Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
018
Typo masih berkeliaran di setiap sudut cerita. Mohon untuk di maklum.
____________
Jonathan memberhentikan mobilnya di sebuah rumah yang cukup besar namun tidak semegh Rumah Tuannya.
Langkah kakinya berjalan dengan cepat dan tegas membelah jalan menuju Rumah besar tersebut. Menatap sekilas pada bangunan megah tersebut.
Tidak butuh waktu lama setelah Jonathan menekan bel dan pintu langsung di buka.
Seorang pelayan mempersilahkannya untuk masuk.
Jonathan duduk di ruang tamu, menunggu orang yang hari ini akan dia temui.
Seorang pelayan dengan terburu-buru menghampiri Jonathan.
"Maaf tuna tapi Nona muda Amel dan Nyonya tidak ada di rumah" seru pelayan tersebut dengan merindukan kepalanya takut.
"Jangan membohongiku atau kau tahu akibatnya bukan" seru Jonathan sedikit mengancam.
Pelayan yang ada di hadapanya semakin gemetar ketakutan.
Jonathan menarik nafasnya dalam "aku tahu mereka ada di dalam tunjukan aku di mana kamar Nona Amel" seru Jonathan dingin.
Pelayan itu tidak berdaya dan langsung membeirahu kamar nonannya.
Jonathan segera berjalan menuju Kamar Amel dan langsung membukanya. Di dalam tampak Amel dan Mia sedang berpelukan.
"Kau, beraninya kau masuk ke rumahku tanpa seizinku" bentak Mia, entah keberanian dari mana Mia berani membentuk Jonathan.
"Wah sepertinya saya datang di waktu yng tepat bukan" seru Jonathan.
"Apa maumu" seru Amel sedikit memberanikan diri.
Jonathan menatap Amel dengan Dingin, dan sontak Amel hanya bisa diam.
"Di mana kesombongan Nona muda dan Nyong besar yang Tadi saya lihat di Toko bunga Nona Adeeva" seru Jonathan.
Tidak ada yang bersuara sedikitpun baik Amel maupun Mia.
"Kalian tahu bukan, saya datang ke sini Untuk apa?" seru Jonathan.
"Apa yang akan kau lakukan pada kami, kau akan mengancam kami hah" bentak Mia.
Jonathan menatap malas ke arah Mia. "Saya kesini di beri perintah langsung Oleh tuan Arion untuk menyelesaikan semuanya"
Mendengar Nama Arion di sebut sontak Tubuh Mia maupun Amel langsung memegang.
Sepertinya posisi Adeeva di keluarga Mahendar megang sepesial, dan mereka melupakan itu.
"Apa yang di inginkan Arion, meluluh lantaksn keluarga kami" seru Mia menantang. Jonathan menatap Mia dingin.
"Sepertinya itu saran yang cukup menarik, namun saya yakin nona Adeeva tidak akan menyukaninaya" seru Jonathan serius.
"Saya hanya ingin memberikan ini" Jonathan memberikan sebuah amplop berwarna coklat pada Amel.
Dengan ragu Amel membukanya, Amel dan Mia di buat terkejut dengan Isi di dalamnya, beberapa foto kedekatan Antara Amel dan beberapa direktur majalah terkenal foto yang memperlihatkan jika mereka sedang berkencan bahkan ada salah satu foto ketika mereka sedang melakukan hubungan intim.
Mia tidak bisa berkata apapun saat ini, sedangkan Amel wajahnya sudah pucat.
"Apa kau sedang membual dengan foto ini" seru Mia.
Jonathan mntap Mia dengan pandangan dingin.
"Apa saya hrus menelfon salah satu dari mereka dan mengatakannya sendiri" tantang Jonathan.
Mia diam tanpa bisa membalas kata-kata Jonathan
"Jika kalian tidak ingin foto-foto ini menyebar perlakuan Nona Adeeva dengan baik, ini hanya peringatan dari saya, jika saya tahu Nona Adeeva kembali terluka oleh kalian Kalian akan tahu akibatnya bukan" seru Jonathan.
Jonathan segera pergi meninggalkan Mia dan Amel.
"Bagaimana ini Mom" seru Amel.
"Tenanglah, kita masih ada kesempatan lebih baik kita tidak usah berurusan dengan mereka terlebih dulu"
"Hah, aku kalah dari Adeeva, wanita sialan itu sekarang punya seseorang yang bisa menolangnya"
"Dewi keberuntingan sedang berpihak padanya, namun aku masih punya banyak rencana agar hidupanya tidak akan bahagia, namun untuk kali ini kita harus ikuti permainan Arion dan asisten sialannya itu"
"Aku setuju. aku tidak akan kalah dari wanita pembawa sial itu" seru Mia.
Mereka masih beruntung karena Jonathan masih menggertaknya dan Fras sedang tidak ada di rumah. Untuk kali ini mereka aman dari masalah.
Arion menuntun Adeeva menuju ranjangnya.
"Kau istirahat lah, jika butuh sesuatu segera panggil aku" seru Arion.
"Aku akan menggunakan kamarku" Adeeva mencoba berdiri, namun segera di halangi oleh Arion.
"Istirahat" seru Arion dengan menekan kalimatnya.
"Kau menyebalkan" gerutu Adeeva, namun Adeeva mengikuti semua yang di ucapkan Arion, Adeeva berbaring di tempat tidur Arion yang sangat luas.
Adeeva segera menggulung tubuhnya dengan selimut memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.
Arion masih menatap Adeeva, bukan tatapan dingin namun tatapan lembut yang di perlihatkan.
Arion merasa hatinya bersebr ketika melihat Adeeva tidur di ranjangnya.
Apa perasaan itu kembali hdir setelah sekian lama mati.
P.s
Nantikan part selanjutnya.
Jangan lupa Like, comment dan Vote yang banyak ya