Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Antonio membeku. Nada bicara itu, diksi itu... entah mengapa ingatan Antonio langsung melesat ke dapur rumahnya tadi malam, saat ia mencaci-maki istrinya yang mengenakan daster lusuh.
"Tunggu... kenapa getaran suaranya... mirip sekali?" batin Antonio histeris.
Namun, logikanya kembali menolak mentah-mentah. "Tidak! Grizla itu perempuan bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang bisnis! Ini tidak mungkin dia!"
"Maafkan kelalaian saya, Nyonya G," ucap Antonio dengan suara bergetar, terpaksa menundukkan kepalanya dalam-dalam di depan Boni dan Siska. "Saya berjanji akan membereskan masalah ini dan mencari lahan pengganti dalam waktu dua puluh empat jam."
Grizla menyandarkan kembali punggungnya, lalu terkekeh sinis. "Dua puluh empat jam? Perusahaan saya bisa kehilangan momentum besar hanya karena menunggu orang tidak kompeten seperti Anda bergerak."
Grizla kemudian melirik Siska, memberi kode rahasia yang sudah mereka sepakati.
"Pak Antonio," Siska mengambil alih pembicaraan dengan senyum kepuasan yang tertahan. "Karena kecerobohan fatal Anda yang bisa membahayakan aset perusahaan, Nyonya G memutuskan untuk memberikan sanksi tambahan."
"Sanksi... sanksi apa lagi, Bu Siska?" tanya Antonio pasrah, dadanya sesak.
"Potong gaji sebesar lima puluh persen selama tiga bulan ke depan, dan status Anda diturunkan menjadi staf magang operasional. Tugas Anda berikutnya adalah membersihkan dan merapikan seluruh arsip fisik di gudang bawah tanah kantor ini, di bawah bimbingan langsung dari Pak Boni," ucap Siska tanpa belas kasihan.
"Potong gaji lima puluh persen?! Menjadi staf magang?!" Antonio setengah berteriak, matanya terbelalak ngeri. Bagaimana ia bisa membayar cicilan mobil mewahnya? Bagaimana ia bisa mencicil rumah dan jika gajinya dipangkas habis-habisan?
Gaji staf magang sekitar 5.000.000, jika di potong menjadi sisa 2.500.000. Dapat apa dengan gaji segitu?
"Mengapa? Anda keberatan?" Grizla menyela, nadanya meninggi seolah siap memberikan surat pemecatan detik itu juga. "Jika tidak sanggup, silakan angkat kaki dari gedung saya sekarang juga, Antonio."
Antonio mengepalkan tinjunya di bawah meja hingga kukunya memutih. Rasa marah, malu, dan terhina bergolak di dalam dadanya. Ia ingin sekali berteriak dan membalik meja ini, namun bayangan tentang kebangkrutan total membuatnya tak punya pilihan selain merangkak.
"T-tidak, Nyonya G. Saya... saya menerima sanksi ini," lirih Antonio, suaranya nyaris habis.
"Bagus. Kalau begitu, silakan serahkan kartu akses manajer Anda kepada Boni, dan mulailah bekerja di gudang bawah tanah sekarang juga. Jangan buang-buang waktu saya," usir Grizla dingin.
Dengan tangan yang gemetar hebat, Antonio melepaskan kartu akses perak miliknya, meletakkannya di depan Boni dengan sisa-sisa harga diri yang hancur lebur. Ia kemudian berbalik dan melangkah keluar dari ruang rapat dengan tubuh lemas.
Begitu pintu tertutup rapat, Grizla perlahan menurunkan kacamata hitamnya ke ujung hidung, menatap pintu keluar dengan tatapan penuh kemenangan.
"Gudang bawah tanah yang pengap dan gelap... sangat cocok untuk tempat merangkak bagi pria sombong sepertinya, bukan begitu, Siska?" ujar Grizla sambil tersenyum anggun.
"Pilihan yang sangat tepat, Nyonya Grizla," jawab Siska bersemangat. "Lalu, apa yang akan Anda lakukan malam ini di rumah? Dia pasti akan mengamuk setelah gajinya dipotong setengah."
Grizla memakai kembali kacamata hitamnya dengan gaya yang elegan. "Biarkan dia mengamuk. Semakin dia meluapkan amarahnya padaku di rumah, semakin besar pula alasan yang kupunya untuk menghancurkannya tanpa sisa di kantor ini. Mari kita lihat, seberapa lama topeng kesombongannya itu bisa bertahan."
Hari itu menjadi hari paling melelahkan dan memalukan dalam hidup Antonio. Seharian penuh ia menghabiskan waktu di gudang bawah tanah yang pengap, berdebu, dan panas.
Kemeja kerjanya yang mahal kini kotor terkena noda hitam arsip-arsip lama. Setiap kali ia batuk karena debu, bayangan wajah Boni yang tersenyum menang dan aura dingin Nyonya G terus berputar di kepalanya, membakar kewarasannya.
Ketika jam pulang kantor tiba, Antonio tidak langsung pulang. Ia duduk di dalam mobilnya di area parkir yang mulai sepi, memukul kemudi dengan frustrasi.
"Sialan! Bagaimana aku bisa bayar cicilan mobil bulan depan kalau aku di turun menjadi staf magang dan gajiku dipotong setengah?!" terangnya frustrasi, menjambak rambutnya sendiri. "Semua ini gara-gara Boni... dan Nyonya G keparat itu!"
Dengan sisa tenaga dan amarah yang menumpuk di ubun-ubun, Antonio melajukan mobilnya pulang. Di otaknya hanya ada satu nama untuk dijadikan tempat pelampiasan: Grizla.
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..