NovelToon NovelToon
Bayang Cinta Semu

Bayang Cinta Semu

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Chicklit / Tamat
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nurma Azalia Miftahpoenya

Bertahun-tahun lamanya seorang gadis bernama Tasya Kamila membenci seseorang yang dulu menjadi sosok pelindung, hanya karena merasa dikhianati oleh pria itu. Namun, tiba-tiba seorang pria asing datang dan membawa kabar bahwa pria yang dicintai sekaligus dibenci olehnya telah tiada.

Sebuah penyesalan datang dan akhirnya mengacaukan hidup Tasya. Dia yang dulu membenci sosok pelindungku itu, kini berbalik membenci dirinya sendiri.

Dapatkah Tasya berdamai dengan keadaan, atau dia justru semakin terkubur dalam Bayang Cinta Semu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Azalia Miftahpoenya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Izin

Aku hidup bersama orang tua kandung, tetapi rasanya aku seperti anak tiri. Sikap Ibu dan Bapak selalu saja menyakiti hatiku. Perdebatanku dan Ibu pun tadi berlangsung alot, dan berakhir aku tetap mengeluarkan tabunganku untuk Ibu. 

Sungguh, jika boleh memilih aku tidak ingin hidup dengan keluarga yang semacam ini. Mereka lebih mementingkan materi dari pada perasaan anak sendiri. Jika teman-temanku di luar sana sedang bersenang-senang, berbeda denganku yang justru harus berjuang mati-matian. 

Suntuk berada di rumah, akhirnya membuatku memutuskan untuk pergi bekerja. Setidaknya di tempat itu aku tidak merasa tertekan. 

Jika biasanya dengan bekerja bisa mengurangi rasa jenuh dan kesedihan di hatiku, tidak untuk saat ini. Suasana hatiku yang sedang kacau ternyata berdampak buruk pada pekerjaanku. 

Ada salah seorang pelanggan yang marah-marah akibat aku lalai dalam melayaninya. Hal itu tentu membuat bosku juga memarahiku. 

"Gimana bisa gitu, sih, Sya! Kamu kerja di sini udah lama, loh!" 

"Maaf, Bos. Aku benar-benar sedang tidak fokus," ucapku meminta maaf pada atasanku. 

"Jangan di ulangi lagi, ya, saya enggak mau ada pelanggan komplain lagi gara-gara ada rambut di makanannya." 

"Iya, Bos. Saya akan lebih teliti lagi," balasku penuh sesal. 

Sejak saat itu, aku mulai fokus untuk bekerja. Aku tidak lagi mau memikirkan hal-hal yang membuatku jadi kacau. 

*****

Malam ini Kak Risqi datang ke rumah tanpa pemberitahuan. Dia berkata ingin mengajakku untuk menonton konser band ternama di alun-alun kota. 

Sejujurnya aku sangat ingin ikut, tetapi Bapak pasti tidak akan mengizinkan. Sejak tahu bahwa hubunganku dan Farid sudah berakhir, Bapak lebih sering melarangku dengan alasan-alasan tidak masuk akal. 

"Aku enggak bisa keluar, Kak. Bapak tadi udah bilang kalau aku enggak boleh keluar rumah," kataku dengan nada kecewa. 

"Bapak di mana?" tanya Kak Risqi yang kini turun dari motornya. "Biar kakak yang minta izin ke Bapak," ucapnya tanpa ragu. 

"Gak usah, Kak. Nanti Bapak malah marahin kakak." Aku melarang Kak Risqi menemui Bapak karena tidak ingin Kak Risqi dimaki oleh Bapakku. 

"Enggak apa-apa, dong! Kakak harus berani minta izin. Masa minta izin nonton konser aja enggak berani. Gimana nanti minta izin buat nikahin kamu," ucapnya yang lagi-lagi kuanggap sebagai gurauan semata. 

Kak Risqi turun dari motor, lalu berjalan menuju rumahku tanpa menunggu persetujuan dariku. Tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya, aku pun mengikuti Kak Risqi di belakang. 

"Assalamualaikum!" 

"Waalaikum salam." Ibu yang menjawab, wanita tua itu keluar dari dalam rumah. 

"Ibu, apa kabar?" sapa Kak Risqi tanpa canggung. Dia bahkan mencium punggung tangan Ibu. 

"Kabar ibu baik. Kamu ini …." 

"Saya Risqi, Bu. Calon menantu Ibu." Kak Risqi benar-benar memperkenalkan dirinya sebagai calonku. 

"Loh, Nak Risqi ini, toh! Ibu baru lihat kamu, Nak. Padahal, kamu udah sering kasih oleh-oleh," balas Ibu dengan ramah. 

"He-he, iya, Bu. Tasya ga pernah ngebolehin kalau aku mau temuin calon mertua." Dia mengadu kepada Ibuku seolah-olah dia sudah sangat dekat dengan Ibu. 

"Oalah. Tasya emang anaknya keras, Nak." 

"Oh, iya, Bu. Bapak mana?" tanya Kak Risqi. 

