NovelToon NovelToon
Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.F

"Aku memang sanggup untuk menghapus namanya dan menggantikannya dengan nama suamiku di hatiku, tapi apa aku sanggup terus mempertahankan rumah tanggaku tanpa cinta dari suamiku? Yang selalu enggan untuk menyentuhku untuk lebih intim?" batin Suci

"Sampai kapan kamu tidak mencintaiku? Sampai kapan kamu akan terus belajar mencintaiku? Apa perlakuan manisku tidak bisa menggerakan hatimu walau pun sedikit saja Uci?" batin Arkan

"Bunda mohon nak, jadikan kakamu istri ke dua Arkan." ucap Anisa

Akan'kah rumah tangga Arkan dan Suci tetap utuh di saat Bunda dari Suci meminta Suci untuk menyutujui kakaknya menjadi istri ke dua dari suaminya?

Akan'kah Suci merelakan suaminya untuk kakanya sendiri di saat ia sudah mengandung benih dari suaminya karena menikah dengan dua wanita bersaudara kandung adalah haram? Atau Suci tetap mempertahankan rumah tangganya karena kakanya yang membatalkan pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 18 Suci Arkan

Suci sekarang sudah masuk ke jalan jakarta, matanya semakin lama semakin gelap, ia sudah tidak bisa konsentrasi untuk menyetir, walau pun air matanya sudah mereda, tapi tetap saja hatinya masih merasakan sakit, hingga ia keluar jalur, walau pun mengerem mendadak ia tetap menabrak sisi mobil orang tersebut

Bruk...

" Astagfrullah!"

Sedangkan orang yang di mobil lain adalah Arkan. Arkan menyuruh supirnya untuk menyamping dan menabrakan ke sisi jalan.

" Iya elah pak Budi yang benar saja! Bisa mati nanti!"

Dia adalah Rangga Sebastian, sahabat dekat Arkan dan sekaligus tangan kanan Arkan.

" Maaf, den Rangga, tadi di suruh den Arkan."

Tanpa melirik ke arah Arkan, Rangga langsung mengomel.

" Lo apa-apaan Arkan?! Kalau games gue mati gimana?!"

" Lebih baik games lo yang mati dari pada lo yang mati."

" Gila lo parah banget!"

Arkan hanya menggelgeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya. Rangga kalau sudah bekerja sangat serius, tapi kalau main games juga ia tidak bisa ada yang mengganggu.

" Pak Budi, tolong cek orang yang menabrak kita, takutnya dalam pikiran yang buruk hingga keluar jalur."

" Baik den."

Arkan bersyukur karena jalanan sepi, kalau rame ia juga tidak tau akan menjadi apa nasibnya. Pak Budi turun, ia menghampiri ke arah Suci. Sedangkan Suci memegang kepalanya yang terbentur setir, ia merasakan sakit di kepalanya yang sudah memerah.

" Bukan hati saja yang sakit, tapi kepala juga sakit."

Pak Budi mengetuk pintu mobil Suci.

Tok-tok.

Suci yang di ketuk pintunya baru sadar, ia belum minta maaf pada mobil yang ia tabrak. Suci langsung membuka pintunya saat pak Budi sudah mundur, ia turun dari mobil dengan tubuh sedikit gemetar, ia masih syok atas kejadian tadi.

" Kamu tidak apa-apa dek?"

Pak Budi bertanya sedikit kuatir saat melihat yang turun dari mobil seorang Gadis kecil yang tertutup cadar, jadi ia tidak bisa melihat kepanikan dari Gadis yang menabraknya.

" Saya tidak apa-apa. Saya minta maaf, saya benar-benar tidak sengaja, tentang kerusakan mobil bapak saya akan bertanggung jawab."

" Iya, tolong mundurkan mobilnya sebentar, baru kamu minta maaf pada bos saya, saya hanya sebagai supir."

" Baik pak."

