10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jenius Puncak Ketujuh Yang Sebenarnya
Menara Spiritual Langit...
Setelah melewati lantai lima, Xiao Tian belum menunjukkan kelelahan. Karena memang sejatinya ia baru saja melewati ujian kekuatan untuk tahap pemula, sesuai dengan ranah kultivasinya yang berada pada Inti Jiwa tahap akhir.
Tetapi justru disinilah letak perbedaannya, Dantiannya berbeda dengan kultivator lain, sehingga ia memiliki kemampuan menyimpan tenaga dalam lebih banyak dan lebih besar. Ditambah dengan keterampilan serta rahasia mutiara dewa iblis di dalam tubuhnya, membuat jalan kultivasinya semakin membentang luas.
Begitu Xiao Tian memasuki lantai keenam, suasana yang berbeda terjadi. Tekanan energi Qi di tempat ini begitu kentara, beda dengan lantai-lantai yang sudah ia lalui sebelumnya.
"Menarik!" Ucap Xiao Tian dengan seulas senyum.
Sepuluh meter di depannya ia merasakan kehadiran patung manusia perunggu yang memiliki aura permusuhan yang kuat, bahkan energi kehidupan yang samar terasa memenuhi ruangan seolah mereka adalah benda hidup yang memiliki perasaan.
Xiao Tian meningkatkan kewaspadaan, patung manusia perunggu ini berada di ranah pendekar raja, dengan teknik pemurnian khusus tubuh mereka jelas lebih kuat dari kultivator yang berada di tingkatan yang sama.
Menyaksikan kedatangan Xiao Tian, tubuh patung manusia perunggu pun langsung bereaksi menyerang. Dengan membawa kekuatan tinju yang besar, suara gemuruh dari energi Qi yang terbakar membuat situasinya tidak bersahabat.
Sudut mata Xiao Tian menyipit, mendapati serangan dari manusia perunggu ia pun bertindak cepat. Mengepalkan kedua tangannya, mengalirkan energi Qi lalu menyambut tinju kuat yang mengarah kepadanya.
"Baaamm"
Energi dari dua tinju bertubrukan, menimbulkan suara dentuman yang menyebarkan energi ke area sekitar.
Akibatnya, Xiao Tian mundur beberapa langkah dan merasakan kepalan tangannya kebas, bahkan untuk sesaat pandangan matanya kabur.
"Benar-benar kuat" Gumam Xiao Tian tampak sedikit terkejut.
Namun belum hilang keterkejutannya, sosok manusia perunggu itu kembali melancarkan serangannya dengan lebih kuat dari sebelumnya.
Xiao Tian tidak ingin ceroboh, dengan cepat ia menarik pedangnya dan mengaktifkan teknik pedang pemburu bintang.
"Zriinkk"
"Zriinkk"
"Zriinkk"
Meski manusia perunggu tidak menggunakan pedang, kulit tubuhnya sangat kuat dan memiliki tingkat ketebalan yang tidak mudah terkoyak. Dari pertukaran serangan, hanya percikan bunga api yang membuat manusia perunggu semakin terlihat mendominasi.
Xiao Tian tidak putus asa, sambil melancarkan serangan ia juga mencoba mencari titik vital kelemahan manusia perunggu itu.
"Jika hanya mengandalkan kemampuan fisik akan membutuhkan waktu yang lama, aku harus segera mengakhiri pertarungan ini dengan cepat" Pikir Xiao Tian.
Setelah memikirkannya Xiao Tian menggenggam pedangnya lebih erat, apa yang ia lakukan sebelumnya tidak menimbulkan kerusakan serius pada tubuh patung manusia perunggu.
Pedang yang di tangannya tampak bergetar halus, energi Qi di dalam tubuhnya kini hampir mengalir seperti aliran sungai deras ke pedang biru di tangannya. Pedang biru seperti bertranformasi mengeluarkan cahaya kehitaman yang merupakan energi bawaan dari energi mutiara dewa iblis.
"Pedang Bayangan Iblis"
Cahaya pedang Xiao Tian pun berkilau aneh, lalu bergerak dengan sangat cepat menghantam dan memotong lengan patung manusia perunggu.
"Traankk"
Detik berikutnya terdengar suara denting dari benda logam yang jatuh ke tanah, membuat reaksi manusia perunggu mundur beberapa langkah.
Memanfaatkan momentumnya, mata Xiao Tian berkilau tajam, dengan cepat ayunan pedangnya segera menebas ke arah leher manusia perunggu tanpa ampun.