"Bapak ada di kamar, kenapa, Nak?"

"Risqi mau minta izin ajak Tasya, Bu." 

"Kemana?" tanya Ibu penasaran. 

"Nonton konser di alun-alun Kajen, Bu." 

"Oh. Ya udah berangkat aja!" Ibu justru menyuruh kami untuk pergi tanpa izin pada Bapak. 

"Enggak, Bu. Risqi pengen ketemu Bapak dulu," tolak Kak Risqi dengan sopan. 

"Ya udah. Ibu panggilkan Bapak dulu, ya," ucap Ibu, kemudian melenggang masuk ke rumah. 

"Kakak ngapain bilang kalau kakak calon menantu Ibu?" tanyaku memperotes kata-kata Kak Risqi tadi. 

"Kan emang kenyataannya gitu, Dek," jawabnya santai. 

Ketika aku hendak mengajukan protes lagi, Ibu dan Bapak sudah keburu keluar. Terpaksa aku mengunci mulutku rapat-rapat. 

Tatapan Bapak pada Kak Risqi menunjukkan aura ketidaksukaan. Aku sangat paham dengan tingkah laku laki-laki yang kepalanya dipenuhi oleh uban itu. Namun, saat aku melirik Kak Risqi, dia terlihat tidak gentar dengan tatapan Bapak padanya. 

"Ada apa?" tanya Bapak dengan nada datar. 

"Pak, saya ingin mengajak Tasya untuk nonton konser. Apa boleh?" tanya Kak Risqi tanpa basa-basi. Sepertinya Kak Risqi juga paham dengan karakter Bapakku yang tidak suka basa-basi. 

"Buat apa nonton konser? Cari keributan?" Bapak bertanya dengan nada sarkas. 

"Nggak, Pak. Kita cuma mau nonton di pinggir aja, kok!" 

"Kamu yakin bisa jaga anak saya?" 

"Yakin, Pak," jawab Kak Risqi tanpa rasa ragu. 

"Kak Risqi bisa jaga aku seribu kali lebih baik dari Bapak ngejaga aku, Pak," sahutku tanpa menatap laki-laki tua itu. Bapak pasti jengkel atas ucapanku barusan. 

"Tasya!" tegur Kak Risqi berbisik di telingaku. 

Aku hanya merotasikan kedua bola mataku jengah. Dari ekspresi Bapak, aku tahu kami tidak mungkin diberikan izin olehnya. 

"Bu, bawa Tasya masuk ke dalam!" Bapak memerintahkan Ibu untuk membawaku pergi. 

"Pak!" seruku kesal. 

"Masuk!" bentak Bapak dengan mata melotot. 

1
Chimud
Lamar aja, nggak usah pakai lama Risqi 🤣
Chimud
Mak, atiku langsung mak tratap. Hampir juga air mata jatuh. Awal cerita sudah disuguhi adegan seperti ini. 😭
Chimud: Iya, Mak. Dah lama nggak baca novel. Kangen, sekarang mau baca lagi.
total 2 replies
Um_bell29
udah sya, tinggalin aja si farid, risau dan keluarganya mau nerima kamu dengan tangan terbuka. Asli bikin penasaran ceritanya🤩🤩
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞
Duh, bikin nyesek. 🤧
Saythename_27
Berasa ke ulu hati rasanya
Arkan_fadhila
semua Krn gadis takdir Tasya....semoga kamu kuat...
Arkan_fadhila
kan kmu sendri yg gak mau ada hubungan sya?😭😭😭😭dan itu hanya sandiwara Rizqi agar kmu TDK berhrp LG pdnya😥
Arkan_fadhila
kamu memang ditinggalkan rizqi
Arkan_fadhila
salah aq kak ternyata pacarx si Farid🙈🤣🙏
Nurma Azalia Miftahpoenya: Haha, terkecoh, ya? aku selalu bikin nama di satu novel mirip-mirip gitu. Ntah apa sebabnya 🤣
total 1 replies
Arkan_fadhila
kurang faham dsni bukanx Fandy emang pacarx yaaa???kok kayak gitu...emang kemaren keputusan putus sdh
Arkan_fadhila
aq bingung iniiihhh ..ini flashback kah atau apa thor
Nurma Azalia Miftahpoenya: Betul, Kak
total 3 replies
Rinie Rahayu
Tetap Semangat ya, Tasya. Biarin aja bapak kamu itu.
Susana
Mantap, Kak. 👍
Belum apa-apa udah bikin sesak. 🤧🤧
Kakak emang terbaik. 👍
Semangat, Kak! 😍😍
Um_bell29
Baru pulang kampung udah di suguhi kabar yang bikin hati makin hancur, dengan kenyataan yang menyayat hati. Hebat banget Othor satu ini, bikin aku makin penasaran jadinya.
Ana Johana
Perpisahan yang paling menyakitkan adalah kematian 😭😭😭
Susana: Hooh. 🤧🤧
total 1 replies
Mom Yara
masih bab satu udah bikin penasaran
Asma Chusna
keren kak Nurma
Isma Ismawati: Semangat kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!