Jangan di baca!!! alur berantakan gak jelas gak nyambung..😌
Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis biasa dan sederhana yang terpaksa harus menikah dengan seorang tuan muda yang sangat angkuh dan lumayan kejam, namun di balik sikap nya itu tersimpan kehangatan dan kelembutan hati nya yang bisa meluluhkan hati seorang wanita..
Bagaimana kisahnya? yuk di baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Naya
Hari berikutnya Naya keluar rumah lebih awal menuju XN group tanpa sepengetahuan Xander. Selang beberapa menit setelah Naya pergi, Xander keluar dari kamar nya menuju kamar Naya, Xander langsung masuk ke kamar Naya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"ck, sial berani sekali dia keluar rumah tanpa seizin ku" ucap Xander sambil melangkahkan kaki nya menuju luar.
"Asep...!!!" teriak Xander memanggil Asep.
"iya tuan" ucap Asep.
"kemana Naya pergi?" tanya Xander.
"maaf tuan, saya gak tau non Naya gak bilang apa-apa" ucap Asep.
Sementara itu di tempat Naya, ia duduk di tempat kerja nya sambil menatap layar komputer dan sebuah amplop yang berada di depan nya. Tanpa Naya sadari ternyata Axel telah memperhatikannya sedari tadi.
"apa aku harus memberikan surat ini?" desis Naya dalam lamunan nya.
"aahhh... kau membuat ku gila Xander!!" teriak Naya.
teriakkan Naya seketika menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di dekatnya termasuk Axel. Naya pun menoleh ke semua arah sambil tersenyum malu, dan tatapan nya terhenti ketika ia melihat Axel.
"pak Axel?" ucap Naya.
"segera ke ruangan saya, dan bawa amplop yang ada di hadapan mu" ucap Axel pergi meninggalkan Naya.
Naya pun segera bangun dari duduknya dan melangkah menuju ruangan Axel dengan perasaan yang tak menentu.
tok tok tok... Naya mengetuk pintu ruangan Axel.
"masuklah" ucap Axel dari dalam ruangan.
Naya pun membuka pintu dan melangkah masuk dengan perlahan Naya duduk di hadapan Xander.
"berikan amplopnya" ucap Axel.
"ini bukan apa-apa pak" jawab Naya.
Axel pun langsung merampas amplop yang di pegang Naya, namun Naya mencoba menjauhkan nya hingga muka mereka bertatap sangat dekat. "situasi macam apa ini" batin Naya sambil terus menatap muka Axel, dan Axel pun mengambil kesempatan untuk merebut amplop tersebut. Setelah mendapatkan nya Axel kembali duduk dan mulai membuka amplop tersebut.
"ahh, sial apa yang harus aku lakukan?" batin Naya dengan raut wajah yang gugup.
"surat pengunduran diri?" ucap Axel.
"kamu gak bisa mengundurkan diri dari sini, karna kamu udah menandatangani kontrak, dan gak bisa memutuskan kontrak sebelah pihak" sambung Axel.
"ya, saya tau pak" ucap Naya sambil menunduk.
"kalo saya boleh tau, apa alasan kamu mengundurkan diri?" tanya Axel.
"bukan apa-apa kok, lupakan lah" ucap Naya.
"kembalilah bekerja, dan besok malam ikut saya ke acara launching cabang baru XN group" ucap Axel.
"baik pak, permisi" ucap Naya.
Naya pun pergi meninggalkan ruangan Axel dan kembali ke meja kerjanya, dengan raut wajah yang kusut Naya mengerjakan pekerjaan nya yang harus segera di setorkan hari ini.
Beberapa jam berlalu, jam kantor pun selesai semua karyawan segera pergi meninggalkan pekerjaan nya namun tidak dengan Naya yang masih terdiam di meja kerja nya.
"Naya" ucap Axel.
"iya pak?" jawab Naya.
"kamu gak pulang?" tanya Axel.
Naya pun berdiri dan menoleh ke beberapa sudut, ternyata udah gak ada seorangpun disana hanya tersisa dirinya dan Axel.
"ayo aku antar kamu pulang" ucap Axel.