Namun, manusia perunggu pun tidak tinggal diam. Melindungi tubuhnya, sebuah kekuatan besar ia keluarkan untuk memblokir serangan Xiao Tian.
"Booomm"
Dua energi saling bertubrukan, membuat dada Xiao Tian terasa panas dan perputaran energi Qi nya mengalir secara tidak beraturan. Bahkan Xiao Tian merasakan sesuatu yang hangat keluar dari tenggorokannya, mengalir tipis di sudut mulutnya.
Begitu juga dengan manusia perunggu, ia pun mengalami goncangan yang sangat kuat hingga tubuhnya terpelanting jauh ke belakang dengan posisi setengah berdiri.
"Luar biasa, ternyata aku masih meremehkannya" Batin Xiao Tian dengan terkejut.
Dengan cepat energi vitalitas di dalam tubuhnya bekerja, paduan energi Yin dan Yang kembali bersinergi membuat paduan energi baru yang membentuk cadangan tenaga dalam.
Rasa nyeri di pergelangan tangannya akibat pertukaran serangan barusan memaksa Xiao Tian untuk mengubah posisi tangannya. Dengan cepat ia bergerak kembali mengaktifkan teknik pedang bayangan iblis, cahaya kehitaman dengan aura membunuh yang pekat bergerak cepat mengarah ke titik vital manusia perunggu.
"Zruuaak"
Tebasan cepat itu tak mampu dihindari oleh manusia perunggu, meski tubuhnya kuat namun leher adalah titik vital yang paling ia jaga, akibatnya ia jatuh ke tanah tanpa bisa bangkit lagi.
Xiao Tian menghela napas berat, meski berhasil mengalahkan lawannya namun ia juga baru saja menghabiskan energi yang cukup banyak, bahkan kebas di telapak tangannya mulai ia rasakan hingga ke pergelangan tangannya.
Sementara itu di luar Menara Spiritual Langit terjadi kehebohan yang luar biasa, lampu penanda di lantai enam telah padam menimbulkan suara kericuhan diantara sesama murid.
"Hai, lihat! Lampu di lantai enam telah padam, bukankah itu artinya Xiao Tian sudah berada di ranah pendekar raja?"
"Tidak mungkin, bukankah kekuatannya hanya di ranah Pemurnian Qi saat terdaftar di paviliun sumberdaya"
"Sudah naik lagi, apakah kalian tidak menyadari jika tadi ia sudah berada di ranah Inti Jiwa?"
"Apa? Bukankah kemajuan itu sangat luar biasa!"
"Siapa bilang Gunung Wuyi sudah kehilangan pamornya? Xiao Tian adalah murid terakhir, bukankah dulu juga ia merupakan murid jenius di Puncak Ketujuh itu??"
"Ah, sepertinya dia benar-benar menyembunyikan bakatnya terlalu dalam"
Semua orang saling berkomentar, awalnya mereka semua meremehkan Xiao Tian dan hanya bisa sampai lima sebagai batasan maksimal bagi seorang pemula. Namun kini, mereka semua tidak akan percaya jika tidak menyaksikan langsung. Ujian di setiap lantai Menara Spiritual Langit bukanlah sesuatu yang bisa dilalui dengan mudah, mereka semua sudah mengalaminya.
Termasuk Ning Shih, sebagai salah satu bagian dari murid puncak Gunung Wuyi di masa lalu jelas ia mengenal sosok Xiao Tian. Namun setelah tiga tahun lalu basis kultivasinya hancur, mustahil bagi seorang kultivator bisa bertahan apalagi bisa menapaki dunia beladiri kembali.
"Apakah ada yang disembunyikan oleh guru? Tapi itu mustahil..." Batin Ning Shih sambil mengerutkan keningnya.
Di sisi lain, beberapa murid yang memiliki kedekatan dengan Zhuank An juga tampak tidak suka.
"Ah itu hanya keberuntungan saja. Sepertinya Xiao Tian menggunakan trik khusus yang ditinggalkan oleh gurunya! Jika tidak, maka aku akan memberikan pelajaran pada orang yang telah berbuat curang!" Ucap seorang murid yang bernama Huang Tao.
Huang Tao berasal dari puncak kelima, sebelumnya ia sudah mengetahui kegagalan Fu Hao dalam membunuh Xiao Tian. Tidak hanya Fu Hao, bahkan beberapa rekannya juga ikut terluka akibat penyerangan itu. Kini dengan mengatakan curang, Huang Tao ingin memberi pelajaran kepada Xiao Tian secara terang-terangan.
*****
Catatan 28/3/25
Like : 60
Pop : 770
Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...