NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:891.7k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMEL INGIN PULANG

"aku sudah jelaskan semua padamu,waktu aku mau pulang,jadi aku harap kau tak menyulitkanku"ucap Rezza terlihat kesal,lalu menutup handponenya.

Rezza berbalik badan dan "deg",

dia kaget setengah mati melihat Tiya sudah duduk manis menungguinya.

Dengan muka pucat dan tegang Rezzapun memberanikan diri bertanya pada istrinya,

"sayang...kamu sudah lama disini?",

"baru aja mas..",

"tadi aku lihat mas lagi serius berbicara",

" jadi aku nggak mau ganggu" jawab Tiya santai,

"ada masalah apa sih mas,kok serius amat bicaranya tadi?" tanya Tiya penasaran,

"bukan apa apa kok sayang",

"biasa urusan bisnis",

"sudah ah..nggak usah dibahas lagi,bikin nggak mut aja",

"ayo...makan aku udah lapar" Rezza berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.

Rezza dan Tiya sedang menikmati makanan yang dibawa oleh Tiya sambil mengobrol ringan,terdengar pintu dibuka,

"Za ni dokumen yang lo minta kemaren" Roni masuk tanpa mengira diruangan itu juga ada Tiya,

Rezzapun langsung melotot kearah Roni, memberi isyarat pada sahabatnya itu untuk tidak meneruskan ucapannya.

"mas Roni udah makan?"tanya Tiya pada Roni,

sebelum menjawab Roni meminta ijin pada Rezza lewat isyarat matanya untuk diperbolehkan ikut makan bersama,namun Rezza melihatnya dengan mimik muka tak rela,

justru Ronipun malah menggoda Rezza dengan langsung duduk di sebelah Tiya lalu berkata,

"belum sempet makan Tiya",

"suamimu itu dari kemarin nyuruh aku kerja rodi, jadi pola makanku tak teratur deh",

"boleh aku ikut makan Tiya?"sambil melirik Rezza yang mukanya sudah seperti singa yang siap memangsanya,

"boleh pakek banget mas",

"aku bawa banyak makanan kok"jawab Tiya ramah,

"aduhh...perasaan ini dalam dikantorkan..?",

"tapi kok serasa dikandang macan ya Tiya",

"hhiii...serem"sindir Roni pada Rezza,

"dasar tukang ganggu lo..,suka amat nyerobot makanan orang" ucap Rezza sinis,

"mas...sama sahabat sendiri kok ngomongnya gitu lho...!",

"nggak baik ah.."tegur Tiya pada Rezza,

"denger tu pak direktur"sahut Roni penuh kemenangan sebab merasa dibela oleh Tiya.

Rezza hanya memutar bola matanya tak terima sebab merasa Tiya lebih memihak Roni sahabatnya dibanding suaminya sendiri.

Sebenarnya Rezza bukanya orang yang pelit,namun bila sesuatu itu menyangkut istrinya dia akan merasa posesive jika orang lain terlihat dekat atau menjilat pada istrinya,sebab Tiya jenis orang yang selalu baik pada semua orang,tanpa syarat apapun.

Setelah mereka selesai makan Tiyapun menberikan beberapa obat pada suaminya "ini obatnya diminum dulu mas,"sambil menyodorkan air mineral pada suaminya,

Rezzapun meminum obatnya dengan sekali teguk,

"aku mau pulang dulu mas,sekalian mau belanja bulanan,soalnya bahan bahan didapur udah pada habis",

"jangan capek capek kerjanya ya mas!",

"nggak usah lembur juga, pulang jangan malem malem ya mas..",

"iya..hati hati dijalan ya..sayang"jawab Rezza kemudian dia berdiri memeluk pinggang istrinya, lalu mencium kening dan mengecup bibir istrinya singkat,

Roni yang sedang duduk disofapun meras iri dan bergumam "pantesan jadi bucin,orang bininya perhatan gitu..cantik lagi orangnya".

Ronipun mencebikkan bibirnya melihat sepasang suami istri itu sedang bermesraan.

Tiya hanya memukul pelan lengan suaminya atas perbuatannya tadi"malu ada mas Roni..lah mas" protes Tiya,

Rezza hanya tersenyum lalu menggoda istrinya dengan memonyongkan bibirnya kearah Tiya"emuah",

Tiyapun pura pura tak melihat kelakuan suaminya "aku pulang dulu ya mas Roni" pamit Tiya pada Roni,

Ronipun tersenyum ramah sambil melambaikan tangannya "da..dah..Tiya,ti ti di je ya..".

