Amalia, Anak gadis yang bekerja di salah satu perusahaan ternama diKota itu, keberuntungan telah berpihak kepadanya karena dengan ini dia akan mampu membayar utang budi kepada Pamannya yang telah merawat dirinya selama dia kecil hingga sekarang, Amalia adalah sosok gadis cantik dan periang, senyuman indah akan melelehkan kaum hawa. Amalia telah bekerja keras selama beberapa tahun ini dan akhirnya bisa mencapai ke tahap ini, yaitu posisi sekretaris bos keduanya. Walau sekretaris kedua Amalia tetap bersyukur.
Hingga suatu hari Amalia di kagetkan kedatangan mamah yang tidak lain istri paman nya, mendorong Letizia agar mau menjadi istri pria kaya, agar bisa menolong, usaha mereka yang lagi di ambang kebangkrutan. Amalia menolak apa lagi dia tidak mengenal pria yang akan menjadi Suaminya. Jihan mamah Amalia, membujuk Amalia dan mengimingi perkataan yang meluluhkan hati Amalia. Dengan berat hati Amalia menerima dan pasrah.
APAKAH AMALIA BERHASIL MENJALANI RUMAH TANGGA BARUNYA ATAU TIDAK??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Keluar
Amalia keluar dan pergi meninggalkan Peter di dalam kamar, Amalia pergi mengelilingi Hotel membuang penat apa lagi dengan kejadian beberapa hari ini sangat menjengkelkan bagi Amalia. Peter mengikuti Amalia diam-diam memastikan wanita itu baik-baik saja.
Seorang wanita paruh baya cantik dan elegan menghampiri Amalia yang menikmati malam di Taman Hotel Tersebut. Walau sudah berumur Wanita itu sangat cantik sekali.
"Hai boleh saya bergabung", ucapnya lembut, Amalia kaget dan melihat wanita tersebut dari atas hingga ke bawah.
"Maaf...!", ucapnya.
"Perkenalkan Riana Jose"
"Amalia Renata", balasnya.
"Hm...kamu orang indonesia?"
"Iya Nyonya", ucapnya gugup, Amalia tahu wanita di hadapannya ini bukan wanita sembarangan dari pakaiannya saja sangat berkelas.
"Jangan panggil Nyonya Ibu Riana saja", ucapnya lagi sambil tersenyum.
"Baik Ibu...!", Amalia kembali diam dan gugup.
"Kamu sama siapa di sini?", ucapnya lagi
"Ah...itu",
"Jika aku bilang suami, Peter akan marah kami kan bukan suami istri?", ucapnya dalam hati.
"Kenapa?", tanya ibu Riana
"Saya bersama Tuan saya Bu, pimpinan saya?", bohongnya
"Owh maksud kamu kalian lagi melakukan perjalanan bisnis?"
"Iya Bu...!", jawabnya kikuk, padahal mereka di sini lagi honeymoon tidak jelas.
"Amalia maukah kamu menemani saya makan malam?", tawarnya.
"Maaf Bu, saya harus kembali", Amalia takut nanti Peter marah lagi dengannya.
"Amalia kamu di sini?", panggil Peter, Amalia sangat terkejut dan tubuhnya gugup namun tidak di tunjukkan karena Ibu Riana sedang bersama dia.
"T.. ttuan muda", ucapnya gugup.
"Wah...ternyata Pak. Peter", ucap riana sambil tersenyum.
"Ibu Riana...?"
"Jadi Amalia ini adalah...?",
"Saya sekretarisnya Bu?", potong Amalia cepat, Peter setengah terkejut mendengar perkataan Amalia namun dia senang Amalia masih ingat perkataan dia kemarin bahwa pernikahan mereka tidak sah di mata hukum dan keluarga.
"Saya permisi Tuan Nyonya", ucap Amalia sambil menunduk.
"Tunggu Amalia, bagaimana dengan tawaran ku tadi, kita makan malam saja bersama bagaimana?", ucap Ibu Riana lagi.
"Baiklah...saya terima Ibu Riana", Peter mana bisa menolak karena Ibu Riana adalah wanita yang sangat berpengaruh di kalangan bisnis. Tidak sembarang bisa menemui beliau. Namun malam ini Peter sangat beruntung. Amalia tidak bisa menolak karena tatapan Peter sangat menakutkan di lihat.
Peter Ibu Riana dan Amalia sudah tiba di restoran Hotel, banyak mata tertuju kepada mereka apa lagi, tatapan mereka kepada Amalia yang sangat beruntung bisa makan bersama dengan Ibu Riana dan juga Peter para penguasa bisnis terbaik.
"Terimakasih Ibu", ucapnya, Riana hanya tersenyum senang.
Amalia merasa tidak Nyaman dengan keadaan ini apa lagi Ibu Riana sangat baik sekali padanya, ibu Riana mengambil potongan Steak dan memberikan kepada Amalia. Semua mata yang di situ membulat dan mereka sangat iri dengan Amalia.
Peter tersenyum tipis namun tidak di tunjukkan, Ibu Riana sangat suka dengan Amalia yang simple dan sederhana.
"Amalia sejak kapan kamu jadi sekretaris Tuan Peter?"
"Masih baru Ibu", ucapnya gugup
"Santai saja kamu jangan takut aku tidak akan memakan mu", canda Ibu Riana.
"Maaf Bu", menunduk
"Jadi apa kamu sudah menikah?"
"Deg...!", Amalia menatap Peter yang terlihat cuek.
"Belum Ibu", jawabnya pelan.
"Huhuk...huhuk...huhuk...!", Peter meminum winenya dan menatap ke Amalia yang gugup.
"Owh baguslah...!", Riana snagat senang mendengarnya.