Naya segera membereskan meja nya dan mengambil hand bag nya, Naya dan Axel pun berjalan barengan menuju parkiran, sesampainya di parkiran Axel segera membukakan pintu mobil nya dan mempersilahkan Naya masuk ke dalam mobilnya.
"mau minum sebentar?" tanya Axel.
"hm.. boleh" jawab Naya.
Axel pun membawa Naya ke sebuah bar yang biasa ia kunjungi. mereka pun minum bersama hingga membuat Naya sedikit mabuk. "Xander sialan! aku benci kamu" ucap Naya dengan tanpa sadar.
"Xander?" desis Axel.
Sebelum kondisi Naya semakin parah Axel pun membawa pulang Naya. Sesampainya di rumah Naya, Axel membantu Naya yang berjalan sempoyongan.
"non Naya" ucap salah seorang asisten rumah tangga sambil berlari ke arah Naya dan membantu nya berjalan masuk. Axel pun kembali ke mobilnya dan segera pulang.
bi Inah yang selaku asisten rumah tangga Naya mengantarkan Naya ke kamar nya dan menidurkan nya. bi Inah pun segera keluar dan di kagetkan oleh sesosok pria tampan di belakangnya yaitu adalah Xander.
"Naya udah pulang?" tanya Xander.
"udah tuan" jawab bu inah.
"sama siapa dia pulang?" tanya Xander.
"maaf saya kurang tau tuan, yang jelas dia seorang pria tampan dan kayaknya seumuran sama tuan" jelas bi Inah.
"baiklah, kembali kerjakan pekerjaan mu" ucap Xander.
"permisi" ucap Bu Inah sambil menunduk dan berjalan ke lantai bawah.
Setelah bi Inah pergi, Xander pun masuk ke dalam kamar Naya, dan melihat Naya yang sedang tertidur dengan masih mengenakan pakaian kantornya. Xander berjalan mendekat ke arah Naya, dan duduk di samping nya.
"i love you xander, kenapa kamu masih jalan dengan si brengsek Thania? aku benci kamu Xander!" ucap Naya dengan tak sadar dan mata yang tertutup.
Xander yang mendengar ucapan Naya pun tersenyum sambil mengelus pipi Naya, dan pergi meninggalkan nya.
**
Mentari pagi menyinari kamar Naya hingga membuat Naya terbangun dari tidurnya, perlahan Naya membuka mata nya.
"ahh, habis berapa gelas semalam aku minum, kepala ku masih sedikit sakit" ucap Naya sambil duduk di tepi kasur. mengingat semalam dia pulang di antar Axel seketika pikiran Naya langsung tertuju pada Xander.
"astaga manusia itu, semoga semalam gak terjadi apa-apa" ucap Naya yang kemudian pergi menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi Naya bersiap menuju tempat kerja nya.
Naya keluar dari kamarnya menuju meja makan, ketika meliah Xander berada di meja makan Naya pun segera balik badan dan pergi dari mengindari Xander, namun niat nya terhentikan ketika Xander memanggilnya.
"Kanaya Putri!!" panggil Xander.
"mampuz!" pekik Naya sambil memejamkan matanya.
Xander pun berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah Naya. kini posisi Xander tepat berada di depan Naya sambil menatap Naya yang memejamkan matanya. Xander pun memegang dagu Naya dan mengangkatnya.
dag dig dug detak jantung Naya bergejolak tak menentu, Naya perlahan membuka mata nya dan melihat Xander yang tersenyum menatapnya.
"dengan siapa semalam kamu pulang?" tanya Xander.
"temen" jawan Naya ketus.
"kenapa gak jadi sarapan?" tanya Xander.
"aku gak laper, buru-buru juga" jawab Naya.
"banyak alesan, keseringan gak sarapan kamu bisa sakit" ucap Xander.
"bukn urusan mu! aku sibuk, permisi" ucap Naya.
Naya pun melangkah pergi meninggalkan Xander, ia pergi menggunakan taksi, Xander segera menemui Asep dan menyuruhnya untuk mengikuti Naya. "kamu pikir bisa seenaknya memperlakukan aku seperti ini?" ucap Xander sambil menatap ke luar. Xander segera mengambil mobilnya dan pergi menuju kantor.
***
BERSAMBUNG....