Tiya membalas pesan Roni dengan senyuman lalu mengacungkan jempolnya kearah Roni.

Setelah Tiya pergi dan menutup kembali pintu ruangan Rezza,Roni kembali membahas dokumen yang ia bawa tadi,

"lo..baca dulu tu dokumen", "gue udah buat sesuai yang lo minta kemaren Za..",

"hheemm" jawab Rezza singkat sambil memeriksa dengan teliti dokumen yang Roni taruh dimejanya tadi.

"Za...sebaiknya lo cari waktu yang tepat buat bicara sama bini lo..deh,soal Amel",

"gue takut,kalo sampek Tiya tau dari orang laen, dia bakalan sakit hati dan kecewa berat sama lo bro",

"apa nggak sayang tu kalau sampai lo ditinggalin bini lo yang sebaek itu?",

"gue belom ada nyali buat berterusterang sama Tiya soal itu Ron",

"yang gue takutin, dia bakalan ninggalin gue jika dia tau semua"ucap Rezza risau.

"itulah sebabnya gue minta lo cepet cepet buatin surat perjanjian cerai gue dengan Amel",

"gue nggak mau kelak Amel ngomong yang nggak nggak sama Tiya soal pernikahan gue sama dia"lanjut Rezza,

"yah..melihat sifat Amel yang pinter bersilat lidah gitu,trus dia itu cewek yang nekat Za",

"gue juga sangsi jika dia bisa jaga mulut suatu saat nanti",

"trus gue juga ngerasa jika dia masih cinta sama lo bro..",ucap Roni,

" gue udah nggak mungkin balikan sama dia bro..,sekarang perasaan gue cuman kasihan sama iba doang..sama dia",

"nggak ada rasa cinta lagi buat dia"Rezza menegaskan,

"eehh...pak direktur,sekarang bukanye cuman balikan doang, tapi lo..malah udah kawin siri ame dia lupe ye..?" ucap Roni mengingatkan,

"iya juga ya..."

"tapikan gue ngawinin Amel cuma selama dia hamil sampek tu bayi berojol aje broohh"jawab Rezza sambil mengelus dagunya sendiri,

"masalah cinta tu memang amazing broh.. ",

"melihat kisah lo yang dulu nolak Tiya,trus Tiya yang selalu begitu baik dan perhatian sama lo walopun awalnya lo cuekin namun sekarang lonya yang keliatan bucin",

gue percaya sih kalo cinta lo..mudah berpindah dari Amel ke kebini lo..broh",

"it's amazing" menurut gue bro ucap Roni lagi,

"dan menurut penilaian gue sebagai cogan",

"Tiya tu tergolong cewek yang lumayan cantik lho bro..",

"gue percaya sih, kenapa cinta lo..mudah berpindah dari seorang Amel ke kebini lo..broh"

"yaaahh...begitulah kenyataanya" jawab Rezza tak menampik ucapan sahabatnya itu.

"trus rencana lo selanjutnya gimana bro?"tanya Roni.

""gue bakalan cari sampek ketemu tu b******n t****k"

"yang udah namem benihnya trus kagak mau tanggung jawab dia enak bener",

"gue pengin tau cerita sebenernya kayak apa, dari tu cowok?"ucap Rezza menahan geram.

"lo..kagak percaya sama bini kedua lo..bro?"tanya Roni cengengesan,

Rezzapun menjawab "gue masih sangsi ame dia",

"lo..inget kagak waktu dia bohongin gue soal kandungannya?"

"sampek gue digampar sama bapaknya",

Roni : "iya..kebangetan juga tu cewek..",

"tapi dia bilang gitu, mungkin sebab kepepet bro.."

"lagian dia tu masih kecil belom dewasa,jadi suka ngomong ngasal deh, tanpa mikirin akibatnya gimana"

Rezza :"yaahh...kecil umurnya,tapi dewasa kelakuannya brohh"

Roni :"lo..jugakan yang ngajarin dia..dulu?",

"dasar guru b****t lo..,kagak inget apa masa masa indah lo sama dia dulu."ejek Roni,

Rezzapun tak terima dengan kata kata sahabatnya,yang seolah olah Rezzalah yang merusak Amel "eehh..tu mulut kagak pernah sekolah ye..?",

"mau?, tu mulut gue bawa ke tukang obras biar rapet dikit?",

"sembarangan aaje ngejeplak",

"gue kali yang jadi muritnye,lo pikir gue ini cowok apaan?,waktu sama gue, tu bocah udah pinter ngerayu gue brrooohhh",

"gue ni cowok normal dipepet pepetin terus ama body dia yang bohai itu mana tahan",

"lama lama runtuh jugakan iman and imron gue,apalagi dulu gue pas lagi cinta cintanya ama dia"Rezzapun mengomel tak terima dengan kata kata sahabatnya tadi.

