NovelToon NovelToon
Rissing Sun

Rissing Sun

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:689
Nilai: 5
Nama Author: Vidiana

Ketegangan antara Kerajaan Garduete dan Argueda semakin memuncak. Setelah kehilangan Pangeran Sera, Argueda menuntut Yuki untuk ikut dikuburkan bersama suaminya sebagai bentuk penghormatan terakhir. Namun, Pangeran Riana dengan tegas menolak menyerahkan Yuki, bahkan jika itu berarti harus menghadapi perang. Di tengah konflik yang membara, Yuki menemukan dirinya dikelilingi oleh kebohongan dan rahasia yang mengikatnya semakin erat pada Pangeran Riana. Setiap langkah yang ia ambil untuk mencari jawaban justru membawanya semakin jauh ke dalam jebakan yang telah disiapkan dengan sempurna. Di sisi lain, kerajaan Argueda tidak tinggal diam. Mereka mengetahui ramalan besar tentang anak yang dikandung Yuki—anak yang dipercaya akan mengubah takdir dunia. Dengan segala cara, mereka berusaha merebut Yuki, bahkan menyusupkan orang-orang yang berani mengungkap kebenaran yang telah dikubur dalam-dalam. Saat pengkhianatan dan kebenaran saling bertabrakan, Yuki dihadapkan pada pertanyaan terbesar dalam hidupnya: siapa yang benar-benar bisa ia percaya? Sementara itu, Pangeran Riana berusaha mempertahankan Yuki di sisinya, bukan hanya sebagai seorang wanita yang harus ia miliki, tetapi sebagai satu-satunya cahaya dalam hidupnya. Dengan dunia yang ingin merebut Yuki darinya, ia berjuang dengan caranya sendiri—menyingkirkan setiap ancaman yang mendekat, melindungi Yuki dengan cinta yang gelap namun tak tergoyahkan. Ketika kebenaran akhirnya terbongkar, akankah Yuki tetap memilih berada di sisi Pangeran Riana? Atau apakah takdir telah menuliskan akhir yang berbeda untuknya? Dalam Morning Dew V, kisah ini mencapai titik terpanasnya. Cinta, pengkhianatan, dan pengorbanan saling bertarung dalam bayang-bayang kekuasaan. Di dunia yang dipenuhi ambisi dan permainan takdir, hanya satu hal yang pasti—tidak ada yang akan keluar dari kisah ini tanpa luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vidiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Arana mengambil dokumen itu dengan ragu, tetapi dorongan ingin tahu mengalahkan keraguannya. Ia membuka halaman pertama, membaca baris demi baris dengan mata yang semakin membulat.

Dokumen itu bukan sekadar laporan biasa. Isinya adalah kebenaran yang selama ini tersembunyi—kebenaran yang bisa mengubah pandangannya terhadap segalanya.

Di dalamnya tertulis fakta bahwa lima tahun lalu, Pangeran Sera adalah dalang di balik gosip mengenai kehamilan Yuki. Ia yang menyebarkan rumor bahwa anak yang dikandung Yuki bukan milik Riana, melainkan miliknya. Gosip itu dengan cepat menyebar di istana, membakar emosi Riana hingga pria itu kehilangan kendali. Dalam amarah dan keputusasaannya, Riana menggugurkan kandungan Yuki, menghancurkan kepercayaan di antara mereka.

Peristiwa itu menjadi titik balik yang menyebabkan Yuki meninggalkan Riana tanpa menoleh ke belakang. Ia melepaskan statusnya sebagai calon ratu yang telah ditunjuk oleh dewa, memilih pergi dengan hati yang membeku oleh luka dan pengkhianatan.

Namun, kebenaran tidak berhenti di sana.

Saat perang berkecamuk antara Pangeran Sera dan Rafael di Rasyamsah, Pangeran Riana ternyata ada di sana. Dokumen itu mencatat bagaimana ia menyelamatkan Yuki dari cengkeraman Rafael, membawanya ke sebuah bedeng yang tersembunyi. Tetapi apa yang terjadi di tempat itu bukanlah penyelamatan penuh kasih—melainkan sesuatu yang jauh lebih kelam.

Arana membaca dengan rahang mengatup, tangannya sedikit gemetar saat menemukan bagian yang paling mengejutkan. Kuat dugaan bahwa di sanalah Yuki mengandung Leon, anak pertamanya—bukan karena cinta, melainkan karena tindakan yang hanya bisa disebut sebagai pelecehan.

Hatinya berdegup kencang.

Selama ini, ia hanya melihat permukaan dari kisah yang lebih dalam. Ia mengira Yuki adalah wanita pengkhianat yang berpaling begitu cepat. Ia mengira kakaknya adalah korban yang dikhianati. Tapi kenyataannya jauh lebih rumit daripada yang pernah ia bayangkan.

