NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Mafia

Istri Kontrak Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / CEO
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Hidup tidak pernah mudah bagi Alya, dan menjadi jauh lebih berat sejak *ibunya meninggal saat Alya baru berumur 12 tahun.*

Sejak hari itu, Alya yang masih kelas 6 SD harus langsung menjadi ibu untuk adik-adiknya. Ia yang menyuapi Dinda yang masih balita, ia yang menemani Bima yang masih di dalam kandungan saat ibunya meninggal.

Karena itulah, ia tidak pernah merasakan masa remaja. Tidak ada waktu untuk manja.

Tinggal di rumah sederhana bersama ayah dan kedua adiknya, Alya adalah anak pertama yang harus menjadi tulang punggung keluarga. Ayahnya yang sejak ditinggal istrinya semakin sering sakit-sakitan membuat keadaan ekonomi mereka semakin sulit.

Jadi pernikahan kontrak itu bukan hanya untuk pengobatan ayahnya, tapi juga rasa bersalahnya karena merasa gagal menggantikan posisi ibunya untuk Dinda dan Bima.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kevin Muncul Lagi di Kampus

Hari ke-25. Kampus Alya.

Demam Alya sudah sembuh total. Hari ini ia harus kembali ke kampus untuk bimbingan skripsi final. Rafael awalnya tidak mengizinkan, tapi Alya memaksa karena dosen pembimbingnya susah ditemui.

"Yaudah, saya antar. Saya tunggu di parkiran," kata Rafael sambil menyiapkan mobil.

"Gak usah, aku naik MRT aja. Kamu kan ada meeting jam 10," tolak Alya.

Rafael akhirnya mengalah, tapi dengan syarat: "Shareloc hidup terus. Kalau ada apa-apa langsung telepon saya."

Alya mengangguk dan berangkat.

Jam 10 pagi, di depan gedung fakultas, Alya sedang menunggu dosen. Tiba-tiba sebuah motor matic berhenti di depannya.

Kevin. Mantan Alya.

Ia turun dengan helm masih di tangan, senyum yang dulu Alya kira manis, sekarang terlihat menyeramkan.

"Alya," panggilnya.

Alya langsung berdiri dan mundur. "Kevin? Ngapain kamu disini?"

"Kangen. Mau ketemu kamu. Katanya kamu sekarang jadi istri CEO ya? Hebat," kata Kevin dengan nada sinis, melirik penampilan Alya yang sekarang lebih rapi dan cantik.

Alya mencoba pergi. "Aku mau bimbingan. Jangan ganggu aku lagi."

Kevin langsung menarik lengan Alya dengan kasar. "Denger dulu! Kamu pikir kamu bisa buang saya gitu aja? Saya punya foto-foto kita dulu, Alya! Saya bisa sebarin ke kampus kalau kamu tidak mau balikan sama saya!"

Alya membeku. Foto-foto itu, foto waktu mereka masih pacaran, foto-foto berdua yang tidak senonoh, tapi tidak vulgar. Kevin dulu sering maksa foto peluk.

"Lepasin!" Alya mencoba melepas tangannya, tapi Kevin lebih kuat.

Beberapa mahasiswa mulai melihat.

"Balikan sama saya. Tinggalin suami kamu yang tua itu. Dia pasti tidak sayang kamu. Dia cuma mainin kamu," bisik Kevin.

Saat itu juga, sebuah suara berat dan dingin terdengar dari belakang.

"Lepaskan istri saya."

Kevin dan Alya menoleh.

Rafael berdiri di sana. Bukan pakai jas. Ia pakai kaos hitam, celana jeans, dan helm full face di tangannya. Ia naik moge Ducati hitamnya yang jarang dipakai. Terlihat seperti malaikat pencabut nyawa yang ganteng.

Ia datang. Padahal katanya ada meeting jam 10. Ia membatalkan semuanya karena feelingnya tidak enak dan melihat shareloc Alya diam di kampus terlalu lama.

Kevin yang melihat Rafael yang tingginya 185cm dengan tatapan membunuh langsung ciut, tapi mencoba sok berani.

"Lo siapa? Ini urusan gue sama Alya!"

Rafael berjalan pelan mendekati Kevin. Setiap langkahnya membuat mahasiswa lain minggir.