"masak sih broh..?"

"tampang lo yang mesum gini jadi muritnya?(dengan muka tak percaya)"

" tapi lo suka juga kan waktu itu?"

Rezza hannya mencebikkan bibirnya kearah Roni tanpa menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.

" eh..dia masih virginkan waktu sama lo..?"tanya Roni kepo,

"udah kagak kayaknya,orang udah kagak ade bekasnye diseprei",

"soalnya beda banget rasanya waktu gue sama Tiya"ucap Rezza jujur,

"eh...kita ni ngomongi apaan sih,kok jadi ngebahas kayak gutuan"

"ah..elo ni yang suka kepo kayak emak emak komplek,suka amat ngerumpi" lanjut Rezza sewot,

Roni tertawa terbahak bahak melihat sahabatnya yang terlihat baru menyadari kejujurannya tadi,

"ya..lo lah yang terlalu lugu,kayak perawan dari kampung" jawab Roni cengengesan,

"rencana lo..kapan ngasih tu dokumen ke Amel Za.."tanya Roni kembali,

"besuk lo..mesti pergi kekota M lagi,ngasih tu surat ke Amel",

"lo..mesti pastiin Amel baca tu semua isinya,trus pastiin dia mau menanda tangani tu surat" ucap Rezza pada Roni tegas,

"waduh...gue yang mesti kesana?"tanya Roni cengok,

Rezzapun menegaskan kembali "tuan pengacara yang terhormat..!"

"lo..sudah gue bayar dengan mahal buat kerja,bukan buat makan gaji buta,ngerti lo...",

Roni :" sombong amat..pak direktur yang satu ini",punya bini dua lagi.." ucap Roni mencebikan bibir,

mendengar kata kata Roni tadi Rezzapun kesal, lalu melemparkan bolpen kearah sahabatnya itu sambil meluahkkan kekesalannya,

"tu mulut kayak cabe ye..?"

"bikin panas kuping jae", "pokoknya gue nggak mau tau, lo..urus deh semua itu masalah sampai tuntas",

"gue cuman mau terima hasilnya beres",

"lagian lo..jugakan yang ngedorong gue buat kawin lagi",

Ronipun tak mau berdebat lagi dengan sahabatnya itu lalu berkata,

"njih sendiko dawuh ndoro(iya siap laksanakan tuan)",

"dalem nyuwun pamit rumiyen(hamba mohon pamit undur diri dulu)",

mendengar gurauan sahabatnya itu, Rezzapun hanya memiji kedua pelipisnya sambil mengibas ngibaskan tangan yang satunya tanda mengusir keluar sahabatnya dari ruangannya.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore,Rezza bersiap siap untuk pulang,terdengar suara handpone Rezza berdering, dilayar tertera nama Amel yang memanggil

"halo...ada apa lagi Amel?"tanya Rezza,

"mas aku mau pulang aja!",

"aku nggak mau jauh jauh dari kamu mas" terdengar suara Amel yang manja,

"Amel kamu harus selesaikan dulu kuliahmu,kamu harus fokus sama pendidikanmu dulu"ucap Rezza membujuk dengan lembut,

"aku nggak mau kuliah lagi mas..!",

apa aku pindah kuliah lagi disitu ya mas..?"ucap Amel seenaknya,

"aduh...Ameelll",

"jangan bikin aku pusing dengan tingkahmu itu,kamu ini sudah mau menjadi seorang ibu lho..!"

"jangan kayak anak kecil lagi dong",

"please...jangan membuat posisiku sulit Amel"ucap Rezza menasehati istri keduanya itu,Amel hanya diam tak bersuara,

"besuk mas Roni kesitu,membawa surat perjanjian kita",

"dia mau minta tanda tanganmu,aku harap kamu nggak menyulitkan dia ya Amel"lanjut Rezza,

"perjanjian apa mas?"tanya Amel malas,

Rezzapun menjelaskan :"ya..tentang pernikahan kita,tunjangan yang harus aku berikan padamu dan sangsi jika kamu melanggarnya",

"besuk kamu baca sendiri deh kisi kisinya","pokoknya nggak ada yang merugikan kamu kok",

"ya udah..aku mau pulang dulu","kamu baik baik disana ya..."

"jangan lupa cekup kedokter",lalu tanpa basa basi lagi Rezzapun mengakiri percakapannya dengan Amel.