Yuki awalnya, ia tidak mencurigai apa pun—ia percaya bahwa Sera adalah satu-satunya yang tersisa untuknya, satu-satunya pelindung yang bisa ia andalkan setelah hubungannya dengan Riana hancur.

Kebenaran itu mulai terungkap ketika ia mendengar percakapan yang tidak seharusnya ia dengar.

Namun, yang benar-benar menghancurkan Yuki adalah ketika ia menyadari bahwa Sera mengetahui segalanya sejak awal. Ia tahu bahwa tuduhan itu tidak benar. Ia tahu bahwa Yuki telah menderita karena fitnah yang ia sebarkan. Dan tetap saja, ia tidak melakukan apa pun untuk menghentikan semuanya—karena itu menguntungkannya.

Kemudian, terjadi peristiwa yang mengubah segalanya.

Saat itu, konflik antara Garduete dan Romawa mulai memanas. Pangeran Riana, yang masih memiliki banyak musuh, nyaris terbunuh dalam penyergapan yang dipimpin oleh Pangeran Sera sendiri. Luka yang ia derita sangat parah, hampir merenggut nyawanya. Jika bukan karena Yuki, mungkin ia sudah tewas.

Yuki dengan hati yang berat, ia memohon pada Sera dan membuat kesepakatan dengannya. Sebuah perjanjian pernikahan.

Namun, pernikahan itu tidak hanya menjadi belenggu di atas kertas. Sera memastikan bahwa Yuki tahu siapa yang berkuasa di dalam hubungan mereka.

Pada malam ketika Pangeran Riana masih dalam kondisi kritis, ketika dokter sedang berusaha menyelamatkannya di ruangan sebelah, Sera menyeret Yuki ke tempat tidurnya. Dengan penuh kesadaran, ia memaksa Yuki untuk bercinta dengannya di ruangan yang hanya dipisahkan oleh dinding tipis dari tempat Riana bertarung dengan maut.

Bagi Yuki, itu adalah puncak dari semua penghinaan yang pernah ia alami. Itu adalah titik balik yang membuatnya akhirnya sadar bahwa Sera tidak mencintainya—ia hanya menginginkan kendali atasnya.

Tak lama setelah itu, setelah pernikahan mereka berlangsung dan statusnya sebagai istri Pangeran Sera resmi, Yuki memutuskan untuk menghilang dalam perjalanan bulan madu Mereka.

Pangeran Arana menggenggam dokumen itu erat, matanya menyapu setiap kata yang tertulis di sana dengan perasaan campur aduk. Ia hampir tidak bisa mempercayainya—bukan hanya karena isi dokumen itu begitu mengejutkan, tetapi juga karena fakta bahwa kakeknya sendiri yang menyerahkannya.

Kakek Veyron bukanlah orang yang mudah dipengaruhi. Ia selalu menjadi sosok yang netral, seorang lelaki tua yang menilai segala sesuatu dengan kebijaksanaan, bahkan jika itu berarti harus menghadapi kebenaran yang menyakitkan. Jika Kakek Veyron memberikan dokumen ini kepadanya, itu berarti isinya memang benar adanya.

Arana menelan ludah, pandangannya beralih ke bagian lain dari dokumen itu—tentang Lekky Darmount.

Nama itu muncul lagi.

Penyelidikan yang tertulis dalam dokumen itu menunjukkan bahwa kemungkinan besar, Lekky terlibat dalam menghilangnya Yuki tiga tahun lalu. Ada indikasi bahwa Lekky telah mengikuti Yuki dalam bayang-bayang jauh sebelum ia benar-benar muncul di hadapannya.

Tapi mengapa Lekky baru muncul setelah Yuki menikah?

Itulah pertanyaan yang menggantung di benaknya. Jika Lekky memang memiliki niat tertentu terhadap Yuki, mengapa ia tidak bertindak lebih cepat? Mengapa ia menunggu sampai Yuki terikat dalam pernikahan sebelum akhirnya menampakkan diri?

Misteri ini masih belum terjawab.

Lekky adalah kakak kandung Yuki?

Mereka membiarkan dunia percaya bahwa Yuki dan Lekky adalah sepasang kekasih.

Dan Xavier…

Anak kedua Yuki, yang lahir setelah Dia kembali ke Garduete setelah menghilang selama tiga tahun, adalah juga hasil dari pelecehan Pangeran Riana.

Pangeran Arana mengatupkan rahangnya. Ia tidak bodoh. Sejak awal, ia tahu Riana memiliki obsesi yang tidak sehat terhadap Yuki, tapi ia tidak pernah membayangkan bahwa obsesi itu akan sampai sejauh ini.

Tiga tahun setelah kepergiannya, saat Yuki akhirnya kembali ke hadapan dunia…

Ternyata Yuki sendiri yang mengajukan diri untuk menarik segel suci.

Ia bahkan secara tegas menolak agar Pangeran Riana dan Pangeran Sera mengetahui tentang masalah segel suci itu.