"Saya," kata Rafael sambil melepaskan cengkraman Kevin dari lengan Alya dengan satu tarikan kasar, membuat Kevin kesakitan. "Suaminya. Yang kamu bilang tua."

Rafael langsung menarik Alya ke belakangnya, melindunginya.

Alya memegang punggung Rafael dengan gemetar.

Kevin masih ngot. "Dia mantan gue! Gue punya fotonya! Gue bisa—"

Belum selesai bicara, Rafael sudah mengeluarkan HP-nya dan menelepon seseorang dengan loudspeaker.

"Halo, pengacara saya? Ya, saya Rafael Virel. Tolong siapkan pasal pengancaman, pelecehan, dan penyebaran foto pribadi tanpa izin. Pelakunya ada di depan saya. Namanya Kevin. Saya di kampus Universitas..."

Wajah Kevin langsung pucat pasi. "Eh, eh jangan! Saya bercanda!"

"Bercanda?" Rafael menatapnya dingin. "Kamu narik istri saya di depan umum, kamu ancam sebar foto dia, itu bercanda?"

Rafael melangkah satu langkah lagi, sangat dekat dengan wajah Kevin.

"Dengar ya, Kevin. Dulu kamu buang Alya karena dia miskin. Sekarang kamu mau meras dia karena dia jadi istri saya. Kamu itu bukan laki-laki. Kamu sampah."

Kevin tidak bisa menjawab, keringat dingin mengalir.

"Foto-foto itu, hapus sekarang di depan saya. Kalau sampai satu foto itu bocor, saya pastikan kamu tidak akan bisa dapat kerja di Jakarta seumur hidup. Keluarga Virel punya koneksi di semua perusahaan. Paham?"

Kevin dengan tangan gemetar langsung membuka HP-nya dan menghapus semua foto Alya di depan Rafael dan Alya. Puluhan foto.

"Sudah? Sekarang pergi. Jangan pernah muncul di depan istri saya lagi. Kalau saya lihat kamu di radius 100 meter dari istri saya, saya tidak akan telepon pengacara lagi. Saya akan hajar kamu sendiri," ancam Rafael dengan suara pelan tapi mematikan.

Kevin langsung lari terbirit-birit naik motornya dan pergi, tanpa berani menoleh lagi.

Mahasiswa yang nonton langsung berbisik-bisik. "Gila suaminya Alya..."

Rafael tidak peduli. Ia langsung berbalik dan memeluk Alya erat di tengah keramaian kampus.

"Kamu gapapa? Dia sakitin kamu?" tanyanya panik, memeriksa lengan Alya yang memerah karena ditarik Kevin.

Alya menggeleng dan langsung menangis di dada Rafael. Semua ketakutannya pecah.

"Takut... aku takut dia sebar foto itu..."

"Shhh, sudah tidak ada. Sudah saya suruh hapus. Kalau dia berani macem-macem lagi, saya yang maju," bisik Rafael sambil mengelus punggung Alya, di depan semua orang.

Dosen pembimbing Alya yang keluar dari gedung melihat itu hanya tersenyum. "Alya, bimbingannya besok aja ya. Pulang dulu sama suaminya."

Alya mengangguk.

Rafael lalu menggendong Alya ala bridal style menuju mogenya, tanpa peduli dilihat satu kampus. Ia memakaikan helm untuk Alya, helmnya sendiri, yang wangi parfumnya.

"Pegangan yang erat," katanya.

Alya memeluk pinggang Rafael dari belakang dengan erat.

Moge Ducati itu melaju meninggalkan kampus, dengan Alya yang masih sesenggukan di punggung Rafael, dan Rafael yang satu tangannya memegang stang, satu tangannya memegang tangan Alya yang melingkar di perutnya, memastikan istrinya aman.

Di perjalanan, Rafael berteriak kecil agar terdengar dari helm, "MAAF SAYA TELAT!"

Alya berteriak balik sambil menangis, "GAK PAPA! KAMU DATENG!"

Hari itu, satu kampus tahu, Alya bukan mahasiswi miskin yang bisa diganggu lagi. Ia adalah istri dari Rafael Virel yang akan datang dengan moge dan menghajar siapa saja yang menyakiti istrinya.

Bersambung...

1
Renjana
🥰
ocvia
sudah kak
Mia Camelia
lanjut thor
Nda
mampir disini thor..😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!