Dikota M

Amel merasa kesal dengan Rezza sebab dia yang sekarang tak seperti Rezza yang dulu lagi,sebelum menikah dengan Tiya, Rezza selalu memanjakannya dan sangat mencintai Amel

Apapun yang Amel inginkan selalu dipenuhi oleh Rezza,namun barusan Rezza melarangnya kembali ke kota S,padahal Amel ingin sekali kembali.

"aku harus mencari cara supaya bisa dekat dengan mas Rezza lagi,aku nggak rela dia diambil siTiya yang lugu dan menyebalkan itu",

"mas Rezza hanya boleh mencintai aku"Amel bergumam sendiri.

"mas Rezza sekarang sudah mulai berubah,baru aku tinggal tiga bulan aja siTiya itu sudah mempengaruhinya",

"nyesel aku pindah kesini","jadinyakan ngasih kesempatan deh buat Tiya ngedeketin mas Rezza",

"bentar lagi liat aja apa yang bakalan aku lakukan" Amel berbicara sendiri sambil tersenyum dan otaknya kini dipenuhi dengan rencana.

Dikota S

Rezza melangkah masuk kedalam kerumahnya,matanya berkeliaran mencari Tiya namun tak terlihat dimanapun,biasanya Tiya menyambutnya jika dia pulang dari kantor.

Rezzapun naik tangga menuju kamarnya, setelah dia membuka pintu kamarnya,terdengar suara gemericik air dikamar mandi,menandakan Tiya sedang mandi,

cepat cepat Rezza membuka sepatu dan bajunya menyisakan celana dalamnya lalu diapun menyusul istrinya mandi.

Tiya terlonjak kaget sebab tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang,namun matanya terpejam sebab muka Tiya dipenuhi busa sampo,

"maasss..bikin orang kaget aja...",

"aku udah kangen sayang"sambil menciumi tengkuk istrinya, "maskan masih sakit"ucap Tiya,

"aku udah sembuh kok sayang"jawab Rezza sedikit mendesah,Rezzapun menghidupkan shower diatas mereka untuk menghilangkan busa yang menempel ditubuh istrinya kemudian mereka memadukasih dan melepas rindu dibawah guyuran air hingga mereka merasa lelah.

Setelah makan malam, sepasang suami istri itu melanjutkan kegiatan mereka berkasih sayang hingga dini hari,Tiyapun sudah tak mampu membuka matanya lagi,sebenarnya Rezza masih ingin melanjutkannya lagi tapi dia merasa kasihan dengan istrinya yang sudah kelelahan,lalu diapun berbaring sambil memeluk istrinya yang sudah terkulai lelah dalam tidurnya.

Pagi itu,Rezza lebih terlihat bugar dibandingkan kemarin,diapun membantu mbok Sugi menyiapkan makanan untuknya sarapan dan istrinya yang masih terlelap tudur.

Subuh tadi Tiya sudah terbangun untuk mandi junub lalu menunaikan kewajibannya pada yang kuasa,namu dia kembali membaringkan badannya sebab masih merasa lelah.

"Sayang aku berangkat kekantor dulu ya..."pamit Rezza yang duduk ditepi ranjang sambil mengusap pipi istrinya yang masih bermalas malasan ditempat tidur,

"iya mas...maaf ya mas aku baru bangun",

"nggak bisa nemenin kamu sarapan tadi"jawab Tiya masih sulit membuka mata,

"masih lemes ya..sayang"tanya Rezza sambil tersenyun,

"hheemm" jawab Tiya singkat masih memejamkan mata,

"nanti malem kita lanjutin lagi ya...sayang",

"kita mesti bayar hutang untuk sebelas hari kemaren lho.. sayang, yang udah terlewatkan",

"kita mesti kerja keras mbuatin ibu cucu" ucap Rezza pelan ditelinga istrinya,mendengar ucapan suaminya Tiyapun langsung membuka matanya lebar lebar lalu menelan air liyurnya dengan susah payah.

Melihat reaksi istrinya yang lucu membuat Rezzapun tertawa dan ingin menggodanya lagi,

"aku tau sayang",

"kamu saaangaaat bersemangat untuk membuat adonan baby",

"jadi tunggu aku pulang ya sayang,siapkan amunisimu,kita lanjutin pertempuran kita nanti malam,oke",Rezzapun memangut bibir istrinya yang masih terlihat cengok sebab mendengar kata kata mantranya tadi,

melihat istrinya yang tak bereaksi, Rezzapun semakin gemas dan mengulangi pangutannya lagi.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!