Segel suci ini bukanlah segel biasa—bukan segel yang menentukan garis keturunan atau hak atas takhta. Ini adalah segel yang berkaitan langsung dengan Pohon Kehidupan, sumber kekuatan yang telah menjaga keseimbangan dunia mereka selama berabad-abad.

Dan yang lebih mengejutkan…

Hanya ada tiga orang yang bisa menarik segel suci itu: Yuki, Riana, dan Sera.

Jika segel itu dilepaskan, maka bukan hanya kekuatan suci yang akan lenyap—orang yang melepaskannya juga akan mati bersama kekuatan tersebut.

Arana menelan ludah. Ini bukan sekadar keputusan politik atau perebutan kekuasaan. Ini tentang pengorbanan.

Dan Yuki…

Yuki telah mengajukan diri untuk menarik segel itu.

Namun Sera pada akhirnya mengetahui hal itu dari Pendeta Serfa—Pengawal Pribadi Pangeran Riana.

Pendeta Serfa mendengar mengenai ramalan Putri Duyung. Dia tadinya ingin membiarkan Yuki mati. Tapi saat mendengar ramalan itu. Dia berubah pikiran dan berharap dengan memberitahu Sera, Seralah yang akan menggantikan Yuki. Agar Yuki bisa melahirkan empat anak untuk Garduete.

Sebenarnya, Sera tidak pernah berniat untuk mati saat itu. Rencananya adalah membuat Riana yang menarik segel suci, membiarkan pria itu mengorbankan dirinya. Tapi saat Sera tiba, Yuki sudah lebih dulu berada di sana, bersiap untuk melakukan hal yang sama.

Pada detik terakhir, Sera melempar Yuki menjauh.

Dan akhirnya, dialah yang menarik segel suci.

Arana mengepalkan tangannya. Kakaknya, yang selama ini ia hormati dan kagumi, telah mengorbankan dirinya.

Ia menutup dokumen itu dengan napas berat, menatap kakeknya dengan tatapan penuh beban.

“Kakek… apa ini semua benar?” suaranya hampir berbisik.

Kakek Veyron mengangguk perlahan. “Benar atau tidaknya bukan hanya bergantung pada dokumen ini, Arana. Tapi kau harus melihatnya dengan matamu sendiri. Mungkin saat ini kau membenci Yuki, tapi kau harus mendengarkan kebenaran darinya sebelum mengambil keputusan.”

Arana menatap api yang membara di perapian. Dalam hatinya, kemarahan dan kebingungan bertarung satu sama lain.

Yuki.

Lekky.

Riana.

Sera.

Kebenaran ini mengubah segalanya.

Pangeran Arana duduk di hadapan Kakek Veyron, matanya masih menatap dokumen yang baru saja ia baca. Tangannya terkepal di atas meja, emosinya meluap, bercampur antara keterkejutan dan kemarahan.

“Yuki kehilangan ingatan setelah kematian Sera,” kata Kakek Veyron dengan suara yang lebih berat dari sebelumnya. “Itu juga bagus. Mungkin Dewa ingin memberi dia kesempatan untuk hidup sedikit bahagia, daripada terus terjebak dalam penderitaan yang tak ada akhirnya. Dia adalah korban, Arana. Korban dari kekejaman Riana… dan manipulasi dari Sera.”

Arana mendongak, matanya menyala dengan ketidakpercayaan. “Bukankah sebenarnya, dia cukup memilih salah satu dari dua pria yang mendekatinya, dan masalah selesai?” katanya dengan nada yang masih dipenuhi emosi.

Kakek Veyron menghela napas panjang, lalu mengetukkan jarinya di atas dokumen yang terbuka di meja. “Dan apakah kedua pria itu membiarkan Yuki memilih?”

Arana terdiam.

“Ingatlah…” lanjut Kakek Veyron, matanya tajam menatap cucunya. “Saat Yuki memilih Riana, kakakmu menghancurkan mereka. Dan begitu juga sebaliknya, saat Yuki memilih Sera, Riana dengan dingin merusaknya.”

Kata-kata itu menggantung di udara, begitu berat hingga Arana merasa dadanya sesak.

Ia ingin membantah, ingin mengatakan bahwa pasti ada cara lain, bahwa Yuki pasti memiliki kesempatan untuk lepas dari semua ini jika saja ia membuat keputusan yang lebih baik. Namun semakin ia mencoba menyangkal, semakin jelas kebenaran yang terpampang di depannya.

Yuki tidak pernah benar-benar memiliki pilihan.

Setiap jalan yang ia ambil, selalu ada tangan yang merusaknya, mengubahnya menjadi penderitaan baru yang tidak bisa ia hindari.

Dan sekarang, dengan ingatan yang telah hilang… apakah itu berarti Yuki akhirnya bisa menemukan kedamaian?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!