NovelToon NovelToon
Someone To You

Someone To You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Anak Genius / Beda Usia / Tamat
Popularitas:117k
Nilai: 5
Nama Author: C.Y.J

Author: Renata From Indonesia
(NOT MINE)

Riana Lee adalah seorang perempuan yang baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar di ibukota berkat kecerdasannya, selain pintar ia juga cantik dan ceria, namun disana ia bertemu dengan seorang remaja laki-laki yang tanpa ia sadari. Laki-laki itu perlahan tapi pasti mengambil tempat terbesar di hatinya.

***

Aldrian Weist seorang remaja laki-laki kaya kelas 3 sekolah menengah atas,dia cerdas, tampan, dan ramah, tetapi di balik kepribadiannya yang karismatik itu, ia juga memiliki aura misterius yang dapat membuat orang di sekitarnya merasa sadar untuk tidak membangunkan sisi lain dalam dirinya itu.

Bagaimana keduanya bisa bertemu dan terikat satu sama lain? Dan bagaimana mereka bisa bersama dengan segala perbedaan yang mereka miliki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon C.Y.J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesi Tanya Jawab

***

"Bu Guru kau dari tadi gak fokus"

Ucap Aldrian sambil menjentikkan jarinya didepan wajahku dan menyadarkanku dari lamunan, waktu tidak terasa cepat berlalu dan sekarang sudah jadwal les Aldrian lagi.

"Apa? Kenapa?" Tanyaku seperti orang linglung.

"Wah wah, apa yang sedang kau lamunkan sebenarnya?" Tanya Aldrian sambil melipat kedua tangannya didada.

"Tidak ada, hanya saja.... ada yang aneh."

Jawabku sambil mengetuk ngetuk meja dengan jari telunjukku mencoba untuk berpikir.

"Apa yang aneh? Dirimu? Kau baru menyadari kalau dirimu aneh begitu?" Tanya Aldrian lagi dengan nada yang mengejek.

"Hish, kalau aku bukannya aneh, hanya lain dari yang lain."

"Bahaha, ya berarti memang aneh kan?"

"Ngaca sana, siapa yang lebih aneh."

"Tidak terimakasih, nanti aku malah mengagumi diriku yang ada di cermin."

Ya ampun jiwa narsisnya benar benar tidak bisa dipercaya, aku jadi merasa kasihan kepada fansnya.

"Oh my... bisa bisa kau juga jatuh cinta dengan bayanganmu sendiri."

"Bisa jadi, tapi aku lebih suka sesuatu yang real, yang bisa disentuh." Ucap Aldrian sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan dadanya dan secara refleks aku menyilangkan kedua tanganku didada.

"Dasar ABG mesum."

"Jangan khawatir, punyamu itu rata." Ucap Aldrian sambil tertawa terkekeh dan wajahku terasa panas, aku bisa membayangkan warnanya kini pasti merah padam karena malu bercampur kesal, tapi sebelum aku sempat meluapkan amarahku, tiba tiba Aldrian berhenti tertawa dan nada bicaranya berubah serius.

"Apa maksudmu dengan ada yang aneh?"

"Huh? Ah tidak, aku hanya merasa ada yang aneh dengan Pak Andrew dan Bu Sandra semenjak mereka masuk kantor pagi ini."

Mendengar nama pamannya dan juga Sandra disebut Aldrian kembali teringat saat Andrew meminta pendapatnya tentang Sandra kemarin. Apa sesuatu sudah terjadi di antara mereka, semalam Pamannya juga sepertinya tidak pulang ke rumah tapi dia tetap masuk kerja rupanya.

"Apanya yang aneh dengan mereka? coba ceritakan secara detail." Aldrian sedikit mencondongkan tubuhnya kearah ku dan memasang wajah serius bersiap untuk mendengarkan perkataan ku.

