Alea adalah wanita malang yang terpuruk dan hampir gila karena kehilangan bayi dan suaminya dalam satu waktu. Namun di saat itulah ia bertemu dengan seorang wanita asing yang memberikan bayi laki-laki padanya. Tanpa menaruh curiga Alea menerima bayi itu.
Siapa yang sangka jika bayi tersebut akan merubah masa depannya. Sebab bayi laki-laki itu ternyata adalah putra dari seorang konglomerat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18 Gugup
Juan menoleh pada wanita seksi yang tiba-tiba duduk di sampingnya.
"Apa kau mau turun juga?" tanya wanita itu.
Juan tak langsung menanggapi. Ia justru menilik penampilan sang wanita s*ksi tersebut. Dress selutut dengan tali spaghetti serta belahan dada yang rendah, membuat Juan terpaku. Terlebih saat tatapan pria itu berhenti tepat di dada sang wanita. Membuat wanita itu mengira jika Juan tertarik padanya.
Dengan lancang ia meletakkan tangannya di paha Juan. Berusaha menggoda. "Atau, kau mau ke tempat lain?"
Dari dada wanita itu, mata Juan beralih pada tangan lancang si wanita. Yang bukan sekadar menyentuh tapi mulai berani mengusap paha Juan.
Bukannya tergoda, Juan justru merasa risih. Penampilan wanita itu tak membuatnya tertarik sama sekali. Dada yang diumbar tak membuatnya berhasr*t untuk menikmati. Justru dalam otak Juan sekarang yang terlintas adalah Alea. Membandingkan penampilan Alea yang sederhana dengan penampilan seksi wanita di depannya ini. Juan sampai heran dengan dirinya sendiri.
Tangan Juan mengambil tangan wanita itu. Mengangkatkan ke atas sampai membuat wanita itu tersanjung karena mengira Juan akan mencium tangannya. Namun, yang terjadi malah Juan menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.
"Singkirkan tangan kotormu itu dariku!"
Tentu saja wanita itu membeliak kaget. Bagaimana mungkin ada pria yang menolaknya. Selama ini tak ada satu pun pria yang bisa lepas dari pesonanya. Ada apa ini?
"Kau pasti akan menyesal!" ancam wanita itu.
"Pergilah, aku tidak butuh wanita murahan seperti dirimu!" hardik Juan.
Wanita itu sangat kesal mendengar ucapan Juan, tapi karenanya ia langsung berdiri dan pergi.
Juan menatap sinis pada wanita yang baru saja pergi. Ia kembali memesan whisky pada bar tender. Meminumnya kembali dalah sekali teguk. Tak hanya satu Juan bahkan menambah 3 shot lagi. Pada shot ketiga, kepalanya mulai berat. Pandangannya pun mulai kabur.
Untung saja Daniel segera kembali. Melihat kondisi temannya, Daniel bisa menebak berapa shot yang sudah Juan habiskan.
"Hei, berikan padaku satu shot lagi," ujar Juan meracau.
Daniel memberi isyarat agar bartender tak menuruti kata Juan.
"Kau mengundangku ke sini hanya untuk kau buat repot saja," gerutu Daniel.
Walupun menggerutu, tak urung Daniel juga yang akhirnya membawa Juan pulang. Bukan ke mansion keluarga besar pria itu, melainkan ke villa milik Juan.
Sepanjang perjalanan Juan meracau tak jelas. Beberapa kali pria itu menyabut nama Alea. Yanga parah adalah Juan muntah di dalam mobilnya.
Cukup lama Daniel mengemudi untuk sampai ke villa. Meski sudah masuk waktu pagi, Danil tetap menekan bel pintu rumah tersebut.
Alea yang baru saja terjaga karena harus memberikan asi pada Shane, segera berlari keluar usai menidurkan bayi itu dalam bok bayi.
"Iya, sebentar," teriak Alea yang tengah berlari ke pintu keluar.
"Tuan?" Pekik Alea begitu pintu terbuka.
Dengan sigap Alea membantu Daniel yang terlihat kewalahan membawa tubuh Juan.
"Tolong bawa ke sini," ujar Alea yang tidak tahu jika Daniel sudah hapal di mana kamar Juan.
Keduanya tertatih menaiki tangga dengan memapah tubuh Juan yang berat. Meski lambat akhirnya mereka berhasil sampai ke kamar Juan. Daniel meletakkan Juan begitu saja di atas ranjang.
"Tolong urus dia, aku harus pulang.," pamit Daniel.
Alea ingin mengantar Daniel keluar, tapi ditahan oleh pria itu. Daniel meminta Alea agar segera mengurus Juan. Termasuk mengganti pakaian pria itu karena tadi muntah.
Alea menurut saja. Segera setelah Daniel keluar dari kamar majikannya, Alea mengambil baju di dalam lemari. Piyama dipilih Alea agar Juan merasa nyaman.
Diletakkannya piyam itu di pinggir ranjang. Lalu membuka pakaian Juan. Alea sedikit gugup karena takut, tapi harus ia kerjakan juga. Ia membuka satu per satu kancing kemeja Juan. Untung saja pria ini sedang tidak sadar, jadi membuat Alea sedikit lebih leluasa meski tetap gugup.
Alea berhasil melepas semua kancing kemeja Juan, hingga kulit tubuh pria itu bisa terlihat oleh Alea. Pelan-pelan ia akan melepaskan baju Juan. Namun, belum juga selesai, Juan menangkap tangan Alea. Menghentikan pergerakan wanita itu.
Mata Juan terbuka. Menatap Alea yang berada tepat di atas tubuhnya. "Apa yang kau lakukan?"
"Tuan, a ... aku ...." Alea takut. Bingung harus menjawab apa. Semakin takut saat tatapan Juan tak juga turun. Terus menatapnya tajam.