NovelToon NovelToon
Arabella Secret

Arabella Secret

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dina Melya

Pertemuan tidak sengaja Arabella dengan seorang wanita di cafe tempatnya bekerja, membawanya menjadi pengantin pengganti untuk seorang putra Billionaire Rusia, kondisi Arabella yang sedang membutuhkan banyak uang sehingga ia menerima penawaran wanita itu. Bukan hanya menjadi pengantin pengganti, ia juga harus menjadi putri pengganti dari seorang Billionaire Rusia yang memiliki pengaruh sangat besar di negara itu, Anara itulah nama barunya.

Neal Radislav tidak punya pilihan lain, selain bersedia melangsungkan pernikahan itu demi nama baik dua keluarga, walaupun Arabella memiliki wajah yang persis sama dengan kekasihnya, tak ada sedikitpun sikap manis yang Neal tunjukkan, baginya Anara adalah wanita yang tidak akan tergantikan di dunia ini.

Kenapa Arabella harus berpura-pura menjadi Anara? mampukan sikap lembut dan penyabar Arabella menaklukkan hati Neal? Rahasia apa yang tersembunyi dibalik sikap tertutup Arabella?

Ikuti kisah cinta mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Melya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertama kali

Ara begitu lincah memainkan jarinya di tuts piano, David menatap Ara sambil tersenyum dengan meliipat kedua tangannya  di dadanya, setelah Ara selesai ia pun memberikan tepuk tangan yang membuat wajah Ara merona merah  karena malu.

“Wow.. kau luar biasa, baru beberapa minggu kita berlatih tapi perkembanganmu sungguh luar biasa," puji David menatap wanita cantik didepannya itu.

“Tidak David kau sungguh berlebihan," imbuh Ara sambil memutar tubuhnya agar menghadap David dengan senyuman menghias dibibr tipisnya.

“Kita harus merayakannya, bagiaman kalau aku traktir kau minum kopi," tawar David. Ara sejenak terdiam sambil berpikir.

“Baiklah," sahut Ara akhirnya, keduanya pun segera keluar dari ruangan itu, sebelumnya Ara mengirim pesan singkat kepada Peter untuk tidak menjeputnya di tempat les, Ara pun berjanji akan mengirimi alamat tempat Peter nanti menjeputnya. Mereka pun segera menuju halte bus, tak lama menunggu bus yang mereka tungguh pun datang, mereka segera naik, dan memilih bangku kosong yang masih tersedia,  Ara begitu senang karena sudah cukup lama ia tidak melakukan ini, sejak ia menikah hampir dua bulan,  dulu saat berangkat kerja ia selalu naik bus, walaupun terkadang ia juga  bersepeda, Ara begitu merindukan saat-saat dirinya seperti itu.

“Kenapa melamun," seru David menepuk pundak Ara yang sedari tadi asyik memandang keluar jendela bus.

“Tidak... aku tidak melamun," bantah Ara terkekeh. Keduanya pun asik bercerita, memang sejak beberapa minggu les piano dengan David membuat keduanya begitu akrab, tak terasa bus sudah sampai halte tepat dekat cafe yang akan mereka kunjungi mereka pun segera  turun begitu bus berhenti.

Keduanya pun berjalan beriringan menuju cafe, mereka pun menyebrang karena cafe berada disebrang halte bus tempat mereka berhenti tadi. Karena kendaraan yang cukup ramai David pun memegang tangan Ara saat menyebrang jalan. Mereka masuk kesalah satu cafe yang cukup ramai oleh pengunjung, keduanyan segera mencari tempat duduk yang terasa nyaman untuk mereka. Ara dan Davit terlihat begitu akrab mereka bercerita apa saja seakan mereka sudah lama berteman, mungkin saja beberapa pengunjung beranggapan lain melihat mereka yang tertawa lepas dan terlihat begitu Bahagia,

 

 

 

****

 

 

Neal sedang membaca dokumen yang menumpuk dimejanya, ia menyandarkan tubuhnya ke sandaran  kursi kerjanya, sesekali Neal memijat keningnya dengan telujuknya, ia menarik napas kasar sambil melempar dokumen itu ke atas meja kerjanya, ia memutar kursi kerjanya sehingga menghadap ke jendela ruangannya yang terletak di lantai 25, ia mengusap kasar dagunya sambil menatap gedung - gedung menjulang ke angkasa, termasuk salah satunya gedung kantor yang ditempatinya.

