kursinya.

“Menghilang?”

Ia tersenyum tipis.

Senyum yang penuh kecurigaan.

“Tidak ada kerajaan yang bisa menghilang begitu saja.”

Prajurit itu segera menjawab.

“Kami sudah mencari di seluruh wilayah hutan.”

“Tidak ada kastil.”

“Tidak ada desa vampir.”

“Bahkan tidak ada jejak mereka.”

Raja Serigala menyipitkan matanya.

Ia berdiri perlahan dari kursinya.

Langkahnya bergema di aula batu yang besar itu.

Seribu tahun telah berlalu…

Namun bayangan malam ketika Elena mati di medan perang masih teringat jelas di kepalanya. Ia masih mengingat wajah Raja Vampir Edward yang dipenuhi kemarahan saat itu.

“Kau melindunginya sampai akhir…”

gumamnya pelan.

Raja Serigala berhenti di depan jendela besar benteng itu. Di luar sana terbentang hutan gelap yang luas. Wilayah yang dulu menjadi tempat berdirinya kerajaan vampir Namun sekarang…Tidak ada apa pun di sana seolah tempat itu tidak pernah ada.

Tiba-tiba salah satu penasihat berkata pelan.

“Yang Mulia… mungkin Raja Vampir menciptakan perlindungan sihir sebelum ia menghilang.”

Raja Serigala tersenyum.

Namun senyum itu sangat dingin.

“Edward…”Ia menyebut nama itu dengan suara rendah.

“Jadi kau memilih bersembunyi.” Ia mengepalkan tangannya.

Cakar serigala mulai muncul dari jarinya.

“Tidak masalah.”

Tatapannya menjadi tajam.

“Kita punya waktu.”

“Seribu tahun pun tidak akan membuatku lupa.” Ia menoleh ke arah para prajuritnya.

“Terus cari.”

“Tidak ada kerajaan yang bisa bersembunyi selamanya.”

“Suatu hari…” matanya menyala penuh kebencian.

“Aku akan menemukan kerajaan vampir itu.”

Dan ketika hari itu tiba…

“Perang yang tertunda seribu tahun akan berakhir.”

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!