Suci langsung masuk ke dalam mobil lagi untuk memundurkan mobilnya, sedangkan Arkan menatap gerak-gerik Gadis yang menabraknya seperti tidak asing, ia bisa mendengar suara Gadis yang menabraknyan sedikit bergetar. Setelah memundurkan mobilnya, Suci mendekati mobil yang ia tabrak sambil menundukan kepalanya, saat tadi melihat di dalam mobil itu adalah lelaki.

" Maaf pak, saya tidak sengaja, saya akan ganti rugi atas kerusakan mobil bapak."

Arkan tersenyum saat melihat Gadis yang minta maaf sambil menunduk, karena ia mengenalinya.

" Suci."

Walaw pun Suci tidak memandang ke arah Arkan, ia bisa mengenali kalau suara itu adalah Arkan.

" Kak, Uci minta maaf, Uci benar-benar tidak sengaja."

" Masalah mobil tidak penting, kamu tidak apa-apa? Atau kepalamu terbentur?"

Arkan yakin kalau kepala Suci itu terbentur setir, karena ia sudah sering mengalami hal yang seperti Suci.

" Iya kak, tapi tidak apa-apa ko."

Arkan menatap mata Suci yang ada sisa air mata, bahkan cadarnya juga sedikit basah, ia yakin kalau Suci sedang tidak baik-baik saja.

" Kamu mau kemana Uci?"

" Uci mau pulang."

" Iya sudah, kamu ambil tas kamu, terus masuk ke mobil saya, nanti supir saya yang bawa mobil kamu, mobil saya biar Rangga yang bawa."

" Tidak perlu kak."

" Tenang saja, aku akan duduk di depan, jadi kamu duduk di belakang sendiri."

Arkan yakin kalau Suci menolak karena takut duduk berdua, ia juga bersyukur karena sudah belajar agama sedikit demi sedikit setelah Suci menerima lamarannya, ia tidak ingin malu di depan Suci.

" Ini benar kaka tidak merasa di repotkan sama Uci?"

" Tidak Uci, kamu itu seperti ke siapa saja, bukan'kah saya ini bukan orang asing?"

Suci mengangguk pelan sambil tersenyum. Arkan melirik ke arah Rangga yang dari tadi sibuk main games.

" Rangga, lo yang nyetir, pak Budi yang bawa mobil Suci."

" Ish, namanya Suci, seperti wanita sholehah saja."

Rangga berbicara tanpa melirik ke arah Suci. Sedangkan Suci hanya tersenyum mendengar jawaban dari Rangga.

" Uci, jangan di masukin ke hati, ambil tasnya gih."

" Iya kak."

Setelah Suci berjalan ke arah mobil miliknya. Arkan langsung menyuruh pak Budi untuk membantu ia duduk di bangku penumpang depan.

" Pak, tolong bantu saya pindah ke bangku depan."

" Iya den."

Pak Budi langsung membantu Arkan duduk di bangku penumpang depan.

" Pak bawa mobilnya non Suci, tinggal ikutin kita dari belakang."

" Baik den."

Pak Budi menjadi sedikit penasaran siapa Suci, karena selama ia bekerja menjadi supir pribadi Arkan, ia belum pernah melihat Arkan akrab dengan wanita yang memakai cadar, jangankan wanita memakai cadar, wanita pakai hijab saja tidak.

" Capat lo pindah Rangga! Buruan anterin Suci dulu."

Rangga hanya menghela nafas, ia mengakhiri main gamesnya, lalu pindah ke depan.

" Lo ngapain pakai pindah ke depan?!"

" Jangan banyak tanya!"

Rangga melirik ke arah mobil wanita yang tadi di panggil Suci, ia melihat Suci yang berjalan ke arahnya.

" Gila, lo kenal di mana sampai tau namanya Suci? Tadi bukannya lo tidak kenalan?"

" Diam!"

Rangga hanya bisa menghela nafas kasar saat mendengar bentakan dari sahabatnya. Suci langsung masuk ke dalam mobil Arkan.