Neal mecoba melupakan hal yang tidak sengaja dilihatnya setelah selesai melakukan pertemuan dengan salah satu rekan bisnisnya, matanya menangkap seorang wanita yang tak asing dimatanya sedang menyebrang dengan seorang pria yang tidak dikenalinya, Neal ingin saja turun dari mobil tapi lampu hijau keburuh menyala sehingga menghentikan niatnya.

Neal meraih ponselnya dari saku jasnya, ia mencari kontak seseorang disana, Neal memejamkan matanya sejenak, ada keraguan dari wajanhyna, tapi akhirnya ia menekan icon berwarna hijau itu, dan menyambungkan dengan

seseorang yang ada disebarang sana, Ara menghentikan obrolannya dengan David ketika mendengar dering ponselnya. Ara pun segera mengambil ponselnya dari dalam tasnya, ia tertegun menatap layer ponselnya, “Neal, tumben ia menelponku," guman Ara dalam hati karena memang hampir dua bulan mereka menikah belum sekalipun Neal pernah menelponnya walaupun beberapa waktu lalu ia pernah memintah nomor ponselnya, Ara pun segera menjawab panggilan telpon suaminya.

“Hallo Neal," sapa Ara lembut. Neal sedikit tersentak begitu pertama kali mendengar suara Ara lewat telpon, wajah Ara langsung memenuhi pikiran Neal,

“Kau dimana?" Tanya  Neal tanpa berbasa-basi.

“Aku sedang di cafe bersama temanku," sahut Ara hati-hati.

“Teman?" Tanya Neal sambil mengernyitkan keningnya.

“Iya namanya David, dia guru les pianoku," tukas Ara cepat, Neal menarik napas kasar, jadi hal yang dilihatnya  tidak salah  itu benaran Ara.

“Neal," panggil Ara karena tak mendengar suara Neal dari sebrang sana.

“Kau punya kegiatan setelah ini?" Tanya Neal

“Tidak..." jawab Ara cepat.

“Belikan aku kopi  nanti suruh Peter mengantarkan kau ke kantorku," ujar Neal.

“Kopi apa yang kau sukai?" Tanya Ara senang karena ia akan berkunjung ke kantor Neal untuk pertama kalinya.

“Terserah kau saja," sahut Neal, “Tapi aku tidak ingin menunggu lama, aku beri kau waktu satu jam untuk sampai kesini," imbuh Neal dan langsung mengakhiri panggilannya, sehingga membuat Ara melongo heran, ia pun segera menelpon Peter, dan minta maaf sekaligus  pamit  pada David yang menatapnya sedikit heran.

“Kau kenapa? Siapa yang menelpon?" Tanya David penasaran sambil menatap Ara yang bangkit dari kursinya.

“Maaf David , aku ada keperluan mendadak, suamiku membutuhkanku," jelas Ara sambil berjalan untuk memesan kopi buat Neal.

“Suami?... Kau sudah menikah?" Tanya David terkejut, Ara menganggukan kepalanya ,David terkesiap dengan jawaban Ara dengan mata membulat menatap Ara tidak percaya, ia memalingkan wajahnya  sambil   membuang napasnya kasar terlihat raut kekecewaan diwajah David.

