Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUMAH DUKA
Saat Aku ,anak-anak dan keluargaku tiba di Rumah mertuaku kami di sambut oleh pihak keluarga semua.Ada pula suamiku disitu .Dia langsung mengambil Azkia lalu menggendongnya.Aku tidak melihat Mama mertuaku . Katanya beliau di kamar dan sejak Alm. bapak mertua dia tidak keluar kamar dan makan apapun.
Bergegas aku masuk ke kamarnya.Aku melihat tubuh mama mertuaku berbaring dan menutup kedua matanya.Aku melihat dia menangis sesegukan dan nampak matanya sangat bengkak.Jelas beliau sangatlah kehilangan sosok suami yang selama ini menemaninya.Aku mendekatinya
"Ma ... mama tidur ?"ucapku sambil mengusap kepalanya perlahan
Seketika mama membuka matanya dan menangis ...Lalu aku memeluknya erat dan kami menangis se jadi - jadinya .
"Kamu datang Nak ...? "Tanyanya
"Iyya Ma...aku datang bersama anak-anak dan juga Mami dan adekku "
"Mama fikir kamu tidak akan datang nak... bapak sudah pergi nak "
"Sabar ya Ma ... tidak mungkin saya tidak datang ...cuman maafkan saya terlambat karena anak-anak tengah semester ...Mama yang kuat yaa ...jangan begini terus Ma "
"Mama harus bagaimana Nak...bapakmu sudah pergi meninggalkan mama"
"Mama harus kuat demi cucu-cucu mama ...mereka butuh mama ..."ucapku menguatkan beliau
"Mama Itu tidak pernah makan sejak Bapak meninggal " ucap suamiku yang ternyata sudah ada juga di dalam kamar.
"Astagfirullah ...kok begitu Ma....mama mau makan apa nanti saya belikan "
Namun mama mertuaku hanya terus menangis dan menangis .
"Ma...jangan begini nanti Bapak juga sedih kalau mama selalu menangisi terus kepergiaannya"
"Mama itu sedih kalau kalian sampe pisah dan bapak sudah tidak ada" ucapnya sambil terisak
"Yang berpisah siapa ma? " jawab suamiku
"Kamu gak usah bohong sama Mama ya Anis... mama tau semuanya "
"Kalau gak percaya tanyakan saja sama Dian "ucap suamiku
"iya ma... jangan fikirkan kami ya ma ...kami sudah dewasa bisa selesaikan masalah sendiri...Mama gak usah khawatir ya...yang terpenting mama sekarang makan yaa " bujukku dengan sabar
"Ayo nenek kita makan " ucap Azkia sambil menarik tangannya
Akhirnya wanita itupun menurut ikut .ketika diruang mama ada mami dan adekku ...mereka menjabat tangan mama mertuaku.Mami memeluk mama mertuaku.Mereka menangis sambil berpelukan.
"Ayoo sudah ...kita makan dulu ...sudah lapar di perjalanan tidak enak makan " ucapku
Lalu mereka melepas pelukannya dan aku memapah tubuh lemas mama mertuaku...kami pun makan bersama. Mama mertuaku pun juga ikut makan.Aku sangat senang melihatnya.
"Malam ini masih Tahsyiah ya Ma? "
"iyya nak ini malam kedua "
"Ooh berarti sebentar malam ramai orang "
"Iyya Nak ..orang-orang nanti banyak datang bawa kue "
"Kita gak bikin kue ma ? "
"Mama tadi cuman pesan saja , biar tidak repot nak "
"Oochhh begitu "
Setelah kami makan...aku dan Aulia membereskan meja makan.Dan kusuruh anak sulungku untuk mencuci piring kotornya namun ada seseorang ibu setengah baya yang melarang.Dia menyuruh kami istirahat saja dulu karena habis perjalanan jauh.Jujur saja aku sangatlah lelah dan badan serasa lengket ...aku ingin mandi dan istirahat .
Aku pun masuk ke kamar yang dulu sering kami tempati jika kami bermalam mengunjungi mertuaku.Disana sudah ada suamiku yang berbaring bersama Adnan dan Azkia.
"Mami aku tidur dimana ?" tanya aulia
"Kamu tidur disini saja nak kan ada kasur di bawah "
"Iyya nak...nanti biar papi di bawah " ucap mas Anis
"Aku mandi dulu "ucapku
Aku pun bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi . Kusiram kepalaku rasanya begitu adem dan terasa segar . Aku sudah tidak mendengar lagi suara dari luar .Mungkin mereka sudah tertidur atau mereka keluar dari kamar.Aku pun melanjutkan mandi .Sebelah selesai aku meraih handuk dan melilitkannya di tubuh ku .Ketika aku keluar dari kamar mandi aku melihat mas Anis masih berbaring di tempat tidur namun anak-anak sudah tidak ada dan pintu kamar tertutup.
"Pi keluarlah aku mau berpakaian "
"Lhoo kenapa kalau aku liat kan kamu itu istriku"
"Tidak akh ... sana keluar dulu "
Suamiku pun langsung bangun dari tempat tidur dan mendekati ku.Dia menarik ku ke dalam pelukannya .Aku berusaha melepaskan pelukannya namun pelukannya begitu kuat.
"sayang ... kenapa kamu menghindari aku ...?" ucapnya
"Maaf pi ... tolong lepaskan.aku sangat lelah habis perjalanan " ucapku sambil mendorong tubuhnya
"Aku kangen sama kamu sayang , kamu masih istriku ... aku masih berhak atas tubuhmu "
"Aku tau ..tapi ..."
Mas Anis tidak mendengar ku dia semakin menarik ku dalam pelukannya ...
"pii....tolonglah hikssss jangan begini "
Dia yang tengah dipengaruhi oleh nafsunya tidak lagi memperdulikanku ... Yang difikirkannya hanya bisa melampiaskan semuanya...Dia tidak mendengar lagi semua kata-kataku...
"Pi...tolonglah ...nanti anak-anak masuk " ucapku seraya berusaha mendorongnya menjauh.
Dia hanya tersenyum begitu telah berhasil melepaskan lilitan handukku... Aku berusaha melawannya.. Aku berusaha meraih handukku kembali namun dilemparnya menjauh.
"Pi...nanti uci marah kalau dia tau kamu masih menyentuhku " ucapku berusaha membuatnya berhenti .
Namun dia tidak mendengarku dia malah semakin kuat menindis tubuhku hingga aku tidak bisa bernafas .Aku terpaksa melayaninya....Air mataku meleleh di kedua pipiku .Entah rasanya aku begitu jijik padanya.Tak ada lagi rasa seperti dulu.
Setelah dia selesai melampiaskan semuanya dia meninggalkanku begitu saja tergeletak di tempat tidur.Aku merasa nyeri disemua tubuhku.Aku takut ada yang melihatku dalam keadaan tanpa busana.Aku pun bergegas membersihkan diri dan berpakaian lalu kembali berbaring.Aku merasa sangat marah kepada suamiku.Dia telah memaksaku dengan kasar.Aku menangis dan hanya menangis karena aku tak berdaya.
NB . Mohon Kritik Dan Saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh