NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Sang Jenius Terbuang

​Angin berhembus menyapu debu di pelataran Sekte Puncak Awan yang hancur. Lin Chen berdiri menatap ke arah langit, wajahnya berkedut menahan kesal.

​"Sistem, kau benar-benar tidak kenal ampun. Turun ke tahap manusia biasa? Itu sama saja menyuruhku bunuh diri di dunia kultivasi yang brutal ini!"

​Namun, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Lin Chen segera mengalihkan perhatiannya pada satu barang lagi yang ia dapatkan dari Paket Hadiah Pemula: Token Paviliun Pedang Ilahi.

​Ia mengeluarkan sebuah plakat perak kecil dari inventaris sistem. Plakat itu terasa dingin di tangannya, memancarkan aura ketajaman yang membuat kulitnya merinding.

​"Sistem, bagaimana cara menggunakannya?"

​[Ding! Tuan Rumah hanya perlu melempar Token ke area kosong di wilayah sekte dan menyebutkan 'Bangun'.]

​Lin Chen berjalan ke area luas di samping reruntuhan Aula Utama yang dulunya merupakan tempat latihan. Ia melemparkan plakat perak itu ke udara.

​"Bangun!"

​Seketika, bumi bergetar hebat. Plakat perak itu meledak menjadi pusaran cahaya pedang yang menyilaukan mata, membubung tinggi menembus awan. Suara dentuman logam yang memekakkan telinga bergema di seluruh penjuru gunung.

​Dari dalam cahaya tersebut, sebuah bangunan megah setinggi tiga lantai perlahan-lahan terwujud. Bangunan itu terbuat dari kayu spiritual berwarna hitam pekat, dengan atap melengkung yang ujungnya menyerupai bilah pedang. Ribuan untaian pedang Qi tak kasat mata berputar mengelilingi paviliun tersebut, menciptakan zona larangan terbang yang mutlak.

​Di atas pintu masuknya, sebuah plakat emas bertuliskan kaligrafi naga berbunyi: Paviliun Pedang Ilahi.

​Lin Chen menelan ludah. "Luar biasa... Ini sama sekali tidak terlihat seperti fasilitas sekte miskin."

​[Paviliun Pedang Ilahi (Fasilitas Tingkat Bumi): Berisi ribuan pedang spiritual dari berbagai tingkatan. Murid sekte yang memiliki afinitas pedang dapat memasukinya untuk mendapatkan pengakuan dari pedang spiritual. Berlatih di sekitarnya akan meningkatkan pemahaman Dao Pedang sebesar 200%.]

​"Bagus. Setidaknya sekarang sekte ini punya satu hal yang bisa dipamerkan," gumam Lin Chen. Ia membersihkan jubah putihnya yang masih sedikit terkena noda, merapikan rambutnya agar terlihat seperti seorang Master Sekte sejati, dan menatap ke kaki gunung.

​"Waktunya mencari murid. Tujuh hari... Kota terdekat adalah Kota Angin Biru. Mari kita lihat apakah ada bibit unggul di sana."

​Dengan basis kultivasi Pembangunan Yayasan, Lin Chen tidak perlu lagi berjalan kaki bersusah payah. Ia memusatkan Qi di kakinya dan melesat menuruni gunung dengan kecepatan kilat, meninggalkan bayangan putih di belakangnya.

​Kota Angin Biru.

​Kota ini merupakan pusat perdagangan kecil di pinggiran Wilayah Selatan. Jalanan dipenuhi oleh pedagang pil, pandai besi, dan para kultivator tingkat rendah yang berlalu-lalang.

​Lin Chen berjalan menyusuri pasar dengan santai. Di matanya, layar transparan kecil terus bermunculan setiap kali ia menatap seseorang. Ini adalah fitur bawaan Sistem: Mata Evaluasi.

​Nama: Li San

Bakat: Akar Roh Api (Kelas Rendah)

Potensi: 1 Bintang

Status: Tidak layak.

​Nama: Wang Er

Bakat: Tidak ada (Manusia Fana)

Potensi: 0 Bintang

Status: Tukang daging.

​Sudah dua jam ia berkeliling, namun dari ratusan orang yang ia pindai, tidak ada satu pun yang memiliki potensi lebih dari 2 Bintang. Sistem secara tegas mensyaratkan "Murid Berkualitas Bintang" (Minimal 4 Bintang) untuk menyelesaikan misi.

​"Apakah mencari jenius di kota terpencil ini sama seperti mencari jarum di tumpukan jerami?" Lin Chen menghela napas.

​Tepat saat ia hendak beristirahat di sebuah kedai teh, suara keributan dari arah alun-alun kota menarik perhatiannya. Orang-orang berkerumun membentuk lingkaran besar, terdengar suara ejekan dan tawa merendahkan.

​"Pukul dia! Dasar sampah tak tahu malu!"

​"Dulu kau boleh sombong, Ye Fan! Tapi sekarang meridianmu sudah hancur total. Kau bahkan lebih rendah dari seekor anjing peliharaan Keluarga Zhao!"

​Mendengar nama 'Ye Fan' dan kata 'meridian hancur', telinga Lin Chen langsung berdiri. Naluri transmigratornya berteriak keras. Ini dia! Klise protagonis jenius yang jatuh miskin!

​Lin Chen menerobos kerumunan. Di tengah alun-alun, seorang pemuda berusia sekitar enam belas tahun berpakaian compang-camping sedang dikeroyok oleh tiga orang pemuda berseragam sutra mewah.

​Pemuda bernama Ye Fan itu babak belur, darah mengalir dari sudut bibirnya, namun matanya menatap tajam penuh kebencian dan keengganan untuk menyerah. Ia terus mencoba berdiri meski tubuhnya gemetar hebat.

​Lin Chen memfokuskan pandangannya pada pemuda itu.

​[Ding! Target Potensial Ditemukan!]

[Nama: Ye Fan]

[Usia: 16 Tahun]

[Bakat: Tulang Pedang Kuno Bawaan (Sedang dalam kondisi hancur/tersegel akibat racun dingin)]

[Potensi: 5 Bintang (Tingkat Legendaris!)]

[Kultivasi: Jatuh dari Kondensasi Qi Lapis ke-7 menjadi Manusia Fana]

[Rekomendasi Sistem: REKRUT SEGERA! Orang ini memiliki aura Protagonis Surgawi!]

​Mata Lin Chen berbinar terang layaknya melihat bongkahan emas raksasa. Tulang Pedang Kuno! 5 Bintang! Ini bukan sekadar menyelesaikan misi, ini sama dengan mendapatkan tiket lotre pemenang!

​Di tengah lapangan, pemuda berpakaian sutra paling mewah—Tuan Muda Keluarga Zhao—menginjak dada Ye Fan.

​"Serahkan surat pertunanganmu dengan Nona Lin dari Kota Terapung, Ye Fan! Kau, yang sekarang cacat seumur hidup, tidak pantas bersanding dengannya!" ejek Tuan Muda Zhao.

​Ye Fan meludah ke tanah, matanya menyala. "Meskipun aku mati... aku tidak akan menyerahkannya pada anjing penjilat sepertimu!"

​"Cari mati!" Tuan Muda Zhao mengangkat kakinya yang dialiri energi Qi, bersiap menginjak tenggorokan Ye Fan. Serangan itu pasti akan membunuhnya.

​Namun, sebelum kaki itu mendarat, sebuah tekanan energi spiritual yang sangat dahsyat dan menindas tiba-tiba turun dari langit, menyelimuti seluruh alun-alun kota.

​Udara menjadi berat. Kerumunan penonton tercekik, banyak yang langsung jatuh berlutut tanpa bisa melawan. Tuan Muda Zhao terpental ke belakang sejauh belasan meter seolah ditabrak banteng raksasa, memuntahkan darah.

​"S-siapa?!" jerit Tuan Muda Zhao pucat pasi. "Energi ini... Pembangunan Yayasan?!"

​Di depan Ye Fan, sesosok pemuda berjubah putih telah berdiri membelakanginya. Angin meniup ujung jubahnya, memberikan kesan anggun dan tak tersentuh.

​Lin Chen menatap dingin ke arah anggota Keluarga Zhao, lalu berbalik dan mengulurkan tangannya kepada Ye Fan yang masih terbaring di tanah dengan tatapan terkejut.

​"Meridian hancur? Dijauhi dunia? Dikhianati oleh orang-orang terdekatmu?" Suara Lin Chen tenang namun bergema dengan karisma yang aneh.

​Ye Fan menatap tangan yang terulur itu dengan waspada. "Siapa... kau? Mengapa kau membantuku?"

​Lin Chen tersenyum tipis. "Aku adalah Master Sekte Puncak Awan. Di mataku, mereka yang membuangmu adalah sekumpulan orang buta yang tidak bisa membedakan batu kerikil dari permata."

​Lin Chen membalikkan telapak tangannya. Sebuah pil berwarna keemasan yang memancarkan aroma harum semerbak muncul di tangannya (hadiah kecil tambahan dari Sistem sebelumnya).

​"Ikutlah denganku," ucap Lin Chen dengan nada mutlak. "Jadilah Murid Pertamaku. Aku tidak hanya akan menyembuhkan meridianmu, tapi aku akan membuat mereka yang menginjakmu hari ini, bersujud di bawah kakimu esok hari."

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!