" Kak sekali lagi minta maaf, sudah buat mobil kaka rusak, eh kaka juga masih nganterin Uci."

" Mobil saya cuma tergores Uci, tidak parah. Anter ke jalan Suntar C12 no3."

Rangga mengangguk langsung menjalankan mobilnya, sedangkan tangan kirinya menggaruk tenguknya yang tidak gatal, karena ia mengenal alamat itu, itu adalah alamat rumah Sulis.

" Kamu dari mana Uci? Sampai jam 7 malam masih di perjalanan?"

" Uci habis ke kampus kak, habis minta surat pindah, sekalian bilang sama Umi dan Abi termasuk yang lain kalau Uci berhenti mondok."

" Maaf iya Uci, jadi kamu berhenti mondok karena saya, pasti berat iya untuk berpisah dengan mereka semua?"

" Tentu saja kak, walau pun Uci hanya 3 tahun mondok, tapi karena sudah terbiasa dengan mereka semua, jadi berat meninggalkan mereka."

" Rencana mau kuliah di mana Uci?"

" Kurang tau kak."

" Di Universitasas Wijaya saja Uci, bagus ko kampusnya."

" Iya kalau kampusnya memang bagus kak, tapi tidak mungkin Uci menyusahkan Bunda, kalau di situ bisa-bisa Uci tidak sanggup untuk membayarnya sendiri."

Memang setelah masuk kuliah, Suci membayar uang kuliahnya sendiri dari penghasilan menjual desainnya sendiri, jadi ia sudah tidak lagi meminta uang pada Bundanya. Arkan tersenyum mendengar jawaban dari Suci, itu artinya selama ini Suci sudah mandiri.

" Calon suamimu itu pemilik kampus itu Uci, kenapa kamu harus pusing-pusing? Sebentar lagi juga kamu menjadi istrinya."

Rangga melotot ke arah Arkan saat mendengar ucapan dari Arkan, ia tidak habis pikir kalau Arkan akan merayu wanita, karena ia tau kalau Arkan tidak pernah suka merayu wanita, walau pun dengan Sulis, Arkan selalu bersikap biasa saja.

1
juwita
Luar biasa
juwita
hama dmn2
julia sorong
Luar biasa
julia sorong
Buruk
Just Reader ^-^
rumah apa hotel thor?
Just Reader ^-^
ak padamu uciii
syifa
karya yang menguras emosi
..
bagus
🍒Nungma🍃
assalamualaikum kak author
ceritanya bagus kak,,,,,alurnya menarik gak membosankan,, and maafken kak aku gak komen per bab,, aku lebih suka komen setelah tamat baca ceritanya,,, yok kak lebih semangat lagi yokk😉😉😉
R.F: wa'alaikumsalam
terima kasih kak
total 1 replies
Cia Sanu
novel yg sangat bagus
R.F: terima kasih kak
total 1 replies
Maya Jutsu
👍👍👍
R.F: mksh kk
total 1 replies
Juan Sastra
ibu yg tidak berakhlak,,
Juan Sastra
keberatan dengan kata iya thorr,,
umpama,, bertanya, "tempat pendaftarannya dimana ya ? gitu thorr !!
bukan di mana iya ?..🙏🙏🙏
Juan Sastra
asal jangan mengecewakan aja thorr karyamu misalnya poligami gitu,,karena sibnosis di depan kayak ada berbagi cinta gitu..nyesek aja jika harus berbagi suami
Qilla
namen lagi
Qilla
namen lagi namen lagi
R.F: tinggal baca aja ribet, enggak suka iya enggak usah baca
total 1 replies
Susy Qween
ya Allah rumahna kaya gedung aja 15 lantai😁
Nurmiati Aruan
ngomong langsung dong....biar istrinya tau...
Nurmiati Aruan
salah paham maning...hadeeehhh...🤦
Nurmiati Aruan
ampun deh ini mereka berdua...bikin gemes...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!