"Tadi saat masuk kantor mereka datang terlambat bersamaan, dan pakaian Pak Andrew masih memakai setelan yang kemarin, tapi kemudian dia mengganti setelannya di kantor."

"Bagaimana dengan gerak gerik mereka? Apa ada yang tidak biasa juga?" Tanya Aldrian masih dengan nada serius.

"Hmm setelah mereka datang, Pak Andrew langsung masuk keruangannya dan Bu Sandra langsung duduk di mejanya, tapi saat makan siang mereka pergi berdua saja, tapi bisa saja mereka makan siang sekalian menemui klien, hanya saja cara mereka saling paandang agak berbeda dengan biasanya, tatapan mereka..." Aku mencoba mencari kata yang tepat untuk menggambarkan bentuk tatapan mereka, tapi rasanya sulit untuk dideskripsikan.

"Tatapan mereka? Seperti orang yang sedang jatuh cinta kah?" Pertanyaan Aldrian seakan memberiku jawaban.

"Nah iya, mereka seperti pasangan yang sudah lama berpisah dan baru bertemu kembali, tatapan hangat yang penuh kerinduan dan juga... penuh gairah."

Aldrian menaikkan sebelah alisnya saat mendengar penjelasanku, "Sepertinya kau berbakat untuk mentranslate bahasa tubuh."

"Gini gini aku pernah belajar psikologi, aku juga sering mengajar di sekolah anak berkebutuhan khusus, jadi kepekaanku cukup tajam untuk hal-hal beginian."

"Oh ya? Kalau begitu menurut kepekaanmu itu, apa yang menjadi sebab terjadinya perubahan antara Pamanku dan tante Sandra?"

"Kemungkinan mereka sempat berada dalam situasi emosional, dan sepertinya mereka saling melupakannya sehingga hasilnya ya seperti ini, aku bisa merasakan longing with passion dari tatapan mereka, seakan berkata "kenapa tidak dari dulu", tapi itu merupakan perubahan yang positif menurutku."

"Wow!" Aldrian bertepuk tangan mendengar jawabanku, "Seratus buat bu Guru."

Sebentar...kenapa posisi kami berubah? Bukannya yang menjadi guru disini itu aku? Tapi kenapa justru aku yang diberi pertanyaan dan mendapat nilai. Dan bodohnya lagi aku malah merasa bangga karena sudah memberi jawaban yang tepat, tapi tunggu dulu...

"Kau sudah tahu apa yang terjadi dengan mereka kan? Kalau tidak, bagaimana kau bisa memberi ku nilai seratus?" Tanyaku penasaran bercampur heran.

"Tidak, tentu saja aku tidak tahu, tapi mendengar hasil penelitianmu sepertinya kurang lebih aku tahu apa yang sudah terjadi di antara mereka, dan itu sesuai prediksi ku."

"Jadi kau sudah menduga kalau hubungan mereka akan mengalami perubahan?"

"Binggo!! Karena akulah yang memberikan saran pada Paman, kalau dia ingin hubungan mereka mengalami perkembangan, dan sepertinya saran ku berhasil."

Aldrian tampak bangga terhadap dirinya sendiri, sepertinya dia memang berbakat dalam hubungan antara lawan jenis. Tapi kenapa Pak Andrew justru sebaliknya, sampai sampai dia digosipkan gay.

"Apa saran mu memangnya?"

"Aku hanya menyuruhnya untuk to the point, mereka itu membutuhkan sedikit dorongan agar bisa saling jujur dengan perasaan mereka masing-masing."

"Oohh begitu rupanya, jadi akhirnya mereka saling mengakui perasaan mereka masing-masing sepertinya, dan alasan kenapa mereka datang terlambat ke kantor dan kenapa Pak Andrew masih mengenakan pakaian yang sama dengan yang kemarin kemungkinan karena..."

Aku memandang Aldrian dengan senyum yang mengembang di wajahku sambil menaik turunkan alis mataku, ahh aku bisa membayangkan apa yang terjadi di antara mereka tadi malam, aku bisa melihat rona merah di wajah Bu Sandra saat Pak Andrew menatapnya di kantor tadi.

"Jadi siapa yang mesum disini sekarang? Aku masih dibawah umur jadi aku tidak tahu apa apa ya."

Seketika senyumku pudar mendengar ucapannya yang sok polos, padahal jelas jelas dia mengerti atau mungkin... Aldrian justru sudah pengalaman.

"Jangan sok polos, aku tahu kau punya banyak fans, kau juga sering jalan dengan perempuan kan, malah bisa jadi kau sudah berpengalaman." Ucapku dengan nada sinis.

Tapi diluar dugaan Aldrian justru menatapku dengan tatapan yang tajam, dia berdiri dari kursinya dan kemudian menempelkan kedua tangannya di pegangan kursiku dan menguncikan sehingga aku tidak bisa kabur, dia mendekatkan wajahnya ke telingaku dan berbisik, "Kau mau melihat seberapa berpengalaman nya diriku?"

Hawa dingin mengalir dipunggung ku, sesaat aku merasa takut dengan Aldrian yang ada dihadapan ku sekarang, tatapan matanya, raut wajah dan nada bicaranya benar benar terlihat menyeramkan. Dia terlihat seperti serigala yang siap menerkam, dan aku seperti kelinci kecil yang terjebak disudut.

Tapi sesaat kemudian tawanya pecah dan dia melepas pegangannya di kursiku dan kembali duduk di kursinya, "Coba lihat ekspresi mukamu, kau terlihat pasrah sekali, tenang saja aku hanya bercanda, aku ini hanya anak SMA yang polos, jadi sama sekali tidak terpikirkan olehku untuk melakukan hal yang tidak bisa ku pertanggung jawabkan nantinya."

Aku merilekskan tubuhku dan mencoba untuk mencairkan suasana dengan mengakhiri pembahasan 18 plus plus ini.

"Siapa yang kau sebut muka pasrah huh? Aku hanya kaget karena kau tiba-tiba..... Ah sudahlah ayo kita fokus lagi ke pelajaran, sampai dimana tadi kita?"

"Ini, tadi kau menyuruhku untuk mengerjakan ini."

Akhirnya kami kembali ke jalur yang lurus dan meneruskan pelajaran yang tadi sempat tertunda, sampai akhirnya waktu empat jam kami habis.

1
Hapus Akun
seperti mau bertemu pacar yakkk🤣🤣🤣
Hapus Akun
malu bertanya sezaaad di jalan wkwkwkkw
Hapus Akun
syukuurlahhhh
Hapus Akun
apanya yg tinggi, tpi tak setinggi angankuu🤣🤣🤣
Muhammad Bagus
thor ini lanjut ga sih? cerita bagus gini syg banget lho thor kalo brenti gini aja. karakter Aldrian dan Riana kuat banget.

author menggambarkan Riana yg menunduk trus Aldrian melihat airmata Riana dan Aldrian merasa dadanya sakit.. yaa Allah thor sampe kerasa banget sampe ke hatiku
S.Y.S
perbarui lebih banyak penulis 💯🎉
Dewi Purwati
kok tamat...aaaaa
Musri
up nya jngan lama2 thour
Dewi Purwati
enak pacaran setelah halal
Dewi Purwati
keren ini mah
Dewi Purwati
menarik nih
Dewi Purwati
keren sih tata bahasanya...aku langsung nyambung
Rosmi Yanti Yanti
lanjut
Erlangga Saputra
ya allah.ini beneran bikin sakit perut baca nya gokil abisss
Dee
Biasa
Erni Fitriana
lanjuttttt
Erni Fitriana
mampir
¸.•♥•.¸¸.••[SKY]•♥•.¸¸.•♥•🎤🎧
Semangat
MG
bagus kak
⚕|•𝐄velyn
Semangat Author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!