Hidup memang sulit tapi aku tak pernah membayangkan hidupku hancur di tangan duda tak berhati
aku telah kehilangan kebahagiaanku setelah terjerumus ke dalam neraka milik duda beranak dua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BACOT
aku tak tahu mengapa hampir semua nurani orang yang kukenal menipis bahkan hilang jika berhadapan denganku.
entah apa salah yang kulakukan selama ini, atau mungkinkah dikedupanku sebelumnya aku terlalu banyak dosa sehingga dikehidupan kali ini semua dosa harus kutebus tiada henti.
beberapa hari setelah kejadian penggusiran oleh dimas akhirnya mereka kembali datang dengan tujuan menagih uang bulanan mereka yang tertunda.
aku sudah tidak bekerja dikantor jadi aku lebih banyak menghabiskan dirumah, dimas sudah berangkat kerja sedari tadi tiba-tiba orangtuaku datang lagi.
menggetahui dimas sudah tidak dirumah, mereka sekali lagi masuk secara paksa dan menjelajahi rumah namun jika sebelumnya hanya menatap dan menyentuh barang-barang yang mereka perkirakan mahal kini mereka bahkan membawa beberapa tas besar untuk menjarah rumah.
jelas aku tahu tujuan mereka, aku bahkan sibuk berteriak memanggili kedua ART untuk membantuku mengikuti langkah mereka berdua. untunglah twins sedang terlelap sehingga tidak menambah drama kali ini.
orangtuaku sudah hampir memasukkan sebuah guci kecil kesebuah tas jika saja aku tidak mengancamn mereka berdua dengan berkata "dirumah ini dipenuhi CCTV ayah ibu"
kataku berteriak histeris, sungguh otak kriminal mereka tidak bisa dihalanggi, aku saja sudah kalang kabut apa lagi kedua Art kami. tapi dibalasnya dengan santai dengan kalimat
"maka itu tugasmu sebagai anak, hapus rekaman dan lindunggi kami" kata ibu acuh.
"ogh tuhan dimana otak mereka kau buang ya allah, izinkan hamba memunggutnya" kataku ngelantur saking lelahnya aku menghalanggi mereka berdua.
beberapa barang telah mereka selipkan karena sudah lelah aku lalu berkata mereka
"tolonglah gunakan akal kalian untuk tidak bertindak bodoh"
"kau yang bodoh tidak menjual barang-barang ini"
"iya jelas aku bodoh saking bodohnya aku akan menelpon polisi agar kalian bisa menjualnya pada mereka"
"aku berani?" kata ibu dengan suara lengkingan di akhir kalimatnya
"jelas, kalo bukan kalian aku yang akan dipenjara dan jelas aku tidak ingin"
"bedebah" teriaknya frustasi lalu akhirnya menggembalikan semua barang itu.
tak bisa mencuri barang secara terang-terangan akhirnya mereka malah mengajariku cara merayu Dimas dan meraut segala harta yang dimiliki Dimas. ibu berkata
"laki-laki itu sepertinya penuh birahi, kau rayu dia dengan tubuhmu"
"tidak terima kasih" tolakku
"kau ini bodoh, ada ikan besar kenapa tidak kau pancing" katanya sambil menujuk-nunjuki keningku secara keras.
"...." aku diam saja karena sudah jengah dengan semua penuturan mereka tapi tiba-tiba ayahku berkata
"lelaki itu sangat kaya dia punya perusahaannya sendiri, hotel, pulau pribadi bahkan dia memiliki banyak moll yang tersebar di berbagai negara" kata ayah menggebu-gebu
"wahhhh bagus sekali" kata ibu sembari bertepuk tangan bahagia. ayah lalu kembali berkata
"itu baru harta pribadinya belum lagi harta orangtuanya kalo kau menikahinya kita tidak akan kekurngan apapun dan akan kaya 9 turunan" kata ayah dengan tawa keras diakhir kalimat.
"..." aku terus saja diam setelah mendengar itu aku juga hanya memutar mataku karena bosan. waooowuh aku salut pada sepasang manusia bodoh itu aku saja yang bekerja langsung pada Dimas tidak kepo mencari kekayaan lelaki itu kok, mereka memang benar-benar pasangang bodoh.
Bukan tanpa alasan aku menggambarkan orangtua angkatku demikian karena mereka itu sangat suka berjudi, sudah jelas mereka tidak pernah menang untuk berjudi tapi tetap saja melakukan perjudian terus menerus dan siapa yang dirugikan akan perbuatan mereka ya akulah.
Aku tahu hampir semua penghasilan yang kuberikan pada mereka berakhir di meja judi dan juga berakar serabut di buku hutang sang bandar.
Bukan sekali dua kali aku menegur mereka tapi ujung-ujungnya aku yang kena hardir dan tidak sekali dua kali tukang tagih mendatanggiku dan apa yang bisa kulakukan jika demikian ya membayar merekalah, apa lagi coba?.
menjadi aku itu sungguh melelahkan, jika keluhanku itu dapat terlihat dan jika ditampung aku yakin sudah banyak container yang tidak cukup menampungnya, tapi apa yang bisa kulakukan? Ya selalu pura-pura tegar sepanjang waktu.
jika aku sudah tak ingat tuhan mungkin sedari dulu aku memutuskan menggakhiri hidupku karena selama ini hidup segan mati pun enggan.
di bab bab tertentu ak sampe nangis baca nya ini ak bingung ak yg menjiwai buku ya atau terlalu drama wkww
pokok nya karya ini punya keunikan tersendiri semangat Thor:)
eh pas aku buka novelnya ... ternyata judul setiap bab nya bikin ngakak.
padahal belum baca, bisa aja Akak authornya