NovelToon NovelToon
Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Iblis / Kutukan / Hantu / Tumbal
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Aku tak ingat lagi apa yang terjadi padaku malam itu.

Saat terbangun, tiba-tiba saja diriku sudah berada di dalam sini. Sebuah kurungan berukuran 2x1 meter yang di susun oleh besi-besi, ada gelas air di sudutnya dan sebuah handuk kotor di pegangan pintu. Seperti kandang hamster berukuran manusia.

Tampak putung rokok di meja sana mengepulkan asap. Beberapa pakaian dan surban juga terlihat menggantung di tembok serta puluhan keris berdiri di lemari.

"Tutupi tubuhmu!!" Tiba-tiba seorang kakek tua mengejutkanku dari arah yang lain dengan melemparkan selembar kain jarik.

Aku baru sadar kalau sedari tadi tubuhku sudah tak mengenakan apa pun.

Kemana perginya pakaianku?

Hijabku?

HP ku?

Ya, tuhan.

Apa mereka benar-benar menghabisiku pada malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aquarium

Saat aku tersadar, si Gendut sedang mengenakan celana, mengikat sabuk bergesper naga itu dengan kencang membalut pinggangnya.

Sedangkan aku?

Kalau kalian berharap aku diperkosa lagi, lebih baik kalian pergi. Karena aku lelah menahan sakit di seluruh tubuhku.

Aku selamat, aku hanya tertidur sebentar akibat setrum bertegangan tinggi milik si Gembul. Tapi nahas, sepertinya wanita yang berada di kerangkeng sebelahku menjadi sasarannya.

Benar saja, pintu kerangkengnya terbuka dan tampak wanita itu menangis sesenggukan memegangi dadanya. Kakinya basah, berlumuran cairan adiktif, dan sekujur lehernya ada banyak bekas cubitan, sepertinya habis dicubit dengan bibir.

...Klakkkkk Klallllkkkk...

Tampak si gembul kesusahan mengunci kerangkeng, karena perut buncitnya menghalangi penglihatannya.

"Jangan ribut!" bentaknya ke arah wanita lain yang mencoba menjerit histeris. Kali ini wanita yang ada di paling ujung. "Nanti juga kalian bakal dapat jatah masing-masing. Sabar, ya Nona-nona, pangeran harus memulihkan tenaga."

Serius?

Mereka sungguh akan dapat giliran oleh si gembul ini?

Satu, dua, tiga, empat .....

Gila, dengan dua puluh enam wanita?

Salah, dua puluh tujuh, termasuk dengan aku.

Enggak, jangan sampai dia menyentuhku.

Si Gembul kembali duduk dan menyeruput kopi. Sedang wanita yang baru saja digarapnya masih tersedu-sedu membersihkan tubuh yang penuh dengan cairan cinta.

...ᯓᡣᯓᡣᯓᡣᯓᡣ...

Adzan Isya berkumandang, bagaimana caranya aku bisa melakukan ibadah kalau tetap terkurung dalam keadaan tak suci seperti ini. Apalagi dengan pakaian yang sobek-sobek begini.

Belum selesai aku menyesali keadaanku, tiba-tiba sepasang suami-istri datang dengan membawa sekantong keresek merah besar dan berhenti tepat di depan kerangkengku.

"Udin! Tolong bagi-bagiin ini!" pinta Bahlil kepada si Gembul yang dipanggil Udin itu. "Sama, ehhm... Muis sudah saya mutasi, jadi malam ini dia gak bisa jaga. Tolong kamu bersedia lembur dulu, ya, Din. Sampai kita dapat pengganti si Muis."

"Siap, Bos!" sigap Udin sambil membuka kantong keresek, yang ternyata isinya penuh dengan puluhan kotak pembalut. "Memang si Muis dimutasi ke mana, Bos?"

"Biar dia ikut jaga aquarium di pasar malam, karena sekarang tanggal muda, aquarium kita penuh dan butuh tenaga tambahan." timpal wanita bertubuh bangkok dengan rentengan gelang emas di kedua lengannya. Aku rasa dia memang Istri si Bahlil. "Dan sepertinya, kita butuh wanita tambahan dari sini."

"Oh, siap, Nyonya. Apa yang Nyonya perlukan, bilang saja biar saya yang atur."

"Kamu sudah urutkan mereka dari usia yang paling muda kan, Udin?"

"Be—belum, Nyonya. Tadi siang ketambahan penghuni baru jadi belum se—."

"Bodoh!" bentak wanita itu.

"Puan, sudah. Jangan marah-marah terus, nanti cantikmu hilang." rayu si Bahlil. "Lagian, tua-muda itu relatif."

"Maksudnya relatif?"

"Tergantung service, nyatanya Mama udah tua pun masih dapat nilai 9." tatapnya ke arah Udin sambil memberikan isyarat untuk mengangguk. "Kita ambil yang cantik-cantik aja, Ma! Lupakan soal usia."

Mereka menuju kerangkeng paling ujung, dan aku tak bisa lagi mendengar percakapannya dengan jelas. Samar-samar, tapi sudah cukup buatku untuk mencernanya.

Jadi mereka sedang membicarakan Aquarium, aku pun baru tahu kalau di dunia ini memang ada tempat yang seperti itu.

Sebuah tempat hiburan malam yang menyediakan wanita sebagai hiburannya. Dengan tarif yang di bandrol per/jam, si pembeli bebas melakukan apa pun kepada wanita itu. Dan mirisnya, justru klien-klien tempat itu didominasi oleh teman-teman sejawat Bahlil.

Pejabat.

1
arif didu
sadiiiiiis
arif didu
ndaru kesambet apaan thor
arif didu
sadis si thor
arif didu
gak kebayang gimana bentuknya si nur
arif didu
emg kades bejat
arif didu
mbak kunti jgn2
arif didu
sakti bener mbahnya
arif didu
duh temennya bejat pisan
arif didu
duh bisa kabur ga nur
arif didu
bisa2nya si nur malah basah
arif didu
emg knp si pada benci bgt sama kamis wage
arif didu
panca ga ingat?
arif didu
disini setannya Bahlil kah thor
arif didu
miris bgt nasibmu nur
arif didu
human trafikking
arif didu
perna juga ngalami ini...
arif didu
saking saktinya thor
arif didu
ni si bos gmna si tadi anak bua nya ga boleh nyentuh eh malah Muis suruh main sama nur
arif didu
bener2 ga pnya hati
arif didu
duhh nur km diperawanin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!