 

 

 

****

 

 

Ara menatap gedung yang tinggi menjulang didepannya, ia menatap sekelingnya  dan melihat hampir semua gedung disana tinggi menjulang membelah langit, lamunan Ara terhenti ketika mendengar suara Peter yang menagajaknya masuk. Ara pun mengikuti langkah Peter di sampingnya, Ara mecoba melirik kiri kanan sambil memperhatikan sekitarnya Ia melihat begitu banyak orang-orang yang terlihat sibuk dengan  pekerjaan mereka, ia berpapasan dengan beberapa karyawan wanita yang cantik-cantik dengan busana yang begitu seksi, sejenak Ara menelan ludahnya, Peter berhenti didepan lift dan segera menekan tombolnya, kemudian mereka segera masuk.

Ara merapikan penampilanya sambil berkaca lewat dinding lift didepanya, ia merasa kurang percaya diri menemui Neal, melihat karyawan Neal yang memakai pakaian yang begitu seksi mempertontonkan tubuh mereka, kalau

seandainya Ara tau berapa harga gaun yang dipakainya itu akan membuatnya terlonjak kaget, pakaian yang dipakainya tidak terbuka tapi ia terlihat begitu anggun dan cantik dengan gaunnya, tapi melihat aset-aset wanita disini yang ukurannya seperti balon yang kan meledak membuatnya menatap dadanya lesu.

Peter segera menyuruh Ara keluar dari pift terlebih dulu, keduanya segera melanjutkan langkahnya, Peter berhenti didepan pintu yang sedikit agak berbeda dengan beberapa pintu sempat diperhatikannya, Peter segera menemui seorang wanita yang segera keluar dari balik mejanya,

“Silahkan masuk saja Nona, Tuan sudah menunggu anda," ucap wanita itu sopan, Ara pun mengiyakan sambil menatap wanita didepannya, rok wanita yang begitu pendek tak luput dari perhatian Ara,”apakah ke kantor harus

berpakaian seperti ini ya," guman Ara.

Peter pun segera pamit, Ara mengikuti langkah wanita itu, ia mengetuk pintu setelah mendengar sahutan ia pun segera membuka daun pintunya, Ara mengikuti langkah wanita itu yang berjalan mendahului Ara.

“Tuan... Nona sudah datang," ujar wanita itu sopan.

.

.

..

.

.

Bersambung

.

.

.

..

.

Bersambung

1
imoe nawar
👍
Arye Ghad'iz BinAngun
bagus
Endah Lestary
ceritanya bagus pake 'banget'.tapi" H" nya bikin ilang fokus /Facepalm//Curse/
Dewi Siahaan
Kecewa
Dewi Siahaan
Buruk
Katherina Ajawaila
bagus cerita nya outhour 🌹🌹🌹🌹🌹
Katherina Ajawaila
dasar perempuan gila msk lo prodeo, ternyata pager mkn tanaman teman sendiri di suntuk narkoba. mari aja km nathalie
Katherina Ajawaila
jgn2 Nathalie, depresi berat. 🌝
Katherina Ajawaila
jgn. lebai lah Ara, dengar aja apa yg. Nesl bicara, toh ksmush sayang sm zNeal, jgn alrman ingat ada nafas bayi d perut mu
Katherina Ajawaila
soga cepat aja pemberkatan ulang nya biar Nathali sadar diri jgn mau nempel aja sprti benalu
Katherina Ajawaila
Natasya sm Matahari, beda tipis sm 2 edan.
Katherina Ajawaila
keren thour, aku suka🌹🌹🌹
Katherina Ajawaila
ternyata mrk berdua kembar dari anaknya Jannie toh
Katherina Ajawaila
keren thour, sumpah ceritanya aku suka 😭
Katherina Ajawaila
Antara biar gubrak aja sekalian, maksain kehendak😆aleman
Katherina Ajawaila
kasihan Arabella, plases thouryg bisa nentuin. hanya outhour. keren
Katherina Ajawaila
Anara arogan dan manja pantesan aja. sifat. nya ngk terpuji
Katherina Ajawaila
tau udh lg hmilAnara bangun lg dr tidur lamanya
Katherina Ajawaila
nah. lo. beneran kan semoga. kbar aja tuh baby
Katherina Ajawaila
ntar nyesel Nesl bukan kedokter dulu, kerjaan terus yg. di. kejar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!